Articles
13
Documents
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN NENAS DI LAHAN GAMBUT

Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 2, No 2 (2012): PERKEBUNAN DAN LAHAN TROPIKA
Publisher : Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.869 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan dalam peningkatan produksi tanaman nenas di lahan gambut. Upaya tersebut adalah dengan mengkombinasikan antara jarak tanam danaplikasi pupuk N, P dan K. Penelitian menggunakan metode Analisis antar lokasi dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jarak tanam dan  pemupukan N, P dan K. Perlakuan yang dimaksud adalah (1). Faktor jarak tanam dengan 2 aras yaitu : J1 = 60 cm x 60 cm dan J2 = 60 cm x 90 cm. (2). Faktor pemupukan terdiri dari 3 aras yaitu P0 = Tanpa pemupukan, P1  = 175 kg  urea +125 kg SP-36 + 200 Kg KCl per Ha,P2 =350 kg urea + 250 kg SP-36 + 400 kg KCl per Ha dan P3 = 525 kg urea + 375 kg SP-36 +600 kg KCl per Ha. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan terhadap Serapan Hara K pada Jaringan Tanaman, Bobot Kering Tajuk, Indeks Panen, Berat Buah segar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian pada taraf 5%. Jika memberikan  pengaruh yang nyata, analisis dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa takaran pemupukan pada perlakuan P2 (350kg urea + 250 kg Sp-36 + 400 kgKCl) per ha merupakan upaya yang terbaik dalam peningkatan hasil tanaman nenas di lahan gambut. Terdapat interaksi antara jarak tanam dan pemupukan terhadap bobot segar buah dan Indeks panen. Kata kunci :  nenas, gambut  

PENGARUH MOL BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA TANAH ULTISOL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair MOL batang pisang yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah ultisol, yang dilaksanakan di Jalan Sulawesi Gang Keluarga Kota Pontianak. Penelitian dilaksanakan dari tanggal  27 Desember 2013 sampai dengan tanggal 27 April 2014. Metode eksperimen yang menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga tanaman berjumlah 96 tanaman. Perlakuan tersebut adalah t0 =  tanpa pemberian mikroorganisme lokal (MOL) batang pisang, t1 = pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 10 ml/l,                  t2 = pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 20 ml/l, t3= pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 30 ml/l, t4 = pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 40 ml/l, dan t5=  pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 50 ml/l. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman, volume akar (cm3), luas daun total (cm2), berat polong per tanaman (g), dan berat biji kering per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh mol batang pisang tidak dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau kecuali terhadap luas daun total dan pemberian mol batang pisang 50 ml/l memberikan hasil yang tertinggi pada variabel luas daun total, dan pemberian mol batang pisang cenderung memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik jika konsentrasinya semakin tingkatkan.

PENGARUH KOSARIN TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN PADA TANAH ALUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L) merupakan salah satu sayuran buah yang sudah lama dikenal masyarakat Kalimantan Barat dan juga banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dalam bentuk segar. Nilai gizi mentimun cukup baik karena sayuran buah ini merupakan sumber vitamin dan mineral. Dalam mendukung pertumbuhan yang optimal untuk  meningkatkan hasil mentimun dapat dilakukan dengan penggunaan kosarin.Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh pemberian kosarin dan mengetahui kosentrasi kosarin yang terbaik terhadap hasil  tanaman mentimun pada tanah aluvial. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dan setiap perlakuan terdiri dari3 sampel tanaman. Perlakuan kosentrasi yang dimaksud antara lain p0 (tanpa perlakuan), p1 (25 ml/liter), p2 (50 ml/liter), p3 (75 ml/liter), p4 (100 ml/liter) dan p5(125 ml/liter).Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g), diameter buah per tanaman (cm) dan panjang buah per tanaman (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kosentrasi kosarin berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan panjang buah per tanaman, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap variabel diameter buah per tanaman. Perlakuan kosarin dengan kosentrasi 25 ml merupakan perlakuan yang efektif. Kata Kunci : Aluvial, Kosarin, Kosentrasi, Mentimun

