Articles

Found 7 Documents
Search

Mutu Papan Partikel dari Kayu Kelapa Sawit (KKS) Berbasis Perekat Polystyrene Mawardi, Indra
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 2 (2009): OCTOBER 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The specific target of this research is finding out an ideal composition of wood palm oil particle and polystyrene in standard particle board. Indonesian standard of SNI 03-2105-1996 used for reference of test result. The experiment started by screening of particle, mixing, forming of particle board, and test. Forming elements are wood palm oil particle, PS, benzoyl peroxide, maleated coupling agent, and xilena. The compositions of mass fraction KKS-PS: 20:80, 30:70, 40:60, 50:50, 60:40, 70:30 and 80:20. Testing was performed mechanical, physical and fraktografi analysis. Results of mechanical and physical test show that particle board characteristics increase due to the increase of adhesive concentration. From the variation of composition, starting composition of KKS-PS, 60:40 has been used in the manufacture of particle board KKS. Tensile strength and flexural strength optimum of particle board KKS-PS is 55.15 kg/cm2 and 92.27 kg/cm2. The particle board wood palm oil with adhesive polystyrene fulfilled the acceptable Indonesian standard of SNI 03-2105-1996. Abstract in Bahasa Indonesia: Target khusus penelitian adalah mendapatkan komposisi kayu kelapa sawit (KKS) dan polystyrene (PS) yang tepat pada pembuatan papan partikel yang memenuhi standar mutu. Standar mutu SNI 03-2105-1996 dijadikan referensi pembanding hasil pengujian. Tahapan penelitian dimulai dari pemilihan ukuran partikel, pencampuran, dan pembentukan papan partikel, sampai pada pengujian. Unsur pembentuk papan partikel adalah KKS, perekat PS, benzoyl peroxide, maleated coupling agent, dan pelarut xilena. Spesimen dibuat dengan komposisi variasi fraksi berat KKS-PS: 20:80, 30:70, 40:60, 50:50, 60:40, 70:30 dan 80:20. Pengujian mekanis, dan fisis dilakukan untuk mendapatkan komposisi optimum dari masing-masing fraksi berat. Hasil pengujian sifat fisis dan mekanis cenderungan meningkat seiring bertambahnya kadar perekat. Dari variasi komposisi, mulai komposisi KKS-PS, 60:40 telah dapat digunakan dalam pembuatan papan partikel KKS. Papan partikel KKS-PS memiliki nilai kekuatan tarik optimum sebesar 55,15 kg/cm2 dan kekuatan lentur optimum sebesar 92,27 kg/cm. Secara umum papan partikel KKS-PS telah memenuhi persyaratan standar SNI 03-2105-1996. Kata kunci: Papan partikel, polystyrene, kayu kelapa sawit.
Pengembangan Block Board Varian Baru Berbasis Core dari Komposit Partikel Kayu Kelapa Sawit Mawardi, Indra; ., Yuniati; ., Saifuddin
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.103 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan kayu kelapa sawit (KKS) sebagai material core pada pembuatan block board. Material core dibentuk menjadi komposit partikel dengan PS sebagai matriks. Komposit dibuat dengan variasi fraksi berat 30:70, 40:60 dan 50:50. Block board dibentuk dengan melapisi core dengan viner jenis kayu merantidan menggunakan urea formadehida sebagai perekat. Block board dikempa sebesar 20 kg/cm2 selama 15 menit pada suhu ruang. Pengujian sifat mekanis yang dilakukan meliputi; modulus patah (MOR), geser tarik, dan kuat tarik sekrup. Sedangkan pengujian sifat fisis yang dilakukan adalah pengujian kadar air, kerapatan dan pengembangan tebal. Pengujian block board mengacu standar SNI 01-5008.2-2000. Hasil penelitian diperoleh karakteristik mekanis block board; MOR berkisar 145,6-204,2 kg/cm2, kekuatan geser 4,63-7,23kg/cm2, dan kuat tarik sekrup 112,43-149,97 kgf. Keteguhan rekat maksimum block board terjadi pada komposisi core 30:70 sebesar 14,45 kg/cm2. Sifat fisis block board; kerapatan berkisar 0,63-0,85 g/cm3, kadar air 1,44-2.01%, dan pengembangan tebal 2,57-3,49%. Sifat mekanis dan fisis block board banyak dipengaruhi oleh sifat mekanis dan fisis material core. Secara umum block board dengan core dari komposit partikel KKS-PS telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-5008.2-2000).
KAJIAN PERLAKUAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS KOMPOSIT EPOKSI SERAT SABUT KELAPA Mawardi, Indra; Azwar, Azwar; Rizal, Amir
Jurnal POLIMESIN Vol 15, No 1 (2017): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.587 KB)

