Articles

Effect Of Filler Concentration On The Value Of Variation Characteristics Of Hot Mix Asphalt Aggregate (AC-WC) With Test Marshall Misbah, Misbah
POLI REKAYASA Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : POLI REKAYASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Road transport is a crucial tool in improving an general welfare of society and economic activities in particular. The amount of construction and maintenance costs, would be better if the road construction put emphasis on improving the quality of roads, both in terms of costs, methods of implementation and maintenance so that the obtained result in terms of maximum and lasting way. Often found damaged pavement before the design life is reached. Causes of the damage including: maintenance of roads that have not been optimal, excessive vehicle loads and the influence factor of bitumen and aggregate gradation factor. Implementation of pavement that do not meet the  requirement of the Department of Infrastructure specifiation is one cause. For that, need a method that can find the deviation of implementation that has met the requirements specification Kimpraswil Department, one is the method of analysis of the influence of filler content of the value characteristics of mixed-Wearing Course Asphalt Concrete (AC-WC). Pavement layer lemur-Wearing Course Asphalt Concrete (AC-WC) is a pavement layer is used as a surface layr or layer of wear, it is necessary for the dendity (density) that meet the standards. The results showed that by decreasing the filler content up to 50% of normal conditions (100%), resulting in the Flow, and VIM VFA decreased by 10.56% to 67.23%. resulting in the characteristic blend Marshall mix does not meet specifications.
PENGARUH VARIASI KADAR AGREGAT HALUS TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK CAMPURAN PANAS ASPAL AGREGAT (AC-WC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Misbah, Misbah
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 No 2 Agustus 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.805 KB)

Abstract

Jalan merupakan sarana transportasi yang sangat menentukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat umumnya dan perekonomian masyarakat khususnya. Biaya pembangunan dan perawatan jalan yang besar, akan lebih baik jika pembangunan jalan dititik beratkan pada peningkatan mutu jalan, baik dari segi biaya, metoda pelaksanaan maupun segi pemeliharaan sehingga diperoleh hasil maksimal dan jalan bisa bertahan lama. Sering ditemui perkerasan jalan yang mengalami kerusakan sebelum umur rencana tercapai. Faktor penyebab kerusakan diantaranya : pemeliharaan jalan yang belum optimal, muatan kendaraan berlebih, pengaruh faktor aspal dan faktor gradasi agregat, serta pelaksanaan perkerasan yang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi Departemen Pekerjaan Umum. Untuk itu, perlu suatu metoda yang bisa mengetahui terjadinya penyimpangan pelaksanaan yang telah memenuhi persyaratan spesifikasi Departemen Pekerjaan Umum. Salah satu adalah metode analisa pengaruh variasi agregat halus terhadap nilai karakteristik campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Lapisan perkerasan lentur Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) adalah lapisan perkerasan yang digunakan sebagai lapis permukaan atau lapis aus, untuk itu diperlukan kepadatan (density) yang memenuhi standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menurunkan kadar aggregat halus hingga nilai 80 % dan menaikkan kadar agregat kasar hingga 130 % dari kondisi normal (100 %), mengakibatkan nilai Flow dan VFA mengalami penurunan dari kondisi normal ( 100 % ) dan nilai VIM mengalami kenaikkan dari kondisi normal, hal ini mengakibatkan nilai karakteristik campuran Marshall tidak memenuhi spesifikasi campuran.
Pengaruh Variasi Kadar Agregat Kasar Terhadap Nilai Karakteristik Campuran Panas Aspal Agregat (AC-WC)Dengan Pengujian Marshall Misbah, Misbah
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.387 KB)

Abstract

Jalan merupakan sarana transportasi yang sangat menentukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat umumnya dan perekonomian masyarakat khususnya. Dengan biaya pembangunan dan perawatan jalan yang besar, akan lebih baik jika pembangunan jalan dititik beratkan pada peningkatan mutu jalan, baik dari segi biaya, metoda pelaksanaan maupun segi pemeliharaan sehingga diperoleh hasil maksimal dan jalan bisa bertahan lama. Saat ini sering ditemui perkerasan jalan yang mengalami kerusakan sebelum umur rencana tercapai. Faktor penyebab kerusakan diantaranya : pemeliharaan jalan yang belum optimal, muatan kendaraan melebihi kapasitas muat kendaraan, pengaruh faktor aspal dan faktor gradasi agregat, serta pelaksanaan perkerasan yang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi Departemen Pekerjaan Umum. Untuk itu, perlu suatu metoda yang bisa mengetahui terjadinya penyimpangan pelaksanaan yang telah memenuhi persyaratan spesifikasi Departemen Pekerjaan Umum. Salah satu adalah metode analisa pengaruh variasi kadar agregat kasar terhadap nilai karakteristik campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Lapisan perkerasan lentur Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) adalah lapisan perkerasan yang digunakan sebagai lapis permukaan atau lapis aus, untuk itu diperlukan kepadatan (density) yang memenuhi standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menaikkan kadar agregat kasar hingga 130 % dan menurunkan kadar agregat kasar hingga 80 % dari kondisi normal ( 100 % ), mengakibatkan nilai Flow dan VFA mengalami penurunan dari kondisi normal ( 100%) dan nilai VIM mengalami kenaikan dari kondisi normal, hal ini mengakibatkan nilai karakteristik campuran Marshall tidak memenuhi spesifikasi campuran.
KAJIAN PENAMBAHAN ASPAL ASBUTON BGA (BUTON GRANULAR ASPHALT) DALAM CAMPURAN PANAS ASPAL AGREGAT (AC-WC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Misbah, Misbah; Firdaus, Firdaus
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 No 1 Februari 2014
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.304 KB)

