Hidayat Moko
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Protein Hidrolisat Terhadap Pertumbuhan Setek dan Hasil Nilam

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 1 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.778 KB)

Abstract

Effect of hydrolisate protein on the growth and yield of patchouli cuttings Effects of hydrolisate protein on the growth and yield of patchouli cuttings were studied at the Nagasari Experimental Garden, Cipanas, West Java from January to August 1989. The experiment was arranged factorially in a randomized block design with three replicates. The first factor was kind of cuttings i.e top, middle and basal cuttings with 3 internodes. The second factor was hydrolisate protein concentrations i.e 0, 2.5, 5.0 and 7.5 ml/l. The result showed that kind of patchouli cuttings did not give significant effect on the growth and yield, but there was indication that the treatment of middle cuttings sprayed by 2.5 ml/l hydrolisate protein gave better result on the growth and plant biomass compared to untreated.

PERTUMBUHAN STEK PUCUK SUKUN ASAL DARI POPULASI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH

Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 3, No 2 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.05 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi bahan stek pucuk dan zat pengatur tumbuh terhadap keberhasilan tumbuh stek pucuk tanaman sukun. Penelitian dilakukan di persemaian Pusat Litbang Hutan Tanaman Yogyakarta, sejak bulan Mei sampai Okteber 2005. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial. Faktor utama ada 2 yaitu pertama  adalah posisi bahan  stek  pucuk yang terdiri  atas bagian ujung  tunas (P 1)  dan bagian pangkal tunas (P2), sedangkan kedua adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh, yang terdiri atas KO = kontrol, K1 = konsentrasi 25%, K2 = 50%, K3 = 75% dan K4 = 100%. Setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan dan dalam setiap ulangan terdapat 8 sample stek. Parameter yang diamati terhadap persentase stek bertunas, persentase stek berakar, jumlah dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stek pucuk bagian ujung memberikan pengaruh yang lebih baik secara nyata terhadap persentase  stek bertunas, persentase  stek berakar, jumlah  dan panjang akar dibandingkan  dengan stek pucuk bagian pangkal, pemberian zat pengatur tumbuh memberikan hasil yang lebih baik terhadap seluruh parameter yang diamati dibandingkan dengan kontrol.

PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK MERBAU

Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 3, No 1 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2879.606 KB)

Abstract

Merbau (Instia spp) merupakan jenis tanaman hutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, dalam pembangunan hutan tanaman memerlukan pengadaan bibit dalam jumlah banyak. Salah satu upaya dalam pengadaan bibit adalah dengan perbanyakan tanaman secara stek pucuk. Zat pengatur tumbuh dan media tanam merupakan aspek penting dalam perbanyakan tanaman dengan cara tersebut. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh dan media tanam telah dilakukan di Pusat Litbang Hutan Tanaman sejak Juni sampai Desember 2004. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak  Lengkap dengan  menguji 2 faktor  perlakuan, yaitu faktor pertama  zat pengatur  tumbuh  IBA dan IAA dengan konsentrasi O dan 20 ppm, sedangkan faktor kedua adalah media tanam yaitu campuran tanah + pasir (1: 1), pasir + kompos (1: 1) dan tanah + pasir + kompos (1: 1:1) dengan ulangan sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri  dari  10 stek.  Parameter yang diamati  meliputi pertumbuhan, bobot  basah dan bobot kering  stek dan volume akar stek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merbau dapat diperbanyak secara stek pucuk dan perlakuan zat pengatur tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan dan bobot segar dan  bobot kering  stek dengan media tanaman  yang mengandung bahan organik tinggi.

PENGARUH PUPUK NITROGEN TERHADAP PRODUKSI TUNAS DAN KUALITAS STEK PUCUK MERAWAN

Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 3, No 1 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2436.835 KB)

Abstract

Ketersediaan benih untuk bibit Merawan yang tidak teratur dan sifat  rekalsitran dari benih, menuntut dilakukannya perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan stek pucuk. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk nitrogen terhadap produksi tunas dan kualitas stek pucuk, telah dilakukan di areal kebun pangkas di Kaliurang Yogyakarta sejak bulan Juli sampai Oktober 2002. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan menguji 5 macam dosis pupuk N, yaitu 7,5 g/N  (50 g NPK), 1 g /N (100 g NPK), 23 g/N (50 g urea), 46 g N/tanaman (100  g urea)  dan  kontrol (tanpa pupuk). Perlakuan pupuk diberikan kepada 10 baris tanaman sebagai ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah dan panjang tunas di kebun pangkas serta kualitas stek pucuk pada akhir percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan 50 g urea/tanaman menghasilkan jumlah dan panjang tunas yang lebih baik di kebun pangkas, sedangkan perlakuan pupuk 100 g NPK/tanaman menghasilkan kualitas stek pucuk yang lebih baik dibandingkan kontrol.

Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh IAA dan IBA Pada Pembibitan Kapulaga Sabrang

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 2 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.681 KB)

Abstract

Application of IAA and IBA as a plant growth regulator in the seed bed of cardamomThe research was intended to find out the effect of IAA and IBA (indole acetic acid and indole butyric acid) plant growth regulators in the seed bed of cardamom. It was implemented in the research Institute of Spices and Medicinal Crops, Bogor, in January up to April 1986. A randomized block design was applied with seven treatment i.e. control, IAA plat growth regulator with the concentration of 25, 50, 100 ppm, and IBA plant growth regulator with the concentration of 50, 100, and 150 ppm with three replications. The order kost Research result revealed that applying both plant growth regulators with those concentrations did not stimulate the growth of cardamom in the seed bed. It tended, however, to heighten the seedings, the amount of leaves and the weight of roots. Higher concentration of those plant growth regulators tended to retard the seed growth.

