Articles

Found 24 Documents
Search

Efek Aditif 3Al2O3.2SiO2 dan Suhu Sintering terhadap Karakteristik Keramik -Al2O3 Sebayang, Perdamean; Tetuko, Anggito Pringgo; Khaerudini, Deni Shidqi; Muljadi, Muljadi; Ginting, Masno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.543 KB)

Abstract

Telah dilbuat keramik corundum (-Al2O3) menggunakan serbuk Al2O3 dan masing-masing ditambah: 10, 15, 20 dan 25% (berat) 3Al2O3.2SiO2, digiling 24 jam, lolos ayakan 200 mesh, dikeringkan 110C, dicetak 50 Mpa, dan disintering pada suhu: 1300, 1400, 1500 dan 1600C. Sebesar 20% aditif 3Al2O3.2SiO2 dan suhu sintering 1600C merupakan kondisi optimum, menghasilkan: densitas = 3,47 g/cm3, porositas = 0,64%, kekerasan (Hv) = 1454 kgf/mm2, kuat patah = 313 MPa, dan koesien ekspansi termal = 6,3 x 10−6 C−1.Corundum (-Al2O3) merupakan fasa dominan, partikelnya bulat, grain size: 0,3-0,8 μm dan minornya adalah mullite (Al2O3.2SiO2), berbentuk jarum, dan grain size: 0,3-3,0 μm.
Pengaruh Variasi Sludge-serbuk Kayu sebagai Penguat terhadap Sifat Mekanik Material Komposit Matriks Urea-Formaldehida Khaerudini, Deni Shidqi; Muljadi, Muljadi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.593 KB)

Abstract

Material komposit papan partikel dibuat dari penguat berbasis lignoselulosa dan matriks resin ureaformaldehida. Pembuatan dilakukan dengan mencampur sludge, partikel kayu, dan matriks. Variabel komposisi berat kedua jenis penguat (sludge-partikel kayu), yaitu: 60:40, 70:30, dan 80:20, untuk komposisi matriks yaitu 8%, 10%, dan 12% berat komposit. Setelah komposisi dicampur target kerapatan adalah 0,6 g/cm3. Pembuatan dilakukan dengan metode mat-forming dengan ukuran cetakan 30 cm x 30 cm. Kemudian dilakukan Hot-Press 15 kgf/cm2, suhu 150C, selama 15-25 menit. Selanjutnya komposit diuji mekanik berupa uji elastisitas dan kuat patah mengacu standar JIS.A.5908-94 dan JIS.A.5905-94. Nilai densitas 0,56-0,70 g/cm3, elastisitas 6213-12978 kgf/cm2, dan kuat patah 52-108 kgf/cm2.
Peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah BMT dalam Meningkatkan BUMDES dan Akses Keuangan di Banten Muljadi, Muljadi
Journal of Government and Civil Society Vol 1, No 2 (2017): Journal of Government and Civil Society
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.25 KB)

