Mudzanatun Mudzanatun
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

KOMITMEN MENJADI KEPALA SEKOLAH BERKUALITAS MELALUI OTORITAS PROFESIONAL DAN MORAL

Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The results of research on school leadership elementary and secondary schools show that school principals showed good characteristics such as having a clear vision, strong leadership and have high expectations for student achievement and teacher performance.Good school management can not be avoided will be found that the principal  aggressive, dynamic and professionally cautious in providing educational programs that are considered important. There is no / very rare good school with a bad principal, or school with the principal ugly either.Indicators that describe the characteristics of an effective school is a school management and democratic decision-making, instructional leadership, the maximum learning time, collaborative planning and the pattern of collegial relationships among teachers.Abstrak.Hasil-hasil penelitian tentang kepemimpinan sekolah dasar dan sekolah menengah menunjukkan bahwa kepala sekolah yang baik menunjukkan ciri-ciri antara lain memiliki visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat dan memiliki harapan yang tinggi terhadap prestasi siswa dan kinerja guru.Manajemen sekolahyang bagus tidak dapat dihindari akan dijumpai kepala sekolah yang agresif, dinamis dan secara profesional berhati-hati dalam menyediakan program-program pendidikan yang dianggap penting. Tidak ada/sangat jarang dijumpai sekolah baikdengan kepala sekolah jelek, atau sekolah jelek dengan kepala sekolah baik.Indikator yang menggambarkan ciri sekolah yang efektif adalah manajemen sekolah dan pengambilan keputusan secara demokratis, kepemimpinan instruksional, waktu belajar maksimal, perencanaan kolaboratif dan adanya pola hubungan kolegial di antara para guru.Kata kunci: kepala sekolah, profesional

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK SD PADA MAHASISWA S1 PGSD IKIP PGRI SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian dalam rangka memperolehdeskripsi tentang hal-hal berikut; (a) kemampuan mahasiswa PGSD IKIP PGRISemarang dalam mengembangkan bahan ajar tematik, (b) langkah-langkahpenyusunan bahan ajar tematik SD, (c) Meningkatkan kemampuan mahasiswaPGSD IKIP PGRI Semarang dalam mengembangkan bahan ajar pembelajarantematik. Penelitian ini menggunakan analisis teks bahan ajar. Langkahpenyelesaian penelitian menggunakan langkah R&D, yakni: Tahap I: Studipendahuluan, yang meliputi : observasi, identifikasi respon dan kebutuhanmahasiswa dalam pengembangan bahan ajar, Tahap II : Pengembangan awal,rancangan penyusunan bahan ajar tematik, meliputi: penyusunan jejaringkompetansi dasar, pembuatan silabus, pengembangan materi pokok menjadibahan ajar , Tahap III : Evaluasi pengembangan bahan ajar tematik SD, Tahap IV: Perbaikan dan penyusunan bahan ajar tematik SD. Pengembangan materidilaksanakan dalam perkuliahan menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkahlangkahpengembangan bahan ajar adalah pembuatan jejaring tema,pengembangan indikator dan tujuan pembelajaran, pengembangan materi ajar, danpenilaian bahan ajar. Produk yang dihasilkan berupa buku bahan ajar untuk kelassatu semester satu.Kata kunci: Bahan ajar, pembelajaran tematik.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK SD PADA MAHASISWA S1 PGSD IKIP PGRI SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian dalam rangka memperolehdeskripsi tentang hal-hal berikut; (a) kemampuan mahasiswa PGSD IKIP PGRISemarang dalam mengembangkan bahan ajar tematik, (b) langkah-langkahpenyusunan bahan ajar tematik SD, (c) Meningkatkan kemampuan mahasiswaPGSD IKIP PGRI Semarang dalam mengembangkan bahan ajar pembelajarantematik. Penelitian ini menggunakan analisis teks bahan ajar. Langkahpenyelesaian penelitian menggunakan langkah R&D, yakni: Tahap I: Studipendahuluan, yang meliputi : observasi, identifikasi respon dan kebutuhanmahasiswa dalam pengembangan bahan ajar, Tahap II : Pengembangan awal,rancangan penyusunan bahan ajar tematik, meliputi: penyusunan jejaringkompetansi dasar, pembuatan silabus, pengembangan materi pokok menjadibahan ajar , Tahap III : Evaluasi pengembangan bahan ajar tematik SD, Tahap IV: Perbaikan dan penyusunan bahan ajar tematik SD. Pengembangan materidilaksanakan dalam perkuliahan menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkahlangkahpengembangan bahan ajar adalah pembuatan jejaring tema,pengembangan indikator dan tujuan pembelajaran, pengembangan materi ajar, danpenilaian bahan ajar. Produk yang dihasilkan berupa buku bahan ajar untuk kelassatu semester satu.Kata kunci: Bahan ajar, pembelajaran tematik.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEMESTER 1 SD NEGERI BANGO 1 DEMAK TAHUN PELAJARAN 2011/2012