Abstract

Saat ini banyak jalan beraspal yang dilewati oleh kendaraan berat tidak mampu menerima beban kendaraan tersebut, sehingga sering kita temukan kerusakan pada awal umur rencana jalan seperti : retak, deformasi, dan kerusakan lainnya, yang menyebabkan perencanaan awal jalan tidak tercapai. Hal ini disebabkan beberapa hal antara lain campuran aspal panas yang digunakan tidak mempertimbangkan beban lalu lintas dan suhu yang tinggi pada daerah tersebut. Untuk mengatasinya perlu diadakan suat penelitian dengan menggunakan variasi campuran aspal asbuton berbutir ( Buton Granular Asphalt, BGA ) dengan perbandingan tertentu yang di campur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas. Hasil dari campuran ini diharapkan dapat menghasilkan suatu campuran yang bagus dan kuat, sehingga fungsi sebagai pengisi rongga dalam campuran diharapkan bisa tercapai dalam mengantisipasi kerusakan pada jalan yang memiliki lalu lintas berat dan suhu tinggi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui nilai perbandingan antara aspal standar pen 60/70 dengan penambahan aspal buton Berbutir ( BGA ) pen 20/25 sebesar 2.5%, 3.0% dan 5 %. Dari analisa didapatkan nilai optimal aspal pen 60/70 kadar aspalnya adalah : 6 %, sedangkan penambahan aspal buton Berbutir ( BGA ) pen 20/25 sebesar 2.5% kadar aspalnya : 6%, 3,0% kadar aspalnya : 5.9% dan 5 % kadar aspalnya : 5.7%. Nilai aspal asbuton berbutir pen 20/25 dibanding dengan aspal pen 60/70 lebih baik karena dari hasil penelitian terlihat aspal asbuton berbutir memiliki keunggulan dibanding aspal 60/70.
KAJIAN CAMPURAN ASPAL PANAS AGREGAT (AC-BC) DENGAN TAMBAHAN ASPAL ASBUTON BERBUTIR BGA (BUTON GRANULAR ASPHALT) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Misbah, Misbah; Herianto, Sugeng
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.968 KB)

Abstract

Seiring dengan makin tingginya tingkat pengguna jalan raya, serta bertambahnya jumlah kendaraan maka tingkat kebutuhan atau tuntutan lapangan semakin tinggi.Saat ini masih banyak terdapat ruas-ruas jalan beraspal yang dilewati lalu lintas tergolong berat masih menggunakan aspal standar yang propertisnya masih perlu disesuaikan dengan tuntutan sekarang. Deformasi, retak alur atau perubahan bentuk lainnya adalah beberapa permasalahan yang terjadi pada perkerasan jalan saat ini. Sebagai salah satu alternatif penanganan dari aspek perkerasan jalan beraspal yang sesuai dengan tuntutan lapangan, yang memperhitungkan beban lalu lintas yang lewat dengan penggunaan aspal Asbuton Berbutir ( BGA) yang merupakan perpaduan antara aspal keras dengan asbuton semi ekstraksi, yang berfungsi sebagai aspal dan pengisi, rongga dalam campuran beraspal diharapkan dapat mengantisipasi kerusakan dini yang terjadi pada ruas-ruas jalan yang melayani beban lalu lintas berat dann temperatur tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara aspal biasa pen 60/70 dengan penambahan asbuton berbutir pen 20/25 sebesar 2,5% , 3.0% dan 5,0% dengan agregat kasar batu pecah hasil stone crusher dan agregat halus berupa crusher dust. Dari analisa didapat nilai optimal aspal pen 60/70 kadar aspalnya adalah : 5,4%, sedangkan penambahan aspal buton berbutir (BGA) pen 20/25 sebesar 2,5% kadar aspalnya 5,5%, 3,0% kadar aspalnya 5,4% dan 5 % kadar aspalnya 5,5%. Nilai aspal asbuton berbutir pen 20/25 dibanding dengan aspal pen 60/70 lebih baik karena dari hasil penelitian terlihat aspal asbuton berbutir memiliki keunggulan dibanding aspal 60/70.
PENGARUH VARIASI KADAR AGREGAT KASAR TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK CAMPURAN PANAS ASPAL AGREGAT (AC-BC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Misbah, Misbah
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 No 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.608 KB)

