Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Sains Materi Indonesia

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASIMAGNET BONDED BaO.6 Fe2O3 DENGAN VARIASI UKURAN PARTIKEL Sari, Ayu Yuswita; Sebayang, Perdamean; Muljadi, Muljadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3: Juni 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.506 KB)

Abstract

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASIMAGNET BONDED BaO.6 Fe2O3 DENGAN VARIASI UKURAN PARTIKEL. Telah dilakukan pembuatanmagnet bonded BaO.6 Fe2O3 dengan variasi ukuran partikel yaitu : 74 μm, 105 μm, 150 μm, 300 μm, 425 μm, 600 μm dan 850 μm. Perbandingan BaO.6 Fe2O3 dengan epoksi sebagai perekat/pengikat (bond) dibuat tetap yaitu 97 : 3 %berat. Pengujian tingkat kekeruhan dan true density dikaitkan korelasinya dengan ukuran butir partikel. Dari hasil pengujian diketahui bahwa Standar Deviasi (SD) tingkat kekeruhan serbuk magnet BaO.6 Fe2O3 berbanding lurus dengan akar rata-rata diameter partikel. Nilai true density serbuk magnet BaO.6 Fe2O3 berkisar antara 5,2 g/cm3 hingga 5,6 g/cm3. Serbuk magnet tersebut kemudian dicetakmenjadi pelet, dimagnetisasi, dicuring dan selanjutnya diukur sifat fisisnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa korelasi nilai densitas terhadap ukuran partikel adalah berbanding terbalik. Nilai densitas maksimum yang diperoleh adalah 3,12 g/cm3 untuk serbuk magnet BaO.6 Fe2O3 ukuran butir hingga 74 μm. Untuk ukuran butir yang sama menunjukkan nilai kekerasan HB tertinggi yaitu 26 HB dan nilai induksi remanensi (Br) tertinggi sebesar 1,23 kG. Hasil percobaan inimenunjukkan bahwa semakin kecil ukuran partikel tidak secara langsungmeningkatkan kuat medan magnet yang dihasilkan.
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL SrO.6Fe2O3 MENGGUNAKAN PROGRAM GENERAL STRUCTURE ANALYSIS SYSTEM DAN PENGUJIAN SIFAT MAGNETNYA Sebayang, Perdamean; Muljadi, Muljadi; Adi, Wisnu Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.509 KB)

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL SrO.6Fe2O3 MENGGUNAKAN PROGRAM GENERAL STRUCTURE ANALYSIS SYSTEM DAN PENGUJIAN SIFAT MAGNETNYA. Telah dilakukan analisis bahan magnet single phase SrO.6Fe2O3 dengan menggunakan General Structure Analysis System (GSAS) dan pengukuran sifat magnetnya dengan menggunakan Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Bahan magnet SrO.6Fe2O3 dibuat dengan metode reaksi padatan menggunakan proses mechanical alloying dan disintering pada suhu 1200 oC selama 10 jam. Hasil refinement dari pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa telah terbentuk single phase bahan magnet sistem SrFe12O19 dengan struktur kristal heksagonal (grup ruang P 63/mmc), parameter kisi a = b = 5,9033(5) Å dan c = 23,239(2) Å, α = β = 90o dan γ = 120o, volume unit sel sebesar V = 701.3(1) Å3 dan kerapatan atomik sebesar ρ = 5,72 g.cm-3. Struktur heksagonal ini dibangun menjadi 4 blok sub unit yang disebut dengan 2 blok sub unit S (Fe6 3+O82-)2+ dan 2 blok sub unit R (Sr2+Fe63+O112-)2-. Hasil pengukuran sifat magnetik menunjukkan bahwa bahan SrFe12O19 memiliki medan koersivitas, magnetisasi saturasi, dan magnetisasi remanen berturut-turut adalah 1650 Oe, 63,21 emu/g dan 48,01 emu/g.
ANALISIS FASA DAN SIFAT MAGNETIK PADA KOMPOSIT BaFe12O19/NdFe14B HASIL MECHANICAL MILLING Sardjono, Prijo; Adi, Wisnu Ari; Sebayang, Perdamaian; Muljadi, Muljadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.101 KB)

