Risfidian Mohadi
Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University, Kampus UNSRI Indralaya, Jl. Palembang Prabumulih Km 32 Ogan Ilir 30662, South Sumatera

Published : 42 Documents
Articles

TRIPEL ARILASI ORGANOSILIKA PRIMER DENGAN BEBERAPA ARIL IODIDA MENGGUNAKAN KATALIS PALADIUM Lesbani, Aldes; Mohadi, Risfidian
CHEMISTRY PROGRESS Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.776 KB)

Abstract

Telah dilakukan tripel arilasi senyawa organosilika primer dengan beberapa aril iodida menggunakan katalis paladium dengan teknik reaksi kopling. Reaksi dilakukan dalam kondisi atmosfir argon dengan 4-diazabicyclo[2,2,2]octane sebagai basa dalam pelarut tetrahidrofuran. Senyawa hasil sintesis yakni tris(5-metil-2-thiopen)fenil silan (1), tris(4-N,N-dimetil anilin) fenil silan (2), dan tris(2-thiopen)fenil silan (3) berhasil disintesis walaupun memilki persentase yield yang rendah yakni 27% untuk senyawa (1), 23% untuk senyawa (2) dan 17% untuk senyawa (3)The triple arylation between primary organosilica and several aryl iodides have been carried out using palladium catalyst by coupling reaction. Reaction was conducted in argon atmospheric with 4-diazabicyclo[2,2,2]octane as a base in tetrahydrofuran as a solvent. The products, which were tris(5-metil-2-thiopen)fenil silan (1), tris(4-N,N-dimetil anilin) fenil silan (2), and tris(2-thiopen)fenil silan (3), were successfully synthesized although with low yield. The yields of (1), (2), and (3) are 27%, 23%, and 17% respectively.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA OKSOTRINUKLIR [Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4) Lesbani, Aldes; Mohadi, Risfidian; Hidayati, Nurlisa
Journal of Chemistry Vol. 6, No. 2 Juli 2012
Publisher : Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The oxotrinuclear compound [Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4) has been synthesized using RuCl3?nH2O at room temperature under oxygen atmospheric condition. The oxotrinuclear complex was characterized by FT-IR spectrophotometer and mass spectrometer with cold spray ionization (CSI) method. The FT-IR spectra of the resulted oxotrinuclear compound show has specific vibration at 692 cm-1. This absorption is related to M3O vibration (M= metal). CSI-mass spectra of the oxotrinuclear compound show that pyridine as ligand was fragmented in oxotrinuclear compound.
KAJIAN INTERAKSI ION Co2+ DENGANSELULOSA DARI SERBUK GERGAJIKAYU Mohadi, Risfidian; Hidayati, Nurlisa; Saputra, Adi; Lesbani, Aldes
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Volume 1, No. 2, 2013
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pemisahan selulosa dari serbuk gergaji kayu dengan menggunakan metanol dan HCldengan konsentrasi1%, 3%, 7%, dan 11%(v/v) dalam waktu 3 jam. Selulosa hasil pemisahan dikarakterisasi dengan spektroskopi FT-IR untuk selanjutnya digunakan sebagai adsorben ion logam Co2+ dalam medium air. Proses adsorpsi dipelajari melalui berbagai waktu interaksi, variasi konsentrasi, dan desorpsi terpisah. Spektrum infra merah menunjukan bahwa selulosa hasil pemisahan dari serbuk gergaji kayu dengan konsentrasi asam 5% memiliki kemiripan dengan spektrum inframerah selulosa standar. Konstanta laju adsorpsi ion logam Co2+ pada selulosa hasil pemisahan sebesar2.10-4 denganenergy adsorpsi sebesar 31,54 kJ/molserta pada serbuk gergaji kayu sebesar 4.10-4 dengan energy adsorpsi31,00kJ/mol. Kapasitas adsorpsi ion logam Co2+pada selulosa hasil pemisahan sebesar 0,55 x10-4 mol/g dan 0,09 x10-4mol/g untuk serbuk gergaji kayu. Desorpsi terpisah ion logam Co2+ menggunakan H2O, Na-EDTA, Amonium asetat, dan HCl menunjukan interaksi yang kuat ion logam Co2+ pada selulosa dan serbuk kayu. Separation of cellulosefrom wood sawdust using methanol and hydrocloric acid in acid concentrations of 1%, 3%, 7%, dan 11%(v/v) for 3 hours has been carried out. The cellulose was characterized using FT-IR spectroscopy and used as adsorbent for Co2+ metal ion in aqueous medium. Adsorption process was studied by varying the interaction time, concentration of solution, and desorption. The FT-IR spectrum of cellulose obtained from wood using 5% HCl has similarity withFT-IR spectrum of the standardcellulose. The adsorption rate constant and adsorption energy ofCo2+on cellulose obtained from wood sawdustare 2.10-4 and31,54 kJ/mol respectively,meanwhile those values are4.10-4  and 31.00 kJ/mol respectively on raw wood sawdust.The adsorption capacity  of cellulose andof wood sawdust are 0,55 x10-4 mol/g and 0,09 x10-4mol/g, respectively.The separated desorption of Co2+ metal ion using H2O, Na-EDTA, Amonium acetic, and HCl showedthat Co2+wasstrongly bound to cellulose and wood sawdust.
