Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PROFITABILITAS USAHA TERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KUD DI KABUPATEN SEMARANG Nisa, Hikmah Izzatin; Santoso, Siswanto Imam; Mukson, Mukson
Animal Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.234 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat profitabilitas berdasarkan skala usaha pada anggota KUD, untuk mengetahui hubungan yang mempengaruhi profitabilitas usaha sapi perah anggota KUD. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2011 di anggota KUD Sumber Karya, KUD Getasan, KUD, Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Semarang, dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Semarang merupakan salah satu sentra pengembangan sapi perah di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan metode survai. Metode penentuan sampel KTT anggota KUD dilakukan dengan cara purposive sampling. Penentuan sampel peternak anggota KTT dilakukan dengan random sampling setiap anggota 10 peternak sehingga secara keseluruhan 90 peternak sampel. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif, dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu jumlah ternak (X1), Investasi (X2), Harga susu (X3), Pengalaman beternak (X4), Produksi susu (X5), biaya pakan konsentrat (X6) terhadap variabel dependen yaitu profitabilatas usaha sapi perah (Y). Hasil profitabilitas pada usaha ternak sapi perah di Kabupaten Semarang pada skala 1-2 ekor sebesar (67,88%) pada skala 3-4 ekor sebesar (62,43%) dan pada skala lebih dari 4 ekor sebesar (51,21%). Hasil one-sampel t test pada Signifikan t hitung = 0,000 (P ≤ 0,01) artinya profit usaha ternak sapi perah di Kabupaten Semarang lebih besar dari suku bunga bank. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas secara serempak jumlah ternak (X1), Investasi (X2), Harga susu (X3), Pengalaman beternak (X4), Produksi susu (X5), biaya pakan konsentrat (X6) terhadap profitabilitas berpengaruh sangat nyata Sig 0,000 (P ≤ 0,01) terhadap profitabilitas.Kata kunci : Profitabilitas, usaha sapi perah, produksi susu.
Revenue Analysis Of Cattle Farmer In Sub District Patebon Kendal Regency Handayani, M.; Mukson, Mukson; Yulianingsih, R.
MEDIAGRO Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study to determine conduct of maintenance ofbeef cattle and the influence of production factors to the income breedercattle in Sub district Patebon Kendal Regency. The experiment wasconducted in October 2009 and Location of research taken in the sub districtPatebon Kendal Regency, then selected two villages that have the potentialas a producer of beef cattle. Determination of the location on theconsideration that the District Patebon Kendal District is an area of lowlandtropical climates have great potential in the development of beef cattlefattening. The research method used is survey method. The amount ofsamples was 60 respondents from the two villages, each village was taken30 samples. Methods of data analysis using multiple linear regressionanalysis. The results showed simultaneous production factors affect revenuecattle farmer, the significance value of 0.003 (p <0.01). Partially laboreffusion is very influential on revenue of cattle farmer with a significancevalue of 0.000 (p <0.01), while the cost of feed grasses, feed concentratecosts and the number of livestock has no effect on the income of cattle, thesignificance values obtained at 0.341; 0.334 and 0.705 (p> 0.05).Mathematical model is Y = 457,820.5 + 0.88 X1 - 0.443 X2 + X3 +27077.239 X4 110,609.0Keywords : income farmer, beef cattle
EVALUASI KREDIT USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG PADA KELOMPOK TANI TERNAK Mayangsari, Diska; Prasetyo, Edy; Mukson, Mukson
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 7, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v7i1.3839

