Articles

Found 32 Documents
Search

Strategi Menumbuhkan Sikap Dan Perilaku Wirausaha Melalui Pembelajaran Kooperatif Yang Berwawasan Kewirausahaan Mulyani, Endang
Jurnal Ekonomi & Pendidikan Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Ekonomi UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.054 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul pengembangan model pembelajaran kooperatif  yang berwawasan entrepreneurship ini dilakukan dengan tujuan jangka panjang adalah untuk menumbuhkan sikap dan perilaku wirausaha siswa SMK. Tujuan jangka pendek dari penelitian ini adalah untuk menemukan model pembelajaran kooperatif yang berwawasan entrepreneurship. Untuk mencapai tujuan tersebut rencana kegiatan yang dilakukan dibagi menjadi dua tahap. Tahap I dilakukan penelitian tentang: 1) karakteristik siswa SMK dilihat dari sikap dan perilaku wirausahanya, 2) model pembelajaran yang digunakan oleh guru pada saat mengajar. Pengembangan model pembelajaran kooperatif yang berwawasan entrepreneurship dalam penelitian ini  menggunakan four-d model (Thiaragajan et.al, 1994).Dari penelitian tahun pertama, berdasarkan analisis data dari instrumen sikap dan perilaku wirausaha, diperoleh hasil bahwa dari 120 responden yang menjadi sampel penelitian sebagian besar sikap dan perilaku wirausahanya termasuk kategori sedang dan rendah (101 siswa termasuk kategori sedang dan 19 siswa termasuk kategori rendah). Dilihat dari hasil observasi tentang metode pembelajaran yang digunakan guru menunjukkan bahwa sebagian besar guru mata pelajaran ekonomi dan kewirusahaan masih menggunakan model pembelajaran ceramah sedikit divariasi dengan tanya jawab dan sedikit praktik untuk mata pelajaran kewirausahaan. Hasil penelitian tahun kedua menunjukkan bahwa: 1) sebelum kegiatan pengembangan model pembelajaran kooperatif yang berwawasan kewirausahaan diuji coba, peneliti telah mengembangkan lembar penilaian model pembelajaran yang berwawasan kewirausahaan melalui validasi pakar. Dari hasil penilaian para ahli tersebut, lembar ini dinyatakan valid dengan kategori nilai baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi, 2) dilihat dari hasil pengembangan instrumen model pembelajaran kooperatif yang berwawasan kewirausahaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam instrumen yang telah dikembangkan, hasil penilain pakar menunjukkan hasil yang baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi, 3) dilihat dari sikap dan perilaku  wirausaha sesudah  diberi intervensi model pembelajaran kooperatif yang berwawasan entrepreneurship, hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 siswa sebagian besar sikap dan perilaku wirausahanya termasuk kategori tinggi (68,7%).4) implementasi model pembelajaran yang berwawasan kewirausahaan di kelas dapat berjalan dengan lancar dan baik.
Kurikulum 2004: Penerapannya dalam Bahan Ajar dan LKS Mulyani, Endang
Jurnal Ekonomi & Pendidikan Vol 2, No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Ekonomi UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.718 KB)

Abstract

Recent decades Indonesia education sector lays on the critical context. That critical context attaches at various social aspects influencing to input quality, process and education outcomes. Education quality relates to quality of process and product. Process quality can be achieved if learning process flow effectively and students comprehend fully the learning process. On the other hand that learning process will run well if it is backed up by availability of good learning material and LKS. Curriculum is an escort to run education activities of schools – from elementary school to higher education, therefore  contains of learning material should not deviate from the curriculum.
Pendapat Mahasiswa tentang Fleksibilitas Kurikulum Suplemen 2000 di Jurusan PDU FIS UNY Mulyani, Endang
Jurnal Ekonomi & Pendidikan Vol 1, No 1 (2004)
Publisher : Fakultas Ekonomi UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.378 KB)

Abstract

This study examines the PDU student’s perception of 2000 curriculum  flexibility. The results of this study show that 98% of respondents agree with the implementation of flexible curriculum, majority of flexibility interested is additional competency to teach to other study programs. This curriculum has two advantages, namely: students can receive more than one competency, time needed to finish study and receive two diplomas is shorter than other universities. On the other hand, this curriculum has disadvantages such as: students have to spend much more money, it is need longer time to finish study and quality of graduates is questionable.
Model Pendidikan Kewirausahaan di Pendidikan Dasar dan Menengah Mulyani, Endang
Jurnal Ekonomi & Pendidikan Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Ekonomi UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.689 KB)

