Mujamilah Mujamilah
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan 15340

Published : 47 Documents
Articles

Sintering Effect on the Microstructure And Magnetic Properties of Co-Alxoy Composite Compound Mulyaningsih, Sri; Purwanto, Setyo; Mujamilah, Mujamilah; A. Adi, Wisnu; Manaf, Azwar
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 19, No 2 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3268.15 KB) | DOI: 10.12962/j20882033.v19i2.154

Abstract

Research on sintering effect on the micro structure and the magnetic properties of composite Co-AlxOy materials has been done. The experiment was carried out by high energy milling (HEM) to refine Co and Al sample powder, followed by sintering process. The composition of sample was Co73Al27 wt% with weight ratio to the ball was 1:2.7. The milling time was varied within 4.5, 12 and 20 hours, while sintering process was conducted at 384ºC and 484ºC. Several new peaks were found after sintering process and identified as a Co-Al2O4 compound. The experiment data shows the saturation magnetization Ms value was decline for the entire sample by the sintering process. The Mr value for the 12h milling was remind stable about 9 emu/gr but, for 4.5 milling was decline from 17.5 to 9.2 and 6.2 emu/gr , while for 20h milling from 13,5 to 9.25 and 8 emu/gr. No visible changes in the microstructure are observed.
PENGARUH RASIO DOXORUBISIN:APOFERRITIN TERHADAP KAPASITAS DAN EFISIENSI ENKAPSULASI DOKSORUBISIN DALAM APOFERRITIN Wiwoho, Novita; Prihatiningsih, Maria Christina; Mujamilah, Mujamilah; Sulungbudi, Grace Tj.
Jurnal Rekayasa Proses Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.842 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.24868

Abstract

Doxorubicin is a chemotherapy drug which is very toxic and causes many side effects. To reduce side effects, doxorubicin can be encapsulated by apoferritin into apoferritin doxorubicin (Apo-Dox) system. In this research, various mass of doxorubicin i.e. 0.17 mg (S1), 0.26 mg (S2), 0.35 mg (S3), and 0.52 mg (S4) were encapsulated with 21.50 mg apoferritin. Encapsulation process was carried out by lowering pH medium for apoferritin dis-assembly, doxorubicin addition and dialysis for gradual and controlled pH-increase of medium to support re-assembly of apoferritin and doxorubicin encapsulation. End-result samples were then centrifuged and washed to separate the unreacted doxorubicin and apoferritin?s subunits. Doxorubicin encapsulation efficiency was determined using microplate reader spectrophotometry. The highest encapsulation capasity was 3.87 g dox/mg apo for S4 samples. Increasing the weight of doxorubicin gives more significant effect on increasing the reactive weight of apoferritin, which reached 93.73% (S4 sample). Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) analysis confirm that apoferritin is in the Apo-Dox sample. ABSTRAKDoksorubisin merupakan obat kemoterapi yang sangat toksik dan menimbulkan berbagai efek samping. Untuk mengurangi efek samping tersebut, doksorubisin dapat dibungkus dengan protein apoferritin menjadi Apoferritin-Doksorubisin (Apo-Dox). Dalam penelitian ini, doksorubisin dengan berat 0,174 mg (S1), 0,261 mg (S2), 0,349 mg (S3), dan 0,523 mg (S4) dienkapsulasi apoferritin dengan berat 21,487 mg. Proses enkapsulasi dilakukan dengan mengubah pH larutan melalui penambahan glisin asetat, tris base, dan dialisa dalam tris asetat. Larutan di centrifuge dan di cuci untuk menghilangkan doksorubisin dan sub-unit apoferritin yang tidak bereaksi. Konsentrasi doksorubisin yang terenkapsulasi dalam apoferritin (?g dox/mg apo) ditentukan menggunakan microplate reader spectrophotometry. Konsentrasi cenderung mencapai optimum mulai sampel S2 dan hanya sedikit meningkat untuk sampel S3 dan S4 dengan nilai maksimum pada S4 sebesar 3,87 ?g dox/mg apo. Peningkatan jumlah doksorubisin akan meningkatkan jumlah apoferritin yang bereaksi, dan diperoleh nilai efisiensi reaksi apoferritin tertinggi 93,73% untuk sampel S4. SDS-PAGE membuktikan bahwa apoferritin berada pada sampel Apo-Dox.
The Semi-Quantitative Study of Magnetization Process on Milling and Reannealing of Barium Hexaferrite (BaO.6Fe2O3) Ridwan, Ridwan; Mujamilah, Mujamilah; Johan, A.
Atom Indonesia Vol 35, No 2 (2009): July 2009
Publisher : PPIKSN-BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.528 KB) | DOI: 10.17146/aij.2009.49