Abstract

Potential villages in Banten amounting to 1,273 and need to be empowered, Shariah Micro Financial Institution Baitul Maal Wat Tamwil (LKMS BMT) is a microfinance institution Shariah targeted at peoples economy trying to develop productive businesses and investments with profit-sharing system. The main objective is to improve the economic quality of micro and small entrepreneurs, as part of efforts to alleviate poverty. Village Owned Enterprises (BUMDes) is a business entity which is completely or partially owned by the Village through direct participation derived from the wealth of the Village separated to manage assets, services and other businesses for the greatest benefit of the small town community. Potential BUMDes will be more prospective when synergized with Shariah microfinance institutions Baitul Maal Wat Tamwil (LKMS BMT). This Shariah financial institution proved able to adapt with the village community. The concept of SDSB, one village one BMT. To achieve this it is necessary to have 5 pillars in support of the process, fostering behavior, fostering brotherhood, building synergy, building funds and market development, and excellent products.
PREPARASI MAGNET SINTER Pr-Fe-B DENGAN MENGGUNAKAN SPARK PLASMA SINTERING Sudiro, Toto; Sardjono, Priyo; Thosin, Kemas Ahmad Zaini; Muljadi, Muljadi
Telaah Vol 32, No 1 (2014)
Publisher : Research Center for Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempreparasi sinter Pr-Fe-B dengan teknik spark plasma sintering (SPS). Proses fabrikasi dilakukan di dalam ruang vakum bertekanan kurang dari 60 Pa di mana powder dikompaksi padatekanan 40 MPa pada temperatur yang berbeda: 800 oC, 900 oC, dan 1050 oC. Komposisi fase dari kompak material tersebut dianalisis dengan X-ray diffractometer (XRD Shimadzu-7000TM;). Sampel kemudian dimagnetisasi dengan impulse magnetizer K-series, Magnet-Physik Dr. Steingroever GmbHTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatnya temperatur SPS, kuat medan magnet permukaannya menurun. Hal ini diduga disebabkan oleh pembentukan Fe phase yang memiliki sifat buruk terhadap properti magnet Pr-Fe-B.
PEMBUATAN MAGNET PERMANEN BONDED Nd2Fe14B DENGAN PEREKAT SILICON RUBBER DAN KARAKTERISASINYA Muljadi, Muljadi; Sardjono, Priyo
Telaah Vol 32, No 1 (2014)
Publisher : Research Center for Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dibuat magnet permanen Nd2Fe14B yang dibuat dari pencampuran serbuk NdFeB dengan perekat pasta silicon rubber (SR). Persentase berat SR divariasikan sebesar 5, 10, 15, dan 20%. Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengukuran bulk density, analisis mikrostruktur dengan SEM, dan pengukuran sifat magnetik dengan menggunakan gaussmeter dan B-H curve permagraph. Hasil XRD serbuk Nd2Fe14B yang digunakan sebagai bahan baku menunjukkan bahwa terdapat dua fase yaitu fasa Nd2Fe14B dan fase Fe sebagai fase minor. Komposisi SR juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bulk density, mikrostruktur, dan sifat magnetiknya. Sampel dengan 5% berat SR memiliki bulk density terbesar, yaitu 4.67 g/cm3. Sebaliknya, sampel dengan 20% berat SR memiliki nilai bulk density terendah, yaitu 3.12 g/cm3 . Hasil pengukuran sifat magnetik menunjukkan bahwa semakin banyak persentase SR, maka sifat magnetiknya cenderung menurun.  Nilai tertinggi flux density sekitar 1070 G dan nilai remanensi Br adalah 4.85 kG pada sampel dengan 5% berat SR. Di sisi lain, sampel dengan 20% berat SR memiliki nilai flux density dan remanensi terendah, yaitu masing-masing sebesar 450 G dan 2.47 kG.
Pengaruh Variasi % wt Resin Epoksi pada Sifat Fisis, Mikrostruktur Sifat Magnet Bonded NdFeB Permatasari, Devy; Rusnaeni, Nenen; Muljadi, Muljadi; Arif, Eko; M.Noer, Nasruddin
Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ikatan Alumni Fisika Unimed Edisi Januari 2016
Publisher : Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan Magnet NdFeB dengan pencampuran serbuk NdFeB (MPQ-B+) dan cairan epoxy resin (ER). Dengan variasi epoxy resin 0%wt, 2%wt, 4%wt dan 6%wt. Pencampuran dilakukan dengan caver press 4 ton pada suhu ruangan yang kemudian dicuring 1000C selama 1 jam. Tujuan penelitian untuk meningkatkan sifat magnet dari magnet bonded NdFeB. Kemudian dilakukan karakterisasi dengan pengujian SEM, XRD, dan Permagraph. Dari keempat variasi epoxy resin tersebut densitas yang paling tinggi dimiliki oleh sampel pelet yang dicampur dengan 2% wt epoxy resin yaitu sebesar 5,35 gr/cm3 dan  nilai fluks magnet yang paling tinggi sebesar 1648 gauss saat diberikan tegangan sebesar 1500 volt. Sifat magnet dikarakterisasi dengan permagraph, dan hasil yang ditunjukkan bahwa 2% wt memiliki nilai induksi remanensi (Br) = 3,87 KG, koersivitas (Hc) = 7,807 KOe dan energy produk maksimum (BHmax) = 3,08 MGOe. Hasil mikrostruktur yang ditunjukkan SEM-EDS bahwa semakin banyak binder yang digunakan maka semakin rata resin yang melumuri sampelnya sehingga pori-pori tertutupi secara merata. Hal ini dijelaskan dengan semakin besarnya dari nilai persen C hingga mencapai 69,7%C, sementara nilai logam transisinya semakin kecil sampai 16,0% Fe.
Pengaruh Ukuran Butir (garin size) pada pembuatan Bonded Magnet NdFeB Ritawanti, Arjuna; Muljadi, Muljadi; Febrianto, Erfin Yundra; Setiadi, Eko Arief
Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ikatan Alumni Fisika Unimed Edisi Januari 2016
Publisher : Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan magnet permanen bonded NdFeB dengan polimer bakelit dilakukan dengan mencampurkan serbuk magnet Neodymiun Iron Boron (NdFeB) komersil tipe MQP-B+ dengan perekat menggunakan cetakan (moulding).Sebelum serbuk NdFeB di campur dilakukan pengayakan terhadap kedua serbuk .Komposisi bakelit sebesar 0, 2,5%,  5% dan 7,5 % berat dari massa total sampel 8 gram. Campuran ini kemudian dicetak dengan metode dry compression moulding dengan tekanan sampel 5 tonforce/cm² demgan menggunakan suhu hot press sebesar 120°C,140°C,160°C dan 180°C selama 30 menit.Disini untuk mengetahui pengaruh grain size di lakukan pengayakan dalam serbuk dalam ukuran 100 Mesh dan 200 Mesh. Setelah di dapatkan hasil sampel dalam bentuk pelet di simpan dalam ruang vakum  Desicator untuk menghindari dari pengaruh oksidasi.Uji fisis  dilakukan dalam penelitian ini  dengan  mengukur Bulk density dan melihat mikrostrukur dengan menggunakan SEM.Selanjutnya uji magnetisasi dilakukan untuk mengetahui sifat magnet yang terbaik dan karakterisasi magnet dilakukan  magnet dilakukan dengan mengunakan Permagraph C untuk mengetahui nilai  induksi remanensi (Br) dalam suatu medan magnet , koersivitas (Hc) dan Energi Produksi Maksimum (BH)max.Hasil penelitian di peroleh sifat magnet yang terbaik pada ukuran 100 Mesh Bakelit 2,5%wt pada suhu  Hot  press 160 °C menghasilkan nilai kuat magnet 1.633 Gauss, Br =3,72 kG,Hci = 7,557 KOe dan BHmax = 2,85 MGOe.
Pengaruh Ukuran Butir (grain size) pada pembuatan Bonded Magnet NdFeB Ritawanti, Arjuna; sembiring, Kista; Muljadi, Muljadi; Febrianto, Erfin Yundra
JURNAL IKATAN ALUMNI FISIKA Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ikatan Alumni Fisika Unimed Edisi Januari - Maret 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan magnet permanen bonded NdFeB dengan polimer bakelit dilakukan dengan mencampurkan serbuk magnet Neodymiun Iron Boron (NdFeB) komersil tipe MQP-B+ dengan perekat menggunakan cetakan (moulding).Sebelum serbuk NdFeB di campur dilakukan pengayakan terhadap kedua serbuk .Komposisi bakelit sebesar 0, 2,5%,  5% dan 7,5 % berat dari massa total sampel 8 gram. Campuran ini kemudian dicetak dengan metode dry compression moulding dengan tekanan sampel 5 tonforce/cm² demgan menggunakan suhu hot press sebesar 120°C,140°C,160°C dan 180°C selama 30 menit.Disini untuk mengetahui pengaruh grain size di lakukan pengayakan dalam serbuk dalam ukuran 100 Mesh dan 200 Mesh. Setelah di dapatkan hasil sampel dalam bentuk pelet di simpan dalam ruang vakum  Desicator untuk menghindari dari pengaruh oksidasi.Uji fisis  dilakukan dalam penelitian ini  dengan  mengukur Bulk density dan melihat mikrostrukur dengan menggunakan SEM.Selanjutnya uji magnetisasi dilakukan untuk mengetahui sifat magnet yang terbaik dan karakterisasi magnet dilakukan  magnet dilakukan dengan mengunakan Permagraph C untuk mengetahui nilai  induksi remanensi (Br) dalam suatu medan magnet , koersivitas (Hc) dan Energi Produksi Maksimum (BH)max.Hasil penelitian di peroleh sifat magnet yang terbaik pada ukuran 100 Mesh Bakelit 2,5%wt pada suhu  Hot  press 160 °C menghasilkan nilai kuat magnet 1.633 Gauss, Br =3,72 kG,Hci = 7,557 KOe dan BHmax = 2,85 MGOe.
Pengaruh Variasi % wt Resin Epoksi pada Sifat Fisis, Mikrostruktur Sifat Magnet Bonded NdFeB Permatasari, Devy; Rusnaeni, Nenen; Muljadi, Muljadi; Arif, Eko; M.Noer, Nasruddin
JURNAL IKATAN ALUMNI FISIKA Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ikatan Alumni Fisika Unimed Edisi Januari - Maret 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan Magnet NdFeB dengan pencampuran serbuk NdFeB (MPQ-B+) dan cairan epoxy resin (ER). Dengan variasi epoxy resin 0%wt, 2%wt, 4%wt dan 6%wt. Pencampuran dilakukan dengan caver press 4 ton pada suhu ruangan yang kemudian dicuring 1000C selama 1 jam. Tujuan penelitian untuk meningkatkan sifat magnet dari magnet bonded NdFeB. Kemudian dilakukan karakterisasi dengan pengujian SEM, XRD, dan Permagraph. Dari keempat variasi epoxy resin tersebut densitas yang paling tinggi dimiliki oleh sampel pelet yang dicampur dengan 2% wt epoxy resin yaitu sebesar 5,35 gr/cm3 dan  nilai fluks magnet yang paling tinggi sebesar 1648 gauss saat diberikan tegangan sebesar 1500 volt. Sifat magnet dikarakterisasi dengan permagraph, dan hasil yang ditunjukkan bahwa 2% wt memiliki nilai induksi remanensi (Br) = 3,87 KG, koersivitas (Hc) = 7,807 KOe dan energy produk maksimum (BHmax) = 3,08 MGOe. Hasil mikrostruktur yang ditunjukkan SEM-EDS bahwa semakin banyak binder yang digunakan maka semakin rata resin yang melumuri sampelnya sehingga pori-pori tertutupi secara merata. Hal ini dijelaskan dengan semakin besarnya dari nilai persen C hingga mencapai 69,7%C, sementara nilai logam transisinya semakin kecil sampai 16,0% Fe.
PENGARUH WAKTU DRY MILLING TERHADAP KARAKTERISTIK DAN SIFAT MAGNET PERMANEN ND-FE-B William, William; Simbolon, Tua Raja; Ginting, Herli; Sardjono, Prijo; Muljadi, Muljadi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1 No 1 (2016): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 1 Nomor 1, Agustus 2016
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.938 KB)

