Mukhammad Kholid Mawardi
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PERSAINGAN INDUSTRI RITEL DI INDONESIA DENGAN MODEL ”LIMA KEKUATAN PESAING M. PORTER”

IQTISHODUNA IQTISHODUNA (Vol 4, No 3
Publisher : fak. ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The most disruptive competition industry in Indonesian business is retail industry, having significant role in value chain management of product distribution from producers to consumers. To asess retail  industry competition in Indonesia writer use the five force model introduced by Michael Porter. This model is the implementation of S-C-P (Structure-Conduct-Performance) paradigm in industries asessment. This articles  concluded that retail industry in Indonesia is attractive and long- lasting industry 

MODEL PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DENGAN PENDEKATAN KLUSTER

IQTISHODUNA IQTISHODUNA (Vol 5, No 3
Publisher : fak. ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing of contribution of small and medium enterprises (SMEs) toward Indonesia economy stimulates government to provide more attention in promoting SMEs. Numereous studies show that business clustering have been succed in fostering SMEs, therefore many governments including Indonesia tend to benchmark cluster policy. However, the Indonesian SME’s characteristics should be taken into account in formulating cluster policy. This paper aims to  propose a cluster model in promoting SMEs in Indonesia, based on literature review of business clustering across the globe.

PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) PADA BUMN BERORIENTASI GLOBAL (Studi Kasus pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. dalam Mengelola Thang Long Cement Joint Stock Company)

Jurnal Administrasi Bisnis Vol 37, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.76 KB)

Abstract

This research aims to describe the strategy from PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. in implementing GCG principles in Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC); and identifying the obstacle which faced by PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. in order to implementing and supervision GCG principle on TLCC. This research is qualitative with case study approach. Technique of the data collection is observation, interview and documentation. After data has collected, all data was being analysis with interactive analysis methods. The result showed 1) The Strategy that has been implemented by PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.to gain  understanding and enforcement  of GCG Principle on TLCC is located three employee of PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. to TLCC. 2) Implementation of GCG principal on TLCC is uneffective yet because not all of instruction of PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. has been adopted. 3) Understanding of TLCC employee gained relativelty after being acquisitioned and supervision by PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. 4) Obstacle that faced by PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. on implementing GCG principle in TLCC is minimum idea and knowledge about GCG principle from TLCC employee which caused by in Vietnam implementing GCG is not compulsory. Keyword: Good Corporate Governance, SOE, Thang Long Cement Joint Stock Company. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.  dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG di Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC);  dan  mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. dalam upaya menerapkan dan mengelola prinsip GCG pada TLCC . Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, analisis data yang digunakan adalah analisisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan 1) Strategi yang diterapkan oleh PT. Semen Indonesia agar pemahaman dan pelaksanaan prinsip GCG pada TLCC bisa terlaksana dengan baik adalah dengan menempatkan tiga  orang karyawan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. ke TLCC,  (2) Penerapan asas-asas dari prinsip GCG pada TLCC belum berjalan dengan efektif karena belum terlaksananya semua instruksi dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, (3) Pemahaman segenap karyawan dan staf TLCC relatif meningkat setelah terjadi akuisisi dan pengelolaan oleh PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. (4) Hambatan yang ditemui PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. dalam penerapan prinsip GCG di TLCC berupa rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang prinsip GCG dari karyawan TLCC yang disebabkan oleh kondisi negara Vietnam yang belum memiliki aturan resmi untuk menerapkan prinsip GCG. Kata kunci: Good Corporate Governance, BUMN, Thang Long Cement Joint Stock Company

PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, HARGA KOPI INTERNASIONAL DAN PRODUKSI KOPI DOMESTIK TERHADAP VOLUME EKSPOR KOPI INDONESIA (Studi Volume Ekspor Kopi Periode 2009 – 2013)

Jurnal Administrasi Bisnis Vol 36, No 1 (2016): JULI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.824 KB)

