Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Biaya Bahan Baku, dan Biaya Tenaga Kerja Langsung Terhadap Harga Pokok Produksi di PT. Saranacentral Bajatama Tbk Mulyana, Asep
Jurnal Riset Akuntansi Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Akuntansi
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.041 KB) | DOI: 10.34010/jra.v10i1.962

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan Hasil t hitung Biaya Bahan Baku (X1) sebesar 9.605 sedangkan t tabel = 4.3027. maka nilai t hitung>t tabel. Sementara nilai signifikansi t hitung variabel Biaya Bahan Baku (X1) sebesar 0,011, artinya < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti Biaya Bahan Baku berpengaruh signifikan terhadap Harga Pokok Produksi di PT. Saranacentral Bajatama Tbk. hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yeni Andriani (2015) yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara Biaya Bahan Baku terhadap Harga Pokok Produksi. Hasil penelitian menunjukkan Hasil t hitung Biaya Tenaga Kerja Langsung (X2) sebesar 5.168 sedangkan t tabel = 4.3027. maka nilai t hitung>t tabel. Sementara nilai signifikansi t hitung variabel Biaya Tenaga Kerja Langsung X2 sebesar 0,035, artinya < 0,05. Nilai t negatif menunjukkan bahwa X2 mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan Y Berdasarkan hasil tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti Biaya Tenaga Kerja Langsung berpengaruh terhadap Harga Pokok Produksi di PT. Saranacentral Bajatama Tbk. hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang di lakukan oleh Winarsih (2016) yang menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara Biaya Tenaga Kerja Langsung terhadap Harga Pokok Produksi.Hasil penelitian menunjukkan hasil F hitung menunjukkan nilai sebesar 50.059 lebih besar dari F tabel sebesar 19,00 dengan nilai signifikansi sebesar 0,020b < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja Langsung berpengaruh terhadap Harga Pokok Produksi pada PT. Saranacentral Bajatama Tbk. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang di lakukan Yeni Andriani (2015) yang menyatakan adanya pengaruh antara Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja Langsung terhadap Harga Pokok Produksi.
PERENCANAAN OPTICAL MULTIPLEXER UNTUK LAYANAN DATA DAN POTS DI POLITEKNIK TEDC BANDUNG Muldina, Ridha; Mulyana, Asep; Yasa, I Putu
Journal INFOTEL Vol 2, No 1 (2010): JOURNAL - INFOTEL VOL 2 NO. 1, MEI 2010
Publisher : Journal INFOTEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.681 KB)

Abstract

Teknologi OMUX (Optical Multiplexer) merupakan salah satu solusi yang ditawarkan Telkom Bandung saat ini. OMUX adalah suatu teknologi akses yang dikategorikan sebagai Broadband Access yang ditransmisikan melalui media fiber optik. OMUX merupakan perangkat multiplexer penjembatan layanan data dan POTS melalui media serat optik yang dibuat dengan sangat fleksibel berbentuk modul. Dalam Penelitian ini dilakukan perencanaan teknologi OMUX untuk layanan data dan POTS di Politeknik TEDC Bandung dengan cara melakukan perbandingan teknologi OMUX dengan salah satu dari teknologi pengembangan dari PON yaitu GPON (Gigabit PON). Perbandingan ini dilakukan untuk mengkaji implementasi OMUX sebagai teknologi paling tepat dan efisien diterapkan di pelanggan coorporate Telkom Bandung. Pengambilan keputusan adalah berdasarkan hasil perbandingan pengukuran parameter, analisis kebutuhan, kelebihan dan kekurangan masing-masing teknologi. Adapun parameter teknis yang dibahas adalah Power Link Budget, Rise Time Budget, spesifikasi perangkat dan Redaman. Dari hasil pengukuran parameter teknis dan analisa dapat dilihat bahwa teknologi OMUX dan GPON memenuhi persyaratan layanan broadband serta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nilai margin daya dan rise time jaringan menggunakan OMUX lebih besar dibandingkan dengan menggunakan GPON. Sehingga teknologi yang dipilih adalah OMUX untuk kampus Politeknik TEDC Bandung yang terletak di wilayah suburban dan tidak banyak kemungkinan pengguna akses broadband. Keputusan ini juga diambil berdasarkan pertimbangan effort yang dibutuhkan dan waktu instalasi (Time to Delivery Market).
RETHINKING OF DEVELOPMENT OF WORKER CO-OPERATIVES IN INDONESIA Wardhono, Aditya; Baga, Lukman M.; Mulyana, Asep
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.256 KB)

