Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Jurnal Penelitian Sains

Studi Kandungan Nitrogen Oksida (NOx) pada Udara di Sepanjang Jalan Palembang-Prabumulih Yuliasari, Nova; Miksusanti, Miksusanti; Tridayona, Tridayona
Jurnal Penelitian Sains No 16 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.582 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian kandungan gas NOx di udara sepanjang ruas jalan Palembang-Prabumulih dengan menggunakan metoda spektrofotometri. Cuplikan udara dihisap tabung impinger yang terhubung secara seri. Kadar NOx tertinggi terdapat pada lokasi Bundaran Air Mancur Palembang sebesar 83,26 mg/m3 (pagi); 91,22 mg/m3 (siang) dan 88,50 mg/m3 (sore). Sedangkan kadar Nox terendah terdapat pada Perumahan Bumi Inderalaya Permai sebesar 16,48 mg/m3 (pagi); 19,03 mg/m3 (siang) dan 17,51 mg/m3 (sore). Kadar Nox di sepanjang jalan Palembang-Inderalaya masih di bawah nilai ambang batas (92,50 mg/m3). Variasi kadar NOx secara umum disebabkan faktor kelambaban dan jumlah kendaraan. Temperatur dan tekanan udara relatif tidak mempengaruhi kadar gas NOx di udara.   
Aktivitas Antioksidan dan Sifat Kestabilan Warna Campuran Ekstrak Etil Asetat Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Miksusanti, Miksusanti; Elfita, Elfita; Hotdelina S, Hotdelina S
Jurnal Penelitian Sains Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.83 KB)

Abstract

Aktivitas antioksidan dari ekstrak etil asetat kulit buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) serta kombinasinya telah dipelajari dengan metode 1,1 difenil-2- pikrilhidrazil (DPPH). Campuran warna terbaik adalah perbandingan 1:2 (M1 : S2) dan telah dilakukan uji stabilitas ekstrak warnanya terhadap pengaruh pH, stabilitas terhadap oksidator, sinar UV, waktu dan suhu pemanasan, serta suhu selama penyimpanan dengan mengukur absorbansinya pada _max 440 nm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat kulit buah Manggis lebih aktif dibandingkan dengan ekstrak etil asetat kayu Secang dengan IC50 14,1882 ppm. Ekstrak etil asetat kulit buah Manggis ini hampir sebanding dengan standar antioksidan asam askorbat yang memberikan IC50 15,3769 ppm. Kombinasi terbaik campuran ekstrak etil asetat kayu Secang dan kulit buah Manggis yang memberikan aktivitas antioksidan tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 96% dan IC50 terendah 17,6791 ppm adalah perbandingan 1:1 (M1:S1). Semua perlakuan uji kestabilan menyebabkan perubahan warna. Warna campuran berubah dari kuning menjadi kuning pucat dan jingga. Persentase perubahan serapan warna campuran berturut-turut adalah: 26% untuk pengaruh oksidator, 34% untuk pengaruh sinar UV pada botol gelap, 35% untuk pengaruh penyimpanan suhu dingin, 97% untuk pengaruh sinar UV pada botol bening, dan 93% penyimpanan pada suhu kamar. Ekstrak etil asetat kulit buah Mangis dan kayu Secang mengandung warna yang berfungsi sebagai antioksidan yang potensial.
Studi Pengaruh Temperatur, Kelembaban dan Tekanan Udara Terhadap Polutan SO2 di Sepanjang Jalan Pelembang-Inderalaya Yuliasari, Nova; Miksusanti, Miksusanti; Eviyanti, Eviyanti
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 3 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa kadar SO2 di udara sepanjang jalan Palembang-Prabumulih menggunakan metoda kompleks pararosanilin secara spektrofotometri tampak telah dilakukan. Cuplikan udara diserap impinger yang disambungkan dengan pompa vakum, masung-masing cuplikan diserap selama satu jam. Hasil penelitian menunjukkan kadar SO2 tertinggi berada di kawasan publik sulfat yaitu 154,5 mg/M3 (pagi); 226,0 mg/M3 (siang) dan 201,1 mg/M3 (sore). Kadar SO2 terendah berada di Kertapati yaitu 63,2 mg/M3 (pagi); 88,6 mg/M3 (siang) dan 77,7 mg/M3 (sore). Kecenderungan hasil penelitian menunjukkan kadar SO2 siang hari selalu lebih tinggi dibanding pagi dan sore hari. Faktor kelembaban udara lebih mempengaruhi kadar SO2 dibanding temperatur dan tekanan udara. Kadar polutan SO2 yang terukur masih dibawah nilai ambang batas yang diizinkan sesuai KEP-03/MENKLH/II/1991 yaitu 260,0 mg/M3.  
Studi Biodegradasi Blend PVC-Minyak Nabati Epoksi Sebagai Salah Satu Upaya Mengurangi Pencemaran Lingkungan Oleh Limbah Plastik Desnelli, Desnelli; Miksusanti, Miksusanti
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polivinil klorida(PVC) merupakan salah satu bahan plastic yang yang banyak digunakan sebagai pengemas makanan, tetapi sulit terdegradasi. Pada penelitian ini dilakukan pencampuran polivinil klorida dengan minyak biji karet epoksi untuk mendapatkan plastic yang dapat terbiodegradasi. Komposisi poliblend yang dibuat adalah 35% berat minyak biji karet epoksi.Proses biodegradasi dilakukan dengan menggunakan bakteri Staphylococus aureus selama 30 hari. Pengamatan terhadap poliblend setelah proses biodegradasi yaitu terlihat adanya bintik-bintik coklat. Hasil analisa dengan SEM menunjukkan adanya kerusakan pada permukaan poliblend setelah proses biodegradasi. Hasil penentuan temperature leleh dan berat molekul rerata viskosistas polivinil klorida menurun setelah biodegradasi. 
Studi Penyerapan Procion pada Limbah Kain Tajung Menggunakan Serbuk Batang Eceng Gondok Yuliasari, Nova; Miksusanti, Miksusanti; Dian, Dian
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.049 KB)

