Articles

Found 5 Documents
Search

Uji Aktivitas Hepatoproteksi dan Toksisitas Akut dari Ekstrak Gambir Terstandarisasi

Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatoprotective activity and acute toxicity from extract of gambir (Uncaria gambir. Roxb) was investigated. The animals were groupedinto seven groups which consist of 5 female mice for each group. Mice from group I were only administrated orally with palm oil, 1% frombody weight for two days and 1% of gum suspension orally at day two. Group II were given CCl4 with dose 1.25 ml/kgbw in 10% of palm oilfor two days and gum suspension orally 1 hour after CCl4 given at day two. Group III, IV, V were given CCl4 with dose 1.25 ml/kgbw in 10%of palm oil for two days and followed by administration of gambir suspension orally 1 hour after CCl 4 given at day two with concentrations30; 100 and 300 mg/kgbw, respectively. At day 3, all the blood were taken and were examined its SGOT and SGPT. While the isolated liverwere weighed and the ratio between liver weight and body weight of mice were also observed. Acute toxicity test was conducted using fiveanimal groups consist of 5 female mice and 5 male mice. Each of mice then was given gambir suspension orally with doses of 1; 2; 4; 8 and15 g/kgbw, respectively. LD50 was defined as dose which can cause 50% death of total mice from each group. The result can be concluded thatgambir extract was found to be active as hepatoprotective agent with dose 30; 100 dan 300 mg/kgbw. Futhermore, extract of gambir couldreduced the ratio of liver weight and based on the LD 50 value obtained (24 hours, >15 g/kgbw), gambir was classify as non toxic.

Efektifitas Antiemetik pada Pasien Yang Menggunakan Sitostatika Pasca Bedah pada Berbagai Jenis Kanker di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi

Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 16 No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.32 KB)

Abstract

Mual dan muntah terjadi pada 70-80% pasien yang mengalami pengobatan kemoterapi kanker. Efek samping tertinggi dari pengobatan kanker dapat menyebabkan kegagalan proses dan hasil dari kemoterapi.Penelitian ini bertujuan melihat efektifitas penggunaan antiemetik pada pasien yang mendapat sitostatika pasca bedah pada berbagai jenis kanker di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda observasi prospektif dengan teknik pengambilan porposive sampling dari bulan maret-juni 2009.Hasil penelitian di rumah sakit menunjukkan antiemetik yang banyak digunakan adalah metoklopramid (tunggal) dan dalam bentuk kombinasi adalah metoklopramid-deksametason. Dari 11 orang pasien yang diamati, 1 orang tidak mengalami mual dan muntah, 7 orang mengalami mual dan 3 orang mengalami mual dan muntah. Secara umum antiemetik yang dipakai pada rumah sakit ini belum efektif mengatasi mual dan muntah.

Tinjauan Penggunaan Metformin pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Inap di SMF Ilmu Penyakit dalam RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi, Indonesia

Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 17 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.817 KB)

Abstract

Metformin, adalah suatu obat yang direkomendasikan sebagai obat pilihan utama dan digunakan luas untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penggunaan metformin pada pasien rawat inap di SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, khususnya pada penggunaan yg dikategorikan kontraindikasi. Penelitian ini merupakan suatu studi prospektif  follow up pasien dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data diambil dari bulan April sampai Juni 2010 di  SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, dengan dasar perubahan kondisi pasien selama dirawat. Hasil penelitian, didapatkan 28 pasien yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini, dengan 11 pasien teridentifikasi menggunakan metformin pada keadaan kontraindikasi. Ditemukan penggunaannya pada 3 pasien dengan gagal jantung kongesti dan gagal ginjal, 3 pasien dengan gagal jantung, 2 pasien dengan gagal ginjal, 2 pasien dengan sirosis hepatik, dan 1 pasien dengan dehidrasi akut disertai hipoperfusi. Terdapat 2 dari 11 pasien tersebut meninggal dalam masa pengamatan, namun masih belum bisa dipastikan bahwa penyebab kematian tersebut adalah karena penggunaan metformin. Farmasis harus selalu memperhatikan perubahan kondisi pasien untuk meyakinkan bahwa penggunaan obat masih aman bagi seorang pasien.

Kajian Penggunaan Obat Intravena di SMF Penyakit dalam RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi

Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 18 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.046 KB)

Abstract

Injeksi merupakan salah satu cara pemberian obat yang biasa digunakan dalam mengobati penyakit. Injeksi saat ini telah menjadi prosedur pengobatan yang paling umum ditemukan di dunia dengan 16 milyar injeksi diberikan setiap tahunnya. Pasien sebaiknya tidak diberikan injeksi intravena bila terapi per oral dapat dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari ketepatan pilihan penggunaan obat secara intravena mengacu pada sembilan kriteria penggunaan obat secara intravena (Scot, 2003; Mycek, 2001; Ansel, 1989). Penelitian dilakukan dengan metode observasi prospektif melalui pengamatan langsung pada kondisi pasien yang mendapatkan obat dalam bentuk sediaan intravena dengan memperhatikan juga data rekam medik nya. Teknik pengambilan sampel menggunakan metoda purposive sampling di SMF Ilmu Penyakit dalam RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dari Mei sampai Agustus 2009.Setelah dilakukan penelitian di dapatkan penggunaan sediaan intravena untuk 81 orang pasien dengan 134 kali pemberian injeksi. Dalam penelitian ini masih ditemukan pemilihan penggunaan sediaan intravena yang tidak tepat yaitu pada 21 kali pemberian (15,7%) pada penggunaan furosemid, metoklopramide dan ranitidin.Farmasis sangat di butuhkan di ward/bangsal untuk memberikan rekomendasi farmasis supaya tidak terdapat keraguan dalam pemilihan penggunaan sediaan intravena sehingga peran farmasis sebagai drugs therapy advisor dapat dijalankan.

Efek Ekstrak Etanol Kulit Batang Sirsak Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah dan Kolesterol

Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.069 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol kulit batang sirsak dalam menurunkan kadar glukosa darah dan kolesterol. Pengekstrakan kulit batang sirsak dilakukan dengan metoda maserasi menggunakan etanol 96%. Selanjutnya ekstrak etanol kulit batang sirsak dibuat dalam bentuk suspensi menggunakan Na CMC 0,5% dan diberikan kepada mencit putih jantan secara oral satu kali sehari selama 7 hari dengan dosis 50, 100, 300, 1000 mg/kg BB. Kadar gula darah dan kolesterol diukur pada hari ke delapan menggunakan alat digital Nesco®Multicheck. Hasil penelitian memperlihatkan kadar glukosa darah mencit putih jantan pada kelompok dosis ekstrak 50, 100, 300, 1000 mg/kg BB adalah 123,25, 129,75, 132,25, 121,25 mg/dl. Kadar kolesterol darah rata-rata mencit putih jantan pada kelompok dosis ekstrak 50, 100, 300, 1000 mg/kg BB adalah 156,5, 118,5, 149,75, 156,75 mg/dl. Analisa statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit batang sirsak berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar kolesterol (p<0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah (p>0,05).