PRODUKSI BIODIESEL MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) HASIL DEKOMPOSISI Lesbani, Aldes; Kurniawati M, Risma; Mohadi, Risfidian
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Volume 1, No. 2, 2013
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodisel telah diproduksi dari minyak jelantah melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis hasil dekomposisi kerang darah. Kerang darah didekomposisi pada berbagai temperatur dimulai dari 600-1100oC pada kondisi udara terbuka menggunakan furnace.Produk dekomposisi dianalisa menggunakan difraktometer X-Ray.Hasil penelitian menunjukkan temperatur optimum dekomposisi kerang darah terjadi pada temperatur 900oC.Pola XRD produk dekomposisi pada 900 oC mirip dengan pola XRD kalsium oksida standar. Penggunaan katalis hasil dekomposisi untuk produksi biodiesel menghasilkan viskositas dan densitas biodiesel sebesar 5,81 mm2/s dan 0,87 g/cm3. Hasil ini sesuai dengan standar biodiesel dari SNI yakni viskositas dan densitas yang disyaratkan SNI sebesar 2,3-6,0 mm2/s dan 0,85-0,89 g/cm3. Biodiesel was produced from waste cooking oil by transestrification reaction using decomposed cockle shell as catalyst. Cockle shell was decomposed at various temperatures ranging from 600-1100oC in open air condition using furnace. The decomposed product was analyzed using X-Ray diffractometer. The results showed that the optimum temperature for decomposition of cockle shell was at 900 oC. The XRD pattern of decomposed product at 900oC was similar with XRD pattern of calcium oxide standard. The use of decomposed shell to produce biodiesel resulted viscosity and density of biodiesel 5.81 mm2/s and 0.87 g/cm3, respectively. These results are appropriate with biodiesel standard form SNI where the viscosity and density of biodiesel from SNI value were 0.85-0.89 g/cm3 and 2.3-6.0 mm2/s.
SINTESIS HIBRIDA ANORGANIK-ORGANIK V2O5-ASAM HUMAT DENGAN METODE SOL-GEL Mohadi, Risfidian; Hidayati, Nurlisa; Syari, Komala
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis  senyawa  hibrida  anorganik-organik  V2O5-Asam  humat  menggunakan metode  sol-gel.  Perbandingan    bahan  yang  digunakan  adalah  V2O5:asam humat:FeCl3:air  (1:1:1:40:17)  dilarutkan  dan  didinginkan  sampai  suhu  30oC, disaring  dan  didapatkan  hibrida  senyawa  anorganik-organik  tersebut.  Senyawa  ini kemudian  dikarakterisasi  dengan  spektrofotometer  FT-IR  dan  XRD.  Hasil identifikasi dengan FT-IR diketahui bahwa gugus fungsi yang terdapat pada  asam humat  tidak  muncul  pada  spektra  hibrida  sol-gel  ini  seperti  C=C  aromatik,  C-H alifatik,  C-H  aromatik  ini  mengindikasikan bahwa  asam humat telah berada  dalam rongga V2O5. Hasil analisa dengan XRD, hibrida metode sol-gel ini memiliki indeks miller (111), (110), (100) dengan ukuran simetri (a) adalah 0,267nm.Kata kunci: sol-gel, microstructur, asam humat, V2O5,  hibrida
SINTESIS TRIS-(4-THIOANISIL)OKTILSILAN MELALUI REAKSI KOPLING Lesbani, Aldes; Mohadi, Risfidian; ., Eliza; ., Elfita
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.013 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis tris-(4-thioanisil)oktilsilan (1) melalui reaksi kopling antara oktilsilan dengan 4-iodidathioanisol. Reaksi dilakukan menggunakan katalis paladium dalam kondisi atmosfir inert menggunakan pelarut tetrahidrofuran. Senyawa (1) diperoleh dalam bentuk cairan tak berwarna dengan rendemen 20% mempunyai tujuh puncak 1H NMR, tigabelas puncak 13C NMR dan memiliki nilai m/z 510.Synthesis of tris-(4-thioanisyl)octylsilane (1) by coupling reaction between octylsilane and 4-iodo thioanisole has been done. Reaction was carried out using palladium as catalyst in inert condition and tetrahydrofuran as solvent. Compound (1) was obtained in colorless oil with the yield 20% has seven peaks of 1H NMR, thirteen peaks of 13C NMR and m/z 501.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KALSIUM OKSIDA (CaO) DARI TULANG AYAM Mohadi, Risfidian; Lesbani, Aldes; Susie, Yosine
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.678 KB)

