Prasetiyono Hari Mukti
Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Sub-Sistem Pemancar Pada Sistem Pengukuran Kanal HF Pada Lintasan Merauke-Surabaya Rachmadina, Nisa; Hendrantoro, Gamantyo; Mukti, Prasetiyono Hari
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.514 KB)

Abstract

Pada daerah ekuator, terdapat fenomena yang disebut Equatorial Spread F (ESF). Fenomena ini dapat menimbulkan efek delay spread dan time variation yang besar. Penelitian ini mengacu pada sistem pengukuran respon kanal HF pada lintasan Merauke dan Surabaya dengan jarak sekitar 3036 km. Subsistem pemancar diuji pada frekuensi 9, 11, dan 27 MHz dengan membangkitkan sinyal dalam bentuk pseudo-random binary sequence (PRBS). Kemudian sinyal tersebut dimodulasi menggunakan modulator BPSK. Sistem pemancar diintegrasikan dengan perangkat Universal Software Radio Peripherals (USRP) N210 dan LabVIEW sebagai perangkat lunaknya. Sinyal dikuatkan dengan amplifier lalu dikirimkan menggunakan antena HF dipole ½ λ. Dari hasil pengujian, diperoleh autokorelasi dari sinyal PRBS menghasilkan satu nilai puncak 1 dan lainnya bernilai minimum -1/31. Hal itu menunjukkan dalam satu periode, bit PRBS yang dikirimkan berjumlah 31 bit. Daya pancar maksimum yang terukur adalah 21 dBm. Nilai daya pancar tersebut berbeda dengan perhitungan link budget yang membutuhkan daya pancar sebesar 43.45 dBm. Hal itu dikarenakan dalam pengujian sistem hanya menggunakan amplifier dengan spesifikasi daya keluaran rata-rata 30 dBm atau 1 Watt. Oleh karena itu, dalam sistem pengukuran kanal HF dibutuhkan amplifier tambahan untuk meningkatkan sinyal yang dikirimkan di sistem pemancar.
Sub-Sistem Akusisi Data pada Sistem Pengukuran Kanal HF pada Lintasan Merauke-Surabaya Oktaviansyah, Fredy Indra; Hendrantoro, Gamantyo; Mukti, Prasetiyono Hari
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.524 KB)

Abstract

Gelombang radio High Frequency (HF) mampu melakukan perjalanan jarak jauh hingga ribuan kilometer yang memanfaatkan pantulan pada lapisan ionosfer. Namun, pada lapisan ionosfer di daerah equatorial seperti di Indonesia terdapat fenomena yang disebut Equatorial Spread-F (ESF) yang berpotensi menyebabkan delay spread dan time variant yang besar dan berpengaruh terhadap kanal HF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengkarakterisasi kanal HF pada lintasan Merauke-Surabaya dengan jarak 3036 km dan frekuesni yang digunakan adalah 9, 11, dan 27 MHz serta informasi yang dikirimkan dari transmitter berupa Pseudo-Random Binary Sequence (PRBS) atau PN sequence. Proses analisis dilakukan dengan melakukan sampling sinyal hasil propagasi, menggunakan perangkat Universal Software Radio Peripheral (USRP). Kemudian data disimpan dalam bentuk file Technical Data Management Streaming (TDMS) menggunakan software Laboratory Virtual Engineering Workbench (LabVIEW). Data sinyal yang telah disimpan kemudian dilakukan cross correlation dengan sinyal PN sequence yang dibangkitkan oleh transmitter. Berdasarkan hasil pengujian dengan jarak antara antena transmitter dengan antena receiver 25,2 meter dan 56 meter, didapat hasil korelasi yang bervariasi untuk frekuensi carrier 9, 11, dan 27 MHz.
Sub-Sistem Penerima Pada Sistem Pengukuran Kanal HF Pada Lintasan Merauke-Surabaya Adhitya, Aryo Darma; Hendrantoro, Gamantyo; Mukti, Prasetiyono Hari
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.434 KB)

Abstract

Sistem High Frequency (HF) dapat digunakan untuk komunikasi ke/dari daerah-daerah terpencil yang menghalangi infrastruktur jaringan yang muncul di banyak tempat di pulau- pulau Indonesia. Pada ionosfer daerah equatorial terdapat fenomena yang disebut Equatorial Spread-F (ESF) yang berpotensi menyebabkan delay spread dan time varian yang besar untuk saluran HF. Pada penelitian ini, pengukuran akan dilakukan dengan menempatkan pemancar di Merauke dan penerima di Surabaya dengan jarak lintasan 3036 km. Subsistem penerima diuji pada frekuensi 9, 11, dan 27 MHz dengan pengiriman sinyal pseudo-random binary sequence (PRBS) yang akan diterima menggunakan antena HF dipole dan kemudian didemodulasi dengan IQ Demodulator menggunakan perangkat Universal Software Radio Peripherals (USRP) dan LabVIEW. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa sinyal yang didemodulasi QPSK memiliki perbedaan fasa antara sinyal I dan Q dengan jumlah 1 periode sequence adalah 62 bit. Daya pancar rata-rata yang diterima oleh receiver berdasarkan perhitungan adalah  -27,76 dBm sedangkan pada pengukuran adalah -33,83 dBm. Hal ini dapat dipengaruhi oleh redaman yang terjadi pada lapisan F, serta jarak pengukuran yang masih dalam jarak medan dekat reaktif dan radiatif
Shadowing Correlation Model for Indoor Multi-hop Radio Link in Office Environment Fadhli, Mohammad; Handayani, Puji; Hendrantoro, Gamantyo; Mukti, Prasetiyono Hari
JAVA Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : JAVA Journal of Electrical and Electronics Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1635.151 KB)

Abstract

Propagation environment greatly affect the performance of wireless network. The excistence of obstacles between transmitter and receiver antennas provide shadowing effect to the transmitted signal. In multi-hop radio link, any link pairs experience shadowing effect that can be correlated if the links have a similar propagation environment. Various studies have shown that correlated shadowing has significant impacts on wireless network’s performance. This paper discusses  shadowing correlation of measured two-hop radio link. We propose models that can be used to predict shadowing correlation coefficient of link pairs using  deterministic and stochastic formulas. We give an example of the effect of correlated shadowing on the performance of multi-hop radio link in term of its outage probability.