Abstract

Menghadapi era globalisasi berbagai bisnis/profesi masyarakat Indonesia terancam oleh masuknya pendatang luar negeri yang memiliki sumberdaya yang lebih mampu dan professional. Hasil program dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia masih belum optimal tanpa adanya kegiatan sinergi diantara sumberdaya manusia dalam bisnis/profesi tertentu dalam isu-isu yang yang ada di dalamnya, karena isu tersebut tidak hanya rendahnya kinerja yang kompetitif pada sumberdaya internal tetapi juga bagaimana memperkuat posisi tawar, kemudian konsep koperasi antar manusia juga relevan dan bagaimanapun sangat penting untuk diperkenalkan pada masyarakat Indonesia. Koperasi pekerja sudah terkenal dan banyak dikembangkan di negara maju dan beberapa negara berkembang, akan tetapi masih belum diaplikasikan di Indonesia. Koperasi Pekerja masih rancu dengan istilah Koperasi Karyawan yang menyebabkan pentingnya koperasi pekerja dikaji lebih lanjut. Terdapat perbedaan antara kedua koperasi tersebut. Kata Kunci: Koperasi pekerja, Daya tawar, Sumberdaya Manusia
POTRET KARAKTER MANUSIA INDONESIA DALAM DINAMIKA IDENTITAS KEBANGSAAN Mulyana, Asep
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.713 KB)

Abstract

Potret atau citra diri manusia Indonesia sejatinya merupakan ekspresi holistik dari nilai-nilai budaya yang kompleks. Kompleksitas budaya tersebut telah menempatkan manusia Indonesia dalam pusaran dinamika kebangsaan secara global. Pencarian identitas diri kebangsaan menjadi arena dari pergulatan dan benturan antar nilai. Nilai-nilai Barat yang bersifat humanisme-antroposentris telah dikemas dalam tarian-tarian kemoderenan yang menjanjikan. Kondisi ini sering melahirkan deformasi budaya yang cenderung mendistorsi dan mereduksi jati diri manusia sehingga mengarah kepada ekslusifisme kebangsaan yang primordial dan primitif.  Di sinlahi pentingnya merekonstruksi bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memiliki caharacter building yang kuat, bersifat  arif dan inklusif dalam menafsirkan berbagai realitas budaya yang kompleks. Merajut kembali identitas kebangsaan yang luhur, dengan basis kebangsaan yang multikultur dan nilai-nilai spiritualitas yang agung. Kata kunci: Deformasi budaya, multikultur dan relijius-profetik.
Perencanaan Optical Multiplexer Untuk Layanan Data Dan POTS Di Politeknik TEDC Bandung Negara, Ridha Muldina; Mulyana, Asep; Yasa, I Putu
JURNAL INFOTEL Vol 2 No 1 (2010): Jurnal Infotel Vol.2 No.1 Mei 2010
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.877 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v2i1.75

