Articles

Found 15 Documents
Search

KONSEP LIFELONG EDUCATION DALAM PANDANGAN ISLAM Mujahidin, Mujahidin
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 6, No 1 (2009): Studi Keislaman
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is library one. The approach used is theolo-normative analysis and socio-pedagogical one. The results indicate that the concept of  lifelong education  in Islam is a continual process beginning from womb to grave. The process covers the forms of formal, non formal and informal education, that take place at schools, family, and community. Islam even views that education to-be-born baby should be initiated prior to the marriage of parents. Therefore, Islam recommends that one marry a pious woman.Kata Kunci: lifelong education, pendidikan Islam, teologis-normatif, sosiologis-paedagogis
Analisis Penerapan Aplikasi Surabaya Single Windows Pemerintah Kota Surabaya Menggunakan Government Adoption Model (GAM) Dewi, Leonita Ayu Sinta; Mujahidin, Mujahidin
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.47 KB)

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang telah menerapkan electronic government di dalam menjalankan urusan pemerintahanya. Untuk meningkatkan layanan publik di Surabaya maka berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya nomor 28 tahun 2013 Pada bulan Maret Tahun 2013, Kota Surabaya mulai meluncurkan layanan terpadu bernama Surabaya Single Window (SSW). Layanan ini akan memudahkan warga kota maupun warga asing yang ingin berinvestasi di Surabaya. SSW adalah salah satu layanan pengurusan perizinan pemerintah kota Surabaya yang terintegrasi secara online. Tetapi kendala terbesar masuknya sistem baru ini adalah datang dari masyarakat sendiri. Maka perlunya suatu adopsi e-Government dari masyarakat. SSW saat ini akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga perlunya dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi adopsi e-Government oleh masyarakat terhadap Surabaya Single Windows agar masyarakat mau mempelajari, menerima dan menerapkan sistem baru ini. Analisis penerapan SSW di Surabaya dilakukan menggunakan model Government Adoption Model (GAM) dan untuk penghitungan analisis akan menggunakan Structural Equation Model (SEM) Hasil dari tugas akhir ini adalah berupa analisis penerapan Surabaya Single Window, serta analisisis faktor-faktor kritis yang mempengaruhi masyarakat Surabaya dalam mengadopsi SSW, serta rekomendasi kepada Penerintah Kota Surabaya agar dapat mengembangkan SSW sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Analisis Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Manajemen Surat dengan Pendekatan Technology Acceptance Model pada PT. XYZ Surabaya Paramita, Aldioctavia Vicka; Mujahidin, Mujahidin
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.424 KB)

Abstract

PT. XYZ Surabaya merupakan salah satu perusahaan besar BUMN di Indonesia. Perusahaan BUMN ini bergerak dibidang aspek kelistrikan yang ada di area Jawa Timur. Dengan karya inovasinya, yaitu pengembangan Aplikasi Manajemen Surat bisnis yang semula dikerjakan secara manual menjadi berbasis web, tentu akan melahirkan sikap penerimaan atau penolakan dari user dalam proses penggunaannya. Sedangkan sebuah sistem informasi yang baik adalah yang dapat diterima oleh user dan dirasa memberikan kemudahan dan manfaat dalam proses penggunannya. Melalui tugas akhir ini akan diterapkan model sukses Fred Davis akan menilai faktor kemanfaatan dan kemudahan user Aplikasi Manajemen Surat  menggunakan metode analisis Partial Least Square untuk mengetahui korelasi tiap variabel dan hipotesis. Tugas akhir ini memverivikasi bahwa persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap persepsi kemanfaatan penggunaan layanan AMS. Variasi pada penggunaan AMS dipengaruhi sebesar 24,5 persen oleh persepsi kemudahan, dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Pada persepsi minat sebesar 3,1 persen variasi dipengaruhi oleh persepsi sikap dan kemanfaatan, dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Persepsi kemanfaatan dan kemudahan mempengaruhi variasi dari persepsi sikap sebesar 94,5 persen. Sedangkan variasi dari persepsi kenyataan, sebesar 57,3 persen diperngaruhi oleh persepsi minat dan sisanya 43,7 persen dipengaruhi oleh variabel yang lain.Analisis Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Manajemen Surat dengan Pendekatan Technology Acceptance Model pada PT. XYZ Surabaya
Authentic Assessment Mujahidin, Mujahidin
EDUCATIO : Journal of Education Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.292 KB)

