p-Index From 2015 - 2020
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JSME MIPA UNIMA
Ch Medellu
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis dan Pemodelan Gradien Suhu Air/Tanah Sepanjang Transek Memotong Batas Mangrove Yang Berbeda Kondisi Ekosistemnya Silimbulang, Gregorius; Medellu, Ch; Tulandi, Dj
JSME MIPA UNIMA Vol 1, No 6 (2013): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memodelkan variasi spasial perubahan suhu air/tanah dari tepi ke dalam hutan mangrove dan menganalisis perbedaannya antar transek. Menganalisis kedalaman efek tepi dan membandingkan perbedaan kedalaman efek tepi suhu air/tanah antar transek. Bentuk  penelitian atau metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, yang mendeskripsikan hasil analisis dan pemodelan gradien suhu air/tanah, dinamika harian gradien suhu air/tanah, dan perbandingan dinamika gradien suhu air/tanah antar transek. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah thermometer tusuk, Global Positioning System, jam tangan dan stopwatch, patok, meteran alat tulis menulis dan kertas grafik. Pengukuran dilakukan di sembilan titik lokasi yang menggunkan jarak logaritmik terhadap tepi hutan sebagai acuan. Data menggunakan deret fourier. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi hasil pemodelan memiliki ketelitian yang dapat diandalkan, dibuktikan oleh selisih data model dengan data pengukuran yang kecil. Data parameter iklim mikro luaran hasil analisis dan pemodelan, dapat menunjukan perbedaan kondisi iklim mikro ekosistem mangrove dan interaksinya dengan lingkungan berbatasan. Kata kunci : ekosistem mangrove, suhu air/tanah, gradien iklim mikro. AbstractThis research aims to model the spatial variation of temperature changes in the water/soil from the edge into the mangrove forest and analyze the difference between the depth of the transect as well as analyze and compare the effects of different depth edge effects of water temperature/soil inter-transect. Form of of the research is descriptive analytic method, which describes the results of the analysis and modeling of temperature gradient water/soil, the daily dynamics of the temperature gradient water/soil, and comparison of the dynamics of the temperature gradient water/soil inter-transect. The tools used in this research is the thermometer puncture, Global Positioning System, watches and stopwatches, poles, meter stationery and the graph paper. Measurements done on the nine-point locations using a logarithmic distance to the edge of the forest as a reference. Data using a Fourier series. Results showed that the function of the modeling results have reliable accuracy, evidenced by the difference in the data model with a small measurement data. Microclimate parameter outputs the data analysis and modeling results, may indicate differences in microclimate conditions of mangrove ecosystems and their interaction with the environment borders. Keywords: mangrove ecosystems, water, temperature /soil, micro climate gradients. 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika SMA Materi Hukum Newton dan Penerapannya sebagai Penunjang Implementasi Kurikulum 2013 Pawarangan, Ishak; Medellu, Ch; Wagania, H
JSME MIPA UNIMA Vol 1, No 6 (2013): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSains-fisika pada hakekatnya berkaitan dengan cara mencari tahu dan mema-hami tentang alam secara sistematis. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan perangkat pembelajaran fisika SMA materi hukum Newton dan penerapannya yang layak dan efektif digunakan sebagai penunjang implementasi kurikulum 2013. Penelitian pengembangan ini, diadaptasi dari model 4D. Subyek dari peneli-tian ini adalah siswa Kelas X SMAN 1 Tomohon. Data diperoleh dari daftar cek, catatan dosen ahli (expert) dan lembar penilaian. Data diolah secara deskriptif an-alitif. Persentase keterlibatan rata-rata siswa dalam proses pembe-lajaran pada pertemuan 1 sampai 4, 69,66%, 86,22%, 79,77%, 93,98% dan siswa yang mencapai KKM pertemuan 1, 30 siswa (96,77%) dan pertemuan 2-4 mencapai 100%. Perangkat pembelajaran materi hukum Newton dan penerapannya layak dan efektif diimplementasikan sebagai penunjang kurikulum 2013.   Kata kunci : perangkat pembelajaran, layak dan efektif, kurikulum 2013. AbstractScience-physics essentially deals with how to find out and understand about nature in a systematic. The objectives of this research is to get science–physics sofware learning Newtons laws and application material is feasible and effective to support for the implementation of the curriculum 2013. This development research adapted from 4D model. The subject of this research is students Class X SMAN 1 Tomohon. Data obtained from the checklist, advice from expert lecturers, observation assessment form and checklist. Data processed descriptive analitif. The percentage of the average student involvement in the learning process at a meeting of 1 to 4, 69.66%, 86.22%, 79.77%, 93.98% and students who achieve KKM first meeting, 30 students ( 96.77% ) and meeting 2-4 reached 100%. Sofware learning Newton’s law and application material is feasible and effective implemented to support  of the curriculum 2013. Keywords : learning sofware , feasible and effective, curriculum 2013. 