Abstract

Teknologi OMUX (Optical Multiplexer) merupakan salah satu solusi yang ditawarkan Telkom Bandung saat ini. OMUX adalah suatu teknologi akses yang dikategorikan sebagai Broadband Access yang ditransmisikan melalui media fiber optik. OMUX merupakan perangkat multiplexer penjembatan layanan data dan POTS melalui media serat optik yang dibuat dengan sangat fleksibel berbentuk modul. Dalam Penelitian ini dilakukan perencanaan teknologi OMUX untuk layanan data dan POTS di Politeknik TEDC Bandung dengan cara melakukan perbandingan teknologi OMUX dengan salah satu dari teknologi pengembangan dari PON yaitu GPON (Gigabit PON). Perbandingan ini dilakukan untuk mengkaji implementasi OMUX sebagai teknologi paling tepat dan efisien diterapkan di pelanggan coorporate Telkom Bandung. Pengambilan keputusan adalah berdasarkan hasil perbandingan pengukuran parameter, analisis kebutuhan, kelebihan dan kekurangan masing-masing teknologi. Adapun parameter teknis yang dibahas adalah Power Link Budget, Rise Time Budget, spesifikasi perangkat dan Redaman. Dari hasil pengukuran parameter teknis dan analisa dapat dilihat bahwa teknologi OMUX dan GPON memenuhi persyaratan layanan broadband serta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nilai margin daya dan rise time jaringan menggunakan OMUX lebih besar dibandingkan dengan menggunakan GPON. Sehingga teknologi yang dipilih adalah OMUX untuk kampus Politeknik TEDC Bandung yang terletak di wilayah suburban dan tidak banyak kemungkinan pengguna akses broadband. Keputusan ini juga diambil berdasarkan pertimbangan effort yang dibutuhkan dan waktu instalasi (Time to Delivery Market). 
PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA PROMOSI TERHADAP LAB AUSAHA SAMSUNG Co TAHUN 2009-2015 Mulyana, Asep
Jurnal Manajemen Indonesia Vol 17 No 3 (2017): Jurnal Manajemen Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.54 KB) | DOI: 10.25124/jmi.v17i3.1155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh biaya produksi dan biaya promosi secara simultan terhadap laba, (2) pengaruh biaya produksi secara parsial terhadap laba, (3) pengaruh biaya promosi secara parsial terhadap laba pada perusahaan Samsung Co. dengan laporan keuangan dari tahun 2009-2015. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh secara simultan dari biaya produksi dan biaya promosi terhadap laba usaha sebesar 85,8% hasil hitung F = 12,118 F-tabel = 6,94 hasil dari kesalahan 5%, (2) tidak ada pengaruh secara parsial dari biaya produksi terhadap laba usaha -7.37 renndah dari hasil = 2,776 hasilnya adalah signifikan 5%, (3) ada secara parsial ada pengaruh dari terhadap laba usahadari biaya promosidari hitung t = 2.959 t tabel lebih = 2,776 nilai signifikan 5%
ANALISA PENGARUH PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN Mulyana, Asep
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Ekonomi Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Akuntansi, Bisnis dan Ekonomi
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.984 KB) | DOI: 10.33197/jabe.vol4.iss2.2018.187

Abstract

This research method using descriptive and verification method. The descriptive method aims to test a fairly clear picture of the object under study and draw conclusions based on research conducted. While research method verification aims to estimate (estimate) and hypothesis testing (testing hypothesis). In testing the hypothesis author using the t-test for the hypothesis of partial and simultaneous F test for the hypothesis. While statistical tools such as regression, correlation, and a determination made through SPSS for Windows 20.0, by first doing a classic assumption test including normality test, autocorrelation, multicollinearity, and heteroscedasticity.
PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDUNG: STUDI PENGARUH PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TAHUN 2009-2013 Mulyana, Asep
Ekspansi: Jurnal Ekonomi, Keuangan, Perbankan dan Akuntansi Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effect of the development of Regional Taxes and Regional Retribution on increasing Regional Original Revenue (PAD). The research method used is quantitative descriptive analysis. that is, the presentation of data in the form of numbers. This research consists of two independent variables, namely Regional Taxes and Regional Retribution. The classic assumption test used is normality test, multicollinearity autocorrelation test, and heteroscedasticity test. The data analysis model used is multiple linear regression analysis. The results showed the highest growth rate in 2011 reached 45.21% while the realization of PAD revenue which showed the lowest growth rate was in 2010 which was only 15.42%. The average growth of PAD revenue in Bandung in 2009-2013 was 22.19%, while in descriptive statistics it was Rp.812.20 billion. The test results show that the Regional Tax has a significant effect while the Regional Retribution has no significant effect on the Bandung City PAD. Simultaneously, Bandung City PAD is 100% influenced by regional taxes and retribution. Keywords: Regional Taxes, Regional Retribution, Regional Income
Sistem Pengisian Pulsa Pada KWH Meter Prabayar Menggunakan Ponsel Mulyana, Asep; Riza, Tengku Ahmad; Ramadan, Dadan Nur; Falih, Muhammad Dzakwan
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan Vol 4 No 2: JETT December 2017
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.324 KB) | DOI: 10.25124/jett.v4i2.1093

