Muhidin Muhidin
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Jalan Hasanudin 123 Salatiga

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

SURVEI DEMOGRAFI DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DI DAERAH KASUS LEPTOSPIROSIS DI DESA SUMBERSARI KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2010

Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 4, No 1 Jun (2012)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis is a zoonotic disease, caused by the leptospira bacteria. Leptospirosis atSumbersari Village Moyudan, Subdistrict Sleman District was the highest case in the D.I.Yogyakarta Province with CFR = 16.6% in 2009. The purpose study is to describe an individualcharacteristic and condition of urban environmental leptospirosis case area. It was explorativedescriptive research with cross sectional approach. Population of this study is houses in theleptospirosis case area. Ninety houses were chosen, using simple random sampling. This studyshowed the proportion of leptospirosis in farmer was 4.4 %, proportion on sex male was 6,6 %,proportion on group 40 - 59 years old was 6.6 %, basic education level was 4.4 %. There was astatistically significant correlation between the water storage with the incidence of leptospirosis (p=0.034); the environtmental conditions around of the leptospirosis case with water temperature werebetween 20 - 25 °C, pH range 6.4 - 7.4, soil pH range 6.8 - 7.2; The conclusion of this study are:Farmer and the house with no water storage is at risk for leptospirosis,Key words: leptospirosis, zoonosis, prevalensi. Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis, yang diakibatkan oleh bakteri leptospiraKejadian leptospirosis di Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan merupakan yang tertinggi diProvinsi D.I. Yogyakarta dengan CFR= 16,6% pada tahun 2009. Tujuan Penelitian ini adalah untukmendeskripsikan karakteristik individu dan kondisi lingkungan rumah di daerah kasus leptospirosis.Metode penelitian menggunakan jenis ekspoloratif deskriptif dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian adalah rumah tangga di daerah kasus leptospirosis. Jumlah sampelsebanyak 90 kepala keluarga ,ditentukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitianmenunjukkan proporsi kasus leptospirosis pada kelompok pekerjaan (petani) 4,4%. Pada kelompokdengan jenis kelamin laki-laki 6,6%. Pada kelompok golongan umur 40 - 59 tahun 6,6% dan padatingkat pendidikan dasar 4,4 %. Ada hubungan yang bermakna secara statistik antara rumah yangtidak memiliki tempat menyimpan sarana air bersih dengan kejadian leptospirosis (p= 0,034).Kondisi pH air 6,4 - 7,4 dan suhu air 20 - 25 °C dengan pH tanah 6,8 - 7,2. Kesimpulan penelitian:Pekerjaan sebagai petani dan kondisi rumah yang tidak memiliki tempat menyimpan sarana airbersih berisiko tertular leptospirosis.Kata kunci: leptospirosis, zoonosis, prevalensi.