Efektivitas Penggunaan Media Komputer Dalam Pendekatan Inkuiri Pembelajaran Pokok Bahasan Getaran dan Gelombang Baluntu, Lukito; Poluakan, C; Medellu, Ch
JSME MIPA UNIMA Vol 2, No 1 (2014): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProses pembelajaran yang baik yakni pembelajaran yang dapat memacu siswa untuk dapat berfikir lebih aktif, kreatif, menyenangkan dan dapat membuat siswa lebih mudah dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media komputer dalam pendekatan inkuiri pembelajaran pokok bahasan getaran dan gelombang. Produk yang dihasilkan ini berupa perangkat pembelajaran fisika getaran dan gelombang yang dapat digunakan dalam pembelajaran di SMP/MTs, mencakup :Silabus, RPP, LKS, simulasi, dan lembar-lembar penilaian. Proses penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan yang diambil dari I Nyoman Mardika. Subjek penelitian adalah siswa MTs Plus tarbiyah tondano yang berjumlah 10 orang. Data dalam penelitian ini yakni jenis data kuantitatif dan kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Dari data diperoleh ketuntasan belajar siswa diketahui mencapai  80% termasuk kriteria “Baik”. Kata kunci : efektivitas, media komputer, inkuiri, getaran dan gelombang. AbstractGood learning process of learning that can spur students to be able to think more active, creative, fun and students can make it easier to understand the material. This study aims to determine the effectiveness of the use of computer media in the inquiry approach to teaching the subject of vibrations and waves. The resulting product is a learning device physics vibrations and waves that can be used in learning in junior high school/Islamic Junior High School, includes: syllabus, lesson plans, worksheets, simulations, and assessment sheets. This research process using a model of development research is taken from I Nyoman Mardika. The subjects were students of MTs Plus tarbiyah Tondano totaling 10 people. The data in this study the types of quantitative and qualitative data were analyzed descriptively. From the data obtained mastery learning students known to reach 80% including the criteria for "good". Keywords : effectiveness, computer media, inquiry, vibrations and waves.
Analisis Kesiapan Dan Kebutuhan Guru Mengembangkan Pembelajaran IPA Bersumber Dari Unsur-Unsur Lokal Sahoming, Afrine Agnes; Medellu, Ch; Mandang, Threesje
JSME MIPA UNIMA Vol 2, No 4 (2014): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGuru merupakan faktor dominan yang dapat mempengaruhi minat siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengalaman profesi yang dimiliki guru-guru IPA, (2) untuk mengetahui pengalaman guru-guru IPA terkait dengan prinsip penerapan kurikulum 2013, (3) untuk mengetahui tingkat kesiapan guru da-lam mengembangkan kemampuan merancang materi pembelajaran IPA bersumber dari unsur-unsur lokal, (4) untuk mengetahui kebutuhan guru dalam mengembang-kan kemampuan  merancang materi pembelajaran IPA bersumber dari unsur-unsur lokal. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dimana data variabel-variabel penelitian dinyatakan menurut kelompok atau kategori dan persentase. Berdasarkan analisis data, pengalaman guru rata-rata masih sangat kurang begitupun kesiapan guru menerapkan kurikulum 2013, guru masih sangat membutuhkan  pendanaan perencanaan dan produksi materi pembelajaran oleh sekolah dan tingkat kesiapan guru dalam mengembangkan pembelajaran IPA ber-sumber dari unsur-unsur lokal sebagian besar guru sudah mampu melaksanakan-nya.   Kata kunci : kesiapan dan kebutuhan, pembelajaran IPA, unsur-unsur lokal. AbstractThe teacher is the dominant factor that may affect the interests of students. The purpose of this research is (1) to find out who owned professional experience science teachers, (2) to know the experience of science teachers associated with the application of the principles of the curriculum in 2013, (3) to determine the level of preparedness of teachers in developing the ability to design science learning materials sourced from local elements, and (4) to determine the needs of teachers in developing the ability to design learning materials science sourced from local elements. The data analysis technique used is descriptive analysis where data variables declared by research groups or categories and percentages. Based on data analysis, the average teacher experience is still lacking as did the readiness of teachers implement the curriculum in 2013, teachers still need funding the design and production of instructional materials by the school and the level of preparedness of teachers in developing learning science sourced from local elements most of the teachers have been able to implement it. Key words : readiness and the needs of teachers, learning science, lokal elements. 