Abstract

Jalan adalah salah satu sarana transportasi yang digunakan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan pada umumnya dan perekonomian khususnya. Biaya pembangunan dan perawatan jalan yang cukup besar, berakibat pembangunan jalan dititik beratkan pada peningkatan mutu jalan, baik dari segi biaya, metoda pelaksanaan maupun segi pemeliharaan sehingga diperoleh hasil maksimal dan jalan bisa bertahan lama. Sering ditemui perkerasan jalan yang sudah mengalami kerusakan sebelum umur rencana tercapai. Beberapa faktor penyebab kerusakan diantaranya : pemeliharaan jalan yang belum optimal, muatan kendaraan melebihi kapasitas muat kendaraan, pengaruh faktor aspal dan faktor gradasi agregat, serta pelaksanaan perkerasan yang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi Kementerian Pekerjaan Umum. Maka, perlu suatu metoda yang bisa dijadikan pedoman untuk mengetahui terjadinya penyimpangan pelaksanaan yang telah memenuhi persyaratan spesifikasi Kementerian Pekerjaan Umum. Salah satu metode adalah analisa pengaruh variasi kadar agregat kasar terhadap nilai karakteristik campuran Asphalt Concrete-Bearing Course (AC-BC). Lapisan perkerasan lentur Asphalt Concrete-Bearing Course (AC-BC) adalah lapisan perkerasan yang digunakan sebagai lapis permukaan atau lapis aus, untuk itu diperlukan kepadatan (density) yang memenuhi standar. Dari hasil penelitian “Pengaruh Variasi Kadar Agregat Kasar terhadap Nilai Karakteristik Campuran Panas Aspal Agregat (AC-BC) dengan pengujian Marshall” didapatkan bahwa dengan menaikkan kadar agregat kasar hingga 130 % dan menurunkan kadar agregat kasar hingga 80 % dari kondisi normal ( 100 % ), mengakibatkan nilai VFA dan Flow mengalami penurunan dari kondisi normal ( 100%) dan nilai VIM mengalami kenaikan dari kondisi normal (100%), hal ini mengakibatkan nilai karakteristik campuran Marshall tidak memenuhi spesifikasi campuran yang disyaratkan.
PENGARUH VARIASI KADAR FILLER TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK CAMPURAN PANAS ASPAL AGREGAT (AC-BC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Misbah, Misbah
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 No. 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.472 KB)

Abstract

Jalan sebagai salah satu sarana transportasi yang digunakan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan pada umumnya dan perekonomian khususnya. Dengan biaya pembangunan dan perawatan jalan yang besar, berakibat pembangunan jalan dititik beratkan pada peningkatan mutu jalan, baik dari segi biaya, metoda pelaksanaan maupun segi pemeliharaan sehingga diperoleh hasil maksimal dan jalan bisa bertahan lama. Pada perkerasan jalan sering ditemui permukaan jalan yang sudah mengalami kerusakan sebelum umur rencana tercapai. Ini disebabkan beberapa hal diantaranya : pemeliharaan jalan yang belum optimal, muatan kendaraan melebihi kapasitas muat kendaraan, pengaruh faktor aspal dan faktor gradasi agregat, serta pelaksanaan perkerasan yang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi Kementerian Pekerjaan Umum. Untuk itu, perlu suatu metoda sebagai pedoman untuk mengetahui terjadinya penyimpangan pelaksanaan yang telah memenuhi persyaratan spesifikasi Kementerian Pekerjaan Umum. Salah satu metode adalah analisa pengaruh variasi kadar filler terhadap nilai karakteristik campuran Asphalt Concrete-Bearing Course (AC-BC). Lapisan perkerasan lentur Asphalt Concrete-Bearing Course (AC-BC) adalah lapisan perkerasan yang digunakan sebagai lapis permukaan atau lapis aus, untuk itu diperlukan campuran AC-BC yang memenuhi standar. Dari hasil penelitian “Pengaruh Variasi Kadar Filler terhadap Nilai Karakteristik Campuran Panas Aspal Agregat (AC-BC) dengan pengujian Marshall didapatkan bahwa dengan menurunkan kadar filler hingga 50% dari kondisi normal ( 100 % ), mengakibatkan nilai Flow dan VFA mengalami penurunan dari kondisi normal (100 %), sedangkan nilai VIM mengalami kenaikan dari kondisi normal (100%), hal ini mengakibatkan nilai karakteristik campuran Marshall tidak memenuhi spesifikasi campuran yang disyaratkan.
PENERAPAN INFORMATION TECHNOLOGY BALANCED SCORECARD (IT BSC)PADA PERANCANGAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 Misbah, Misbah; Hadi, Sasongko Pramono; Nugroho, Eko
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.188 KB)