Abstract

Pemerintah telah berupaya untuk memasyarakatkan kewirausahaan, namun upaya tersebut belum membawa pengaruh yang signifikan karena masih banyak penduduk yang tidak produktif setiap tahun. Dalam praktik di sekolah, untuk menanamkan nilai-nilai kewirausahaan pada peserta   didik ada   beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:1)   pembenahan dalam Kurikulum; 2) peningkatan peran sekolah dalam mempersiapkan wirausaha; 3) pembenahan dalam pengorganisasian proses pembelajaran;  4) pembenahan pada diri guru. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan mulai dari PAUD – SMA/SMK, SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMK/SMALB, merupakan suatu hal yang tidak bertentangan dengan butir-butir kebijakan nasional dalam bidang pendidikan yang terdapat dalam dokumen RPJMN 2010 - 2014, yang telah menetapkan sebanyak 6 substansi inti program aksi bidang pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan: 1) menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan, 2) menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja. Untuk itu, substansi inti program aksi bidang kependidikan yang terkait dengan pendidikan kewirausahaan adalah penataan ulang kurikulum sekolah yang dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab keutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan (di antaranya dengan mengembangkan model (link and match). Di samping itu pelaksanaan pendidikan kewirausahaan sesuai dengan amanah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Keberhasilan program pendidikan kewirausahaan  dapat diketahui melalui pencapaian kriteria oleh peserta didik, guru, dan kepala sekolah yang antara lain meliputi: 1) peserta didik memiliki karakter dan perilaku wirausaha yang tinggi, 2) lingkungan kelas yang mampu mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai kewirausahaan yang diinternalisasikan, dan 3) lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang bernuansa kewirausahaan.
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN KOMPREHENSIF BERBASIS PROYEK PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERINTEGRASI DI SMK Mulyani, Endang
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2012)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.19 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model penilaian kom-prehensif berbasis proyek pendidikan kewirausahaan terintegrasi di SMK. Pengembangan model penilaian ini menggunakan Four-D model meliputi ta-hap define, design, develop, dan disseminate. Rancangan model dalam penelitian ini belum sampai pada tahap disseminate, sehingga hanya meliputi tiga tahap-an yaitu tahap define, design, dan develop.Subjek penelitian adalah siswa kelas XI program studi penjualan, guru  ekonomi, dan guru kewirausahaan. Tek-nik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dokumen-tasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis dis-kriptif,dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian adalah seba-gai berikut: 1) dilihat dari hasil analisis penilaian pakar menunjukan bahwa model penilaian secara umum termasuk dalam kategori baik dan dapat digunakan; 2) dilihat dari hasil analisis CFA, menunjukkan adanya  konsis-tensi, hal ini terbukti dari hasil pengujian model pada uji coba terbatas dan skala luas sama-sama menghasilkan model fit pada taraf signifikansi 5%. Kata kunci: model, penilaian, komprehensif, proyek, pendidikan kewirausahaan ______________________________________________________________ DEVELOPING A COMPREHENSIVE ASSESSMENT MODEL BASED ON AN INTREGATED ENTREPRENEURSHIP EDUCATION PROJECT IN VOCATIONAL SECONDARY SCHOOLSAbstract The main objective of this study is to develop a comprehensive assessment model based on an integrated entrepreneurship education project in vocational secondary schools. This developed assessment model employed the Four-D model, consisting of define, design, develop, and disseminate stages. The model in this study did not take the disseminate stage; it only took three stages, namely the define, design, and develop stages.The research subjects comprised Year XI students of the Sales Study Program, economics teachers, and entrepreneurship teachers.The data were collected through questionnaires, observations, documents, and tests. The data were analyzed using the descriptive analysis technique, and Confirmatory Factor Analysis (CFA). The research findings are as follows 1) based on the results of the analysis of the evaluation by experts, the assessment model in general is in the good category and is applicable; 2) based on the results of the analysis using CFA, there is a consistency, indicated by the model testing in the small-scale and large-scale tryouts revealing that the model fits the empirical data; besides, all constructs designed to measure variables are significant at alpha 5%.Keywords: model, assessment, comprehensive, project, entrepreneurship education
ANALISIS RELEVANSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI DENGAN DUNIA KERJA Muhson, Ali; Wahyuni, Daru; Supriyanto, Supriyanto; Mulyani, Endang
Jurnal Economia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.763 KB)