Analisis Kesiapan dan Kebutuhan Guru Mengembangkan Bentuk-bentuk Permainan Anak untuk Materi Pembelajaran Tematik (IPA dan Matematika) Marpaung, Agitha P; Medellu, Ch; Dumanauw, M L
JSME MIPA UNIMA Vol 2, No 5 (2014): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrakhal terkait seperti pengalaman profesi umum guru dan pengalaman guru berkaitan dengan Kurikulum 2013 dalam mengembangkan bentuk-bentuk permainan anak untuk materi pembelajaran tematik (IPA dan Matematika). Lokasi penelitian di 3 kecamatan di kabupaten Kepulauan Sangihe yaitu kecamatan Tabukan Tengah, kecamatan Tamako, dan kecamatan Manganitu. Penelitian menggunakan metode pengumpulan data berupa form isian dan observasi. Sampel berupa guru-guru MIPA di 3 kecamatan yang ditentukan secara purposif dan diperoleh 41 responden. Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif.. Hasil analisis data menunjukkan tingkat kesiapan dan tingkat kebutuhan tinggi dengan persentasi masing-masing 37,80% dan 45,80%. Hasil pemetaan tiap indikator variabel pengalaman profesi umum guru, pengalaman guru berkaitan dengan kurikulum 2013, kesiapan guru mengembangkan bentuk-bentuk permainan anak untuk materi pembelajaran tematik (IPA dan Matematika), dan kebutuhan guru untuk meningkatkan kesiapan dan mengembangkan kemampuan dalam merancang materi dan kegiatan belajar IPA dan matematika, menunjukkan korelasi terbanyak berada pada kategori korelasi cukup. Kata kunci: analisis kesiapan, kebutuhan guru, permainan anak, tematik.  AbstractLearning facilities and infrastructure limitations can be overcome by using a form of childrens games that have great potential to be used in learning. This study aims to analyze the level of preparedness of teachers, teachers level of need, and the correlation between the readiness of teachers, teacher needs, and related matters such as general professional experience of teachers and teachers experiences related to curriculum in 2013 to develop forms of childrens games for learning thematic material (science and Mathematics). Location of the study in 3 districts of Kepulauan Sangihe regency, namely Tabukan Tengah sub-district, Tamako sub-district, and Manganitu sub-district. This study uses data analysis methods that include quantitative and qualitative analysis. The research sample in the form of teachers of Mathematics in 3 districts purposively defined and obtained 41 respondents. Data analysis methods used include quantitative and qualitative analysis. The results of data analysis showed readiness level and high-level requirements with each percentage 37.80% and 45.80%. The results of each indicator variable mapping general professional experience of teachers, teacher experience related to the curriculum in 2013, the readiness of teachers to develop other forms of childrens games for thematic learning materials (Science and Mathematics), and the need for teachers to increase readiness and develop skills in designing learning materials and activities science and mathematics, shows the highest correlation in the category correlation enough..   Keywords: readiness analysis, teacher’s needs, children’s games, thematic. 