Abstract

Telah dilakukan preparasi kalsium oksida dari tulang ayam dengan proses dekomposisi selama 3 jam pada variasi temperatur 400oC, 500oC, 700oC, 800oC, 900oC, 1000oC, 1100oC. Karakterisasi CaO hasil dekomposisi dengan XRD menunjukkan pola difraksi CaO pada temperatur dekomposisi 1100°C mendekati difraksi CaO standar (JCPDS) yang memiliki nilai 2θ: 34,2º, 37,3º, 58,3º, 64,1º dan 67,3º dengan struktur kristalin. Pita serapan pada spectra FTIR Ca-O dari tulang ayam terlihat pada daerah 354,90 cm-1 yang menunjukkan adanya vibrasi Ca-O hasil dekomposisi, diperkuat dengan munculnya puncak pada gelombang 870 cm-1. Kemudian persentase CaO di dalam sampel dikonfirmasi dengan data EDX yang menunjukkan persentase sebesar 56,28%.Preparation of calcium oxide from chicken bones has been carried out systematically by decomposition for 3 hours at various temperatures i.e. 400, 500, 700, 800, 900, 1000 and 1100 oC. Formation of calcium oxide from decomposition process was characterized using X-Ray diffractometer. The results showed that XRD pattern of materials obtained from decomposition of chicken bones at 1100 oC which has a values of 2θ: 32.2º, 37.5º, 58.3º, and 64.1º with a crystalline structure is similar with XRD pattern of calcium oxide standard from Joint Committee on Powder Diffraction Standards (JCPDS) . The absorption bands in the FTIR spectra of the Ca-O shown at 354.90 cm-1 region indicated the presence of Ca-O vibration, reinforced by the emergence of a peak at 870 cm-1. The percentage of 56.28% of CaO in the sample was confirmed by EDX data.
STUDI REAKSI SIKLOPENTILSILAN DENGAN 4-IODIDA THIOANISOL MENGGUNAKAN KATALIS PALADIUM Lesbani, Aldes; Mohadi, Risfidian; Elfita, Elfita
Journal of Chemistry Vol. 7, No. 2 Juli 2013
Publisher : Journal of Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on cyclopentylsilane reaction in tetrahydrofuran with 4-iodo thioanisol has been carried out using palladium as catalyst under argon atmosphere at room temperature. The results showed that the product was tris(4-thioanisyl)cyclopentylsilane (1) which was obtained from recrystallization using methanol with the yield 35%. The Compound (1) has a melting point of 91.5-92.0 oC. Analysis using GC-MS found m/z 466 with six equivalent protons and eight carbons peak obtained from 1H and 13C NMR.
Sintesis Tris(4-metoksifenil)tolilsilan dengan Teknik Reaksi Kopling Menggunakan Katalis Paladium Tersier Tributil Fosfin Lesbani, Aldes; Mohadi, Risfidian; Eliza, Eliza
VALENSI Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Kimia Valensi Volume 3//No.1//Mei 2013
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.857 KB)