PENGARUH BOKASHI Pueraria javanica TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH PADA TANAH ALLUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber bahan organik untuk perbaikan tanah alluvial sebagai media tanam cabai merah dapat menggunakan bokashi Pueraria javanica. Penggunaan tanaman Pueraria javanica sebagai bokashi karena tanaman ini memiliki unsur nitrogen yang tinggi, sebab tanaman ini bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium dengan mengikat nitrogen di udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi Pueraria javanica dan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah pada tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian dimulai dari tanggal 31 Mei 2014 sampai dengan tanggal 29 September 2014. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, untuk setiap ulangan digunakan 4 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu: p0 = tanpa pemberian bokashi Pueraria javanica, p1 = 10% bahan organik atau setara dengan 61,53 g bokashi Pueraria javanica / polybag, p2 = 12,5% bahan organik atau setara dengan 446,15 g bokashi Pueraria javanica / polybag, p3 = 15% bahan organik atau setara dengan 830,75 g bokashi Pueraria javanica / polybag, p4 = 17,5% bahan organik atau setara dengan 1215,35 g bokashi Pueraria javanica / polybag, dan p5 = 20% bahan organik atau setara dengan 1600,00 g bokashi Pueraria javanica / polybag. Variabel pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi Pueraria javanica berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman, volume akar, dan berat kering tanaman, tetapi berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah cabang produktif, jumlah buah dan berat buah per tanaman. Pemberian bokashi Pueraria javanica dengan dosis 446,15 g / polybag atau setara dengan 12,5% bahan organik merupakan dosis yang terbaik terhadap hasil tanaman cabai merah pada tanah alluvial.

PENGARUH KOMPOS LIMBAH TAOGE TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI pre nursery PADA TANAH ALLUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik kompos limbah taoge untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah aluvial. Penelitian di laksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa kompos limbah taoge/polibag, setara dengan 11,48% bahan organik dalam tanah, 170 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 15% bahan organik dalam tanah, 250 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 30% bahan organik dalam tanah, 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah, 670 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 60% bahan organik dalam tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah taoge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Penambahan 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah memberikan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di pre nursery pada tanah alluvial.

PENGARUH BOKASI AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALLUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tahu merupakan, bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah alluvial bagi pertumbuhan tanaman lobak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bokasi ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial, yang dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Lahan yang digunakan merupakan lahan dengan jenis tanah alluvial, dengan lama penelitian 45 hari mulai dari persiapan media tanam sampai panen. Rancangan ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan bokasi ampas tahu (B) yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: b1 = 2,88 kg/petak atau setara dengan 15 ton/ha, b2= 5,76 kg/petak setara dengan 30 ton/ha, b3 = 8,64 kg/petak setara dengan 45 ton/ha, b4 = 11,52 kg/petak setara dengan 60 ton/ha dan b5 = 14,4 kg/petak atau setara dengan 75 ton/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi : Luas Daun total (cm2), Kehijauan Daun (spad unit), Berat Kering Tanaman (g), Berat Segar Tanaman (g), Berat Umbi (g), Diameter Umbi (cm), Panjang umbi (cm), dan Hasil/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas tahu sebesar 45 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial.

Paradigma Progresif dan Maqashid Syariah: Manhaj Baru Menemukan Hukum Responsif

- Vol 49, No 2 (2015)
Publisher : State Islamic Universiity (UIN) Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.263 KB)

Abstract

Law both Islamic law and positive law has been more textual normative. This viewpoint is believed to occur because the law must have the principle of legality postscript found in the text (statutory law). To borrow a phrase in the study of Islamic Emirate of Muhammad, Islam is a divine source- oriented Insaniah (ilahiyul masdar insaniyul maudlu'). Sui generis- positivistic paradigm is considered by legal experts postmodernists are not sufficient to understand and find the law in the contemporary era. One of the legal experts Indonesia, Satjipto Raharjo also provide strong criticism against the way of thinking of positivistic-normative. According to this paradigm precisely the legal handcuff themselves to find substantive justice, especially in the absence of the text. Hence judges (mujtahid) required to be more creative and progressive thinking in the interpretation/ijtihad. The notion of progressive legal paradigm is actually trying to understand and find maqasid sharia-based law (legal purposes) to achieve the objectives of the law. Integration and interconnection of scientific disciplines become keywords in this paradigm, as a new form of legal epistimologi bid that is sui generis-cum empirisuntuk find solutions to the problems of contemporary law.