Eksplorasi Dan Analisis Konsep Fisika Terkait Aktivitas Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Marasi, Astrin Yeni; Medellu, Ch; Mandang, Threesje
JSME MIPA UNIMA Vol 2, No 5 (2014): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakFakta- fakta dan fenomena alam dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai sumber belajar bagi siswa yang sekolahnya memiliki sarana laboratorium yang terbatas. Pengelolaan sumber daya alam memiliki materi sains yang dapat dikembangkan menjadi bahan ajar dalam pembelajaran tematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan pola pengelolaan sumber daya alam serta konsep- konsep fisika SMP dan SMA yang relevan, dan jalinan konsep fisika sesuai kurikulum 2013. Penelitian ini di lakukan di kecamatan Manganitu. Metode yang di gunakan adalah eksploratif- analitik. Produk penelitian ini menjadi bahan pendukung untuk rancangan pembelajaran sains yang memanfaatkan sumber daya alam sebagai objek pembelajaran, dan dapat menjawab kebutuhan guru serta menjadi satu solusi dari masalah pembelajaran di pulau sangihe. Maka dapat di simpulkan  bahwa pada pengelolaan sumber daya alam dapat menyajikan konsep- konsep fisika yang dapat di jadikan materi pelajaran pada pembelajaran tematik dalam kurikulum 2013   Kata kunci : pengelolaan sumber daya alam, pembelajaran tematik, konsep fisika. AbstractThe facts and phenomena of nature can be used by teachers as a resource for students whose schools have laboratory facilities are limited. Management of natural resources has a matter science that can be developed into teaching matter in thematic learning. This research aims to identify the shapes and patterns of natural resource management as well as the concepts of physics relevant middle and high school, and the structure of physics concepts appropriate curriculum 2013. Research is done in the district Manganitu. The method used was exploratory-analytic. This research product into a support matter for the design of science learning that utilize natural resources as learning objects, and can address the needs of teachers as well as being a solution of the problem of learning in Sangihe island. So it can be concluded that the management of natural resources can present concepts of physics that can be made the subject matter on thematic learning in the curriculum in 2013. Keywords: natural resource management, thematic learning, concepts of physics. 
IDENTIFIKASI SEBARAN TEMPERATUR PERMUKAAN DAERAH PROSPEK PANAS BUMI MELALUI ANALISA CITRA LANDSAT 8 TIRS (Studi Kasus Daerah Gunung Soputan Dan Sekitarnya) Paruntu, Schwarz; Bujung, Cyrke A N; Medellu, Ch
JSME MIPA UNIMA Vol 2, No 5 (2014): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPeningkatan kebutuhan akan energi menuntut optimalisasi potensi energi panas bumi di Indonesia, terlebih khusus didaerah yang memiliki prospek panas bumi seperti gunung soputan dan sekitarnya. Sebelum dilakukan tahapan eksplorasi, dilakukan identifikasi penginderaan jauh citra satelit landsat 8 TIRS. identifikasi difokuskan pada metode penginderaan jauh termal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran temperatur wilayah gunung soputan dan sekitarnya melalui analisa citra landsat 8 TIRS, mengetahui perbedaan kemampuan band 10 dan band 11 landsat 8 TIRS dalam mengidentifikasi potensi panas bumi, dan mengetahui Potensi panas bumi pada permukaan daerah prospek panas bumi wilayah gunung soputan dan sekitarnya berdasarkan pemetaan sebaran temperatur permukaan. Berdasarkan penelitian ini maka disimpulkan bahwa citra Landsat 8 TIRS dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi anomali termal yang disebabkan oleh aktivitas manifestasi panas bumi, daerah gunung soputan dan sekitarnya memiliki potensi panas bumi yang nampak melalui manifestasi dengan anomali termal permukaan pada peta sebaran temperatur landsat 8 TIRS band 10 yang cenderung memiliki anomali termal bersuhu tinggi (>30 °C), serta Landsat 8 TIRS band 10 memiliki kemampuan yang lebih baik daripada band 11 dalam mengidentifikasi daerah bersuhu tinggi, sehingga band 10 jauh lebih efektif dalam mengidentifikasi anomali termal yang disebabkan oleh manifestasi panas bumi. Kata kunci : potensi panas bumi, landsat 8 tirs, sebaran temperatur. AbstractThe increasing  energy requirements demand the optimaliztion of geothermal energy potency in Indonesia , especially in areas with geothermal