Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PELUANG PENGEMBANGAN INDUSTRI ARANG AKTIF DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

Jurnal Sistem Teknik Vol 1 (2010):
Publisher : Magister Teknik Sistem FT UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, the need of activated charcoal as adsorbent and purification materials is increasing. In Ogan Komering Ulu regency has a lot of biomass waste which can be processed to be activated charcoal. Therefore this potency will be analysed comprehensively in order to develop the activated charcoal comodity.Based on field study in Ogan Komering Ulu regency, the potency of biomass waste as activated charcoal raw material can be analysed. Based on the field study at activated charcoal factory Palembang and Bogor, the data of activated charcoal process production and production cost can be collected. From the litrature study and the data collected of the field study, the opportunity to establish the activated charcoal factory in Ogan Komering Ulu regency can be investigated.The biomass waste in Ogan Komering Ulu consist of the wood residue in logged forest is 6.428 m3, the sawmills waste is 3.806 m3, the coconut shell is 75.506 tons, the palm shell is 15.520 tons, the rice husk is 69.103 tons. If the biomass waste above will be processed to be charcoal, therefore the big amount of charcoal from coconut shell is 22.652 tons. The activated charcoal from coconut shell has higher adsorptive capacity of iodine than other raw material. The analysis of supply and demand showed the value of market share was 96 %. Based on the assumption that activated charcoal factory will be operated for 10 years, to establish the activated charcoal factory need  investment capital Rp.128.000.000,-. Based on the financial evaluation the profit will be Rp. 32.972.000,- every year. Pay back period after tax is 3 years 1 month, Net Present Value is (+) Rp. 20.230.196,-, Internal Rate of Return is 22 %, and Break Event Point is 52 %. Sensitivity analysis shows 10 % increasing raw material’s price, the Net Present Value will be positive by Rp. 11.981.048,- and 10 %, decreasing of product’s price, the Net Present Value will be negative by Rp 41.638.414,-, therefore the factory is more sensitive to the product’s price. Based on the research and evaluation, the activated charcoal factory is feasible.

PRA-RANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU STUDI KASUS PABRIK TAHU DESA TEMPEL SARI, KECAMATAN KALIKAJAR, KABUPATEN WONOSOBO

Jurnal Sistem Teknik Vol 1 (2010):
Publisher : Magister Teknik Sistem FT UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah  cair industri tahu di sentra industri tahu Desa Tempelsari, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo sudah melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan   oleh Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah, yaitu pH         6,0 sampai dengan 9,0;  BOD 150 mg/l; COD 275 mg/l dan TSS 100 mg/l. Data pengujian limbah cair tahu yang dilakukan di BBTKLPPM Yogyakarta  dengan sampel limbah cair tahu dari Pabrik Tahu “Sari Barokah”  adalah pH 6,7 , BOD 1250,1 mg/l, COD 3440 mg/l, TSS 383 mg/l.  Dalam rangka  menanggulangi masalah di atas, maka diperlukan Instalasi Pengolahan Air Limbah, untuk itu akan dilakukan pra rancangannya. Dengan melihat karakteristik air limbah tersebut di atas  serta melihat kondisi geografis daerah Wonosobo maka dipilih pengolahan dengan reaktor UASB (Upflow Anaerob Sludge Blanket).Metoda pelaksanaan Pra-Rancangan  IPAL  dari Pabrik Tahu “ Sari Barokah” ini  dimulai dengan mengetahui karakteristik limbahnya,  menghitung debit air limbah yang dihasilkan, menentukan  desain unit-unit pengolah limbahnya , menghitung  dimensi unit pengolah limbah serta menghitung anggaran biaya pembuatan  IPAL.Perhitungan  neraca massa  dari unit-unit pengolah limbah yang terdiri dari Bak Saringan Kasar, Bak Grit Chamber, Bak Ekualisasi, Reaktor UASB dan Septic Tank  diperoleh Enfluent Limbah dengan kadar BOD 129,4 mg/l , COD 240 mg/l dan TSS 36 mg/l , sehingga telah memenuhi baku mutu limbah cair tahu. Dengan dimensi unit-unit pengolah limbahnya sebagai berikut : Bak saringan kasar panjang 0,6 m, lebar 0,6 m kedalaman 0,6 m. Bak grit chamber, panjang 0,9 m, lebar 0,0,45 m, lebar dasar 0,15m, kedalaman 0,63 m. Bak ekualisasi, panjang 3,8 m, lebar 1,8 m dan kedalaman 2,7 m. Reaktor UASB, tinggi 4,5 m,  diameter 1,78 m, luas penampang 2,4 m2, luas separator gas 0,6 m2. Bak Septic Tank, panjang 4 m, lebar 2 m dan kedalaman 1,4 m. Pembuatan IPAL ini membutuhkan biaya sebesar Rp.17.568.360,00.