Abstract

Abstrak Telah dilakukan proses penghalusan serpihan NdFeB dengan menggunakan metode dry milling dalam atmosfir gas inert dengan menggunakan gas Nitrogen (N2) dengan bahan awal yang digunakan berupa serpihan NdFeB dengan waktu milling yang divariasikan selama 8 jam, 16 jam, 24 jam dan 48 jam. Besaran magnetik yang diukur adalah koersivitas (Hc), induksi remanensi magnetik (Br) dan energi produk maksimum (BHmaks). Proses preparasi sampel dimulai dengan penghalusan serpihan dengan berbagai variasi waktu milling, dicetak dengan gaya 7 tonf selama 2 menit, dan dengan ditambahkan bahan perekat celuna sebanyak 3 wt%, hingga membentuk pelet dengan diameter ±1,6 cm. Selanjutnya sampel pelet di heat treatment selama 1 jam pada suhu 170ᵒC dan setelah itu dilakukan coating pada sampel. Sampel pelet yang telah melalui proses heat treatment, dimagnetisasi dengan impulse magnetizer pada tegangan 1500V DC. Sampel pelet yang telah dimagnetisasi diukur fluks density menggunakan Gaussmeter. Dari nilai densitas fluks magnet sampel, diperoleh sampel terbaik yaitu sampel hasil milling selama 48 jam pada suhu heat treatment 170ᵒC dan diperoleh fluks magnet sebesar 485,8 Gauss. Koersivitas pelet NdFeB yaitu 1,171 kOe dan BHmaks sebesar 0,62 MGOe. Kata-kata kunci: NdFeB, heat treatment, dry milling, gas inert Abstract Particle refining process of flakes NdFeB by dry milling method within an inert gas atmosphere using Nitrogen gas (N2) with based material was flakes NdFeB and with milling time parameters were variated for 8 hours, 16 hours, 24 hours and 48 hours had been done. The measured magnetic properties were coercivity (Hc), remanence (Br) and maximum energy product (BHmax). The preparation raw material process was started with particle refining with milling time variety, then it was pressed with 7 tonf force for 2 minutes and with added adhesive celuna as much as 3 wt% up to become pellets form with a diameter ±1.6 cm. Further the pellet samples were given heat treatment for 1 hour at temperature 170ᵒC and after that all the samples were coated. Pellet samples that have been done heat treatment, were magnetized with the impulse magnetizer in 1500V DC voltage. Pellet sample that had been magnetized ,its flux density was measured by using a Gaussmeter. From the magnetic flux density sample value, the best sample that obtained was the sample in milling time for 48 hours at heat treatment’s temperature was 170ᵒC and obtained magnetic flux density at 485.8 Gauss. The NdFeB pellet coercivity was 1.171 kOe and the BHmax was 0.62 MGOe. Keywords: NdFeB, heat treatment , dry milling , inert gas