Articles

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL TUMBUHAN SALA (Cynometra ramiflora Linn) TERHADAP SEL HeLa, T47D dan WiDR

Jurnal Penelitian Saintek Vol 18, No 2 (2013): OKTOBER 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan Sala yang dikenal dengan nama latin Cynometra ramiflora Linn, dalam Kraton Kasunanan Surakarta sering digunakan sebagai obat asam urat, diabetes, hipertensi dan penyakit lainnya. Tumbuhan tersebut juga dimanfaatkan sebagai obat antikanker. Selanjutnya untuk pembuktian ini perlu dilakukan percobaan dan analisis ekstrak etanol kulit batang dan daun tumbuhan Sala terhadap sel kanker HeLa, T47D dan WiDR. Efek sitotoksisitas ekstrak etanol kulit batang dan daun tumbuhan Sala (C. ramiflora Linn) terhadap sel kanker dilakukan dengan tiga jenis sel kanker yaitu sel HeLa, T47D dan WiDR. Kadar IC50   dihitung dari hasil pengamatan banyaknya persentase sel mati yang diinkubasi selama 24 jam dengan penambahan ekstrak. Setelah dilakukan percobaan aktivitas sitotoksik ekstrak etanol tumbuhan Sala terhadap sel HeLa, T47D dan WiDR memberikan hasil sebagai berikut: IC50 kulit batang berturut-turut  >1000; 0,90 dan 6,29 ȝg/mL, sedangkan daun tumbuhan Sala mempunyai IC50 berturut-turut 1,92; 6,37 dan 0,41 ȝg/mL. Ekstrak kulit batang tumbuhan Sala (C. ramiflora Linn) mempunyai IC50  lebih tinggi dari ekstrak daun. Data tersebut menunjukkan aktivitas sitotoksik ekstrak kulit batang terhadap tiga jenis sel kanker tersebut lebih rendah dibandingkan dengan ekstrak daun.

PENERAPAN TEORI HANS KELSEN DALAM TERTIB HUKUM INDONESIA

FIAT JUSTISIA Vol 5, No 3: FIAT JUSTISIA
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.723 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaturan susunan dan tertib hukum Indonesia dalam hirarki norma berdasarkan Stufenbautheorie Hans Kelsen. Metode penelitian yang digunakan adalah doctrinal research dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan hukum susunan norma hukum Indonesia berdasarkan teori Hans Kelsen adalah berjenjang dan berlapis-lapis, dari norma hukum lapisan terendah yang operatif-konkret-individual berjenjang dan bersumber pada norma hukum general-abstract berpuncak dalam pandangan dan cita hukum yang menjadi staatsnorm atau staatsfundamentalnorm, yaitu berpuncak pada Pancasila sebagai cita hukum.

SENYAWA DIMER DAN TRIMER RESVERATROL DARI KULIT BATANG DIPTEROCARPUS INTRICATUS (DIPTEROCARPACEAE) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL MURIN LEUKIMIA P-388

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua senyawa oligomer resveratrol, (-)-?-viniferin (2) dan (-)-?-viniferin (3), bersama-sama satu senyawa turunan asam fenolat, bergenin (1) telah berhasil diisolasi untuk pertama kalinya dari ekstrak aseton kulit batang Dipterocarpus intricatus. Struktur molekul senyawa-senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, 1H-NMR dan 13C-NMR serta perbandingan dengan data sejenis yang telah dilaporkan. Senyawa (-)-?-viniferin (2) dan (-)-?-viniferin (3)menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel murin leukemia P-388 dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 7,8 dan 17,5 ?g/mL.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT DAN BIJI KELENGKENG (Euphoria longan (Lour.) Steud) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus SERTA TOKSISITASNYA TERHADAP Artemia salina Leach

Pharmacon Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.383 KB)