PREPARASI KARBON TEREMBAN OKSIDA COBALT DARI LIMBAH KULIT MANGGIS SEBAGAI ADSORBEN PENJERAP ETILEN UNTUK PENGAWETAN BUAH

REAKTOR Volume 15 No.3 April 2015
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.244 KB)

Abstract

Ethylene is a compound produced naturally by fruit that can accelerate the maturity of the fruit. Controlling ethylene gas as a product of metabolism of fruit during storage will prolong the shelf life of the fruit. Controlling ethylene gas is carried out by adsorption process using carbon-impregnated cobalt oxide. In this study, carbon as a support made by pyrolysis of extraction waste of mangosteen peel at a temperature of  850°C for 15 minutes. Furthermore, the process of impregnating of cobalt oxide into the carbon pore network was carried out by using the incipient wetness impregnation method by adding a cobalt salt solution into the carbon pore network,  followed by heating at a temperature of 110oC for 8 hours and calcination at a temperature of 200oC for 6 hours. Ethylene adsorption test performed at 30°C using a static volumetric test. While Cavendish banana fruit preservation process was carried out at ambient temperature (20-32oC) by observing the changing of skin color from day to day. Adsorption test results showed that the ethylene uptake increased with the increasing of the composition of cobalt oxide on the carbon surface. The highest ethylene uptake of 6.094 mmol/(gram of adsorbent) was obtained from adsorption of ethylene using carbon-impregnated 30% cobalt oxide. Fruit preservation process indicated that the increasing of amount of adsorbent can improve the shelf life of bananas Cavendish. The highest result was obtained from the addition of 15 grams of carbon-impregnated cobalt oxide and silica gel that can extend the shelf life of bananas Cavendish for 15 days.   Keywords: adsorption; carbon;  cobalt oxide;  ethylene; impregnation Abstrak Etilen merupakan senyawa yang dihasilkan secara alami oleh buah yang dapat mempercepat kematangan pada buah. Pengontrolan gas etilen sebagai produk metabolisme buah selama penyimpanan akan memperpanjang masa simpan buah tersebut. Pengontrolan gas etilen dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan karbon teremban oksida cobalt. Pada penelitian ini, karbon sebagai pengemban dibuat dari pirolisis limbah kulit manggis sisa ekstraksi pada suhu 850oC selama 15 menit. Selanjutnya, proses pengembanan oksida cobalt pada permukaan karbon dibuat melalui proses impregnasi dengan incipient wetness method yang dilakukan dengan menambahkan larutan garam cobalt ke dalam jaringan pori karbon yang dilanjutkan dengan pemanasan pada suhu 110oC selama 8 jam dan kalsinasi pada suhu 200oC selama 6 jam. Uji adsorpsi etilen dilakukan pada suhu 30oC menggunakan alat uji static volumetric. Sedangkan proses pengawetan buah pisang Cavendish dilakukan pada suhu lingkungan (20 – 32oC) dengan mengamati perubahan warna kulitnya dari hari ke hari. Hasil uji adsorpsi menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi oksida cobalt pada permukaan karbon akan meningkatkan kapasitas penjerapan terhadap etilen. Hasil tertinggi sebesar 6,094 mmol/(gram adsorben) diperoleh dari adsorpsi etilen menggunakan karbon teremban 30% oksida cobalt. Dari proses pengawetan buah menunjukkan bahwa jumlah karbon teremban oksida cobalt yang semakin meningkat dapat meningkatkan umur simpan dari buah pisang Cavendish. Hasil tertinggi diperoleh dari penambahan 15 gram karbon teremban cobalt dan silica gel dapat memperpanjang umur simpan buah pisang Cavendish selama 15 hari. Kata kunci: adsorpsi; karbon; oksida cobalt; etilen; impregnasi