MALIH PEDDAS Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan pokok yang dibahas adalah “Apakah model pembelajarankooperatif dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika bagi siswakelas IV SD Negeri Bango 1 Demak pada semester 1 Tahun Pelajaran 2011/2012”. Datapenelitian diperoleh dengan metode tes dan metode observasi. Data yang telahterkumpul dinyatakan berhasil bilamana ketuntasan prestasi belajar klasikal mencapai85%.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari hasil penelitian di SD NegeriBango 1 Demak, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Siklus pertamamempunyai ketuntasan belajar klasikal yaitu 70,83% dengan nilai rata-rata 65. Sikluskedua mempunyai ketuntasan belajar klasikal yaitu 79,17% dengan nilai rata-rata67,08. Siklus ketiga mempunyai ketuntasan belajar klasikal yaitu 87,50% dengan nilairata-rata 70,42. Hal ini dapat dikatakan berhasil karena ketuntasan belajar klasikal lebihbesar dari indikator keberhasilan yaitu 85%. Dengan demikian, model pembelajarankooperatif dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika siswa SDNegeri Bango 1 Demak kelas IV semester 1 Tahun Pelajaran 2011/2012.Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif, hasil belajar, matematika

PENGARUH SIKAP GURU DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK MULIA MELALUI KETELADANAN GURU DI SDN NGALURAN 2 KARANGANYAR KAB DEMAK

MALIH PEDDAS Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Degaradasi moral sekarang mengancam generasi muda tidak terkecuali peserta didik SD, rusaknya perilaku peserta didik ini disebabkan banyak faktor dari dalam maupun dari luar, namun dengan pendidikan dan keteladanan dari guru semoga dapat mengurangi dampak negatif perilaku peserta didik dan merubah perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif dengan tehnik deskriptif persentase. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah dengan keteladanan guru dapat meningkatkan akhlak mulia siswa SDN Ngaluran 2?, dapatkah keteladanan guru mempengaruhi pembentukan sikap akhalk mulia siswa SDN Ngaluran 2?, apakah pengaruh yang ditimbulkan dari sikap guru terhadap pembentukan akhlak mulia siswa SDN Ngaluran 2?. Tujuan penelitian untuk meningkatkan dan membentuk perilaku akhlak mulia peserta didik. Penelitian dilakukan pada siswa kelas V SDN Ngaluran 2 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak, dengan jumlah siswa 32 anak. Penelitian dilakukan dua siklus.Indikator keberhasilan dalam penelitian ini antara lain perubahan perilaku siswa dari kurang baik menjadi baik, meningkatkan aktifitas siswa dalam pembelajaran, guru dapat memberikan contoh keteladanan kepada peserta didik. Hasil penelitian, pada siklus I menunjukkkan perilaku peserta didik masih rendah dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu berdasarkan pengamatan guru menjadi 100% kurang baik dan pada siklus III menjadi 22% kurang baik dan 78% baik, berdasarkan penilaian peserta didik dari siklus II 100% berperilaku kurang baik dan pada siklus III menjadi 6,25% kurang baik dan 93,75% baik, keteladan guru dari siklus II 88% sangat baik menjadi 92% sangat baik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan dan perubahan perilaku kearah yang lebih baik.Berdasarkan penelitian ini disarankan agar guru dapat memberikan keteladanan yang baik bagi peserta didik.KATA KUNCI: Sikap guru, akhlak mulia, keteladanan guru dan pembiasaan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SEMESTER I SD N WONOKERTO 1 KARANGTENGAH DEMAK TAHUN AJARAN 2011/2012

MALIH PEDDAS Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dapat mencapai nilai kriteria kentusan minimal, meningkatnya hasil belajar, keaktifan siswa dan kinerja guru pada pokok bahasan struktur bagian tumbuhan dan fungsinya di kelas IV Semester I SDN Wonokerto 1 Karangtengah Demak Tahun Ajaran 2011/2012. Subyek penelitian ini berjumlah 35 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SDN Wonoketo 1 Karangtengah Demak. Data diambil hasil tes yang diselengarakan oleh peneliti. Instumen penelitian berupa tes tertulis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul dengan menggunakan statistik dengan taraf signifikan 0,05. Hasil analaisis merupakan angka koefisien harga rxy hitung = 0,755 sedangkan rtabel = 0,444. Dengan demikian penelitian ini menyimpulkan terdapat hasil yang memuaskan dan signifikan penerapan model pembelajaran role playing pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Wonokerto 1 Karangtengah Demak Tahun Ajaran 2011/2012. Oleh sebab itu, mutu pendidikan di sekolah dapat di perbaiki melalui model pembelajaran.Kata kunci: hasil belajar, keaktifan siswa, kinerja guru, role playing