Abstract

Komposit adalah gabungan dari dua atau lebih material berbeda yang terdiri dari fiber dan matriks, penelitian ini menggunakan serat (fiber) serat sabut kelapa, dan matrik yang digunakan yaitu Epoxy Resin dan Epoxy hardener dengan merk Eposchon,  dengan  perbandingan  30:70.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan serat sabut kelapa terhadap sifat mekanik dan juga untuk mengetahui nilai beban kejut dan beban lentur komposit epoksi yang berpenguat serat sabut kelapa yang mengalami perlakuan.  Pada  penelitian  ini  peneliti  mengkaji kekuatan Impak dan Bending dari komposit serat sabut kelapa, dan pengaruh perendaman  serat  dalam  larutan  Alkali  (NaOH)  5%  selama  5  jam,  serta  blender dengan variasi waktu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Standar pengujian Impak menggunakan   standar   ASTM   E   23,   sedangkan   untuk   pengujian   Bending menggunakan standar ASTM D 790. Berdasarkan hasil dari kesimpulan yang didapat dari pengujian material komposit yang mempunyai harga Impak tertinggi yaitu komposit dengan perlakuan blender 10 menit yaitu sebesar 0.02 J/mm. Sedangkan untuk pengujian Bending mempunyai kekuatan bending tertinggi yaitu komposit dengan perlakuan blender 30 menit yaitu sebesar 88.68 Mpa. Kata kunci : Komposit, serat sabut kelapa, resin epoxy, perlakuan mekanis, uji impak, uji bending
EKSTRAKSI RESIN DARI BUAH JERNANG (DRAGON BLOOD) METODE UNDER KRITIS PELARUT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MUTU RESIN JERNANG SESUAI SNI 1671:2010 Saifuddin, Saifuddin; Nahar, Nahar; Mawardi, Indra
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.681 KB)

Abstract

Resin jernang (dragon blood) merupakan getah termahal di dunia. Resin tersebut diperoleh dari  buah jernang yang tumbuh hanya di pulau Sumatra dan kalimatan. Resin jernang sangat diminati oleh Negara Cina, Hongkong, dan Singapura, karena mengandung senyawa dracohordin yang berpotensi sebagai bahan obat secara biologis dan aktivitas farmakologis seperti antimikroba, antivirus, antitumor, dan aktivitas sitotoksik. Proses ekstraksi resin jernang dari buah jernang secara konvensional secara basah dengan metode maserasi merupakan salah satu cara pengolahan buah jernang yang dilakukan oleh masyarakat pengolah jernang di Kabupaten Bireuen Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Namun masih ada kendala yang cukup signifikan yaitu.mutu rendemen yang diperoleh lebih rendah dibandingkan dengan rendemen resin jernang .dari.teknologi Inovasi yang dilakukan oleh Bambang, dengan proses ekstraksi maserasi menggunakan pelarut metanol menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dari pada proses ekstraksi metode maserasi yang dilakukan oleh kelompok pengolah jernang di Kabupaten Bireuen, akan tetapi penggunaan metanol sebagai pelarut akan menaikkan biaya produksi karena harganya relatif lebih mahal dan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini melakukan proses ekstraksi dua tahap yaitu metode  maserasi .dan metode under kritis pelarut dengan  menggunakan pelarut air, karena harganya murah, jumlah melimpah dan ramah lingkungan. Hasil  penelitian diperoleh mutu resin jernang yang lebih baik dari resin jernang yang diperoleh kelompok pengolah jernang di kabupaten Bireuen. Dengan metode  maserasi didapatkan kelas mutu resin jernang kelas A berdasarkan  spesifikasi persyaratan mutu jernang (SNI 1671:2010)  dengan kadar.resin(b/b) 73%,  Kadar air(b/b) 6,8%,  Kadar abu(b/b) 7%,   kadar pengotor(b/b) 32%, titik leleh 88oC dan bewarna merah. Sedangkan  perlakuan dua tahap diperoleh kelas mutu antara kelas A dan Mutu super dengan.kadar.resin(b/b).86%, Kadar air(b/b) 6,5%, Kadar abu(b/b) 2,8%, kadar pengotor(b/b) 9%, titik leleh 88oC dan bewarna merah tua.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Pascapanen Dalam Upaya Peningkatan Produktifitas Petani Kopi di Kabupaten Bener Meriah Mawardi, Indra; Hanif, Hanif; Zaini, Zaini; Abidin, Zainal
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.633 KB)

Abstract

Penerapan teknologi tepat guna pascapanen kopi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan kopi. Kelompok tani BLJ Tani (Blang Jorong Tani) dan kelompok tani Buge Mujadi adalah dua kelompok tani petani kopi di Desa Petukel Blang Jorong yang akan menjadi masyarakat mitra kegiatan penerapan TTG. Tujuan dari kegiatan penerapan TTG ini adalah untuk meningkatkan produktifitas masyarakat mitra (petani kopi) di Desa Petukel Blang Jorong melalui penerapan mesin-mesin TTG pascapanen kopi. Mesin-mesin yang akan diterapkan nantinya adalah mesin pengupas kulit buah kopi sistem berjalan, mesin pencuci buah kopi dan mesin huller berjalan. Metode pelaksanaan program dimulai dari survey ke lokasi, sosialisasi program, perancangan dan pembuatan mesin-mesin pascapanen kopi, penerapan mesin yang telah difabrikasi dan evaluasi kegiatan. Dari hasil  kegiatan telah diproduksi mesin-mesin tepat guna pascapanen kopi, yang terdiri dari dua unit mesin pengupas kulit kopi berjalan (pulper mobile), satu unit mesin pencuci biji kopi type bacth, dan satu unit mesin pengupas biji kopi berjalan (huller mobile). Petani kopi di Desa Petukel Blang Jorong Kabupaten Bener Meriah telah mengenal mesin-mesin teknologi tepat guna pascapanen kopi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukan produktifitas petani kopi mulai meningkat. Hal ini dapat terlihat dari proses pengolahan kopi pascapanen yang lebih efektif dan efesien.
Sifat Mekanis Komposit Polimer Hibrid Diperkuat Serat Sabut Kelapa-E-Glass Mawardi, Indra; Hanif, Hanif
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 6 No.2 (Juni, 2018) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.915 KB)