DISTRIBUSI DANF AKTOR RESIKO LINGKUNGAN PENULARAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH

Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 2, No 2 Okt (2010)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The studyofdistribution and risk factorsofleptospirosis was conductedin Bonang Sub district,Demak Regency in May - July 2006. This study aimed to discover the distribution and risk factorsofleptospirosis incidence using cross sectional approach. The leptospirosis cases were determinedbyperipherbloodtest using leptotek lateral flow, while leptotek dri-dotwasusedto test rodent blood.Thedistributionsofcases andleptospires reservoirwereanalyzedby amappingprogramGISand thecharacteristic ofleptospirosis cases were identified using questionnaire. The result showed thatleptospirosis cases spread randomly along Tuntang Lama River and cored in Bonang sub district(Tridonorejo and Gebang villages). The distance betweenleptospires buffer zone and river was about< 50 meters (21 cases), 50 - 100 meters (8cases) and 100 meters(4 cases). The leptospirosisincidence more prevalent in man (74,8%) than woman (25,2%>). The leptospirosis cases were 15 yearsold or more (87,4%), their occupationwere farmer orfisherman (52,6%), housewife(36,2%) andseller (20%). Their house were easy enteredby rats 74,6% (RR; 23,6-33,2).Thepeoplewho gotleptospires common using water from the river for their daily activities 83,2% (RR; 15,4-17,6) andthey have not any cattle 82,5%)(RR; 1,6-4,7). During the survey was found 57 rats, such asRattustanezumi 36 rats,Norwayrats, R. norvegicus21 rats and theinsectivore Suncusmurinus15 rats. Inaddition,R.tanezumi andR. norvegicuswere foundinfected byleptospires and they wereestimatedasleptospirosisreservoir.Keywords:leptospirosis, DemakRegency,epidemiology,reservoir.AbstrakStudidistribusi dan faktor risiko lingkungan leptospirosis telah dilakukandi KecamatanBonang,KabupatenDemak,padabulanMei- Juli2006.Tujuanpenelitianadalahmengetahuipenyebarandanfaktor risiko lingkungan kejadian leptospirosis di daerah penelitian. Penelitian menggunakanrancangan cross sectional. Penentuan kasus leptospirosis dengan pemeriksaan darah tepimenggunakanleptotek latteral flow, sedangkanuntuktikus menggunakanleptotek dridot.Distribusikasusdan reservoir leptospirosis dianalisisdenganpemanfaatanprogrampemetaan. Karakteristikkasus leptospirosis dikajidenganmenggunakankuesionerterstruktur. Hasilpenelitianmenunjukanbahwaleptospirosis tersebar secara random di sepanjangtepi sungai TuntangLamadanterfokus diKecamatanBonang (DesaTridonoredjo,danGebang).Buffer Zonekasus leptospirosis dansungaiberjarak < 50 m (21 kasus), 50 - 100 m (8 kasus) dan > 100 m (4 kasus). Kasus leptospirosis berjeniskelamin laki-laki (74,8%) lebih banyak daripada perempuan (25,2%). Kelompokumur kasusleptospirosis >15tahun (87,4%), pekerjaan petani/nelayan 52,6%, ibu rumah tangga 36,2% danpedagang 20%. Kasus leptospirosis pada umumnya rumah tidak rapat tikus 74,6% (23,6 - 33,2) danmemanfaatkan air sungai di depan rumahnya83,2%>(RR ; 15,4 - 17,6), dan tidak mempunyai hewanternak 82,5% (RR; 1,6 - 4,7). Selama survei ditemukan 57 ekor tikus, meliputi tikus rumah Rattustanezumi sebanyak 36 ekor, tikus gotR. norvegicus2ekor, dan cecurutSuncusmurinus(cecurut rumah) sebanyak 15 ekor.R.tanezumi (6,82% dari 36 ekor tikus) dan tikus gotR. norvegicus(3,6%>dari21ekortikus)terinfeksibakteriLeptospira.Katakunci;leptospirosis, Demak,Epidemiologi,Reservoir

MORFOLOGI BUNGA YANG SESUAI BAGI KULTUR MIKROSPORA PADA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

Jurnal Agroteknos Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Agroteknos

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.259 KB)

Abstract

An experiment aimed in gaining information on morphological characteristics of Jatropha curcas (L.) containing high frequency of uninucleate microspores has been done. This was important due to the successful application of experiment in haploid technique through anther or microspore culture is strongly determined by the availability of information from basic research such as appropriate morphology of the flowers. This scientific article, in our knowledge, was an early explanation of the initial steps of whole procedures in the microspore culture of Jatropha curcas (L.).  Results of the research showed that the morphological features of flower that contained high frequency of mid- and late uninucleate microspores was that the flowers must be in the range of 2 to 3 mm in length. Such flowers contained yellowish anthers.Key words: Flowers length, mid- and late-uninucleate, morphology, physic nut, microspore

Upaya Peningkatan Produktivitas Padi Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun K
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.637 KB)

Abstract

Padi merupakan komoditi strategis yang dapat memberikan dampak yang serius pada bidang sosial, ekonomi, maupun politik di Indonesia. Pengadaan padi nasional harus betul-betul diperhatikan agar tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan. Peningkatan produktivitas padi guna mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan, dapat dilakukan melalui: (1) pendekatan teknis/lingkungan (biotik, abiotik, dan manajemen); (2) perbaikan karakter tanaman (pemuliaan konvensional, bioteknologi/rekayasa genetik); (3) pemanfaatan sumber daya (varietas) lokal secara maksimal; (4) penambahan luasan lahan pertanian baru; dan (5) pendekatan sosial budaya. Produksi pangan tergantung dari berbagai faktor, seperti iklim, tanah, tanaman, sarana produksi, manajemen dan insentif bagi para petani dalam memproduksi komoditas pangan. Rendahnya laju peningkatan produksi pangan diduga disebabkan oleh: (1) produktivitas tanaman pangan yang masih rendah dan terus menurun; (2) peningkatan luas areal penanaman-panen yang stagnan bahkan terus menurun khususnya di lahan pertanian pangan produktif di pulau Jawa. Upaya-upaya terpadu secara terkonsentrasi pada peningkatan produksi padi nasional yang terencana mulai ―presisi‖ di sektor hulu – proses (on farm) dan hilirnya perlu dilakukan dengan penekanan pada: peningkatan produktivitas dan penerapan teknologi bio/hayati organik, perluasan areal pertanian pangan (padi) dan optimalisasi pemberdayaan sumber daya pendukung lokalnya, kebijakan tataniaga beras dan pembatasan impor beras, pemberian kredit produksi dan subsidi bagi petani padi, serta pembatasan konversi lahan pertanian pangan menjadi lahan non-pertanian.

Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum BUMN Dan Bank Umum Swasta Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 - 2015

JRB-Jurnal Riset Bisnis Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pancasila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.713 KB)

Abstract

The purpose of this research is to determine whether there are significant differences in the CAR, NPL, ROA, ROE, NIM, BOPO, and LDR between government bank compared to private banks in Indonesia Stock Exchange (IDX) the periode of 2011-2015. Method of sample selection was done by purposive sampling, the samples obtained from government banks such as BNI, BRI, BTN, and Mandiri bank, while from private banks such as BCA, CIMB Niaga, Danamon, and Permata bank. Data analysis methods is hypothesis testing using two different test mean (paired sample t-test) and wilcoxon signed rank test. The results showed that the financial performance of the ratio for CAR, NPL, ROA, NIM, BOPO, and LDR there is no significant difference between the government banks and private bank. While the financial performance of the ROE ratio there are significant differences between the government banks and private banks.

PENGEMBANGAN SAYURAN ORGANIK PADA LAHAN PEKARANGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA KENDARI

Jurnal Abdimas Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.442 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat terintegrasi KKN Tematik ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan budidaya tanaman organik kepada mitra sasaran (Dharma Wanita Persatuan Universitas Halu Oleo), sehingga mereka dapat mengembangkan tanaman sayuran organik di pekarangan masing-masing. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian UHO sebagai peserta KKN Tematik dalam pembuatan demplot sayuran organik. Metode pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan bimbingan teknis serta pendampingan teknologi secara langsung pada mitra sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini telah tercapai, ditandai dengan respon peserta yang sangat positif dan antusiasme yang tinggi terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Transfer pengetahuan dan teknologi melalui penyuluhan yang langsung diimplementasikan dalam bentuk demplot teknologi merupakan metode yang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran peserta sehingga diharapkan mereka dapat dengan mudah menduplikasi teknologi yang diberikan secara berkelanjutan terutama di lingkungan rumah tangga masing-masing.

Optimalisasi Penggunaan Lahan Melalui Pendekatan Evaluasi Lahan Untuk Pengembangan Padi Ladang (Studi Kasus Pada Kebun Percobaan Universitas Halu Oleo Di Kecamatan Moramo Utara Konawe Selatan)

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun K
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.462 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Kebun Percobaan Universitas Halu Oleo di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Berlangsung dari bulan Agustus 2013 sampai Januari 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan produktivitas lahan melalui pengembangan padi ladang di Kebun Percobaan UHO. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei tanah dengan sistem grid. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan metode pencocokan antara karakteristik lahan dengan kriteria persyaratan tumbuh tanaman padi ladang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kebun Percobaan Universitas Halu Oleo terdapat lahan sekitar 246,21 ha yang sesuai (sangat sesuai, cukup sesuai dan sesuai marginal) untuk pengembangan tanaman padi ladang. Faktor pembatas pertumbuhan tanaman yang ditemui antara lain pH tanah yang masam, kejenuhan basa yang rendah serta kemiringan lereng yang curam. Alternatif pengelolaan yang dapat dilakukan antara lain dengan pemberian bahan organik dan tindakan pengelolaan konservasi tanah. 

