Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia

Resistensi Terhadap Stres dan Respons Imunitas Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy, Lac.) Yang Diberi Pakan Mengandung Kromium-Ragi

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.819 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kromium optimum yang dapat meningkatkan resistensi terhadap stres dan mengkaji peran kromium dalam meningkatkan respons imunitas ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lac.). Empat macam ransum isoprotein dan isokalori dengan kandungan kromium Cr+3-ragi sebesar 0.0 ppm (pakan A), 1.5 ppm (pakan B), 3.0 ppm (pakan C) dan 4.5 ppm (pakan D) diberikan pada ikan contoh dengan bobot 25±2.18 g selama 40 hari. Pada akhir pemeliharaan, ikan diberi perlakuan stres suhu dingin ? -9ºC selama 5 menit untuk mengetahui resistensinya terhadap stres. Contoh darah diambil pada jam ke 0, 0.6, 2, 3, 4, 5, 7, 9, dan 18 pasca stres. Kadar glukosa darah meningkat dan mencapai nilai puncak 100.00, 58.31, 58.86 and 88.43 mg/dl masing-masing untuk perlakuan A, B, C dan D. Kadar kortisol plasma darah pada perlakuan A, B, C dan D masing- masing adalah 53.22, 20.65, 31.67, 40.57 μg/dl. Ikan sisa sebanyak 20 ekor, diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla 0.1 ml dengan kepadatan 106 cfu/ml, dipelihara selama 14 hari  untuk mengetahui respons imunitasnya. Perubahan total  leukocyte dan total immunoglobuline pada perlakuan B masing- masing mencapai 272% dan 10.11 μg/dl, sedangkan nilai  hematocrite pada sebelum dan sesudah infeksi adalah 51.87 dan 44.77% dengan jumlah erytrosite mencapai 399 500 dan 239 500 sel/ mm3. Perlakuan B disarankan dapat digunakan untuk menghasilkan ikan yang paling resisten terhadap stres dan yang dapat meningkatkan respons imunitasnya.Kata kunci: Kromium, glukosa darah, stres, imunitas, ikan gurami.

The Effect of Dietary Chromium-Yeast on the Growth Performance of Baung Fish (Hemibagrus nemurus Blkr)

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.758 KB)

Abstract

A triplicate experiment was conducted to determine the effect of dietary chromium on the growth performance of baung fish (Hemibagrus nemurus Blkr). This experiment used four diets contain different level of chromium yeast (0.0, 1.47, 3.20, and 4.59 mg/kg). Twenty fish with the initial body weight 7.0 ± 0.2 g were placed in each aquarium (50x40x35 cm). Fish were fed on the experimental diets three times daily, at satiation for 60 days. The results showed that chromium diets produced body protein level, ratio RNA/DNA and protein retention higher than that of non chromim diet. However, diet contained chromium yeast 3.20 mg/kg produced the highest protein deposition. Finally, it also produced the highest daily growth rate and feed efficiency. The liver and carcass glycogen level increased as the chromium level of diets was elevated, on the other side, body lipid level decreased as the chromium level of diets was elevated.Keywords: chromium, baung, growth.

PERKEMBANGAN ENZIM PENCERNAAN BENIH lKAN GURAME Osphronemus goramy, Lacepede

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 2, No 2 (1994): Desember 1994
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu penelitian tentang perkembangan enzim pencernaan benih ikan gurame telah dilaksanakan di laboratorium. Benih ikan gurame yang berumur 10-46 hari dengan ukuran 0,7-2,4 cm dan ikan gurame ukuran 6,59-13,97 cm telah digunakan sebagai bahan untuk analisa aktivitas enzim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas protease, lipase dan amilase meningkat sejalan dengan meningkatnya ukuran benih.Kata-kata kunci : enzim pencernaan, benih, ikan gurame

PENGARUH KONSENTRASI RAGI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI Daphnia sp.

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.426 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ragi (Saccharomyces cerevisiae) dengan konsentrasi yang berbeda sebagai pakan terhadap pertumbuhan populasi Daphnia sp. Penelitian ini berupa budidaya Daphnia sp. yang diberi pakan kotoran ayam dan ragi. Kotoran ayam yang digunakan adalah kotoran ayam yang sudah dikeringkan dengan konsentrasi 2.4 g/l. Sedangkan ragi yang digunakan adalah ragi roti dengan tiga dosis yang berbeda yaitu 1 g ragi untuk 80 000, 40 000 dan 20 000 Daphnia sp per hari. Dapnia berumur 1-2 hari. Penebaran awal Daphnia sp pada masing-masing perlakuan adalah 100 ekor/liter. Populasi Daphnia sp di dalam media kotoran ayam meningkat sampai hari ke-7, kemudian menurun mulai hari ke-8. Sedangkan yang diberi pakan ragi mencapai puncaknya setelah dipelihara selama 10 hari. Jumlah individu Daphnia spwaktu puncak pada media kotoran ayam adalah 333 ind/liter. Puncak populasi Daphnia sp dengan media ragi lebih tinggi dibandingkan dengan media kotoran ayam (p<0.05). Namun antara berbagai konsentrasi ragi,puncak populasi tersebut tidak berbeda nyata. Puncak populasi pada media dengan konsentrasi 1 g ragi untuk 80 000, 40 000 dan 20 000 ekor Daphnia sp, berturut-turut yaitu 1 603, 1 295 dan 1 082 ind/liter. Konversi pakan ragi meningkat sejalan dengan meningkatnya konsentrasi ragi yaitu 0.5, 1.02, dan 1.6. Bobot tubuh pada saat puncak populasi hampir sama, ini berarti ukuran Daphnia sp pada setiap perlakuan tidak berbeda. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan ragi dengan konsentrasi 1 g untuk 80 000 ekor Daphnia sp dalam budidaya Daphnia sp menghasilkan nilai konversi pakan terbaik yaitu 0.5. Nilai ini dicapai pada hari ke-10 masa budidaya.Kata kunci: Daphnia, ragi, kotoran ayam.