Abstract

Penelitian penyerapan zat warna kimiawi jenis procion pada limbah kain tajung menggunakan serbuk batang eceng gondok telah dilakukan. Konsentrasi procion dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Parameter yang diteliti adalah waktu kontak, berat serbuk eceng gondok dan pH untuk mendapatkan kondisi optimum. Kondisi optimum perlakuan 50 mL 100 mg/L procion, terjadi pada waktu kontak selama 30 menit, berat serbuk eceng gondok 25 mg dan pH 7. Uji statistik menggunakan ANOVA menunjukkan seluruh parameter menghasilkan data persentase penyerapan yang berbeda nyata. Konsentrasi procion awal pada limbah sebesar 441,02 mg/L. Limbah yang telah diperlakukan pada kondisi optimum memiliki konsentrasi procion menurun menjadi 222,57 mg/L. Persentase penyerapan procion dalam limbah pada kondisi optimum sebesar 49,53%.
Penurunan Kebutuhan Oksigen Kimiawi Limbah Jumputan Menggunakan Lumut Hati Yuliasari, Nova; Miksusanti, Miksusanti; Setiyowati, Endang
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.207 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian penurunan nilai kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) terhadap limbah jumputan menggunakan lumut hati yang tumbuh di pohon. Nilai KOK diukur melalui metoda spektrofotometri. Lumut kering dalam bentuk serbuk yang berukuran 100 mesh dikontakkan dengan 50 mL media limbah. Nilai KOK limbah awal sebesar 193,5 mg/L. Kondisi optimum penyerapan senyawa organik adalah selama waktu kontak 60 menit, berat  serbuk lumut 25 mg dan pada pH 7. Kondisi optimum penyerapan menghasilkan penurunan nilai KOK sebesar 74,84%, yaitu menjadi 48,69 mg/L.
Aktivitas Campuran Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kayu Secang (Caesalpina sappan L.) terhadap Bacillus cereus Miksusanti, Miksusanti; Fitrya, Fitrya; Marfinda, Nike
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aktivitas antibakteri kombinasi dari ekstrak air kayu secang dan kulit manggis terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus. Ekstrak dimaserasi menggunakan pelarut aquademineral dan di- freezdrying. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumur. Parameter yang digunakan ialah diameter zona hambat. Hasil penelitian pada perbandingan kombinasi manggis dan secang 2 : 8, 4 : 6, 5 : 5, 6 : 4, 8 : 2 dengan zona hambat terhadap B. cereus yaitu 18,4, 16,8, 17,3, 13,5, 14,6 mm. Pada penentuan KHM terlihat bahwa campuran ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. cereus dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) adalah 0,075% (750 ppm). Total fenol pada manggis yaitu 94,047 mg/g. Total fenol pada secang yaitu 590,428 mg/g.
Pengaruh Usia Sumur Bor Terhadap Pelarutan Logam Timbal dan Kadmium dari Lumpur Bekas Pengeboran Minyak Prabumulih Sumatera Selatan Fatma, Fatma; Miksusanti, Miksusanti; Syafriansyah, Agus