energy prospect such Mt.Soputan and surrounding areas. Before the exploration steps, there will be an remote sensing identification by the landsat 8 TIRS satellite image. This research was made on purpose to mapping the temperature distribution of Mt.Soputan and surrounding areas by landsat 8 TIRS image’s analysis, to know the diferrential ability of band 10 and band 11 landsat 8 TIRS in geothermal energy potency identification knowledge the geothermal energy potency in prospect surface areas of Mt. soputan and surrounding areas based on the temperature distribution map. Based on results the conclusions are Landsat 8 TIRS image can be usefull in thermal anomaly that caused by geothermal manifestasion actifity, Mt.Soputan and surrounding areas have the geothermal energy potency, showed by the surfaces thermal anomaly of geothermal manifestation in landsat 8 TIRS band 10 temperature distribution map, the thermal anomaly relatively in high temperature(>30 °C), and Landsat 8 TIRS band 10 is better than band 11 in high temperature identification, band 10 is more effective to identificate the thermal anomaly that caused by geothermal manifestation. Keywords : geothermal energy potency, landsat 8 tirs, temperature distribution. 
Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah / Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil dan Proses Belajar Fisika Siswa Kelas XI Mbotengu, Selviani; Londa, T; Medellu, Ch
JSME MIPA UNIMA Vol 2, No 6 (2014): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan proses belajar siswa dengan menerapkan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBL) pada materi momentum dan impuls. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA N 2 Tondano tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 21 siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam bentuk pre-experimental design, jenis one group pretest–post-test design. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes. Hasil pretest dan posttest dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan penelitian diperoleh rata-rata pretest adalah 25.14 sedangkan rata-rata posttest adalah 80.47. Uji hipotesis dengan uji-t menunjukan nilai thitung = 26.236 > ttabel = 2.086. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukan rata-rata skor indikator proses belajar pertemuan I 75.29%, pertemuan II 76.39%, pertemuan III 78.98% dan pertemuan IV 84.07%. Peningkatan proses belajar dari pertemuan I-IV sebesar 1.1%, 2.59%, dan 5.09%. Rata-rata indikator proses belajar yang diperoleh adalah 78.76% atau lebih dari 75% dan dapat dikategorikan tinggi. Hasil penelitian menyatakan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran berdasarkan masalah pada materi momentum dan impuls dapat meningkatkan hasil belajar dan proses belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tondano. Kata kunci : model problem based learning, hasil belajar dan proses belajar. AbstractThis research has purpose to increases the learning outcomes and learning process of students in class XI science by applying the Problem Based Learning model (PBL) on the matter of momentum and impulse. The subjects were students of class XI Science SMA N 2 Tondano on the study year 2013/2014 with 21 students. The research design used is the pre-experimental design, kind of the experiment one group pretest - posttest design. The technique of data collection by observation sheet and test. The result of pretest and posttest were analyzed with t-test. Based on the research was showed an average pretest score was 25.14, whereas the average posttest score was 80.47. Hypothesis testing using t-test showed the value of t = 26 236 > t-table = 2,086. The meaning of H0 is rejected and H1 is accepted. The research shown an average indicators scor of learning process at meeting I is 75.29%, at meeting II is 76.39%, at meeting III is 78.98% and at meeting IV is 84.07%. The increase of learning process from meeting I-IV is 1.1%, 2.59%, dan 5.09%. Average indicators of learning process acquired is 78.76% or more than 75% and can be categorized as high. The results of research showed that the implement of problem based learning model (pbl) at matter of momentum and impulse can increase the outcomes and learning process at students physic in students class XI of SMAN 2 Tondano. Keywords: model of problem based learning, learning outcomes and learning process. 