DESAIN ADSORBER MENGGUNAKAN BAHAN ISIAN RESIN PENUKAR ANION BASA KUAT UNTUK PEMURNIAN BIOGAS

Jurnal Riset Industri Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9103.775 KB)

Abstract

Biogas sebagai sumber energi terbarukan mempunyai kandungan metana (CH4)  sekitar 50-75% sebagai bahan bakar utama. Untuk dapat menggunakan biogas sebagai sumber energi yang lebih luas perlu dilakukan proses pemurnian biogas dari  pengotornya seperti CO2.   Perancangan alat pemurnian biogas skala pilot plant telah dilakukan berdasarkan data-data percobaan laboratorium. Oesain alat yang dirancang beroperasi pada tekanan atmosferis dan suhu lingkungan dengan kapasitas 75 Liter resin dan laju alir gas 0,8 L/menit.   Bahan isian adsorber yang digunakan adalah resin berjenis penukar anion basa kuat dan air dengan perbandigan 3: 1. Oimensi alat adsorber yang dirancang yaitu, tinggi 1350 mm dan diameter  254 mm. Hasil unjuk kerja alat skala pilot plant yang telah dilakukan menunjukkan bahwa C02 mampu utuk dihilangkan hingga 100% dalam waktu 15 menit. Setelah 15 menit resin harus diregenarasi menggunakan larutan NaCI 2% untuk mengembalikan unjuk kerja resin seperti sedia kala. Hasil analisa ekonomi terhadap keberlangsungan proses tersebut memberikan hasil ROI 24,91%,  POT 2,86 tahun, OCFRR 31,12%, BEP 42,29% dan SOP 26,50%.  Hasil analisis parameter­ parameter ekonomi tersebut menunjukkan bahwa proses ini layak untuk dijalankan.

DESAIN ADSORBER MENGGUNAKAN BAHAN ISIAN RESIN PENUKAR ANION BASA KUAT UNTUK PEMURNIAN BIOGAS

Jurnal Riset Industri Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9103.775 KB)

Abstract

Biogas sebagai sumber energi terbarukan mempunyai kandungan metana (CH4)  sekitar 50-75% sebagai bahan bakar utama. Untuk dapat menggunakan biogas sebagai sumber energi yang lebih luas perlu dilakukan proses pemurnian biogas dari  pengotornya seperti CO2.   Perancangan alat pemurnian biogas skala pilot plant telah dilakukan berdasarkan data-data percobaan laboratorium. Oesain alat yang dirancang beroperasi pada tekanan atmosferis dan suhu lingkungan dengan kapasitas 75 Liter resin dan laju alir gas 0,8 L/menit.   Bahan isian adsorber yang digunakan adalah resin berjenis penukar anion basa kuat dan air dengan perbandigan 3: 1. Oimensi alat adsorber yang dirancang yaitu, tinggi 1350 mm dan diameter  254 mm. Hasil unjuk kerja alat skala pilot plant yang telah dilakukan menunjukkan bahwa C02 mampu utuk dihilangkan hingga 100% dalam waktu 15 menit. Setelah 15 menit resin harus diregenarasi menggunakan larutan NaCI 2% untuk mengembalikan unjuk kerja resin seperti sedia kala. Hasil analisa ekonomi terhadap keberlangsungan proses tersebut memberikan hasil ROI 24,91%,  POT 2,86 tahun, OCFRR 31,12%, BEP 42,29% dan SOP 26,50%.  Hasil analisis parameter­ parameter ekonomi tersebut menunjukkan bahwa proses ini layak untuk dijalankan.