Abstract

Barium hexaferrite (BaO.6Fe2O3) is as a hard magnetic material with good chemical stability which has been intensively used as permanent magnet components. Many works have been done in order to improve their magnetic properties either through chemical process or powders metallurgy technique. In this work, commercial BaO.6Fe2O3 was milled using high-energy milling machine for 10, 20 and 30 hours and followed by reannealing for 3 hours at 1000⁰C in air. X-ray diffraction pattern indicate no phase decomposition occurred caused the mill processing, annealing of milled powders recovered the crystal system and promoted crystallite growth. The magnetic hysteresis curve measured by vibrating sample magnetometer (VSM) shows the coercivity of annealed BaO.6Fe2O3 increases to two times higher than the original one. By using Jiles-Atherton model, all the hysteresis parameters Ms, k, α, a and c, have been determined adopted to the Genetic Algorithm (GA). The analyzed hysteretic parameters obtained from this work is congruent to the change of magnetic properties of as-milled and annealed powders of barium hexaferrite.Received: 16 February 2009; Revised: 1 September 2009; Accepted: 23 November 2009
MORFOLOGI DAN SIFAT MAGNETIK NANOPARTIKEL CORE/SHELL Fe/OKSIDAFe HASIL PROSES MILLING ENERGI TINGGI PADA BERBAGAI MEDIUM Handayani, Ari; Rifai, Muhammad; Pramono, Eko Yudho; Mujamilah, Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 2: JANUARI 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.067 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.2.4438

Abstract

MORFOLOGI DAN SIFAT MAGNETIK NANOPARTIKEL CORE/SHELL Fe/OKSIDAFe HASIL PROSES MILLING ENERGI TINGGI PADA BERBAGAI MEDIUM. Makalah ini membahas tentang hasil proses milling serbuk Fe menggunakan fasilitas milling energi tinggi SPEX 8000M dalam medium air (aquabidest), isopropil alkohol dan Cethyl Trimethyl Ammonium Bromide (CTAB). Proses milling dilakukan selama 40 jam dalam vial dan menggunakan bola Stainless Steel dengan perbandingan berat serbuk dan bola sebesar 1 : 5. Struktur dan fasa nanopartikel masing-masing dianalisis dari foto dan pola Selective Area Electron Diffraction (SAED) hasil pengamatan dengan Transmission Electron Microscope (TEM). Sedangkan sifatmagnetik dianalisis dari kurva histeresis hasil pengukuran dengan Vibrating Sample Magnetometer(VSM). Foto TEM dan pola SAED menunjukkan terbentuknya struktur core/shell Fe/oksida Fe terutama pada serbuk hasil milling dalam medium isopropil alkohol. Partikel sferis berukuran ~ 40 nm dengan core Fe berdiameter 30 nm dan shell oksida Fe memiliki ketebalan 5 nm diperoleh untuk sistem isopropil alkohol. Untuk sistem medium lain, nanopartikel cenderung tidak sferis dengan struktur core/shell yang tidak homogen. Struktur inimemberikan nilaimagnetisasi optimal pada sistem isopropil alkohol dengan nilai magnetisasi saturasi, Ms = 175 emu/gram dan lebih rendah untuk sistem yang lain. Magnetisasi pada sistem isopropil alkohol juga cenderung stabil dengan waktu menunjukkan permukaan nanopartikel magnetik yang lebih tahan terhadap proses oksidasi lanjut.
Karakteristik Dinamik Sistem Koloid Magnetik Berbasis Nanopartikel Oksida Fe-Chitosan Mujamilah, Mujamilah; Sulungbud, Grace Tj.
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 1 April 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.349 KB)