Penguasaan Konsep Dan Konteks, Hasil Implementasi Rancangan Instruksional Tugas Tematik Abrasi Dan Kerusakan Wilayah Pantai Dengan Pendekatan Konsep-Konteks Kumbe, Kartini; Medellu, Ch; Rondonuwu, T
JSME MIPA UNIMA Vol 2, No 6 (2014): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran di sekolah atau di kelas belum mampu menerapkan konsep yang dipelajari kedalam lingkungan sekitar sehingga siswa tidak memiliki pengalaman langsung dalam proses belajar, keterlibatan orangtua dan masyarakat sangat diperlukan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan penguasaan konsep fisika, hubungan antara konsep fisika dengan konteks, hubungan antara penguasaan konsep fisika dengan biologi, hasil penerapan instruksi tugas tematik dengan pendekatan konsep-konteks. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tamako dengan subjek penelitian siswa kelas IX 1 SMP Negeri I Tamako. Jenis penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan mendeskripsikan hubungan antar penguasaan konsep. Hubungan antar indikator analisis menggunakan analisis korelasi tatajenjang spearmen rank dengan tabel koefisien korelasi. Hasil penelitian menyatakan konsep fisika memiliki hubungan baik dengan konsep biologi maupun konteks abrasi dan kerusakan wilayah pantai sehingga siswa mampu menguasai dan melakukan observasi, identifikasi, klasifikasi dan prosedur analisis terhadap masalah abrasi dan kerusakan wilayah pantai di lapangan dapat disimpulkan bahwa implementasi rancangan instruksional tugas tematik tema abrasi dan kerusakan wilayah pantai dapat meningkatkan penguasaan konsep dan konteks. Kata kunci: Abrasi, tugas tematik. AbstractLearning in school or in the class hasn’t been able to apply the consepts that learned in the surrounding environment so that students do not have direct experience in the learning process, the involvement of parentsand the community is indispensable in learning. This study aims to describe the concept of physics mastery, the relationship between the concept of physics, in the context of the relations between physics and biology concept mastery, the result of the application of thematic task instruction of the concept of contexts approach. The research was carried out on the subject with grade IX 1 SMP Negeri 1 Tamako at subdistrict Tamako. This type of research using quantitative analysis to describe the relation between concept mastery. The relation between indicators analysis using spearman rank level of correlation. The research results revealed the concept of physics has a good correlation with the concept of biology as well as the context 6f abrasion and damage to coastal regions so that students are able to master and perform the observation, identification, classification and problems analysis of abrasion procedure and the coastal areas of damage on the ground it can be concluded that the implementation of the instructional design of thematic task theme abrasion and damage to coastal regions can increase the mastery concept and context. Keywords:  abrasion, thematic task.
Hubungan Penguasaan Konsep Fisika Terkait Masalah Tanah Longsor dalam implementasi Tugas Tematik Untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tamako Tude, Adriana; Medellu, Ch; Rende, Jeane
JSME MIPA UNIMA Vol 2, No 6 (2014): Fisika
Publisher : JSME MIPA UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran tematik merupakan model pembelajaran yang dapat mengaitkan hubungan konsep fisika dengan fenomena alam seperti tanah longsor. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hubungan penguasaan konsep fisika terkait masalah tanah longsor dalam implementasi tugas tematik. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi tata jenjang (Spearman Rho). Hasil penelitian menunjukkan adanya  hubungan yang kuat antara indikator konsep tema tanah longsor dengan konsep fisika yang dikorelasikan sehingga dapat disimpulkan bahwa tugas tematik berpotensi dapat dikembangkan karena melalui proses belajar, siswa dapat meningkatkan hubungan konsep antar matapelajaran terkait masalah tanah longsor. Kata kunci : pembelajaran tematik, tanah longsor. AbstractThematic learning is a learning model that can associate relationship with the physics concepts of natural phenomena such as landslides. The purpose of this study was to describe the relationship mastery of physics concepts related to landslide problems in the implementation of task Tematik.Metode data analysis in this study using correlation analysis system levels (Spearmans Rho). Results showed a strong correlation between indicators of landslide theme concept with the concept of physics correlated so that it can be concluded that the thematic task can potentially be developed because it is through the process of learning,  students can improve the relationships between concepts related to the course from the  landslideproblem Keywords: thematic learning, landslides.