Muhammad Muhlis
Fakultas Farmasi UAD

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN PERESEPAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN DEWASA DI SALAH SATU PUSKESMAS KOTA YOGYAKARTA PERIODE JANUARI – APRIL 2010 Muhlis, Muhammad
PHARMACIANA Vol 1, No 1: Mei 2011
Publisher : PHARMACIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mencapai keberhasilan terapi penggunaan antibiotika salah satu factor penunjangnya adalah ketepan dalam peresepan antibiotika itu sendiri, kesalahan dalam peresepan dapat menyebabkan ketidak rasionalan dalam penggunaan antibiotika. Ketidakrasionalan dalam peresepan antibiotika kemungkinan terjadi tidak hanya di puskesmas ataupun di dokter praktek swasta, namun juga di pusat-pusat pelayanan kesehatan lain seperti poliklinik dan rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola peresepan antibiotika dan tingkat kerasionalan penggunaan antibiotika pada pasien dewasa di salah satu Puskesmas Kota Yogyakarta berdasarkan data peresepan obat. Penelitian ini dirancang secara deskriptif dengan data retrospektif. Pengumpulan data dilakukan selama 4 bulan yaitu bulan Januari sampai dengan bulan April 2010. Sumber data adalah resep antibiotika pada pasien dewasa. Peresepan di kaji berdasarkan pemilihan antibiotika, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat durasi penggunaan antibiotika. Hasil penelitian didapat sebanyak 320 pasien mendapatkan antibiotika, dengan 6 jenis antibiotika yang digunakan yaitu amoksisilin 64,5%, ampisilin 11,3 %, kontrimoksazol 15,9%, kloramfenikol, 0,6 %, metronidazol 2,8 %dan tetrasiklin 4,9 %. Pasien mendapat antibiotika tunggal sebanyak 97,9 % dan pasien mendapat kombinasi antibiotika sebanyak 2,1 %.. Semua peresepan memenuhi ketepatan dosis dan frekuensi, kecuali kotrimoksasol tepat dosis 98 % dan Ampisilin tepat dosis 49 %. Semua peresepan (100%) tidak memenuhi ketepatan durasi penggunaan antibiotika. Secara umum karasionalan peresepan antibiotika untuk pasien dewasa di salah satu Puskesmas Kota Yogyakarta adalah sudah baik sesuai dengan standar penggunaan antibiotika di puskesmas, hanya perlu kajian lebih mendalam dalam hal durasi penggunaan antibiotika, sehingga dapat dibuat kebijakan baru untuk mendapatkan hasil terapi yang lebih baik
Pelatihan dan Pemotivasian Terhadap Pengembangan Karir Karyawan Muhlis, Muhammad; ., Soepeno; ., Rachmatulaily
Manager : Jurnal Ilmu Manajemen Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : fe@uika-bogor.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pelatihan danPemotivasian Terhadap Pengembangan Karir Karyawan. Metode pengumpulandata diolah melalui penyebaran kuesioner, wawancara terhadap responden dandata internal dari pihak Personalia PT. Indokarlo Perkasa. Responden dalampenelitian ini adalah karyawan Departemen Produksi Extruded Shift B sebanyak46 Orang.Analisis data menggunakan statistik korelasi, regresi, determinasi dantesting hipotesis.Hasil penelitian menunjukan hubungan antara Pelatihan danPemotivasian secara simultan dengan Pengembangan Karir Karyawan adalah kuatdan positif dengan koefisien korelasi (r) = 0,603. Analisis test-hipotesis diperolehnilai F hitung = 12,303 > F tabel = 3,21. Hal ini menunjukan terdapat hubunganyang signifikan antara Pelatihan dan Pemotivasian terhadap Pengembangan KarirKaryawan
KEJADIAN EFEK SAMPING PADA PENGGUNAAN OBAT-OBAT TANPA RESEP DI APOTEK KECAMATAN KOTAGEDE YOGYAKARTA 2016 Muhlis, Muhammad; Ghina, Ghina
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v10i2.585

Abstract

Swamedikasi yang tidak rasional dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku masyarakat dalam pemilihan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek samping apa saja yang paling sering muncul, serta mengetahui hubungan antara kejadian efek samping obat dengan cara penggunaan obat, dan mengetahui faktor apa saja yang menimbulkan efek samping dalam penggunaan obat bebas, obat bebas terbatas, OWA pada masyarakat di Kecamatan Kotagede, Yogyakarta. penelitian ini didisain secara observasional dengan metode survei,pengambilan data menggunakan kuisionerpada 100 pasien. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Uji Fisher dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian diperoleh bahwa efek samping yang umum dirasakan oleh pasien adalah mengantuk, nyeri pada perut, dan jantung berdebar. Berdasarkan hasil Uji Fisher menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara cara penggunaan obat dengan kejadian efek samping obat, faktor yang mempengaruhi efek samping pada penggunaan obat-obat tanpa resep adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara penggunaan obat yang baik dan benar, ketidak patuhan pasien dalam aturan pemakaian obat yang sudah dijelaskan oleh apoteker, danadanya perbedaan respon tubuh terhadap obat yang dikonsumsi tiap pasien. Kesimpulan, hasil uji statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan obat yang benar atau tidak benar dengan muncul atau tidak muncul efek samping obat, namun pada kenyataannya penggunaan obat-obat yang dibeli tanpa resep dokter dapat menimbulkan berbagai efek samping dan adanya perbedaan respon tubuh terhadap obat yang dikonsumsi tiap pasien.
Efek Konseling Menggunakan Brief Counseling 5A Modifikasi Disertai Pesan Motivasional Farmasis dalam Peningkatan Perilaku dan Outcome Klinik Pasien Diabetes Melitus dengan Hipertensi Rawat Jalan di RSUD Panembahan Senopati, Bantul Saputri, Ginanjar Z.; Akrom, Akrom; Muhlis, Muhammad; Muthoharoh, Ainun
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2019.8.1.31