Abstract

Karakteristik dinamik dari sistem koloid berbasis nanopartikel magnetik oksida Fe dan chitosan yang meliputi ukuran partikel dan magnetik telah dipelajari. Sistem koloid diencerkan dalam medium cairan infus NaCl 0,9% sebagai medium simulasi cairan yang biokompatibel dengan cairan tubuh. Diperoleh sampel dengan variasi konsentrasi hingga pengenceran 100 kali. Hasil analisis distribusi ukuran partikel dengan Particle Size Analyzer (PSA) menunjukkan terjadinya aglomerasi nanopartikel dalam sistem koloid dengan distribusi aglomerasi yang cenderung menyempit untuk koloid yang lebih encer dengan ukuran rata-rata cenderung stabil pada ukuran ~80 nm. Stabilisasi koloid terbentuk sebagai resultan kompetisi antara gaya gravitasi pada aglomerat dan interaksi elektrostatik antar aglomerat. Hasil pengukuran zeta potential menunjukkan nilai rendah untuk koloid yang sangat pekat ataupun sangat encer. Pengenceran juga akan sangat mempengaruhi responsivitas magnetik dari koloid terhadap medan luar. Hasil pengukuran kurva histeresis dengan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan semakin encer koloid semakin dominan fasa diamagnetik dari medium cair dispersan yang akan memberikan efek medan balik dan menurunkan nilai magnetisasi total. Dua hasil analisis ini menunjukkan penggunaan koloid yang terlalu pekat akan menimbulkan aglomerasi partikel yang cukup besar, sedangkan penggunaan koloid yang terlalu encer akan menurunkan responsivitas magnetik nanopartikel. Dua kondisi ini tidak diharapkan dalam proses aplikasi koloid di bidang biomedis terutama untuk proses in-vivo seperti untuk proses drug delivery ataupun proses hyperthermia. 
ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DENGAN MATRIKS POLIPROPILENA DAN POLIETILENA. Sudirman, Sudirman; Ridwan, Ridwan; Mujamilah, Mujamilah; Julaiha, Hany; Hayati, Ela
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 3, NO 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5143

Abstract

ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DENGAN MATRIKS POLIPROPILENA DAN POLIETILENA. Bahan magnet konvensional terbuat seluruhnya dari bahan logam melalui proses casting dan sintering sehingga terdapat kekurangan seperti berat, rapuh dan harganya cukup mahal. Magnet komposit merupakan gabungan antara serbuk magnet heksaferit dan bahan pengikat bukan magnetik seperti polimer. Oleh sebab itu sekarang ini dikembangkan magnet komposit, mengingat akan diperoleh bahan magnet yang ringan, elastis dan murah. Pada penelitian ini, digunakan binder berupa polimer yaitu polipropilena melt flow 2 (PP MF2) dan 10 (PP MFlO) serta polietilena jenis LDPE. Pembuatan magnet komposit dilakukan dengan metoda blending yaitu mencampurkan polimer (LDPE, PP MF2 dan PP MF10)dengan variasi fraksi volume serbuk heksaferit SrM (SrFe12O19) sebesar 29, 33, 38, 41, 50 dan 60% v/v ke dalam labo plastomill pada suhu 130 °C untuk LDPE dan 180 °C untuk PP MF2 dan PP MF10. Hasil yang diperoleh berupa bahan magnet komposit dibuat dalam bentuk lembaran dan dikarakterisasi sifat mekanik (kekuatan tarik, perpanjangan putus dan kekuatan luluh) dan sifat magnetnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketiga jenis polimer PP MF2, PP MF10 dan LDPE dapat berfungsi sebagai binder didalam pembuatan magnet komposit, tetapi hanya polimer jenis PP MF2 yang dapat berfungsi sebagai binder untuk komposisi 60% fraksi volume (%v/v). Dari sifat mekanik magnet komposit dengan matriks polimer yang berbeda hanya kekuatan tarik yang diperoleh, sedangkan kekuatan luluh dan perpanjangan putus tidak diperoleh. Sedangkan kekuatan tarik magnet komposit berbasis SrM untuk matriks polimer PP MF10 paling tinggi dicapai pada komposisi 33% volume serbuk sebesar 205,8 Kg/cm2. Untuk LDPE diperoleh tegangan tarik maksimum sebesar 99,2 Kg/cm2 pada komposisi 50% fraksi volume, sedangkan pada polimer PP MF2 diperoleh tegangan tarik sebesar 220,5 Kg/cm2 untuk komposisi 50% fraksi volume. Sifat magnetik untuk ketiga jenis komposit ini mempunyai harga yang hampir sama dengan nilai produk energi terendah pada komposisi 29% fraksi volume SrM adalah 0,07 MGOe dan tertinggi pada komposisi 60% fraksi volume SrM adalah 0,276 MGOe.
APLIKASI BONDED MAGNET MQP-O PADA MOTOR LISTRIK ARUS SEARAH. Ridwan, Ridwan; Mujamilah, Mujamilah; Gunawan, Gunawan
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 3, NO 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.019 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5126