Abstract

ANALISIS FASA DAN SIFAT MAGNETIK PADA KOMPOSIT BaFe12O19/NdFe14B HASIL MECHANICAL MILLING. Telah dilakukan analisis fasa dan uji sifat magnetik pada bahan komposit magnet BaFe12O19/NdFe14B hasil mechanical milling menggunakan difraksi sinar-X dan GmbH Permagraph. Hasil refinement dari pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa sampel terdiri dari 2 fasa, yaitu fasa BaFe12O19 dan fasa NdFe14B. Sedangkan fraksi massa dari fasa BaFe12O19 dan fasa NdFe14B berturut-turut sebesar 79,89 % dan 20,11 %. Sampel bahan magnet BaFe12O19 dengan struktur kristal heksagonal (space group P 63/m m c), parameter kisi α = 5,9033(5) Å, b = 5,9033(5) Å dan c = 23,239(2) Å, α = β = 90o dan  = 120o, V = 701,3(1) Å3 dan  = 5.7172 g.cm-3. NdFe14B dengan struktur kristal simetri tetragonal (space group P 42/m n m (No. 136)) dengan parameter kisi sebesar a = 8,865(8) Å, b = 8,865(8) Å dan c = 12,269(1) Å, α = β = γ = 90o, V = 964,3(1) Å3 dan ρ = 7,7508 g.cm-3. Hasil pengukuran sifat magnetik menunjukkan bahwa bahan magnet NdFe14B sebelum dimilling memiliki medan koersivitas dan medan magnet rimanen berturut turut adalah 7984 Oe dan 5250 Gauss. Sedangkan untuk bahan magnet BaFe12O19 berturut-turut adalah 1625 Oe dan 1190 Gauss. Setelah dimilling selama 30 jam, medan koersivitas dan medan magnet rimanen meningkat di atas bahan magnet BaFe12O19 berturut-turut adalah 2650 Oe dan 1580 Gauss. Disimpulkan bahwa proses pencampuran ini tidak memberikan dampak rusaknya struktur fasa masing-masing. Partikel-partikel BaFe12O19 dapat dijadikan sebagai pelindung dari partikel-partikel NdFe14B yang memiliki sifat yang sangat korosif pada suhu kamar. Fasa BaFe12O19 ini relatif stabil pada suhu kamar sehingga partikel-partikel BaFe12O19 tidak mudah berubah setelah bercampur dengan partikel-partikel NdFe14B.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI FERIT GELOMBANG MIKRO YIG DISUBSTITUSIKAN DENGAN ION Al, Gd Sudjono, Hans K.; Soepriyanto, Syoni; Muljadi, Muljadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 1: OKTOBER 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.2 KB)

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI FERIT GELOMBANG MIKRO YIG DISUBSTITUSIKAN DENGAN ION Al, Gd. Telah disintesis ferit untuk kompunen gelombang mikro dari bahan garnet (YIG) yang disubstitusikan dengan Al dan Gd, permeabilitas dan polarisasi magnet berubah dengan penambahan kadar ion Al3+. Pengujian XRD dilakukan untuk menentukan hasil proses proses sintering pada berbagai suhu. Untuk beberapa cuplikan diuji sifat magnetnya dan juga sifat kinerja pada daerah microware dengan dibentuk sirkurator lengkap yang memberikan data parameter, isolasi insertion-loss, diuji dengan Circuit Analyzer gelombang micro (1-8 Ghz). Insertion loss pada umumnya masih terlalu besar karena porositasnya masih terlalu tinggi, jadi perlu perbaikan dalam proses sintesanya.