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keragaman faktor-faktor pengembangan kredit usaha sapi potong; menganalisis kemampuan anggota kelompok tani ternak dalam memenuhi kewajiban pengembalian kreditnya; menganalisis pengaruh faktor-faktor pengembangan kredit terhadap tingkat pengembalian kredit. Metode analisis yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan teknik pengambilan data menggunakan teknik survey. Keragaan faktor-faktor pengembangan kredit usaha sapi potong meliputi : pokok kredit, bunga kredit, pendapatan, jumlah ternak, lama beternak, usia peternak, dan jumlah tanggungan keluarga. Rasio rata-rata tingkat pengembalian kredit adalah 1.1586. Rasio tersebut diperoleh dari perhitungan rata-rata pokok kredit dan bunga yang telah dibayar (Rp. 30.748.073,00) dengan rata-rata pokok kredit dan bunga yang seharusnya dibayar (Rp. 26.635.545,00). Hasil persamaan regresi menunjukkan bahwa pendapatan (X3), jumlah ternak (X4) dan lama beternak (X5) berpengaruh terhadap tingkat pengembalian kredit. Sedangkan pokok kredit (X1), bunga kredit (X2), usia peternak (X6), jumlah tanggungan keluarga (X7) tidak berpengauh tingkat pengembalian kredit.  The purpose of the study is to analyze the variety of factors in developing business credit program for beef cattle businessmen in accessing the loan; to analyze the farmer group members’ capability in returning the loan; and to analyze the impact of development credit factors toward the rate of returning the loan. The variety of factors credit development of beef cattle business consists of main credit, credit interest, revenue, total number of livestock, breeding period, farmer’s age and the number of family members. The ratio of average loan repayment rate is 1.1586. The ratio is gained from counting the average of main credit and paid off interest (Rp. 30.748.073,00) and the average of main credit and interest that should be paid (Rp. 26.635.545,00). The result of the regression equation shows that credit back were revenue (X3), total number of livestock (X4) and breeding period (X5) affected toward credit return. While the main credit (X1), credit interest (X2), the age of the farmers (X6), the number of family members (X7) were  not significantly affected toward credit return. 
PROFITABILITY ANALYSIS OF DAIRY CATTLE FARMING OF VILLAGE COOPERATIVE MEMBERS IN SEMARANG REGENCY Santoso, S. I.; Nisa, H. I.; Mukson, Mukson; Handayani, M.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.749 KB)

Abstract

The study aimed to analyze the profitability of dairy cattle business and the factors that affect the level of profitability of dairy cattle farming at Koperasi Unit Desa (KUD) members in Semarang Regency. The research method used survey method. Samples of KUD were selected by purposive sampling . The selected KUDs were KUD Getasan, KUD Sumber Karya, and KUD Mekar Ungaran. From each KUD, three dairy cow farmer group (KTT) were selected.  Ten farmers of each KTT, as samples, were withdrew randomly  giving total number of 90 samples.  The data were analyzed statistically using descriptive analysis  and multiple linear regression model. In this model, the dependent variable was profitability (Y), while the independent variables consisted of the number of lactating cows (x1), the investment value (x2), the milk price (x3), livestock raising experience (x4), milk production (x5), and the cost of concentrate feed (x6). The results showed that the dairy cattle business was profitable and viable. The average profitability of dairy cows was 60.50% and indicating worth to be developed. Multiple regression analysis indicated tha the number of cows (x1), the investment value (x2), the milk price (x3), the livestock raising experience (x4), the milk production (x5), and the cost of feed concentrate (x6) simultaneously had a significant (p<0,01) impact on the profitability of the business. The coefficient of determination (R2)  was 0.574 meaning that those factors can explain the level of profitability of 57.40%, and the remaining 42.60% was influenced by other factors outside the model.
Financial Analysis of Dairy Cattle Farm on the Farming Company Level Setiyawan, H; Santoso, SI; Mukson, Mukson
ANIMAL PRODUCTION Vol 7, No 1 (2005): January
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to evaluate the feasibility level of dairy cattle farm on the farming company level especially from the financial aspects. Research was carried out from March to July 2003 in Rumeksa Mekaring Sabda dairy cattle farm company, Argomulyo District, Salatiga. Case study was used as research method. Collected data was tabulated and analyzed using financial analysis criteria (Return On Investment, Payback Period, Net Present Value, Benefit Cost Ratio and Internal Rate of Return). The result showed that ROI (20.44%) is higher than deposit interest  rate (8%). The length of payback period (3 years and 6 months) is faster than maximum period that was predicted by the company (5 years). NPV (Rp. 45,565,585.16) and BC Ratio (1.42) have positive and higher value (more than 1), respectively. IRR’s value (38.45%) is higher than credit interest rate (18%). Based on the results, it can be concluded that the company is feasible enough to continue the operational project. (Animal Production 7(1): 40-45 (2005) Key Words : Financial analysis, farming company, dairy cattle
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BUNGA MELATI (JASMINUM SAMBAC) DI KABUPATEN BATANG PROVINSI JAWA TENGAH Palupi, Tiara Intan; Prasetyo, Edy; Mukson, Mukson
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 13 No 3 (2019): Vol. 13, No. 3, 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SOCA.2019.v13.i03.p09