Abstract

This study aims to determine the Effect of Exchange Rate, Price Coffee International and Domestic Coffee Production. The independent variable in this research is the Exchange Rate, Price Coffee International and Domestic coffee production with the dependent variable is Coffee Export Volume Indonesia. This study uses a quantitative approach and explanatory research. Focusing researching Indonesian coffee export volume in 2009 up to 2013. The data used was obtained from the official website of the Central Bureau of Statistics Indonesia, Bank Indonesia, and the World Bank. The data analysis used is multiple linear regression statistical analysis using SPSS 21. Results program (Test F) Test Together show that the rupiah exchange niali international price and domestic production significantly influence the volume of exports. and while the outcome is known (t test) Partial test shows that the variable Exchange Rate and Domestic Coffee Production significant influence on robust exports of Indonesian coffee. The result of partial test (t test) showed variable International Coffee Prices have insignificant impact on Coffee Export Volume Indonesia. Keywords: Exchage Rate, International Coffe Price, Domestic Coffe Production, Coffe Eksport Volume in Indonesia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Nilai Tukar, Harga Kopi Internasional dan Produksi Kopi Domestik. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Nilai Tukar Rupiah, Harga Kopi Internasional dan Produksi Kopi Domestik dengan variabel terikat yaitu Volume Ekspor Kopi Indonesia. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan penelitian explanatory. Yang berfokus meneliti volume Ekpor Kopi Indonesia tahun 2009 sampai dengan 2013. Data yang digunakan di peroleh dari website resmi Badan Pusat Statistik Indonesia, Bank Indonesia, dan World Bank. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistic regresi linier berganda dengan menggunakan program spss 21. Hasil (Uji F) Uji Bersama-sama menunjukkan bahwa niali tukar rupiah harga internasional dan produksi domestik berpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor. dan sedangkan diketahui hasil (Uji t) Uji parsial menunjukkan bahwa variabel Nilai Tukar Rupiah dan Produksi Kopi Domestik berpengaruh secara signifikan terhadap Volume Ekpor Kopi Indonesia. Hasil uji parsial (Uji t) menunjukkan variabel Harga Kopi Internasional mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap Volume Ekspor Kopi Indonesia. Kata kunci : Nilai Tukar Rupiah, Harga Kopi Internasional, Produksi Kopi Domestik, Volume Ekspor Kopi Indonesia

FAKTOR-FAKTOR PERTIMBANGAN PENENTUAN MODA TRANSPORTASI IMPOR BARANG PADA PERUSAHAAN IMPORTIR (Studi pada PT. Takagi Sari Multi Utama dan PT. Metito Indonesia)

Jurnal Administrasi Bisnis Vol 39, No 1 (2016): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.925 KB)

Abstract

This study is aimed to identify what factors are considered by management in determining the mode of transportation of imported goods in the importing company and to describe how the process of selecting the mode of transportation of imported goods in the importing company. Type of research used is a study case research with a qualitative approach. This study will analyze and explain what factors are considered by management in determining the mode of transportation of imported goods. Qualitative appoarch was chosen to obtain in-depth data directly from the field with non-numeric data and explain the phenomena that exist in the field. The results showed that the factors considered in determining the mode of transportation of imported goods is urgency/schedule project, heavy of the goods, cubication, the dimensions of the goods, the volume of goods, the total costs, and government regulation. Transportation mode selection process begins from the purchase request from the division in the company, then the management will determine the best mode of transportation that are used according to thats factors consideration. Keyword: Import, Mode Transportation, Logistics, Importer ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam penentuan moda transportasi impor barang pada perusahaan importir serta untuk mendeskripsikan bagaimana proses pemilihan moda transportasi impor barang pada perusahaan importir. Jenis penelitian yang digunakaan yaitu penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini akan mengalisis dan menjelaskan faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan untuk menentukan moda transportasi impor barang. Pendekatan kualitatif dipilih untuk mendapatkan data yang mendalam langsung dari lapangan berupa data non numerik serta menjelaskan fenomena yang ada di lapangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penetuan moda transportasi impor barang ialah urgensitas/schedule project, berat barang, kubikasi, dimensi barang, volume barang, biaya total serta peraturan pemerintah. Proses pemilihan moda transportasi diawali dari permintaan pembelian oleh divisi terkait dalam perusahaan kemudian pihak manajemen akan menentukan moda transportasi yang akan digunakan berdasarkan dengan faktor-faktor pertimbangan tersebut. Kata kunci: Impor, Moda Transportasi, Logistik, Importir