Menggagas Fikih Responsif: Upaya Progresif Modernisasi Fikih

al-'adalah Vol 14, No 2 (2017): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas modernisasi fiqh dalam upaya merespon perubahan dan perkembangan masyarakat. Tujuannya untuk mencari solusi terhadap problematika hukum (islam), yang selama ini terkesan stagnan. Studi ini menemukan 3 faktor penyebab, yakni: pertama, hukum difahami sebagai single entity yang tidak terpaut dari entitas lainnya. Padahal realitasnya, hukum berkait erat dengan disiplin ilmu yang lain. Kedua, hukum difahami sebagai suatu yang bersifat final (untouchable), padahal hukum berjalan beriringan dengan perkembagan realitas. Ketiga, hukum selalu didasarkan pada tektualis normatif, padahal banyak kearifan lokal (local wisdom) yang juga mengusung nilai-nilai filosofis yang relevan dengan maqasid syariah (legal purpose). Asumsi yang keliru ini harus mulai didekonstruksi, jika tidak maka akan terjadi empty space dalam hukum (Islam). Sebagai solusinya, pendekatan integrative system harus mulai digalakkan melalui transformasi taqlid qauli menuju taqlid manhaji, dari paradigma leteralis menuju paradigma teleologis.

PENGARUH INOKULASI AZOTOBACTER DAN MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET

PedonTropika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.225 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh inokulasi FMA, Azotobacter dan interaksinya terhadap pertumbuhan bibit karet serta mencari takaran FMA dan kepadatan Azotobacter yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit karet. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Untan Pontianak. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Mei 2012 sampai dengan bulan Agustus 2012. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan perlakuan faktorial 4 x 3 tata letak acak lengkap (CRD) dengan 3 ulangan.  Perlakuan Inokulasi Azotobacter terdiri dari 3 taraf yaitu Inokulasi A.chroococcum 2,5 x 103 CFU  mL-1 (k1), 5 x 103 CFU  mL-1 (k2), dan 10 x CFU  mL-1 pohon-1 (k3). Faktor inokulasi dengan Mikoriza Arbuskula (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu  tanpa inokulasi FMA (m­0), 2,5 g/polybag (m1), 5 g/polybag (m2) dan 10 g/polybag (m3). Percobaan diulang tiga kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar P dalam jaringan daun (%), luas daun (cm2), bobot kering daun (g) dan pertambahan panjang entris (cm). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa inokulasi dengan berbagai takaran FMA meningkatkan pertumbuhan bibit karet. Inokulasi dengan FMA takaran 10 g/polybag meningkatkan pertumbuhan bibit karet yang terbaik. Inokulasi dengan Azotobacter juga dapat meningkatkan pertumbuhan bibit karet. Inokulasi dengan Azotobacter pada kepadatan  10 x 103 CFU mL-1bibit-1 cenderung menunjukkan pertumbuhan bibit karet yang terbaik. Tidak terjadi interaksi inokulasi  FMA dan Azotobacter dalam mempengaruhi pertumbuhan bibit karet. Kata Kunci : Azotobacter, Bibit Karet, Mikoriza Arbuskula

PENGARUH BOKASI LIMBAH DAUN LAMTORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH ALUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis bokasi  limbah daun lamtoro yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah aluvial.Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Taraf perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : b1 = 5% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (300g bokasi + 5,7 kg tanah), b2 = 10% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (600g bokasi + 5,4 kg tanah), b3 = 15% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (900 g bokasi + 5,1 kg tanah), b4 = 20% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (1.200g bokasi + 4,8 kg tanah), b5 = 25% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (1.500g bokasi + 4,5 kg tanah). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, jumlah klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun dan berat segar tanaman. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji F. Taraf 5 %.  Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian bokasi limbah daun lamtoro pada berbagai dosis dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada tanah Aluvial. Dosis bokasi limbah daun lamtoro yang terbaik utnuk pertumbuhan dan hasil sawi tidak ditemukan tetapi dosis bokasi limbah daun lamtoro yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang efektif adalah 10% per polybag dengan 6 kg tanah atau setara dengan 600 g dari 6 kg tanah.     Kata Kunci : Aluvial, Bokasi Limbah Daun Lamtoro, Sawi Hijau