Abstract

Bunga melati termasuk jenis tanaman florikultura dengan warna kelopak putih dan memiliki aroma yang sangat harum. Bunga melati banyak dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan adat istiadat maupun sebagai bahan baku industri. Penggunan bunga melati semakin mengalami penurunan karena banyak industri lebih memilih menggunakan essence bunga melati. Harga jual bunga melati cenderung mudah mengalami fluktuasi karena produksi bunga melati ditentukan oleh musim dan permintaan pada peringatan hari raya serta upacara adat tertentu. Tujuan penelitian adalah menganalisis tentang pendapatan yang diterima petani bunga melati dan menganalisis adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pendapatan usahatani bunga melati. Penelitian di laksanakan pada bulan September 2018 di Kecamatan Batang dan Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Metode penelitian menggunakan metode survei dan metode pengumpulan data melalui wawancara. Metode untuk mengambil sampel dengan menggunakan teknik Slovin, penentuan jumlah responden dari masing-masing kecamatan menggunaka alokasi proporsional. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, uji dengan model regresi linier berganda dan uji beda dengan one sample t test. Hasil penelitian menunjukan pendapatan petani bunga melati sebesar Rp 3.330.909,-/0,51 ha/bulan. Hasil analisis one sample t test menunjukan pendapatan petani lebih besar dibandingkan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Faktor biaya bibit, biaya tenaga kerja, biaya pestisida, biaya pupuk, dan harga jual berpengaruh secara simultan maupun parsial pada pendapatan yang diterima petani bunga melati di Kabupaten Batang.
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS MUHADI STIABUDI BREBES TAHUN 2017 Mukson, Mukson
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.103 KB)

Abstract

Kehidupan dan proses belajar merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Untuk proses belajar sendiri, nyatanya tidak dapat berdiri sendiri dalam artian banyak hal yang mempengaruhi proses belajar seseorang salah satunya adalah peran orang tua. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhadi Setiabudi Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhadi Setiabudi Kabupaten Brebes dengan populasi program studi PGSD FKIP dengan melibatkan sebayak 144 mahasiswa yang dipilih sebagai sampel dalam penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui kuisioner sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh r hitung sebesar 0,51 dan t tabel sebesar 0,288. Dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai r hitung lebih besar dari r tabel sehingga&nbsp; Ho yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa prodi PGSD ditolak, dan sebaliknya Ha yang menyatakan terdapat hubungan positif antara status sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa diterima.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMPETENSI TERHADAP MOTIVASI KERJA DI UNIVERSITAS MUHADI SETIABUDI BREBES Mukson, Mukson
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.531 KB)

Abstract

Dalam suatu organisasi, Pegawai dan Dosen memiliki peran penting dalammenjalankan roda organisasi. Pegawai dan Dosen adalah bagian dari SumberDaya Manusia (SDM) dalam Lembaga Perguruan Tinggi. Sebagai motorpenggerak roda organisasi, Pegawai dan Dosen menentukan laju perkembangansegala kegiatan pendidikan juga sebagai penentu jalannya lembaga pendidikanperguruan tinggi. Meskipun perguruan tinggi memiliki alat-alat canggih sekalipun,namun peran penting SDM tidak dapat dipisahkan. Dengan adanya Pegawai yangmemiliki dedikasi yang tinggi dalam bekerja maka Kinerjanya dapat meningkat,terlebih jika didukung dengan perangkat sarana yang memadai. Dengan demikianmaka perlu kajian secara ilmiah melalui penelitian tentang pengaruh BudayaOrganisasi dan Kompetensi terhadap Motivasi Kerja Pegawai. Adapun populasipenelitian ini akan dilakukan pada SDM Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.Jumlah sampel Pegawai dan Dosen pejabat Struktural dalam penelitian inisebanyak 66 orang. Penelitian ini menggunakan uji regresi linier dalam pengujianhipotesis penelitian baik secara simultan maupun parsial. Oleh karena ituberdasarkan hasil pengujian, peneliti mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruhsignifikan antara budaya organisasi terhadap motivasi pegawai artinya semakintinggi budaya organisasi maka semakin besar motivasi pegawai. Terdapatpengaruh positif kompetensi terhadap motivasi pegawai artinya tingginyakompetensi pegawa memiliki pengaruh kuat terhadap tingkat motivasi pegawai. Kata Kunci : Budaya Organisasi, kompetensi, dan Motivasi Kerja
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN KESESI, KABUPATEN PEKALONGAN akbar, ilham; Budiraharjo, Kustopo; Mukson, Mukson
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 1, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Animal and Agricultural Science Faculty, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.491 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v1i2.1820