Abstract

Tata kelola teknologi informasi (TI) merupakan kebutuhan di setiap instansi penyelenggara pelayanan publik mengingat peran TI yang semakin penting sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tata kelola TI dapat menyelaraskan kebutuhan, kondisi dan pilihan stakeholder untuk menentukan keseimbangan, tujuan organisasi yang akan dicapai, mengatur arah melalui prioritas dan membuat keputusan serta memonitor prestasi sesuai dengan arah dan tujuan organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk menerapkanInformation Technology Balanced Scorecard (IT BSC) untuk pemetaan tujuan organisasi terkait TI dalam perancangan tata kelola TI menggunakan kerangka kerja COBIT 5. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menganalisa penerapan IT BSC pada kerangka kerja COBIT 5. Penelitian ini menjelaskan proses penerapan IT BSC untuk pemetaan tujuan organisasi terkait TI yang diselaraskan dengan tujuan bisnis organisasi dalam perancangan tata kelola TI menggunakan kerangka kerja COBIT 5. Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan untuk pengembangan proses pemetaan tujuan terkait TI dengan menerapkan IT BSCpada kerangka kerja COBIT 5.
ASESMEN MATURITAS MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN PADA KONTRAKTOR KECIL DAN MENENGAH Misbah, Misbah
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2017): JTM Edisi Spesial 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.527 KB)

Abstract

Perusahaan konstruksi (kontraktor) memiliki peranan penting dan tanggung jawab dalam kesuksesan proyek. Sampai saat ini masih ditemukan adanya keterlambatan pelaksanaan proyek, salah satu penyebabnya kurangnya penanganan risiko pada perusahaan. Oleh karena itu kontraktor dituntut harus menyadari dan memperhatikan potensi risiko atas proyek yang ditanganinya agar dapat meminimalisasi risiko dan membantu pencapaian tujuan.Tata kelola manajemen risiko yang baik akan memberikan informasi dan indikasi terhadap kemungkinan risiko yang akan terjadi pada perusahaan, sehingga dapat dilakukan pencegahan dan evaluasi dini untuk meminimalisasi kerugian dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kriteria, mengukur tingkat maturitas serta memberikan rekomendasi terhadap kelemahan penerapan manajemen risiko. Hal ini dilakukan agar dapat mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan, sehingga dapat dilakukan tindakan untuk meningkatkan peforma perusahaaan. Model penilaian maturitas diadopsi dari model yang dikembangkan oleh Zhao. Model ini dilakukan berdasarkan pendekatan manajemen risiko perusahaan (ERM) yang menekankan bahwa risiko harus dikelola oleh semua pihak perusahaan dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Terdapat 16 kriteria untuk mengukur level maturitas pada kontraktor kecil dan menengah, yang dikukur kedalam lima level, yaitu; sangat lemah, lemah, menengah, baik dan optimal.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA Mastuang, Mastuang; Erliana, Elfa; Misbah, Misbah; Miriam, Sarah
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.485 KB)

Abstract

Rendahnya karakter tanggung jawab dan kemampuan kognitif akan menghambat siswa dalam mengembangkan semua potensi yang dimilikinya untuk memperoleh suatu informasi yang lebih bermakna dan membekas dalam ingatan. Oleh karenanya, dilakukan penelitian untuk meningkatkan karakter tanggung jawab dan kemampuan kognitif siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 12 Banjarmasin. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart, setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan/pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi dan tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan instrumen penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) Rata-rata tingkat tanggung jawab siswa pada siklus I dan siklus II meningkat dari 68,78% (tinggi) menjadi 79,24% (tinggi); dan (2) Kemampuan kognitif siswa secara klasikal pada siklus I dan siklus II meningkat dari 82,61% (tuntas) menjadi 100% (tuntas). Diperoleh simpulan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan karakter tanggung jawab dan kemampuan kognitif siswa. Kata Kunci: discovery learning, karakter tanggung jawab, kemampuan kognitif.