Pengaruh Jumlah Ruas dan Konsentrasi Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Tuba

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 11, No 2 (2000): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.847 KB)

Abstract

Tuba (Derris elipca Benth). Is a plant Usually used as a material of botanical Pestiside.A field experiment was conducted At the. Researech Instalation Cimanggu, Researech institut for Spices and Medicinal Crops, From Desember 1996 to April 1997. With the aim to evaluate the effect of Internodes number and paklobutrazol Concetration on the growth of tuba cuttings. A factorial experiment with 2 factor and 4 Replications werw arranged in Rendomized Black Design. The first factor wase Internodes number i.e., 0.20,500,750, and 1000 Ppm. Treatment aplication were dreaking the lower and of cuttings to the paklobutrazol solution in 15 minues. Each treatment consisted of 10 cuttings without leaf and were placed rendomizedly at the open field. On 300C temprate and 61% moisture equally. The Parameter observed were growth percentage,growth speed nube, number and length of hoot, number of leaves and leaf area, and the weight of plant biomass(leaf + branch) and Root. Result of the experiment showed that One internodes cutting with a concentration of 500 and 750 ppm ofpaklobutrazol produced better effect on plant biomass (leaf + branch) and root Meanwhile 2 intrnodes cttings with concentration 250 ppm paclobutrazol Produced better efect on the growth Percentage cutting.

Pengaruh Cara Pemakaian dan Konsentrasi Ethepon Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jahe

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 1 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.114 KB)

Abstract

Effect of the application methods and concentrations of ethepon on the growth and yield of ginger was studied at Cibinong Experimental Garden, West Java from November 1991 to June 1992. The experiment was arranged factorially (2 factors) in a randomized block design with 10 treatments and 3 replications. The first factor was application methods of ethepon i.e. seed immersed and sprayed, meanwhile the second factor was the coacentrations of ethepon i.e. : 0, 0.5, 1.0, 1.5 and 2.0 ml/l. The results showed that the application methods of ethepon did not give significant effect on the growth and yield of ginger. However, immersing of the picces of ginger rhizome gave better result compered to spraying. The ethepon concentration 1.0 ml/l gave better result on the growth and yield of ginger compered to untreated.

Efektivitas 2,4-D Terhadap Pertumbuhan Setek Lada Satu Ruas pada Berbagai Media Tumbuh

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 1 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.263 KB)

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas 2,4-D terhadap pertumbuhan setek lada satu ruas pada berbagai media tumbuh telah dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat di Bogor yang berlangsung sejak bulan November 1988 sampai dengan Juni 1989, dengan menggunakan rancangan percobaan factorial (2 faktor) dalam acak kelompok dengan 4 ulangan. Factor pertama adalah konsentrasi 2,4-D yaitu: 0, 0.5, 1.0, dan 1.5 ml/l, sedangkan factor kedua adalah media tumbuh yaitu: tanah + pasir (1:1), tanah + pupuk kandang (1:1), tanah + kompos (1:1) dan pellet jiffy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 2,4-D tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati, namun konsentrasi 0.5 ml/l cenderung memberikan hasil yang paling baik terhadap pertumbuhan setek. Sedangkan penggunaan media tanah + pupuk kandang (1:1) menberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan setek bila dibandingkan dengan media lain

Pengaruh beberapa Zat Pengatur Tumbuh dan Mulsa Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kunyit

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 1 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.432 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh dan mulsi terhadap pertumbuhan tanaman kunyit telah dilakukan di Kebun Percobaan Cimanggu, balittro Bogor sejak bulan Desember 1990 sampai dengan Mei 1991 dengan menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri atas 14 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perendaman setek rimpang dalam IBA 200 dan 400 mg/l, etepon 250 dan 500 mg/l, nitroaromatik 1 dan 2 ml/l serta tanpa direndam. Masing-masing perlakuan zat pengatur tumbuh tersebut dikombinasikan dengan perlakuan pemberian mulsa dan tanpa mulsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan setek rimpang dalam nitroaromatik 1 ml/l pada media yang diberi mulsa memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan vegetative sedangkan IBA 200 mg/l pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang.

Pengaruh Jumlah Ruas Setek dan Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan dan Produksi MENTHA PIPERITA L.

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 2 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.845 KB)

Abstract

Effect of internodes number and growth regulators on the growth and yield of M. piperita. L.The objective of this study was to evaluate the effect of internodes number and growth regulators on M. pepita. The experiment was conducted at The Research Institute for Spice and Medicinal Crops from July 21 to October 25, 1988. The experimental design was consisted of a randomized block design with two factors and three replications. The first factor was the number of internodes (1, 2 and 3 internodes) and the second factor was the growth regulators, 2.4-D (Hidrasil) 0.5 ml/l, nitroaromatic (Atonik) 1:2000, auxin + cytikinine (Sitozim) 2.5 ml/l and control. Research indicated that two internodes and 2,4-D or auxin + cytokinine tended to increase the shoot length, number of branches and dry weight of plant. There were no interaction between the number of internodes and growth regulators.