PENGARUH CITRA MEREK TERHADAP WORD OF MOUTH SERTA DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN (Survei pada Konsumen Waroeng Pring Pethuk di Jalan Cemara Kipas Dalam, Kota Batu)

Jurnal Administrasi Bisnis Vol 43, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.139 KB)

Abstract

Thiskresearch is aimed to determinekand explain: determineted the effect of Brand Image on Word of Mouth; determines the effect of Word of Mouth on  Purchase Decision; determine the effect oflBrand Image onoPurchase Decision. This study was held at Waroeng Pring Pethuk using explanatory research with quantity approach. Brand Image variable are : Corporate Image, Product Image, User Image. Dependent Variables  of this study are Word Of Mouth, and Purchase Decision. The whole variables are measured using Likert Scale. The amount of samples that have been used in this study are 116 respondents is customers of Waroeng Pring Pethuk that get influences by Word Of Mouth, based on characteristic and calculation that has been determined by the researcher. The data that used in this study was primary data. Instruments Test was using validity test and reliability test. Keywords: BrandoImage, Word of Mouth, Purchase Decision ABSTRAK Model penelitian yang digunakan adalahmpenelitian eksplanatoril(explanatory research) dengan menggunakanlpendekatan kuantiatif dan.penlitian dilakukan di Waroeng Pring Pethuk. Variabelasyang digunakan dalamlpenelitianUiniUterdiri drilVariabel CitrapMerekpoyang terdiri dari beberapa indikator seperti: Citra.Perusahaan, CitradProduk, CitraaPengguna. Dependen variabel dari penelitian ini adalah WordmOf Mouth dan KeputusanaPembelian. Seluruh variabel yang ada akan diukur degan mengunakan skala Likert. Sampellayangadiunakan dalam penelitian inilsebesar 116 orang responden yaitu pengunjung Waroeng Pring Pethuk yang mendapatkan pengaruh Word Of Mouth. Pengambilan jumlah sampel berdasarkan karakteristik dan perhitungan yang telah ditentukanapeneliti. Data primer adalah data yang diunakan didalam penelitian ini. Data primerjmendapatkan sumber data dari,angket. Uji validitas dan uji reliabilitas merupakan pengujian instrumen yangldigunakan dalam penelitian ini. KatauKunci: CitraklMerek, Word of Mouth, KeputusanhPembelian

STRATEGIC PROCUREMENT PRACTICES THROUGH DEEP SUPPLIER RELATIONSHIPS AND EXCHANGE OF VALUABLE KNOWLEDGE AT PT AEROFOOD INDONESIA (A Study at Aerofood ACS Unit Denpasar)

Jurnal Administrasi Bisnis Vol 58, No 2 (2018): MEI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan pemasok yang mendalam berasal dari hubungan yang dibangun oleh pembeli dan pemasok untuk mencapai praktik pengadaan strategis. Konsepnya adalah tentang hubungan yang melibatkan pengembangan kepercayaan dan hubungan pribadi, juga integrasi pengetahuan. Pertukaran pengetahuan berharga dapat mencapai strategi bisnis yang efektif, kaitannya dengan praktik pengadaan. Pengetahuan berharga mengeksplorasi dua dimensi utama. Dimensi pertama mengenai pentingnya pengetahuan yang menggambarkan kebutuhan perusahaan, kaitannya dengan rantai pasok dan manfaat potensial bagi perusahaan. Dimensi kedua mengenai aksesibilitas pengetahuan dalam kegiatan rantai pasok, khususnya praktik pengadaan dalam hubungan pembeli-pemasok. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana Aerofood ACS Unit Denpasar mencapai praktik pengadaan strategis saat ini melalui hubungan pemasok yang mendalam dan pertukaran pengetahuan berharga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menerapkan supplier-partnering hierarchy dan Critical Success Factor Analysis. Hasilnya menunjukkan bahwa Aerofood ACS Unit Denpasar menyiratkan hubungan pemasok yang mendalam sebagai hubungan saling menguntungkan dan pertukaran pengetahuan berharga sebagai kinerja berbagi keuntungan-risiko. Proses pembuatan strategi bertujuan untuk mencapai tindakan-tindakan berdasarkan analisis situasional. Keberhasilannya diukur dengan mengintegrasikan laporan semester, evaluasi total kinerja pemasok, dan Key Performance Indicator. Kata Kunci: Hubungan Pemasok Dalam, Integrasi Pengetahuan, Pengadaan, Rantai Pasok, Katering Penerbangan ABSTRACT Deep supplier relationships come from the relationships built by buyer and suppliers to achieve strategic procurement practices. The concept is about relationships which involve the development of trust and guānxì, also knowledge integration. Exchange of valuable knowledge may achieve effective business strategy, in relation to procurement practices. Valuable knowledge explores two main dimensions. First dimension is about the importance of knowledge that describes company needs, in relation to supply chain and its potential benefit to the company. Second dimension is about the accessibility of knowledge within supply chain activities, particularly procurement practices in buyer-supplier relationships. The study aims to describe how Aerofood ACS Unit Denpasar achieves its current strategic procurement practices through deep supplier relationships and exchange of valuable knowledge. Type of this study is a descriptive research with qualitative approach. This study applies supplier-partnering hierarchy and Critical Success Factor Analysis. The results represent that Aerofood ACS Unit Denpasar implies deep supplier relationships as mutually beneficial relationships and exchange of valuable knowledge as performance of risk-gain sharing. Strategic making process aims to achieve the courses of action based on situational analysis. The success is measured by integrating semester report, total evaluation of suppliers’ performance, and Key Performance Indicator. Keywords: Deep Supplier Relationships, Knowledge Integration, Procurement, Supply Chain, In-Flight Catering