Abstract

Berdasarkan penelitian sebelumnya daun, batang, dan cabang kelengkeng Euphoria longan (Lour.) Steud) aktif sebagai antibakteri, antioksidan, dan toksik terhadap Artemia salina Leach. Pada kulit dan biji kelengkeng dilaporkan mengandung senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit dan biji kelengkeng terhadap E. coli dan S. aureus, menentukan efek toksik terhadap larva udang Artemia salina L., serta memberikan informasi golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol kulit dan biji kelengkeng.Penelitian ini didahului dengan optimasi penyari etanol 50%, 70%, dan 95%. Kulit dan biji kelengkeng dimaserasi menggunakan penyari etanol 95% terdestilasi. Ekstrak tersebut digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus serta diuji ketoksikannya terhadap Artemia salina L. (Brine Shrimp Lethality Test). Selanjutnya dilakukan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk mengetahui kandungan senyawa dari ekstrak etanol kulit dan biji kelengkeng. Bioautografi dilakukan untuk mengetahui senyawa dalam ekstrak yang bertanggung jawab terhadap kematian bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit kelengkeng hingga konsentrasi 4% belum berpotensi terhadap E. coli dan S. aureus, sedangkan pada ekstrak etanol biji kelengkeng memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus dengan KBM berturut-turut sebesar 4% dan 2%. Uji ketoksikan ekstrak etanol kulit kelengkeng terhadap Artemia salina L. memberikan nilai LC50 sebesar 942 µg/mL, sedangkan pada ekstrak etanol biji kelengkeng sebesar 3429 µg/mL. Hasil KLT menunjukkan bahwa pada ekstrak etanol kulit kelengkeng mengandung senyawa golongan fenolik dan saponin. Sementara dalam ekstrak etanol biji kelengkeng mengandung senyawa golongan fenolik, flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Senyawa pada ekstrak etanol biji kelengkeng yang memiliki aktivitas antibakteri adalah senyawa fenolik dan flavonoid. Kata kunci: Kelengkeng (Euphoria longan (Lour.) Steud), Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Brine Shrimp Lethality Test, KLT.

POTENSI DAUN SALAM (Syzigium polyanthum Walp.) DAN BIJI JINTEN HITAM (Nigella Sativa Linn) SEBAGAI KANDIDAT OBAT HERBAL TERSTANDAR ASAM URAT

Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.743 KB)

Abstract

Pengujian aktivitas antihiperurisemia secara in vivo dari ekstrak tunggal dan kombinasi ekstrak serta standarisasi ekstrak dari daun Salam (Syzigium polyanthum Walp) dan biji Jinten Hitam (Nigella sativa Linn) telah dilakukan. Ekstraksi daun Salam dan Jinten Hitam dilakukan metode infundasi. Ekstrak dari masing-masing bahan,  diuji antihiperurisemia secara in vivo terhadap mencit putih jantan galur Balb-C yang diinduksi dengan potasium oksonat dosis 250 mg/kgBB. Kadar asam urat setelah pemberian ekstrak tunggal daun Salam dan Jinten Hitam dosis 200 mg/kgBB masing-masing adalah sebesar 0,640 dan 1,20 mg/dL. Sedangkan kombinasi ekstrak daun Salam-Jinten Hitam adalah sebesar 0,840 mg/dL. Ekstrak Secara keseluruhan berdasarkan hasil pemeriksaan standar umum ekstrak tumbuhan obat, kedua bahan yang diteliti telah memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan oleh Badan POM RI Kata kunci : Syzigium polyanthum Walp, Nigella sativa Linn, antihiperurisemia, standarisasi ekstrak 

UJI TOKSISITAS AKUT DARI KOMBINASI EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri auct. Non L.), DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) DAN BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa L.)

Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.927 KB)

Abstract

Telah dilakukan uji toksisitas akut pada tikus jantan dan betina dari kombinasi ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri auct. Non L.), daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) dan biji jinten hitam (Coleus ambonicus Lour). Pengujian dilakukan dengan cara pemberian sediaan uji yang berupa kombinasi ekstrak dengan formula 1,5 : 3 : 1,5 dosis tunggal dengan peringkat dosis sebagai berikut: dosis I; 100 mg/kgbb, dosis II; 300 mg/kgbb, dosis III; 900 mg/kgbb, dosis IV; 2.700 mg/kgbb dan dosis V; 8.100 mg/kgbb. Kemudian dilakukan pengamatan gejala-gejala klinis yang timbul, perubahan berat badan per minggu dan histopatologi organ-organ vital yaitu: hati, ginjal, lambung, usus, limfa, jantung dan paru-paru. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis tertinggi hingga 8100 mg/kgbb dari kombinasi ekstrak tersebut hampir tidak toksik terhadap tikus putih betina dan jantan galur SD. Kata kunci : uji toksisitas akut; kombinasi ekstrak; tikus jantan dan betina galur SD.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA DI BANDAR LAMPUNG