Abstract

Diabetes melitus (DM) dengan hipertensi merupakan penyakit komplikasi sindrom metabolik dengan terapi lebih dari satu obat. Selain faktor pengetahuan, faktor perilaku dan motivasi dari luar dapat menjadi salah satu faktor kebosanan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang. Dibutuhkan edukasi dan motivasi untuk kepatuhan perilaku berobat dalam mencapai target terapi pasien DM-hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brief-counseling 5A modifikasi oleh apoteker dan dukungan motivasi pesan singkat dalam meningkatkan perilaku dan outcome klinis pasien DM-hipertensi rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain pre-post. Pengambilan data dilakukan secara prospektif selama periode Maret–Mei 2017. Sebanyak 99 orang yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 3 kelompok yang terdiri dari 33 pasien. Tingkat perilaku pasien diukur melalui wawancara menggunakan kuesioner perilaku pasien DM-hipertensi, sedangkan data outcome klinis pasien diambil dari data rekam medis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi tingkat perilaku pada tahap aksi kelompok perlakuan 1 (brief counseling 5A modifikasi) dan 2 (brief counseling 5A modifikasi + SMS motivasi) lebih besar (masing-masing sebesar 21,2%) dibandingkan kelompok kontrol (12,1%). Pemberian brief counseling 5A modifikasi dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 8,36±12,21 mmHg (p=0,000), diastolik 2,42±10,69 mmHg (p=0,202) dan gula darah sewaktu (GDS) 24,66 mg/dL (p=0,017). Pemberian brief counseling 5A modifikasi + SMS motivasi dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 8,79±17,32 mmHg (p=0,012), diastolik 5,0±9,92 mmHg (p=0,007), dan GDS 24,91 mg/dL (p=0,079). Kelompok brief counseling 5A modifikasi disertai pesan (SMS) motivasi lebih efektif dalam meningkatkan perilaku pasien dan pengontrolan outcome klinik dibandingkan kelompok kontrol maupun brief counseling 5A modifikasi.Kata kunci: Brief counseling 5A modifikasi, diabetes melitus, hipertensi, pesan motivatif (SMS motivasi) Effect of Brief Counseling 5A Modification and Pharmacist Motivation Message in Improving Behavior and Clinical Outcome of Diabetes Mellitus-Hypertensive Outpatients in Panembahan Senopati Hospital, BantulAbstractDiabetes mellitus (DM) with hypertension is a complicating disease of metabolic syndrome with more than one drug therapy. Aside from knowledge, behavior and motivation also can be factors that trigger patient’s boredom in undergoing long-term therapy. Education and motivation are needed for adherence to treatment in order to achieve therapeutic target of DM-hypertensive patients. This study aimed to determine the effect of brief counseling 5A modification by pharmacists and short message (SMS) motivation to improve behavior and clinical outcomes of DM-hypertensive outpatients at Panembahan Senopati Hospital, Bantul, Yogyakarta. This study used a quasi-experimental method with pre-post design, and data collection was conducted prospectively during the period of March–May 2017. A total of 99 patients who were eligible for inclusion criteria were divided into 3 groups consisting of 33 patients. Level of patient’s behavior was measured through interviews using behavioral questionnaire of DM-hypertensive patients, while the patient’s clinical outcome was taken from medical record. The results of this study indicate that the proportion of behavioral levels in action stage of group 1 (brief counseling 5A modification) and group 2 (brief counseling 5A modification + SMS motivation) were greater (21.2% each) than control group (12.1%). Brief counseling 5A modification could reduce systolic blood pressure by 8.36±12.21 mmHg (p=0.000), diastolic 2.42±10.69 mmHg (p=0.202) and blood glucose level 24.66 mg/dL (p=0.017). Brief counseling 5A modification with SMS motivation could reduce systolic blood pressure by 8.79±17.32 mmHg (p=0.012), diastolic 5.0±9.92 mmHg (p=0.007), and blood glucose level 24.91 mg/dL (p=0.079). The brief counseling 5A modification group with SMS motivation was more effective in improving patient behavior and controlling clinical outcomes compared to the control group and brief counseling 5A modification group.Keywords: Brief counseling 5A modification, diabetes mellitus, hypertension, motivational message (SMS)
Pengetahuan Apoteker tentang Obat-Obat Look-alike Sound-alike dan Pengelolaannya di Apotek Kota Yogyakarta Muhlis, Muhammad; Andyani, Resa; Wulandari, Tika; Sahir, Aulisa A.
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan produksi obat yang cukup pesat menyebabkan terdapat beberapa obat yang memiliki bentuk dan nama yang hampir sama, hal ini dapat menyebabkan munculnya medication error berupa kesalahan dalam pemberian obat kepada pasien. Obat yang hampir sama bentuk dan namanya ini dikenal dengan obat-obat look-alike sound-alike (LASA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan apoteker yang bekerja di apotek Kota Yogyakarta terhadap obat-obat LASA dan apakah apotek tersebut telah melaksanakan penataan obat berdasarkan kaidah obat LASA. Hasil penelitian kemudian diuji menggunakan Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pengelolaan obat LASA serta pengelolaan dan kesalahan pengambilan obat LASA. Pengambilan data dilakukan pada bulan September-November 2018. Total sampling adalah apotek di kota Yogyakarta yang bersedia menjadi tempat penelitian dan objek penelitian adalah apoteker yang bekerja di masing-masing apotek dan telah menandatangani informed consent. Dari 136 apotek yang berada di kota Yogyakarta, 66 apotek bersedia menjadi objek penelitian dan mengisi kuesioner dengan benar. Pengetahuan apoteker yang bekerja di apotek Kota Yogyakarta terhadap obat LASA berkategori baik 56% dan kurang baik 44%; pengelolaan obat LASA berkategori baik 41% dan kurang baik 59%; dan pengalaman dalam kesalahan pengambilan obat LASA berkategori pernah 53% dan tidak pernah 47%. Hasil uji Chi-Square menyatakan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pengelolaan obat LASA serta pengelolaan obat LASA dan kesalahan dalam pengambilan obat.Kata kunci: Apotek, apoteker, obat-obat look-alike sound-alike (LASA) Pharmacist Knowledge of Look-alike Sound-alike Drugs and Their Management at Pharmacies in the City of YogyakartaAbstract Drugs production develop rapidly nowadays and many drugs have embodied similar shapes and names which may lead to medication error and difficulty in emergency medication administration. Drugs with similar shapes/physical appearances/packagings and names that have spelling similarities are known as look-alike sound-alike (LASA) medicines. This study aimed to determine the extent of the knowledge of pharmacists on LASA drugs at pharmacies in Yogyakarta city and whether the pharmacies have implemented drugs structuring according to the LASA drug rules. The results were analyzed using Chi-Square test to determine the relationship between knowledge and management of LASA drugs, and between the management and errors in taking LASA drugs. Data retrieval was carried out in September-November 2018 with total sampling were pharmacies in the city of Yogyakarta and objects of research were pharmacists who worked at the sampling pharmacies and had signed the informed consent. Of the 136 pharmacies, only 66 pharmacies were willing to become the samples of research. The results showed that pharmacists’ knowledge on LASA drugs categorized as good was 56% and not good was 44%; LASA drugs management categorized as good was 41% and not good was 59%; pharmacists who had experience in errors in taking LASA drugs was 53% and never had was 47%. In conclusion, there was no significant relationship between knowledge and management of LASA drugs, and between management of LASA drugs and errors in taking drugs.Keywords: Look-alike sound-alike drugs, pharmacist, pharmacy
KEJADIAN EFEK SAMPING PADA PENGGUNAAN OBAT-OBAT TANPA RESEP DI APOTEK KECAMATAN KOTAGEDE YOGYAKARTA 2016 Muhlis, Muhammad; Ghina, Ghina
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v10i2.585