Abstract

In the era of Competency-Based Curriculum / School-Based Curriculum, the assessment emphasizes students' performance in each subject. They are required to acquire not only the cognitive aspect but Also the performance aspect. One assessment models relevant to this is the authentic assessment. Such an assessment emphasizes students' ability to meaningfully demonstrate the knowledge they have acquired. The assessment not only Asks questions about the knowledge they have acquired, but requires the actual performance Also relevant to the knowledge. There are some differences between a traditional assessment and an authentic assessment. The former emphasizes the elicitation of knowledge the students have acquired through objective tests, while the latter emphasizes the tasks that the make the students practice learning outcomes meaningfully in real life, reflecting the mastery of knowledge and skills in a particular subject. The Necessary steps to develop an authentic assessment include (1) setting the standard; (2) assigning authentic tasks; (3) selecting the criteria; and (4) designing the rubric. One popular authentic assessment at present is the portfolio assessment models. This models is a class-based assessment conducted during the learning process. A portfolio is a collection of students 'works systematically arranged during A Certain learning period, used to monitor the development of the students' knowledge, skills, and attitudes in a particular subject.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Guru di SMPN 8 Sekayu Musi Banyuasin Mujahidin, Mujahidin
BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi agama Islam Negeri (STAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.804 KB) | DOI: 10.29240/bjpi.v1i2.109

Abstract

The objective of this research was to find out the effect of pedagogic competence and motivation toward teacher’s performance at SMPN 8 Sekayu in Musi Banyuasin Regency. Desctiptive qualitative study was used in this research. This research was done during three months. Subject of this research were 31 (thirty one) teachers Questionnaire was used to collect the data of this research. The data result of questionnaire were analyzed by using r test analysis, t test analysis, and F test analysis. Based on the r test analysis, the result showed that there was significance effect of pedagogic competence and motivation toward teacher performance. The value of R Square was 0.709, this value showed that the effect of pedagogic competence and motivation toward teacher’s performance (70.9 %). Based on the t test analysis, the result showed that there was significance effect of pedagogic competence toward teacher’s performance (t=0.02). The result also showed that there was significance effect of of motivation toward teacher’s performance (t=0.00). Meanwhile, the result of F test analysis (t=0,00) was there was a significance effect of pedagogic competence and motivation toward teacher’s performance. Keywords: Pedagogic Competence, Motivation, and Teacher Performance
Authentic Assessment Mujahidin, Mujahidin
EDUCATIO : Journal of Education Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of Competency-Based Curriculum / School-Based Curriculum, the assessment emphasizes students performance in each subject. They are required to acquire not only the cognitive aspect but Also the performance aspect. One assessment models relevant to this is the authentic assessment. Such an assessment emphasizes students ability to meaningfully demonstrate the knowledge they have acquired. The assessment not only Asks questions about the knowledge they have acquired, but requires the actual performance Also relevant to the knowledge. There are some differences between a traditional assessment and an authentic assessment. The former emphasizes the elicitation of knowledge the students have acquired through objective tests, while the latter emphasizes the tasks that the make the students practice learning outcomes meaningfully in real life, reflecting the mastery of knowledge and skills in a particular subject. The Necessary steps to develop an authentic assessment include (1) setting the standard; (2) assigning authentic tasks; (3) selecting the criteria; and (4) designing the rubric. One popular authentic assessment at present is the portfolio assessment models. This models is a class-based assessment conducted during the learning process. A portfolio is a collection of students works systematically arranged during A Certain learning period, used to monitor the development of the students knowledge, skills, and attitudes in a particular subject.
EFEKTIFITAS PENGUMPULAN ZAKAT PROFESI (STUDI PADA BAZNAS DI KABUPATEN MAROS) Mujahidin, Mujahidin
Palita: Journal of Social-Religion Research Vol 3, No 2 (2018): PALITA : Journal of Social-Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.826 KB) | DOI: 10.24256/pal.v3i2.452