Abstract

Abstract: A Relevance Analysis of University Graduates with World of Work. Education should be oriented to the competencies required by the workforce as a percentage of unemployment among the educated increase continuously. This study aims to examine the relevance of YSU Economic Education graduates. The study only focuses on the type of work and subjects taught. The subject of this study is the alumni of Economic Education Study Program. Sampling technique used is snowball sampling. Data collection technique using questionnaires and documentation while the technique of data analysis using descriptive analysis. The result suggests that the majority of the graduates find their first job as private a teacher, a private employee and a tutor, while current job of the most graduates are private teacher, private employee, and civil servant (teacher). The data shows that more than 50 percent of the graduates work in the education area. This implies that the relevance level based on the type of work is categorized as sufficient. Majority of the graduates teaches social science, economic, and entrepreneurship, hence it can be concluded that the relevance level based on the subjects taught is highly relevant.  Keyword: relevance of graduates, type of work, unemployment, employment  Abstrak: Analisis Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi dengan Dunia Kerja. Pendidikan harus berorientasi pada kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja karena persentase penganggur di kalangan terdidik terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat relevansi (kesesuaian) lulusan Pendidikan Ekonomi UNY. Kajian hanya diarahkan pada jenis pekerjaan dan mata pelajaran yang diampu. Penelitian ini mengambil subjek alumni Prodi Pendidikan Ekonomi dari berbagai angkatan. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa jenis pekerjaan pertama lulusan yang paling dominan adalah guru swasta, pegawai swasta dan tenaga pengajar/tentor, sedangkan jenis pekerjaan sekarang lulusan didominasi sebagai guru swasta, pegawai swasta dan guru negeri. Tingkat relevansi dilihat dari jenis pekerjaan termasuk kategori cukup karena separo lebih lulusan bekerja di bidang pendidikan, sementara itu jika dilihat dari mata pelajaran yang diampu juga sangat relevan karena sebagian besar alumni mengajar IPS, Ekonomi dan Kewirausahaan. Kata Kunci: relevansi lulusan, jenis pekerjaan, pengangguran
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM MENYEWA ALAT BERAT PADA PEKERJAAN JALAN DENGAN METODE PROSES HIRARKI ANALITIK (PHA) Lesmana, Pratiwi; Mulyani, Endang; ., Syahrudin
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.345 KB)

Abstract

Keberhasilan dalam sebuah proyek juga ditentukan olehsumber daya peralatan. Keberadaan alat sebagai sarana utama untuk mendukungpelaksanaan proyek juga memegang peranan penting dalam penanganan proyek.Alternatif sewa (leasing) dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan,diantaranya perusahaan tidak perlu mengeluarkan sejumlah modal besar pada tahunpertama, fleksibilitas dari mekanisme sewa dan sebagainya. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor yang mempengaruhidalam pengambilan keputusan untuk menyewa alat berat berdasarkan persepsi parapraktisi yang berwenang, mencari urutan rangking dari tiap faktor serta mencarifaktor utama yang sangat mempengaruhi dalampengambilan keputusan terhadap penyewaan alat berat pada perusahaankonstruksi/kontraktor di Pontianak. Faktor-faktor pada penelitian diperolehdari studi pustaka dan survei pendahuluan yang selanjutnya divalidasi olehresponden yaitu pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan menyewa alatmelalui wawancara dan kuisioner.           Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah faktoroperasional dengan preferensi 48.0 %, terdiri dari sub kriteria ketersediaan  spare part dengan preferensi rata-rata 32.5%, kontuinitas dari masa sewa dan fleksibilitas dari mekanisme sewa denganpreferensi rata-rata 24.2% dan ketersediaan SDM untuk operator & maintancedenga preferensi rata-rata 19.2%. Faktor kedua adalah faktor biaya  dengan preferensi 40.6 %, terdiri dari sub kriteria biaya operasional dengan preferensirata-rata 83.3 % dan biaya modal dengan preferensi rata-rata 16.7%. Faktorketiga adalah faktor alat & lingkungan  dengan preferensi 11.5 %, terdiri dari sub kriteria sarana & prasarana dengan preferensirata-rata 48.0%, optimalisasi jam kerja alat dengan preferensi rata-rata 40.6%dan nilai alat dengan preferensi rata-rata 11.5%. Dari hasil tersebut didapat faktor utama dari kriteria utama yang sangatmempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk menyewa alat berat adalah faktoroperasional (48.0 %) karena merupakanusaha pengelolaan secara optimal penggunan faktor produksi: tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahanmentah dan faktor produksi lainnya dalam proses tranformasi menjadi berbagaiproduk barang dan jasa. KataKunci: Leasing & Sewa, Pekerjaan Jalan, Faktor Utama.
PELATIHAN PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN EKONOMI (STRATEGI MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA PADA GURU DAN SISWA) Mulyani, Endang; Lestari, Barkah; Wahyuni, Daru; Baroroh, Kiromim
INOTEK Volume 14, Nomor 2, Agustus 2010
Publisher : LPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.489 KB)