Pengembangan Pisang Kate (Dwarf Banana Cavendish) Sebagai Bahan Pangan Alternatif

PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun K
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.82 KB)

Abstract

Pisang umumnya ditanam pada areal terbuka karena menghendaki intensitas cahaya penuh.  Penanaman pisang pada areal di bawah tegakan baik berupa tanaman perkebunan (seperti kelapa) dan kehutanan (seperti jati) umumnya masih terbatas karena pertumbuhan tanaman akan terhambat karena tidak mendapatkan cahaya yang cukup.  Penelitian ini dalam jangka panjang bertujuan untuk menyeleksi klon-klon plasma nutfah pisang kate lokal yang memiliki toleransi tinggi terhadap naungan, yang diseleksi pada naungan buatan menggunakan paranet maupun naungan alami pada tegakan di bawah pohon. Sementara dalam jangka pendek penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi potensi pertumbuhan dan produksi tanaman pisang kate lokal asal Sultra untuk pengembangan tanaman pisang toleran naungan. Dari penelitian ini diharapkan dapat dihasilkan klon-klon pisang kate lokal yang memiliki toleransi tinggi terhadap naungan, sebagai sumber bibit untuk tanaman sela pada kondisi ternaungi dan dapat digunakan sebagai sumber keragaman genetik untuk menghasilkan galur pisang kate yang toleran terhadap  naunganHasil penelitian menunjukan bahwa tanaman pisang kate yang berasal dari berbagai Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tenggara memiliki tingkat kekerabatan yang tinggi berdasarkan karakter pertumbuhan vegetatif, sifat-sifat bunga dan buah, ditunjukan dengan nilai koefisien kemiripan yang tinggi, meskipun kondisi lingkungan asal tanaman pisang kate lokal tersebut berbeda-beda.  Berdasarkan penelitian ini dapat dikumpulkan dan dikoleksi sebanyak 56 kultivar pisang kate lokal yang akan diuji lebih lanjut terhadap kondisi lingkungan ternaung.

EFEKTIVITAS BERBAGAI FORMULASI RIZOBAKTERI SEBAGAI BIOHERBISIDA PADA PERTANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.679 KB)

Abstract

ABSTRACKThe purpose of this research was to study the effectiveness of various formulations rhizobacteria as bioherbicide in soybean. This research was conducted at the Agrotechnology Laboratory Unit Agronomy and Field Laboratory, Faculty of Agriculture Halu Oleo university, Kendari from March to June 2016.This research was arranged on randomized complete block design (CBD), which consisted of seven treatments that are P0 (Control), P1 (Bacillus sp. A05 + water), P2 (Bacillus sp. A05 + talc), P3 (Bacillus sp. A05 + husk charcoal powder), P4 (P. aeruginosa A08 + water), P5 (P. aeruginosa A08 + talc), P6 (P. aeruginosa A08 + husk charcoal powder). The treatments was repeated three times so that there were 21 experimental units. Weed vegetation were analyzed using quadratic metode, quadrant size used was 1x1 m2, observations were made one time when the soybean was 21 HST. The soybean data were analyzed using of analysis variance followed by Duncan's Multiple Range Test if the treatments was significant. The results showed that treatment of formulations rhizobacteria P6 namely P. aeruginosa A08 in the husk charcoal powder carrier formulation was the best among all 5 other formulations, that could be seen in the weeds vegetation analysis data results, showed that P. aeruginosa A08 in the husk charcoal powder carrier formulation could suppress the growth of Cleome rutidosperma D.C and Cyperus rotundus L. which was the dominant weeds in soybean. Husk charcoal powder was able to improve the suitability of rhizobacteria P. aeruginosa A08 as bioherbisida in the field so that they could worked more effectively as bioherbisida than other treatments. Keywords: Bioherbicides, formulation rhizobacteria, Glycine max (L.) Merrill

Analisis Kelembagaan Agribisnis untuk Pemberdayaan Petani Gula Kelapa

On Process
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.833 KB)

Abstract

Empowering farmers palm sugar is a series of systematic efforts, consistent and to achieve common goals more efficiently continuing to improve the adaptability and innovation of farmers on optimum utilization of technology within the existing institutional rules. This research aims: (1) to examines the resources potential of palm sugar farmers in agribusiness, (2) to examines the application of palm sugar technology, (3) to analyzed the institutional rules of palm sugar agribusiness. This research was conducted in the South Konawe Regency from June to November 2012. Data were collected through interviews, in-depth interview, Focus Group Discussion and observations at the location of the processing of palm sugar. Human resource potential, technology implementation, and processing of palm sugar, and institutional rules of palm sugar agribusiness analyzed qualitatively and quantitatively. The result of research showed: (1) human resources of palm sugar agribusiness at South Konawe Regency not reached the standard of sustainable business, (2) The technology to produce palm sugar is not right that the income is not optimal, and (3) institutional support palm sugar processing business has not been strong and permanent in an effort to empower entrepreneurs. So that the necessary human resource development, testing technologies, consumer preferences and business partnerships palm sugar.