Jurnal Penelitian Sains No 13 (2003)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.088 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pelarutan logam timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dari lumpur bekas pengeboran minyal di daerah Prabumulih. Lumpur yang diteliti dengan variasi usia sumur yaitu 0,5; 1; 2 dan 3 tahun. Lumpur didestruksikan dengan aquaregia untuk analisis kandungan logam Pb dan Cd, sedangkan analisis pelarutan logam dari lumpur dilakukan dengan penambahan aquadimineral pada pH 6. Pengukuran kandungan logam dalam lumpur dan kandungan logam terlarut dilakukan secara Spektrometri Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan konsentrasi Pb dan Cd dalam lumpur maupun yang terlarut seiring dengan bertambahnya usia sumur. Kadar logam Pb dan Cd dalam lumpur maupun yang terlarut dari setiap sumur bor yang diteliti sudah melewati ambang batas.
Studi Interaksi Zat Warna Tekstil Auramin dengan Asam Humat dari Tanah Gambut Lesbani, Aldes; Miksusanti, Miksusanti; Yusuf, Setiawan
Jurnal Penelitian Sains No 12 (2002)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi interaksi zat warna auramin pada asam humat yang diekstrksi dengan kondisi alkalis dari tanah gambut. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap interaksi auramin  dengan asam humat dipelajari meliputi: waktu interaksi dan konsentrasi awal auramin yang kemudian dilakukan identifikasi sifat interaksi secara spektroskopi di daerah infra merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penetapan kinetika reaksi orde 1 didapat laju interaksi asam humat dengan auramin sebesar 4,29x102 menit-1 dengan koefisien korelasi  sebesar 0,96. Penerapan persamaan Langmuir pada konsentrasi awal auramin yang berinteraksi dengan asam humat menunjukkan kapasitas interaksi sebesar 1,725x10-2 mg/g. Hasil identifikasi secara spektroskopi dengan menggunakan spektroskopi FTIR menunjukkan bahwa secara umum spektra yang dihasilkan sebelum dan sesudah asam humat berinteraksi dengan auramin mempunyai pola spektra yang sama dengan perubahan yang terjadi yakni peningkatan intensitas dari vibrasi ulur –OH pada 3448,5 cm-1 setelah asam humat berinteraksi dengan auramin dibandingkan sebelum asam humat berinteraksi dengan auramin.
Studi Pemanfaatan Tanin dari Buah Pinang sebagai Absorben Cd, Cr dan Zn dalam Air Limbah Industri Pelapisan Seng Panagan, Almunady T.; Basir, Darsil; Miksusanti, Miksusanti
Jurnal Penelitian Sains No 4 (1998)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.962 KB)

Abstract

Air limbah industri pelapisan seng mengandung logam berat Cu, Cr dan Zn. Logam berat ini dapat diabsorbsi oleh tanin yang berasal dari buah pinang. Dalam penelitian ini dicari  kondisi dari penyerapan tersebut, meliputi pH dan waktu kontak. Pengukuran kuantitatif logam berat menggunakan spektroskopi serapan atom untuk Zn digunakan panjang gelombang 213,9 nm, slit 0,7 nm bahan bakar air-acetiline, arus lampu 20 mA, kecepatan gas bahan bakar 2,0 l/menit, kecepatan gas pendukung 4 l/menit dengan panjang burner 10 cm. Untuk logam Cr digunakan panjang gelombang 357,9 nm, slit 0,7 nm, bahan bakar air acetylene, arus lampu 10 mA, kecepatan gas bahan bakar 2,4 l/menit, kecepatan gas pendukung 11 l/menit dengan panjang burner 5 cm. Sedangkan untuk logam Cd digunakan panjang gelombang 228,8 nm, slit 0,7 m, bahan bakar air-acetylene, arus lampu 6 mA, kecepatan ga bahan bakar 2,6 i/menit, kecepatan gas pendukung 16 l/menit dan panjang burner 10 cm. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, waktu kontak optimum adalah 120 menit pada pH 7 dimana terjadi pengurangan Cd sebanyak 75%, Cr 50% dan Zn habis seluruhnya.