Adsorpsi Air dari Campuran Uap Etanol-Air dengan Zeolit Sintetis 4A dalam Packed Bed dalam Rangka Produksi Fuel Grade Ethanol

Jurnal Rekayasa Proses Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethanol can be used as fuel if it has a purity of 99.5%, while ethanol distillation will stop at its azeotrop point, ie at 95.6%. Adsorption of molecular sieve is one of the methods to obtain ethanol with level above the azeotropic point. Adsorbent that serves as molecular sieve is synthetic zeolite 4A. The adsorbent has a pore diameter of 3.9 Ǻ, then water and ethanol each has a molecular diameter of 2.75 Ǻ and 4.4 Ǻ. Hence the adsorbent is selective against the ethanol-water mixture. The purpose of this research is to obtain ethanol above its azeotropic point and to study the relationship between the influence of flow rate (Vz) and temperature (T) to changes in the number of mass transfer coefficient (kc), radial diffusivity (Der) and henry constants (H) which can be used as parameters in the design of adsorption tools on a commercial scale.This experiment was conducting by weighing zeolite 4A as much as 100 grams, then compiled and measured the height on packed bed column adsorbent. The heating regulator is switched on and set to a constant temperature of 80, 85, 90, 95 and 100 0C. Ethanol 95.61% with 250 ml volume is put into three-neck flask, then heat to evaporate. Turn on the cooling back and adjust the amount of formed vapor rate by adjusting the faucet opening and the degree of voltage in the heating mantle. The magnitude of the vapor flow rate is set at 2, 4 and 6 liters / minute. The products is accomodated and samples were taken every minute to analyze the ethanol content.This adsorption process gives the highest yield of ethanol with 99.40% content. The steam flow rate of 2 lpm and the temperature of 800C is the optimum combination in this research because much of the water vapor adsorbed on the 4A zeolite grain is 7.93 grams. The numerical calculation provides the result that the value of Der in this experiment is 1.59.10-3 cm2 / men, and the relation of kc are the function of reynolds and H  the function of temperature are as follows: kc = 7,95.10^-3.(Re)^0,1639 and H = 4,47.10^-3.exp(2565,26/T) ABSTRAKEtanol dapat digunakan sebagai bahan bakar jika memiliki kemurnian 99,5%, sedangkan dislitasi etanol akan terhenti pada titik azeotropnya, yaitu pada 95,6%. Adsorpsi molecular sieve adalah salah satu metode untuk memperoleh etanol dengan kadar diatas titik azeotrop. Adsorbent yang berfungsi sebagai molecular sieve adalah zeolit sintetis 4A. Adsorbent ini memiliki diameter pori sebesar 3,9 Ǻ, lalu air dan etanol masing-masing memiliki diameter molekul 2,75 Ǻ dan 4,4 Ǻ. Maka dari itu adsorbent bersifat selektif terhadap campuran etanol-air. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh etanol diatas titik azeotropnya serta mempelajari hubungan pengaruh laju alir (vz) dan suhu (T) terhadap perubahan harga koefisien transfer massa (kc), difusivitas radial (Der) dan konstanta henry (H’) yang bisa digunakan sebagai parameter dalam perancangan alat adsorpsi pada skala komersial. Percobaan ini dilakukan dengan cara menimbang zeolit 4A sebanyak 100 gram, lalu disusun  dan diukur tingginya pada packed bed columnadsorbent. Regulator pemanas dinyalakan dan diatur suhunya sampai konstan pada 80, 85, 90, 95 dan 1000C. Etanol 95,61% dengan volum 250 ml dimasukkan ke labu leher tiga, lalu dipanaskan sampai menguap. Pendingin balik dinyalakan dan diatur besarnya laju uap yang terbentuk dengan mengatur bukaan kran dan derajat voltase pada heating mantle. Besarnya laju aliran uap diatur pada 2, 4 dan 6 liter/menit. Produk ditampung dan diambil tiap menit sebagai sampel untuk dianalisis kadar etanolnya. Proses adsorpsi ini memberikan hasil tertinggi berupa etanol dengan kadar 99,40%. Laju alir uap 2 lpm dan suhu 800C adalah kombinasi yang optimal dalam penelitian ini karena banyak uap air yang teradsorpsi pada butir zeolit 4A yaitu 7,93 gram. Perhitungan secara numeris memberikan hasil bahwa nilai Der pada percobaan ini adalah 1,59.10-3 cm2/men, serta hubungan kc fungsi reynolds dan H’ fungsi suhu berturut-turut adalah sebagai berikut:kc=7,95.10-3..vz.D0,1639dan H=4,47.10-3.e2565,26T