PENGARUH KADAR KROMIUM PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP RETENSI PROTEIN, PERTUMBUHAN DAN KESEHATAN IKAN NILA, Oreochromis niloticus

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.13 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh kromium (Cr+3) pakan serta kadar optimumnya terhadap retensi protein, pertumbuhan dan kesehatan ikan. Empat macam pakan yang isonitrogen dan isokalori dengan kadar Cr+3 yang berbeda yaitu 0.0, 1.33, 2.23 dan 3.96 ppm telah digunakan dalam penelitian ini. Lima belas ekor ikan dengan bobot rata-rata 9.05 ± 0.03 g/ekor dipelihara dalam setiap akuarium (volume air 63 l). Ikan diberi pakan tiga kali sehari secara at satiation selama 49 hari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar protein tubuh pada akhir penelitian sama antar perlakuan. Kadar lemak tubuh menurun sejalan dengan naiknya kadar Cr+3 pakan; sebaliknya kadar karbohidrat tubuh menurun. Retensi protein dan efisiensi pakan sama antar perlakuan. Total eritrosit dan hematokrit sama antar perlakuan, namun total leukosit dari ikan yang mendapat pakan Cr+3 2.23 ppm menghasilkan nilai yang paling rendah. Dapat disimpulkan bahwa kadar Cr+3 yang berbeda dapat mempengaruhi nilai retensi protein, pertumbuhan relatif dan kesehatan ikan nila, Oreochromis niloticus dengan kadar terbaik 2.23 ppm.Kata kunci: ikan nila, Oreochromis niloticus, kromium pakan, retensi protein, pertumbuhan, kesehatan ikan.

The Effect of Dietary Chromium-Yeast on the Growth Performance of Baung Fish (Hemibagrus nemurus Blkr)

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.758 KB)

Abstract

A triplicate experiment was conducted to determine the effect of dietary chromium on the growth performance of baung fish (Hemibagrus nemurus Blkr). This experiment used four diets contain different level of chromium yeast (0.0, 1.47, 3.20, and 4.59 mg/kg). Twenty fish with the initial body weight 7.0 ± 0.2 g were placed in each aquarium (50x40x35 cm). Fish were fed on the experimental diets three times daily, at satiation for 60 days. The results showed that chromium diets produced body protein level, ratio RNA/DNA and protein retention higher than that of non chromim diet. However, diet contained chromium yeast 3.20 mg/kg produced the highest protein deposition. Finally, it also produced the highest daily growth rate and feed efficiency. The liver and carcass glycogen level increased as the chromium level of diets was elevated, on the other side, body lipid level decreased as the chromium level of diets was elevated.Keywords: chromium, baung, growth.

Resistensi Terhadap Stres dan Respons Imunitas Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy, Lac.) Yang Diberi Pakan Mengandung Kromium-Ragi

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.819 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kromium optimum yang dapat meningkatkan resistensi terhadap stres dan mengkaji peran kromium dalam meningkatkan respons imunitas ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lac.). Empat macam ransum isoprotein dan isokalori dengan kandungan kromium Cr+3-ragi sebesar 0.0 ppm (pakan A), 1.5 ppm (pakan B), 3.0 ppm (pakan C) dan 4.5 ppm (pakan D) diberikan pada ikan contoh dengan bobot 25±2.18 g selama 40 hari. Pada akhir pemeliharaan, ikan diberi perlakuan stres suhu dingin ? -9ºC selama 5 menit untuk mengetahui resistensinya terhadap stres. Contoh darah diambil pada jam ke 0, 0.6, 2, 3, 4, 5, 7, 9, dan 18 pasca stres. Kadar glukosa darah meningkat dan mencapai nilai puncak 100.00, 58.31, 58.86 and 88.43 mg/dl masing-masing untuk perlakuan A, B, C dan D. Kadar kortisol plasma darah pada perlakuan A, B, C dan D masing- masing adalah 53.22, 20.65, 31.67, 40.57 μg/dl. Ikan sisa sebanyak 20 ekor, diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla 0.1 ml dengan kepadatan 106 cfu/ml, dipelihara selama 14 hari  untuk mengetahui respons imunitasnya. Perubahan total  leukocyte dan total immunoglobuline pada perlakuan B masing- masing mencapai 272% dan 10.11 μg/dl, sedangkan nilai  hematocrite pada sebelum dan sesudah infeksi adalah 51.87 dan 44.77% dengan jumlah erytrosite mencapai 399 500 dan 239 500 sel/ mm3. Perlakuan B disarankan dapat digunakan untuk menghasilkan ikan yang paling resisten terhadap stres dan yang dapat meningkatkan respons imunitasnya.Kata kunci: Kromium, glukosa darah, stres, imunitas, ikan gurami.