FIAT JUSTISIA Vol 8, No 4 (2014): FIAT JUSTISIA
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.828 KB)

Abstract

abstractThis research which is a grant of DIPA UNILA 2013 aims to describe the rights of domestic workers as well as models of legal protection for them in Bandar Lampung. By using a normative approach based on secondary data, it can be concluded that first, the rights of household workers are the same as in other sectors, the difference lies only in its job type, and secondly, a model of protection of household workers is done by means of preventive and repressive. Protection model preventively done by providing the local regulations that give legal certainty to the position of household workers, including the obligations of the agreement between workers and employers, while repressive carried out by means of law enforcement, both the penal or civil code. The penal code is carried out as a responsibility of the State to prosecute and/or punish the employer and / or the person in the house that his actions resulted in physical injury and/or psychological. While civil law is an effort to provide workers rights which are not fulfilled in accordance with the employment agreement. It is recommended that in order to ensure legal certainty of the fulfillment of the rights of household workers in Bandar Lampung; it required legal norms that specifically governs the relationship of household workers and their employers in the form of local regulations. Keywords: Legal Protection, Right and Household Workers.

Pengaturan Desa Dalam Peraturan Daerah (Studi Kasus Pembentukan Kampung di Tulang Bawang Barat)

FIAT JUSTISIA Vol 6, No 3: FIAT JUSTISIA
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.902 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui landasan teoretis dan landasan yuridis pengaturan desa dan/atau sebutan lainnya dalam peraturan daerah di Tulang Bawang Barat. Menggunakan pendekatan yuridis dogmatik, disimpulkan bahwa landasan teoretis pengaturan kampung dengan perda antara lain mencakup sejarah penamaan, asal-usul kampung, dan wewenang pemerintahan daerah dalam mengatur kampung dengan peraturan daerah. Adapun landasan yuridis pengaturan kampung dengan peraturan daerah adalah sebagaimana dimaksud angka 39 dan 40 Lampiran II Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan perundang-undangan. Kata kunci : Kampung, Desa, dan Peraturan daerah.

Asas-Asas dan Landasan Teoretis dalam Naskah Akademik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2011-2016

FIAT JUSTISIA Vol 6, No 1
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.736 KB)

Abstract

Menggunakan pendekatan normatif tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan asas-asas dan landasan teoretis dalam pembentukan Naskah Akademik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2011-2016. Hasil penelusuran kepustakaan ditemukan bahwa asas-asas dalam penyusunan RPJMD meliputi asas hukum yang diatur dalam Undang-undang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Adapun landasan teoretisnya mencakup antara lain wewenang pemerintahan daerah dalam menjalankan asas otonomi seluas-luasnya berdasarkan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Kata kunci : RPJMD, asas-asas, landasan teoretis dan Naskah Akademik.

Lembaga Negara : makna, kedudukan dan relasi

FIAT JUSTISIA Vol 7, No 3: FIAT JUSTISIA
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.471 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui makna lembaga negara, kedudukan dan relasi antar lembaga negara menurut UUD Tahun 1945. Menggunakan data kepustakaan disimpulkan bahwa, pertama lembaga negara merupakan organisasi pemerintahan yang menjalankan fungsi-fungsi kenegaraan, kedua lembaga negara dapat dibentuk oleh konstitusi, Undang-undang atau peraturan perundang-undangan yang lebih rendah, ketiga, lembaga negara berkedudukan di pusat pemerintahan dan dapat pula di daerah, keempat, Fungsi dan wewenang dapat menentukan kedudukan lembaga negara, sehingga terdapat kelompok lembaga negara utama (main state organt) serta lembaga negara bantu (auxiliary organt), dan kelima, relasi antar lembaga negara dapat bersifat hirarkis struktural sebagaimana doktrin pembagian kekuasaan semasa UUD 1945 sebelum perubahan, dan dapat pula secara flat, horizontal yang berada dalam kesederajatan, dan berbeda karena wewenang belaka. Kata kunci : Lembaga negara, kedudukan dan relasi