Abstract

APLIKASI BONDED MAGNET MQP-O PADA MOTOR LISTRIK ARUS SEARAH. Bahan bonded magnet isotropik, menggunakan NdFeB yang dapat diperoleh melalui teknik pendinginan cepat, mempunyai keunggulan yakni mudah dibentuk sesuai kebutuhan pemakai (costumer design). Sintesis bahan bonded magnet yang telah dilakukan merupakan pencampuran polimer, epoxy resin atau polyester sebagai matriks pengikat (binder) dengan serbuk magnet MQP-O. Perbandingan komposisi antara polimer dan serbuk magnet adalah 40 : 60; 50 : 50; dan 60 : 4O % volume bahan komposit magnet. Karakterisasi sifat magnet ditentukan dengan peralatan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) yang terdapat di P3IB-BATAN serta kerapatanjenis diukur dengan piknometer. Energy product maximum, (BH)max bahan komposit magnet P3lB-BATAN yang paling tinggi diperoleh pada kegiatan ini adalah 4,35 MGOe. Uji kualitas komponen magnet telah dilakukan secara cmpiris melalui penggantian komponen magnet dari motor listrik arus searah yang diperoleh di pasaran dengan komponen magnet hasil sintesis P3IB-BATAN. Kecepatan putar maksimum yang diperoleh mcnggunakan komponen magnet hasil sintesis adalah 40.000 rpm. Komponen magnet hasil kegiatan penelitian ini berfungsi dengan baik dan sebanding dengan komponen magnet import.
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF MAGNETIC-HYDROXY APATITE COMPOSITE USINGONE SPOT COPRECIPITATION METHOD Mujamilah, Mujamilah; Syidik, Ahmad Furqon; Sulungbudi, Grace Tj.; Lubis, Wildan z; Karo, Aloma Karo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 2: JANUARI 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.423 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.2.4171

Abstract

SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF MAGNETIC-HYDROXY APATITE COMPOSITE USINGONE SPOT COPRECIPITATION METHOD. Nanocomposite of magnetic-hydroxyapatite (MHAP) has the potential to be developed as a biocompatible-biodegradable material for bone cancer diagnosis and therapy. In this study, such composite materials have been successfully synthesized by one-spot coprecipitation method and ultrasonic dispersion. The mass ratio between magnetic and hydroxyapatite fraction were varied to 30:70 (K30), 40:60 (K40) and 50:50 (K50). X-Ray Diffractometer, Transmission Electron Microscope, Fourier Transform-Infrared Spectrometer and Vibrating Sample Magnetometer were used for characterizing the properties of MHAP composite. X-Ray Diffraction pattern reveals the presence of magnetic and HAP phases, confirm the establishment of MHAP composite system. TEM image and FT-IR spectra shows the spherical morphology of magnetic nanoparticles with a size of ~ 10 nm entrapped within HAP nanorod structure without any chemical bonding between the two phase.With such physical composite mechanismand higher energy induce by ultrasonic dispersion process, magnetic fraction of even 50% mass fraction could still be loaded into HAP matrix and provide maximum magnetisation value of 34.6 emu/g. This magnetization value is higher than the result of another study of MHAP synthesis, giving better prospect for bone cancer diagnosis and therapy.
EFEK HIGH ENERGY MILLING TERHADAP KOERSIVITAS MAGNET INTRINSIK BaO.6Fe2O3 Ridwan, Ridwan; Johan, Akmal; Mujamilah, Mujamilah; Adi, Wisnu Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.522 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5011