Abstract

Saat ini terdapat dua cara sistem pembayaran (billing system) daya listrik yang diterapkan PT. PLN, yakni sistem konvensional dan sistem token. Dalam sistem konvensional petugas lapangan mendatangi lokasi pelanggan untuk mencatat posisi KWH Meter sebagai data penagihan. Kekurangan cara ini pemborosan waktu dan tenaga/biaya. Sedangkan dalam sistem token, kekurangannya adalah tidak ada peringatan dini menjelang habis kuota KWH Meter, yang menyebabkan listrik mati secara tiba-tiba. Selain itu cara pengisian kuota KWH sistem token hanya bisa dilakukan ditempat KWH Meter berada (melalui keypad pada KWH Meter); tidak seperti pengisian kuota pulsa telepon seluler, dapat dilakukan “dimanapun” melalui ponsel. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan KWH Meter dijital dengan komponen utama Arduino Uno yang dilengkapi dengan modul komunikasi berbasis SMS untuk memberikan tiga fitur utama sebagai solusi permasalahan. Ketiga fitur tsb yaitu; sistem pengisian kuota KWH Meter melalui pembelian pulsa seperti pengisian pulsa pada ponsel, sistem pengecekan “sisa kuota” KWH Meter yang dapat dilakukan sewaktu-waktu melalui ponsel pelanggan secara interaktif berbasis SMS, dan sistem peringatan dini (reminder) pada ponsel pelanggan jika sisa kuota KWH Meter mencapai angka kritis menjelang habis sesuai seting angka yang diset pelanggan untuk menghindari listrik mati karena pulsa habis. Hasil pengujian sistem menunjukkan akurasi alat KWH Meter 99.34%, rata-rata delay pengisian pulsa kuota KWH Meter (round trip delay): 12,25 detik, delay pengecekan posisi KWH Meter (round trip delay):  14,25 detik, dan delay notifikasi peringatan dini (one way delay): 7,15 detik.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBELAJARAN PEGAWAI DENGAN METODE E-LEARNING (Studi Kasus di PT Eisai Indonesia). Primasari, Dewi; Eosina, Puspa; Mulyana, Asep
KREA-TIF Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Department of Informatics Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.293 KB) | DOI: 10.32832/kreatif.v5i1.759

Abstract

PT Eisai Indonesia requires better handling of the training system for its employees. Currently direct training in one place is still widely used by the company because this system is still considered effective to transfer the skills and knowledge from the trainer to the trainees. The lack of this system is the difficulty of training for employees who are far from the headquarters. So the developed of a webbased distance learning system equipped with online examination is needed as a benchmark of employee understanding of a training. This system development method refers to the waterfall method that starts from the stage of requartment analysis, design system, the stage of writing program code and the program testing phase. The benefits of this research are to facilitate the company in knowing the employee's understanding of a training, to speed up a training understood by the employee, to reduce the cost of visit and the time needed to do the training and improve the quality of exam result.