Abstract

The main purpose of PPM activity is after  finishing the training students are expected to be able to practice the knowledge and their capabilities in using useless goods as economics learning media as strategy to build the spirit of businessman to teacher and students. There is a special purpose: (a) giving training to economics teacher concerning the use of useless  goods  as  economics  learning  media;  (b)  giving  supplies  and capability  in designing  the  use  of useless goods as  economics  learning media; and (c) giving supplies and capability in using useless goods as economics learning media which is a strategy to build the spirit of businessman in teacher and students. The method of PPM activity used to reach   the target is speech, simulation, and giving an assignment. The result which is reached through PPM activity is (a) Most of participants who have a positive attitude toward training  implementation. This case can be showed from the observation result that  most of serious teachers (95%) and enthusiastic; (b) It is looked from the understanding level toward learning material to show that 100 % participants understand in training material. This case is seemed at the time it  is given assignment to design useless goods from 7 groups, 100% is successful to develop useless goods. The understanding and mastering of teacher toward training material, although there are 2 media groups he or she develops but they are not appropriate to be sold; (c) It is looked from the capability of RPP development by using media of useless goods to show that from 7 groups, there are 6 groups collecting RPP, 1 group do not it; (d) It is looked from the capability to apply in the class showed by assignment the practice of using useless goods as learning media, there are 6 groups do it; and (e) It is looked from the spirit of businessman shows that all participants  are  seemed  to  be  enthusiastic trained  to  sell  product  result which is made of useless goods have been developed. The conclusion of this activity is the activity of dedication to people can  be  made  as  a  means  of  developing  teacher  capability  to  do  new innovations in the case of using and developing useless goods as economics learning media in the class, beside that teacher can do the refreshing and new ideas in learning. It is expected that in the next budget year LPM still facilitates same PPM activity with most of target which is wider so the increase of quality in learning can be felt by more schools and students.
PELAKSANAAN PELELANGAN UMUM DENGAN SISTEM E-PROCUREMENT BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2012 Pakarwati, Vintari; Mulyani, Endang; ., Syahrudin
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.599 KB)

Abstract

In the study, the study sample were contractors who have or are to follow the auction online at Kayong Northern District of West Kalimantan Province. Where this information research obtained from questionnaires and interviews directly to contractors in the district of North Kayong. From the research, it is known to follow the stages of E-Procurement (online auction) which starts from the opening LPSE site then register through the internet to be the SPSE (get a User Id and Password), the contractor can take part in the auction LPSE anywhere (one of which LPSE Kayong District North). To become a participant in the auction of the work package (with post qualification method) were tendered contractor registrations with the package, then download the document, and instructions to follow, prepare bid documents and upload documents and qualifications, as well as petitions (if any). While the results of the calculation method Likert Scale shows there are some constraints experienced contractors, among others, due to the difficult access to the internet network by 60%, the slow (loading) internet by 65,71%, non observant contractor in completing the qualification documents of 54,29% and the failure of the contractor at the time of uploading a document by 54,29% and 60% of power outages are caused by the relatively long period of time.     Keywords: E-Procurement, Constraints, Stages
PERENCANAAN SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERLUASAN HOTEL MERCURE 8 LANTAI KOTA PONTIANAK Fietra, U Hizra Ryan; Mulyani, Endang; ., Lusiana
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.968 KB)

Abstract

Dalam dunia industri konstruksi kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja setiap saat. Hal ini dikarenakan industri konstruksi memiliki karakteristik pekerjaan yang berat dan memiliki risiko kecelakaan yang tinggi bagi para pekerjanya, mulai dari bahan - bahan yang digunakan, peralatan, serta lingkungan kerjanya. Kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek konstruksi dapat menyebabkan kerugian langsung dan kerugian tidak langsung. Kerugian langsung misalnya, cedera pada tenaga kerja dan kerusakan pada sarana produksi, lalu kerugian tidak langsung misalnya kerugian akibat terhentinya proses produksi, penurunan produksi, klaim atau ganti rugi, dampak sosial, citra dan kepercayaan konsumen. Pada Proyek Pembangunan Peluasan Hotel Mercure 8 Lantai Pontianak ini, perencanaan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diawali dengan melakukan analisa kecelakaan yang mungkin terjadi, serta penyebab terjadinya kecelakaan dari tiga faktor utama yaitu, faktor manusia, faktor jenis pekerjaan dan metode pelaksanaan, serta faktor lingkungan, dari hasil analisa ketiga faktor tersebut, maka dapat direncanakan masing - masing upaya pencegahannya, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan rencana jadwal kegiatan dan penggunaan alat K3 yang disesuaikan dengan jadwal proyek, lalu dilakukan perhitungan total biaya alat - alat K3 dan fasilitas pendukungnya, serta terakhir adalah evaluasi penerapan prosedur K3 selama kegiatan proyek berlangsung, evaluasi ini bertujuan untuk mengontrol dan memastikan bahwa prosedur K3 yang dibuat, berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Kata Kunci: K3, Kecelakaan, Kerugian.