Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Modul Tentang MenarcheTerhadap Pengetahuan Dan Kesiapan Menghadapi MenarchePada Siswi Kelas V Sekolah Dasar Di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Yogyakarta Mendri, Ni Ketut; H Bakri, Maria; Badi’ah, Atik; Olfah, Yustiana
Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu - Juli 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Adolescence is a period of transition from child to mature both physically and spiritually Adolescent psychiatric changes are slower than physical changes. These changes include changes in emotion, which is usually characterized by a feeling sensitive, prone to crying, anxious, frustrated, aggressive and easy to react to external stimuli that influence. Physical growth experienced by adolescents, including the growth of reproductive organs to reach maturity, so that it can perform the function of reproduction. The change was marked by the appearance of signs of primary sex, which is directly related to the sex organs, namely the occurrence of menstruation in girls (menarche) and the occurrence of wet dreams of teenage boys (Dep Kes RI, 2005). Factors affecting preparedness information including menarche before menstruation, support of the environment, the perception of him, emotions, and attitudes toward menstruation before menarche (Notoatmodjo, 2005). Objective : Knowing the influence of menarche module uses the knowledge and preparedness for menarche at Elementary School fifth grade student in Gamping Sleman Yogyakarta. Methods : Quasi- experiment research design “Pre test Post test one group design with control group”. Sample studies conducted by purposive sampling. Module is provided with two modules consisting of puberty and menarche and menarche physiology and psychology. The first observation to know about the knowledge and preparedness for menarche before and after the modules in the treatment group and the comparison using leaflets. Test the hypothesis using the Wilcoxon test and t-test with a significance level of p<0,05 means there is a significant effect between the two variables, then H1 is accepted. The statistical test used was the SPSS for Windows. Results : The results obtained pre knowledge of menarche in the treatment group and the comparison value of p=0,339, with an error rate of 5% is indicated by the value (p>0,05). While knowledge of the post menarche in the treatment group and the comparison value of p=0,000 with an error rate of 5% is indicated by the value (p<0,05). Menarche pre preparedness in the treatment group and the comparison value of p=0,109, and readiness to face menarche post in the treatment group and the comparison value of p=0,118 with an error rate of 5% is indicated by the value (p>0,05). There are differences in knowledge about menarche difference and no difference in preparedness for menarche difference in the treatment group and the comparison between pre-test and post-test . Conclusion : There is a module on the use of influence to knowledge about menarche menarche. And there is no effect on the use of modules to preparedness menarche menarche in fifth grade elementary school students in in Gamping Sleman Yogyakarta. Keywords : The use of modules on menarche, knowledge , preparedness for menarche
Pengaruh Buku Cerita Terhadap Peningkatan Sikap Peduli Kebersihan Lingkungan Sekolah pada Anak Kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Olfah, Yustiana; Mendri, Ni Ketut; Palestin, Bondan
Journal of Health Vol 4 No 2 (2017): Journal of Health - Juli 2017
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.945 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan sekolah dasar (SD) merupakan pendidikan di tingkat dasar di mana siswa ditempa di berbagai bidang studi yang seluruhnya harus dikuasai siswa. Di sisi lain siswa juga ditanamkan nilai-nilai sikap dan perilaku yang akan menjadi dasar dalam perkembangan selanjutnya di masa depan. Salah satu sikap dan perilaku yang penting untuk ditanamkan sejak awal ialah kepedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan. Buku anak dapat dijadikan sebagai media dalam menanamkan sikap dan perilaku pada anak, karena buku anak sesuai dengan tingkat kemampuan membaca dan minat anak-anak. Bacaan anak umumnya ditulis dengan kalimat yang singkat, serta pilihan kosa kata dan tata bahasa yang lebih sederhana dibandingkan sastra dewasa sehingga sangat efektif dalam mempengaruhi jiwa anak-anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh buku cerita tentang sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan sekolah terhadap  peningkatan sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan sekolah pada anak SD di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Metode: Desain penelitian Quasi eksperimen “Pre test Post test with Control Design“. Sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling. Buku cerita sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan diberikan dengan cara membaca bersama responden dan peneliti kemudian dilanjutkan dengan penjelasan, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan buku cerita. Pre test dan post test dilakukan untuk mengetahui sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan sekolah sebelum dan sesudah diberikan buku cerita. Uji hipotesa menggunakan program SPSS for Windows dengan metode t-test dengan derajat kemaknaan p < 0,05.. Hasil: Berdasarkan hasil analisis sikap eksperimen postest dan sikap kontrol postest responden dengan Independent sample T-test diperoleh nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang artinya buku cerita memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan. Sedangkan berdasarkan analisis perilaku eksperimen postest dan perilaku kontrol postest responden diperoleh nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,343 > 0,05, artinya tidak didapati pengaruh signifikan dari buku cerita terhadap perilaku kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan. Kesimpulan : Ada pengaruh penggunaan buku cerita tentang sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan sekolah terhadap sikap peduli kebersihan lingkungan sekolah  sedangkan pada perilaku tidak berpengaruh.
Hubungan Tahapan Mobilisasi Dini Ibu Dengan Waktu Inisiasi Pemberian Asi Pada Bayi Baru Lahir Secara Seksio Sesar Di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Noven, Hanani Ria; Mendri, Ni Ketut; Vidayanti, Venny
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.524 KB)

Abstract

Ibu paska seksio sesar akan merasa sulit untuk melakukan mobilisasi dini karena ibu masih merasakan nyeri saat bergerak. Selain hambatan mobilisasi dini, sebagian besar ibu paska seksio sesar akan mengalami hambatan dalam pemberian ASI karena di akibatkan oleh rahim ibu yang sering berkontraksi karena masih dalam proses pemulihan atau proses kembalinya rahim ibu ke bentuk semula, sulit untuk menyusui juga dikarenakan akibat rasa nyeri yang muncul dari jahitan paska operasi sesar. Keterlambatan produksi ASI dipengaruhi oleh perasaan nyeri yang dirasakan di area sekitar jahitan paska operasi, kelemahan, dan mengalami hambatan mobilisasi pada ibu paska seksio sesar. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tahapan mobilisasi dini ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir secara seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan di ruang Alamanda tiga di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta pada tanggal 20 Mei 2016. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian adalah 48. Teknik sampel yang di gunakan adalah Consecutive sampling. Uji bivariat yang di gunakan adalah Chi-square dan instrument peneliti menggunakan lembar wawancara. Hasil analisa menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%, diketahui P value 0.010. Hasil analisa tahapan mobilisasi dini dengan kategori cepat yaitu 58,3% dan waktu inisiasi pemberian ASI dengan kategori cepat yaitu 52,1%. Ada hubungan tahapan mobilisasi dini ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir secara seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.