ANALISIS DETERMINAN FOREIGN DIRECT INVESTMENT DI NEGARA EMERGING MARKET ASIA PERIODE 2011-2015

Jurnal Administrasi Bisnis Vol 57, No 2 (2018): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate the determinants of FDI in Asian emerging market period 2011-2015. The framework was formulated into three groups with seven independent variables, ie Economic Conditions (Market Size and Trade Opennes); Host Country Characteristics (Tax Rate, Interest Rate and Infrastructure) and MNE Strategies (Political Risk and Human Capital). The type of research used is quantitative explanatory research with panel data of nine Asian countries based on purposive sampling technique. The method of analysis used is panel data regression. The results showed that simultaneously, the framework of determinant FDI significantly influenced the inflow of FDI into Asian emerging markets with Fstat of 70,67 and R2 of 0.96. Partially, Market Size, Trade Openness and Infrastructure have a positive and significant influence on FDI. Tax Rate has a negative influence as a determinant factor inhibiting FDI inflows. While Interest Rate, Political Risk and Human Capital have no significant influence on FDI. Based on result could be inferenced that the framework of determinant FDI which has formulated be able to explain the inflow of FDI in Asian emerging markets. Of the three groups of determinants, MNE Strategies is the weakest model because the two variables have no significant influence on FDI. Keywords: Determinan FDI, Emerging Market, MNE Strategies ABSTRAK Penelitian ini berusaha menyelidiki determinan FDI di emerging market Asia periode 2011-2015. Model yang dirumuskan terbagi menjadi tiga kelompok dengan tujuh variabel independen yaitu Economic Conditions (Market Size dan Trade Opennes); Host Country Characteristics (Tax Rate, Interest Rate dan Infrastructure) dan MNE Strategies (Political Risk dan Human Capital). Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Data panel yang digunakan adalah sembilan negara emerging market Asia berdasarkan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel model fixed effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, model determinan FDI berpengaruh signifikan terhadap masuknya FDI ke emerging market Asia nilai F hitung > F tabel (70,67366 > 2,27) dan Adjusted R2 sebesar 0,96. Secara parsial, Market Size, Trade Openness dan Infrastructure berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI. Tax Rate berpengaruh negatif dan signifikan sebagai faktor penghambat arus masuk FDI. Sedangkan Interest Rate, Political Risk dan Human Capital tidak berpengaruh signifikan terhadap FDI. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model determinan FDI yang dirumuskan mampu menjelaskan arus masuk FDI ke emerging market Asia. Dari ketiga kelompok determinan FDI, MNE Strategies merupakan model yang paling lemah, karena kedua variabelnya tidak berpengaruh signifikan terhadap FDI. Kata kunci: Determinan FDI, Emerging Market, MNE Strategies