PERLUASAN LESSON STUDY DI SEKOLAH DASAR JATINGALEH SEMARANG

E-DIMAS Vol 4, No 1 maret (2013): EDIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lesson Study (LS) merupakan pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Lesson study menyediakan suatu proses untuk berkolaborasi dan merancang lesson (pembelajaran) dan mengevaluasi kesuksesan strategis. Strategi mengajar yang telah diterapkan sebagai upaya meningkatkan proses dan perolehan belajar siswa. Guru bekerja sama untuk merencanakan, mengajar, dan mengamati suatu pembelajaran yang dikembangkannya secara kooperatif. Tujuan Utama Lesson Study: Meningkatkan pengetahuan tentang materi ajar, Meningkatkan pengetahuan tentang pembelajaran, Meningkatkan kemampuan mengobservasi aktivitas belajar, Meningkatkan hubungan kolegalitas, Meningkatkan hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan jangka panjang yang harus dicapai, Meningkatkan motivasi belajar, baik guru maupun siswa untuk selalu berkembang, Meningkatkan kualitas rencana pembelajaran. Kata Kunci: Kegiatan Guru (KKG), Lesson Study, Sekolah Dasar

PELATIHAN PEMBUATAN APE KADER PAUD DAN SUMBER BELAJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KELURAHAN BANYU URIP MARGOREJO PATI

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4057.099 KB)

Abstract

PELATIHAN PEMBUATAN APE KADER PAUD DAN SUMBER BELAJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KELURAHAN BANYU URIP MARGOREJO PATI

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEDUNGUTER 02 BREBES

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 3, No 1 (2013): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.441 KB)

Abstract

This research is motivated to improve the quality of education according to the standard of competence specified, the system needs to be implemented better learning outcomes assessment and planned mainly on mathematics learning. The demands of the curriculum resulted in learning mathematics is still fixated theory, so that students become less creative, less formal, and is still fixated on the standard formula. In addition, the learning model which uses only one-way learning model is less effective and less efficient. The problems revealed in this study is the use of the model is the CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) mathematics effectively improve learning outcomes. Goals to be achieved in this study was to determine the effectiveness of the model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) in improving student learning outcomes in mathematics IV.Penelitian class was held at the Bradford Elementary School Kedunguter 02 in the school year 2012/2013. Variable in this study is the result of student learning in mathematics learning is the dependent variable (Y) and learning model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) which is the independent variable (X). While the failed hypothesis H0 is rejected if t t table ie 2.0757> 1.68, so the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted, it can be concluded cooperative learning model type CIRC effective on students mathematics learning outcomes.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEMESTER 1 SD NEGERI BANGO 1 DEMAK TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 2, No 1 (2012): malih peddas
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.609 KB)

Abstract

Abstrak: Permasalahan pokok yang dibahas adalah ?óÔé¼?ôApakah model pembelajarankooperatif dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika bagi siswakelas IV SD Negeri Bango 1 Demak pada semester 1 Tahun Pelajaran 2011/2012?óÔé¼?Ø. Datapenelitian diperoleh dengan metode tes dan metode observasi. Data yang telahterkumpul dinyatakan berhasil bilamana ketuntasan prestasi belajar klasikal mencapai85%.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari hasil penelitian di SD NegeriBango 1 Demak, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Siklus pertamamempunyai ketuntasan belajar klasikal yaitu 70,83% dengan nilai rata-rata 65. Sikluskedua mempunyai ketuntasan belajar klasikal yaitu 79,17% dengan nilai rata-rata67,08. Siklus ketiga mempunyai ketuntasan belajar klasikal yaitu 87,50% dengan nilairata-rata 70,42. Hal ini dapat dikatakan berhasil karena ketuntasan belajar klasikal lebihbesar dari indikator keberhasilan yaitu 85%. Dengan demikian, model pembelajarankooperatif dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika siswa SDNegeri Bango 1 Demak kelas IV semester 1 Tahun Pelajaran 2011/2012.Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif, hasil belajar, matematika