Abstract

This research aimed to analyse National Zakat Agency (BAZNAS) of Maros Regency in exploring the potential of profession zakat in Maros Regency. The research design was field research and employed qualitative descriptive method. Instrument of this research were the interview guide, field note and recoding. The results of the research found that: 1) Maros Regency has a large potential of professional zakat. 2) Data shows that zakat collection is not optimal
Extracorporeal Membrane Oxygention (ECMO) Pada Pasien Bedah Jantung Dewasa Mujahidin, Mujahidin
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 8, No 3 (2016): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Extracorporeal Life Support (ECLS) merupakan suatu tindakan medis yang dilakukan untuk mempertahankan oksigenasi dan eliminasi dari karbon dioksida yang adekuat untuk mengembalikan fungsi pernapasan yang sudah terganggu. ECLS terdiri dari beberapa jenis, yaitu Extracorporeal lung assist (ECLA), Extracorporeal membrane oxygenation (ECMO), Extracorporeal carbon dioxide removal (ECOO2R), and Extracorporeal cardiopulmonary resuscitation (ECPR). Wabah virus H1N1 (flu babi) yang terjadi pada tahun 2009 dan 2010 menjadikan penggunaan ECMO menjadi popular. ECMO menggunakan teknologi yang diturunkan dari penggunaan cardiopulmonary bypass (CPB) yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas di luar tubuh, penggunaannya lebih praktis dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Indikasi penggunaan ECMO pada pasien dengan permasalahan jantung dan paru yang berat yang tidak respon terhadap terapi konvensional, permasalahan seperti acute respiratory distress syndrome, shock kardiogenik yang berulang atau henti jantung. Circuit ECMO terdiiri dari 3 pengaturan yang memiliki fitur masing-masing, yaitu veno-arterial ECMO, Veno-venous ECMO dan arterio-venous ECM). Survival rate penggunaan ECMO pada gagal napas akut berkisar antara 50-70 persen, tetapi belum cukup untuk menjadikan ECMO sebagai rekomendasi umum penatalaksanaan gagal napas akut, tetapi penggunaan ECMO dapat dipertimbangkan jika terapi lainnya gagal. Pemahaman tentang ECMO yang semakin meningkat menjanjikan luaran yang lebih .
KONSEP IQTHA’ PEMBERIAN TANAH KEPADA MASYARAKAT DALAM PEMIKIRAN EKONOMI AL-MAWARDI (STUDI KITAB AL-AHKAM ALSULTANIYYAH) Mujahidin, Mujahidin
Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Vol 2, No 1 (2017): Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law
Publisher : Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.339 KB) | DOI: 10.24256/alw.v2i1.535

Abstract

Land is part of the earth as the ultimate gift of God which is governed by the State and used for the greatest prosperity of the people as mandated by the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This research will raise the concept of iqtha 'in Islamic government through Al-Mawardi's thought in his book al-ahkam al-sultaniyyah by comparing it with the Indonesian land management sistem. The purpose of this study was to find out the concept of iqta 'in Islamic governance through the thinking of AlMawardi in his book al-ahkam al-sultaniyyah. Al-Mawardi in his book that iqtha is the giving of land to the community by the head of state, but the land that can be given is land which is his authority, namely no-man's land and abandoned land and no one manages it in the Indonesian context. bertuan but wild land (waste land) or referred to as vacant land and it is all controlled by the State except those cultivated by the community or residents with rights originating from the right to open land.
Cadar: Antara Ajaran Agama dan Budaya Mujahidin, Mujahidin
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/juspi.v3i1.3142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mulai dari asal usul cadar wanita, pengertian cadar, hingga cadar menurut persepsi agama dan budaya. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan penelitian kepustakaan terhadap sumber tertulis seperti artikel dan buku-buku, yang di dalamnya terdapat data-data tanpa melewatkan proses verifikasi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat Islam menganggap cadar berasal dari budaya masyarakat Arab yang akhirnya menjadi pembahasan dalam Islam. Asal-usul cadar semakin ditujukan ke bangsa Arab sebagai budaya mereka. Padahal bisa terjadi tradisi bercadar tidak berasal dari mereka. Banyak sekali tuduhan-tuduhan tidak penting terhadap Islam yang datang dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, seperti halnya mereka menuduh hijab dan cadar berasal dari budaya perempuan-perempuan Arab jauh sebelum Islam masuk, tepatnya di masa Jahiliyah, kemudian berlanjut warisan jahiliyah ini ke orang-orang Muslim di abad-abad berikutnya, khususnya setelah masa Nabi. Mereka sangat pandai berusaha menghantam beberapa ajaran Islam, seperti mencari sejarah lahirnya cadar atau beberapa tradisi masyarakat tertentu yang dikaitkan ke masalah syari’ah, agar menggoncang pembahasan yang telah ditetapkan oleh ulama sebagai ahlinya.Kata Kunci: Cadar, agama, budaya.