Abstract

Telah disintesis senyawa tris(4-metoksifenil)tolilsilan (TMT) dengan teknik reaksi kopling menggunakan tolilsilan dan 4-iodida anisol yang dikatalis senyawa paladium. Reaksi dilakukan dalam kondisi inert dan suasana basa. Senyawa TMT hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa dan spektrometer 1H dan 13C NMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa TMT hasil sintesis memiliki rendemen sebesar 30%. Pengukuran menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa menghasilkan nilai m/z sebesar 440. Spektrum 1H NMR menunjukkan lima puncak proton ekivalen dan spektrum 13C NMR menghasilkan sepuluh puncak karbon ekivalen. Hasil karakterisasi tersebut bersesuaian dengan struktur senyawa TMT hasil sintesis.   Kata kunci: tris(4-metoksifenil)tolilsilan, reaksi kopling, paladium
Sintesis Satu Langkah Senyawa Oksotrinuklir dengan Terminal Ligan Piridin [Ru3O(OOCC6H5)6(C5H5N)3]ClO4 Lesbani, Aldes; Mohadi, Risfidian; Eliza, Eliza
VALENSI Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Kimia Valensi Volume 3//No.2//November 2013
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.263 KB)

Abstract

Abstrak Telah disintesis senyawa oksotrinuklir dengan terminal ligan piridin [Ru3O(OOCC6H5)6(C5H5N)3]ClO4. Senyawa oksotrinuklir hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FT-IR dan spektrometer massa. Hasil identifikasi dengan spektrofotometer FT-IR menunjukkan senyawa oksotrinuklir hasil sintesis memiliki vibrasi khas pada bilangan gelombang 698 cm-1. Pengukuran menggunakan spektrometer massa menkonfirmasi bahwa senyawa oksotrinuklir memiliki ligan terminal piridin yang mudah terfragmentasi yang ditandai dengan puncak ion molekul pada m/z 1283,14 dan puncak ion fragmen pada m/z 1205,09 yang mengindikasikan lepasnya satu molekul piridin sebagai terminal ligan. Kata kunci : senyawa oksotrinuklir, sintesis satu langkah, ruthenium, piridin.   Abstract Synthesis of oxotrinuclear with pyridine as terminal ligand [Ru3O(OOCC6H5)6 (C5H5N)3]ClO4 has been carried out. Oxotrinuclear compound from synthesis was characterized using FT-IR spectrophotometer and mass spectrometer. The FTIR spectrum shows that oxotrinuclear compound has vibration at wavelength 698 cm-1 and mass spectrometer spectrum shows oxotrinuclear compound has pyridine as terminal ligand which easily fragmented indicated by molecular ion peak at m/z 1283.14 and ion fragment peak at m/z 1205.09. These values revealed one molecule of pyridine lost from terminal ligand. Keywords : oxotrinuclear compound, one step synthesis, ruthenium, pyridine.