Abstract

Abstract. This study aims to obtain optimal mechanical properties of hybrid composites reinforced with coir and E-glass. The composites are formed from BQTN 157-EX unsaturated polyester resin polymer as a matrix and reinforced coir and synthetic fiber (E-glass). E-glass fiber used is the type of chop strand mat (CSM) and woven roving (WR). The hybrid composite is formed by hand lay-up with six layers of fiber arranged with three variations; 1 [CSM/SSK/WR]2, 2 [WR2/SSK2/WR2], and 3  [CSM/SSK/WR2/SSK/CSM]. The specimens were formed according to ASTM D 3039 standard for tensile test and ASTM D 790-81 for bending test. The test results show the fiber type and orientation arrangement is an important parameter in the design of laminate composite materials. The result of tensile test of composite material with variation 2 higher tensile stress (average 309.54 MPa) than variation 1 and 3. Variation 2 also higher bending stress 597,42 MPa, and variation 3 of 353, 59 MPa and variation 1 has the lower stress is 306.48 MPa.Keywords: Hybrid composite,  Coir, E-glass fiber, Tensile stress, Bending stressAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapat sifat mekanis yang optimal dari komposit hibrid yang diperkuat serat sabut kelapa dan E-glass. Komposit dibentuk dari polimer unsaturated polyester resin BQTN 157-EX sebagai matriks dan penguat perpaduan serat sabut kelapa dan serat sintetis (E-glass). Serat E-glass yang digunakan adalah jenis chop strand mat  (CSM) dan woven roving (WR). Komposit hibrid dibentuk secara hand lay–up dengan enam lapis serat yang disusun dengan tiga macam variasi, yaitu variasi 1 [CSM/SSK/WR]2, variasi 2 [WR2/SSK2/WR2], dan variasi 3 [CSM/SSK/WR2/SSK/CSM]. Spesimen dibentuk mengikuti standard ASTM D 3039 untuk uji tarik dan ASTM D 790-81 untuk uji bending. Hasil pengujian memperlihatkan susunan jenis serat dan orientasinya merupakan parameter yang penting dalam perancangan material komposit laminat. Hasil pengujian tarik material komposit dengan variasi 2 memiliki harga tegangan tarik yang lebih tinggi (rata-rata 309.54 MPa) dibandingkan variasi 1 dan 3. Variasi 2 juga mempunyai tegangan bending rata-rata lebih baik 597,42 MPa, disusul variasi 3 sebesar 353,59 MPa dan variasi 1 memiliki tegangan yang terendah, yaitu 306,48 MPa.Kata Kunci: Komposit Hibrid, Serat Sabut Kelapa, Serat E-glass, Kekutan Tarik, Kekuatan Bending
Desain dan Manufaktur Mesin Injeksi Plastik Menggunakan Mekanisme Toggle untuk Industri Kecil Mawardi, Indra; Zuhaimi, Zuhaimi; Hanif, Hanif
Industrial Engineering Journal Vol 3, No 2 (2014): Malikussaleh Industrial Engineering Journal
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk plastik telah mendominasi setiap bidang dari kehidupan manusia sekarang ini, mulai dari peralatan rumah tangga, pertanian, industri, rumah sakit, sampai pada teknologi ruang angkasa menggunakan plastik. Produk-produk plastik yang dihasilkan oleh industri kecil masih sangat minim. Hal ini tidak terlepas dari masih rendahnya penguasaan teknologi pengolahan plastik menjadi produk dan kemampuan industri kecil membeli peralatan pengolahan plastik pabrikan yang mempunyai harga cukup tinggi. Faktor-faktor tersebut berimbas pada rendahnya perkembangan industri pengolahan plastik oleh industri kecil. Mendesain dan memfabrikasi mesin injeksi plastik dengan menggunakan mekanisme toggle yang dapat dimanfaatkan bagi industri kecil adalah tujuan dari penelitian ini. Metode penelitian diawali dengan merancang konstruksi mesin injeksi menggunakan mekanisme toggle baik pada proses injeksi maupun proses pergerak clamping unit. Fabrikasi dan perakitan unit injeksi dan clamping menggunakan mesin-mesin perkakas dan uji performance dilakukan untuk menganalisis tingkat keberhasilan mesin.Hasil penelitian menunjukan mesin injeksi dengan mekanisme toggle dapat beroperasi dengan baik dalam proses plastisasi dan penginjeksian plastik.