Muhakka Muhakka
Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Peforman Produksi Ayam Pedaging dengan Pemanfaatan Bungkil Biji Kapas sebagai Pengganti Sebagian Bungkil Kedelai dalam Ransum Sahara, Eli; Sandi, Sofia; Muhakka, Muhakka
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya harga ransum, mengharuskan kita mencari bahan alternatif lain  yang harganya lebih murah, salah satunya adalah penggunaan bungkil biji kapas (BBK).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan BBK sebagai pengganti sebagian bungkil  kedelai terhadap pertumbuhan ayam broiler.  Penelitian ini menggunakan ayam broiler umur dua minggu.  Ransum perlakuan yang digunakan terdiri dari 4 tingkat  penggunaan BBK sebagai  pengganti bungkil kedelai yakni R0 (0%), R1(6%), R2 (12%) dan R3 (18%).  Rancangan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Kelompok) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dan setiap  ulangan terdiri dari 6 ekor ayam dengan menggunakan kandang koloni.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pada berbagai perlakuan penggunaan BBK berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB) dan konvesi ransum terbaik diperoleh pada perlakuan R2.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan BBK sebagai pengganti bungkil kedelai terbaik diperoleh pada tingkat 12%.Kata Kunci: bungkil biji kapas, bungkil kedelai , ransum, ayam broiler
Karakteristik Morfologis Dan Reproduksi Kerbau Pampangan Di Propinsi Sumatera Selatan Muhakka, Muhakka; Riswandi, Riswandi; M. Ali, Asep Indra
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologis dan reproduksi kerbau pampangan di Propinsi Sumatera Selatan. Dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu kabupaten OKI, Banyuasin dan Ogan Ilir selama 6 bulan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Penarikan contoh bersifat multistage purposive sampling mulai dari penentuan kabupaten, kecamatan, serta peternak. Setelah ditetapkan tiga kabupaten lokasi sampel, akan dipilih masing-masing satu kecamatan sentra populasi yang jumlah populasinya terbanyak. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh diolah secara matematis, disajikan secara tabulasi kemudian dijelaskan secara deskriptif, yaitu melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik morfologis dan reproduksi kerbau pampangan secara cermat dan faktual dari data yang telah terkumpulkan. Karakteristik morfologis kerbau pampangan adalah warna bulu hitam/hitam keabu-abuan, bentuk tubuh besar, temperamen tenang, kepala besar dan telinga panjang, tanduk ada yang tegak panjang dan melingkar ke arah belakang dan ada juga yang arah ke bawah. Bentuk ambing simetris dan berkembang dengan baik. Karakteristik reproduksi kerbau Pampangan umur pertama kawin rata-rata 2,3 tahun atau 27 bulan, umur beranak pertama 3,23 tahun, estrus (berahi) pertama setelah beranak 88,33 hari, kawin setelah beranak 139,11 hari, jarak beranak 14 bulan dan umur lepas sapih anak 9,07 bulan.Kata kunci: Karakteristik, morfologis, reproduksi, kerbau
Nutritional Dried Matter, Crude Protein and Crude Fiber on Lowland Tidal Grass Fermented by Probiotic Microorganisms for Use Bali Cattle Feed Muhakka, Muhakka; Wijaya, A; Ammar, M
ANIMAL PRODUCTION Vol 17, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.619 KB)

Abstract

Abstract. This study was aimed to determine nutritional value of lowland tidal grass fermented by probiotic microorganisms. This study used a completely randomized design and investigated two factors, namely varieties of lowland tidal grass (kumpai tembaga (Ischaemum rugosum), kumpai minyak (Hymenachne amplexicaulis) and kumpai padi (Oryza rufipogon)) and probiotic microorganism concentration (0.3, 0.5, 0.7 and 0.9 percent). The following parameters were observed, including dried matter content, crude protein content and crude fiber content.  The results showed that the use of probiotics have significant effects on crude protein content and crude fiber content. In conclusion, the use of probiotics can improve the nutritional value of grass. The best result was obtained on kumpai tembaga grass (Ischaemum rugosum) fermented with 0.7% probiotic microorganism. Keywords: nutritional evaluation, lowland tidal grass, fermentation, probiotics microorgansms Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai nutrisi rumput tidal dataran rendah yang difermentasi menggunakan mikroba probiotik. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dan mengamati dua faktor, yaitu varitas rumput tidal dataran rendah (kumpai tembaga (Ischaemum rugosum), kumpai minyak (Hymenachne amplexicaulis) dan kumpai padi (Oryza rufipogon)) dan mikroba probiotik (0,3; 0,5; 0,7 dan 0,9 persen). Parameter yang diamati meliputi kandungan bahan kering, protein kasar, dan serat kasar. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan probiotik memiliki pengaruh nyata terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Dapat disumpulkan bahwa penggunaan probiotik dapat meningkatkan nilai nutrisi dari rumput. Hasil terbaik diperoleh pada rumput kumpai tembaga (Ischaemum rugosum) yang difermentasi menggunakan 0,7% mikroba probiotik. Kata kunci: evaluasi nutrisi, rumput tidal dataran rendah, fermentasi, mikroba probiotik
Kandungan Mineral Hijauan Rumput Rawa Sebagai Pakan Kerbau Pampangan di Sumatera Selatan Muhakka, Muhakka; Suwignyo, R.A.; Budianta, D.; Yakup, Yakup
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal "Tantangan dan Solusi Pengembangan PAJALE dan Kel
Publisher : Seminar Nasional Lahan Suboptimal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.28 KB)

Abstract

Muhakka et al, 2019. Mineral Content of Forage Swamp Grass as Pampangan Buffalo Feed in South Sumatera. pp. 82-92.This study aims to analyze the mineral content of swamp forage vegetation as feed for pampangan buffalo. This research was carried out in Rambutan Village and Pulau Layang Village. This research is a descriptive study to describe the mineral content of swamp forage vegetation as feed for pampangan buffalo. Parameters observed were content of Calcium (Ca), Phosphorus (P), Sodium (Na), Iron (Fe), Aluminum (Al), Cobalt (Co) and Selenium (Se). Mineral content of swamp forage vegetation varies. The content of Ca with a range of 0.041 - 1.170%, with the lowest Ca of kumpai tembaga (Hymenachne acutigluma) and the highest of Are Bolong (Polygonum barbatum L). P content ranged from 0.020 - 0.181%, the lowest content of kerak maling grass and the highest kumpai minyak (Hymenachne amplexicaulis). Na content ranges from 0.005 - 0.362%, the lowest content of kumpai tembaga (Hymenachne acutigluma) and the highest kumpai minyak (Hymenachne amplexicaulis). Fe content ranges from 0.003 - 0.005%, the lowest content of kumpai tembaga grass (Hymenachne acutigluma) and the highest kerak maling grass. Al content ranges from 1,815 - 182,29 ppm, with the lowest content of kumpai tembaga grass. The best mineral content of forage swamp vegetation is kumpai tembaga, are bolong, kerak maling and telepuk gajah.