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas padi dan menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi produktivitas padi di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Februari hingga Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah survai. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling berdasarkan luas lahan yaitu tersempit, sedang dan terluas, masing-masing adalah Desa Kesesi, Desa Watugajah, dan Desa Srinahan. Pengambilan sampel dilakukan melalui quota sampling yaitu pada masingmasing desa sebanyak 20 petani sehingga responden dalam penelitian berjumlah 60 orang. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dan uji one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas padi di desa dengan kategori luas lahan tersempit, sedang dan terluas masing-masing adalah 4,74 ton/ha, 4,64 ton/ha, dan 4,73 ton/ha, dan hasil analisis one-way ANOVA menunjukkan produktivitas pada ketiga desa tersebut tidak ada perbedaan yang nyata. Rata-rata produktivitas padi di Kecamatan Kesesi adalah 4,7 ton/ha. Seluruh variabel penduga secara serempak menunjukkan pengaruh yang signikan terhadap produktivitas padi. Secara parsial, faktor-faktor luas lahan, produksi, jumlah pembelian benih, secara signifikan mempengaruhi produktivitas padi, sedangkan penggunaan pupuk urea dan sistem tanam tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produktivitas padi. Kata kunci: jumlah benih, padi, produktivitas, luas lahan, petaniKata kunci: jumlah benih; padi; produktivitas; luas lahan; petani 
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN RUMAH TANGGA TERHADAP TEH CELUP DI KOTA SEMARANG (ANALYSIS OF HOUSEHOLD CONSUMERS PREFERENCE TOWARDS TEA BAGS IN SEMARANG CITY) Ikmanila, Regina; Mukson, Mukson; Setiyawan, Hery
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.227 KB) | DOI: 10.12928/optimum.v8i1.9080

Abstract

ABSTRAKKonsumsi teh yang tinggi di Kota Semarang dan terjadinya perubahan pola konsumsi teh di masyarakat dari teh seduh ke teh celup membuat teh celup memiliki prospek yang tinggi untuk masuk ke pasar teh. Produsen perlu memahami preferensi konsumen dalam membeli teh celup supaya dapat merencanakan, mengembangkan, dan memasarkan produknya dengan baik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat preferensi dan urutan kepentingan atribut produk teh celup pada konsumen rumah tangga di Kota Semarang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Semarang Barat, Semarang Selatan dan Banyumanik yang mewakili daerah pantai, dataran rendah, dan perbukitan di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden rumah tangga diambil dengan teknik purposive sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis konjoin dengan kombinasi sebanyak 16 stimuli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen rumah tangga terhadap atribut teh celup di Kota Semarang adalah yang memiliki rasa melati (jasmine), harga berkisar Rp 5.000,00-10.000,00 per  kemasan, merek terkenal, kemasan kotak (box) dan memiliki informasi kadaluarsa yang jelas. Urutan kepentingan atribut teh celup berturut-turut adalah rasa, merek, harga, kemasan, dan informasi kadaluarsa.Kata kunci: Preferensi konsumen, teh celup, analisis konjoin ABSTRACTHigh tea consumption in Semarang City and the change of tea consumption pattern from loose leaf tea to tea bags make tea bags have a high prospect of getting into the tea market. Producers need to understand consumer preferences in buying tea bags so they can plan, develop, and market their products well. This research aimed to analyze the level of preference and relative importance of tea bags product attributes on household consumers in Semarang City. The research was conducted in West Semarang, South Semarang and Banyumanik Subdistrict representing coastal area, lowland, and hills in Semarang City. Research method is a survey with the samples number of 100 household respondents taken by purposive sampling technique. Data were analyzed using conjoint analysis with 16 combinations of product. Result showed that household consumers' preference for tea bags attribute in Semarang City is jasmine flavor, the price range IDR 5,000-10,000 per pack, famous brand, box packaging and has clear expiration date. Consumers priority of tea bags attribute is taste, brand, price, packaging, and expiration date.Keywords: Consumer preferences, tea bags, conjoint analysis