Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DI SLB YAYASAN BAHAGIA KOTA TASIKMALAYA Mulyana, Asep; Mutiudin, Ade Iwan
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 2 (2018): JURNAL MITRA KENCANA
Publisher : JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABK tunarungu memiliki masalah yang menonjol pada kemampuan keterampilan sosial karena keterbatasan kemampuan mendengar mereka. Kemampuan keterampilan sosial dapat ditingkatkan dengan adanya dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan sosial ABK; tunarungu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen dengan desain penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah 34 wali murid di SLB Yayasan Bahagia Kota Tasikmalaya. Metode samplingnya adalah total sampling. Variabel penelitian adalah dukungan keluarga, kemampuan keterampilan sosial ABK; Tunarungu. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menggunakan uji statistik product momen person, Analisis univariat menunjukan 21 (61.8%) responden dukungan keluarga yang baik, 13 (38.2%) responden dukungan keluarga yang kurang, dan kemampuan keterampilan sosial terdiri dari 20 (58.8%) anak mempunyai kemampuan keterampilan sosial baik dan 14 (41.2%) anak mempunyai kemampuan keterampilan sosial kurang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan keterampilan sosial dengan nilai p-value 0.001 menunjukkan kekuatan tingkat hubungan korelasinya sedang dan searah berarti semakin baik dukungan keluarga maka semakin baik pula kemampuan keterampilan sosial yang dimiliki anak tunarungu. Kemampuan keterampilan sosial yang kurang pada anak tunarungu dapat diminimalisir oleh keluarga karena keluarga adalah orang yang paling dekat dan mempunyai intensitas baik untuk bersama dengan anak tunarungu.
HUBUNGAN PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA BUMI DI SMK BHAKTI KENCANA TASIKMALAYA Mulyana, Asep
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 2 (2018): JURNAL MITRA KENCANA
Publisher : JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kesiapsiagaan merupakan kegiatan yang digunakan untuk mengantisipasi bencana. Faktor utama yang menjadi kunci untuk kesiapsiagaan adalah pengetahuan. Dengan pengetahuan yang dimiliki dapat mempengaruhi sikap dan kepedulian untuk siap siaga dalam mengantisipasi bencana. Peningkatan pengetahuan dalam metode penyampaian pesan salah satunya melalui media penyuluhan, ceramah dan tanya jawab adalah metode yang cukup efektif sebagai penyampaian pesan. Media penyuluhan yang dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa yaitu dapat menggunakan gambar yang dimodifikasi dengan tulisan. Tujuan peneliian ini adalah untuk mengetahui hubungan penyuluhan terhadap pengetahuan siswa tentang penanggulangan bencana gempa bumi di SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi dengan pendekatan waktu cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 41 responden yang terdiri dari siswa kelas X dan Kelas XI di SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji cross tabs dengan analisis Uji Thitung  dan analisis chi square (p). Pengetahuan siswa sebelum mendapatkan penyuluhan tentang penanggulangan bencana gempa bumi di SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya diperoleh hasil sebagian besar ppengetahuan cuukup sebanyak 27 siswa (65,85%) Pengetahuan siswa sesudah mendapatkan penyuluhan tentang penanggulangan bencana gempa bumi di SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya diperoleh sebagian besar pengetahuan baik sebanyak 34 siswa (85,37%). Ada hubungan positif yang signifikan antara tingkat  pengetahuan siswa tentang penanggulangan bencana gempa bumi pada siswa kelas X dan Kelas XI SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya. Hasil penelitian diperoleh nilai value (p) sebesar 0,000 dengan nilai chi square (r) = -0,578 dan nilai Thitung sebesar 0,501. Kata Kunci : Penyuluhan, Pengetahuan, Penanggulangan Bencana Gempa Bumi
Perubahan Perilaku (Aspek Psikomotor) Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Anak Pra Sekolah Melalui Media Permainan Ular Tangga Edukatif Di RA Baiturrahman Kelurahan Cipedes Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Mulyana, Asep; Budiman, Budiman; N, Nunung
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 2 (2018): JURNAL MITRA KENCANA
Publisher : JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi sayur dan buah pada anak masih rendah,  rata-rata nasional perilaku kurang konsumsi sayur dan buah pada anak pra sekolah 93,5% artinya hanya 6,5% anak yang sudah cukup mengkonsumsi sayur dan buah. Hal ini diikuti pola penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif dan metabolik. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan perilaku konsumsi sayur dan buah adalah permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku (Aspek Psikomotor) konsumsi sayur dan buah pada anak prasekolah melalui media permainan ular tangga edukatif.Desain penelitian quasy-experimental, rancangan pre-post test control group design. Sampel adalah anak usia prasekolah dengan teknik stratified random sampling, jumlah sampel sebanyak 40 anak. Instrumen yang digunakan adalah format observasi. Analisis data dengan uji wilcoxon, paired sampel t test dan independent sample t test. Hasil penelitian membuktikan perilaku konsumsi sayur dan buah sebelum diberikan intervensi pada kelompok intervensi sebesar 2.3 dan pada kontrol sebesar 2.1, sedangkan sesudah intervensi pada kelompok intervensi menjadi 5.1 dan pada kelompok kontrol sebesar 3.0. Terdapat perbedaan perilaku pada anak prasekolah sebelum dan sesudah diberikan intervensi  dengan p value 0,001, dan terdapat perbedaan perilaku sesudah diberikan intervensi pada kelompok intervensi dan kontrol dengan p value 0,001.Diharapkan instansi pelayanan kesehatan dapat meningkatkan perilaku anak dalam mengkonsumsi sayur dan buah melalui pendidikan kesehatan kepada setiap anak usia pra sekolah yang berorientasi pada perubahan perilaku dengan konsep bermain sambil belajar