Abstract

Swamedikasi yang tidak rasional dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku masyarakat dalam pemilihan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek samping apa saja yang paling sering muncul, serta mengetahui hubungan antara kejadian efek samping obat dengan cara penggunaan obat, dan mengetahui faktor apa saja yang menimbulkan efek samping dalam penggunaan obat bebas, obat bebas terbatas, OWA pada masyarakat di Kecamatan Kotagede, Yogyakarta. penelitian ini didisain secara observasional dengan metode survei,pengambilan data menggunakan kuisionerpada 100 pasien. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Uji Fisher dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian diperoleh bahwa efek samping yang umum dirasakan oleh pasien adalah mengantuk, nyeri pada perut, dan jantung berdebar. Berdasarkan hasil Uji Fisher menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara cara penggunaan obat dengan kejadian efek samping obat, faktor yang mempengaruhi efek samping pada penggunaan obat-obat tanpa resep adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara penggunaan obat yang baik dan benar, ketidak patuhan pasien dalam aturan pemakaian obat yang sudah dijelaskan oleh apoteker, danadanya perbedaan respon tubuh terhadap obat yang dikonsumsi tiap pasien. Kesimpulan, hasil uji statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan obat yang benar atau tidak benar dengan muncul atau tidak muncul efek samping obat, namun pada kenyataannya penggunaan obat-obat yang dibeli tanpa resep dokter dapat menimbulkan berbagai efek samping dan adanya perbedaan respon tubuh terhadap obat yang dikonsumsi tiap pasien.