Abstract

EFEK HIGH ENERGY MILLING TERHADAP KOERSIVITAS MAGNET INTRINSIK BaO.6Fe2O3. Studi mengenai sifat magnet serbuk bahan BaO.6Fe2O3 akibat proses penghalusan menggunakan higgh-energy milling yang diikuti oleh perlakuan annealing pada suhu 400 ºC, 600 ºC, 800 ºC, 1000 ºC dan 1100 ºC telah dilakukan. Penurunan sifatmagnet bahan setelah di milling selama 30 jam disebabkan telah terjadi deformasi kristal bahan. Proses annealing terhadap serbuk hasil milling di bawah suhu 800 ºC selama 3 jam belum dapat mengembalikan sistem fasa sepenuhnya. Setelah suhu anneal ditingkatkan hingga 1000 ºC, fasa BaO.6Fe2O3 tumbuh kembali dengan koersivitas intrinsik meningkat hingga Hci = 4,4 kOe, dibandingkan dengan koersivitas serbukmagnet sebelumproses milling Hci yang hanya 1,7 kOe. Peningkatan koersivitas intrinsik ini sangat terkait dengan ukuran partikel yang jauh lebih halus dibandingkan dengan yang tidak dimilling. Annealing pada suhu 1100ºC, menunjukkan terjadi penurunan kembali koersivitas intrinsik Hci = 3,7 kOe, ini diperkirakan akibat adanya pertumbuhan kristalit.
SIFAT MEKANIK, STRUKTURMIKRO DAN SIFAT MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT SrO.6Fe2O3 (SrM)-POLIMER TERMOPLASTIK DAN TERMOSET Sulungbudi, Grace Tj.; Karo Karo, Aloma; Mujamilah, Mujamilah; Sudirman, Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: Oktober 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.912 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4558

Abstract

SIFAT MEKANIK, STRUKTURMIKRO DAN SIFAT MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT SrO.6Fe2O3 (SrM)-POLIMER TERMOPLASTIK DAN TERMOSET. Penggunaan magnet dalam aplikasi di industri tidak selalu mensyaratkan adanya sifat magnetik yang tinggi. Oleh sebab itu, pemakaian polimer sebagai matriks yang berfungsi sebagai binder (perekat) dapat diterapkan sehingga akan diperoleh magnet komposit yang ringan, fleksibel dan murah. Pada penulisan ini dibahas magnet komposit heksaferit SrO.6Fe2O3 (SrM) dengan polimer termoplastik tipe polipropilen (PP) terdiri dari PP2 dan PP10 maupun tipe polietilen (PE) jenis LDPE, serta polimer termoset berbentuk epoksi dan poliester. Sintesis magnet komposit berbasis polimer termoplastik (PP2, PP10, LDPE) menggunakan metode blending sedangkan dengan polimer termoset menggunakan metode casting. Magnet komposit dengan polimer termoplastik dicampur dengan komposisi 50 %berat, 41 %berat, 38 %berat, 33 %berat dan 29 %berat SrM dengan suhu blending 160 oC untuk LDPE dan 180 sup>oC untuk PP2 dan PP10. Untuk magnet komposit termoset dicampur dengan komposisi 30 %berat, 40 %berat, 50 %berat dan 60 %berat SrM. Kemudian dilakukan pengujian yang meliputi : kekuatan tarik (tensile strength) dan perpanjangan putus. Strukturmikro pada permukaan bahan komposit diamati dengan menggunakan alat Scanning Electron Microscope (SEM) dan sifat kemagnetannya diukur dengan Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Pengamatan strukturmikro dengan SEM menunjukkan terbentuknya partikel serbuk SrM dengan bentuk pipih berukuran 1,6 μm. Secara umum sifat mekanik magnet komposit untuk polimer polipropilen lebih baik dibandingkan magnet komposit yang menggunakan binder polietilen (LDPE). Untuk binder polipropilen PP10 lebih baik dibandingkan PP2. Sifat magnetik dari magnet komposit berbasis heksaferit mempunyai nilai yang hampir sama baik dengan binder polipropilen maupun polietilen.