Ahmad Ansori Mattjik
Departemen Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University), Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga 16680, Indonesia

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS DERET WAKTU DENGAN RAGAM GALAT HETEROGEN DAN ASIMETRIK Studi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Periode 1999-2008 Untari, Nirawita; Mattjik, Ahmad Ansori; Saefuddin, Asep
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 14, No 1 (2009)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.721 KB)

Abstract

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan salah satu indikator yang digunakan pemerintah dalam mengambil kebijakan dalam bidang ekonomi. Selain itu pemerintah menganggap pentingnya pasar modal sebagai alternatif pembiayaan selain perbankan. Fluktuasi yang sangat besar terjadi di pasar bursa, karena setiap transaksi tercatat dengan skala waktu yang kecil sehingga perubahan nilai yang terjadi begitu cepat. Pada kasus ini asumsi kehomogenan ragam tidak terpenuhi. Pada pasar bursa juga memperlihatkan adanya pengaruh asimetrik(leverage), yaitu hubungan yang negatif antara perubahan nilai return dengan pergerakan volatilitasnya. Model EGARCH yang memodelkan ragam bersyarat sebagai fungsi log-linear digunakan sebagai fungsi ragam dalam memodelkan nilai harian IHSG, sehingga nilai ragam bersyarat yang diprediksi tidak akan pernah negatif. Model EGARCH terpilih adalah MA(1)-EGARCH(1,1). Model EGARCH terbukti sangat baik dalam memodelkan nilai harian IHSG, tetapi belum cukup baik untuk meramalkan nilai IHSG yang akan datang. Selain ramalan terhadap nilai harian IHSG, pemodelan fungsi ragam juga menghasilkan peramalan terhadap ragam bersyaratnya. Ramalan ragam bersyarat sangat berguna bagi pemegang aset dalam melihat perilaku pergerakan IHSG dan untuk menghitung besarnya resiko memegang suatu aset di masa yang akan datang.
Modifikasi Model Peramalan Produksi Padi Nasional Oktavina, Dea; Mattjik, Ahmad Ansori; Waryanto, Budi
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 7, No 2 (2002)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.277 KB)

Abstract

Badab Pusat Statistik Indonesia melakukan peralaman terhadap produksi padi Nasional dan dipubliaksikan pada tiap tanggal 15 Februari, 15 Juni, dan 15 Oktober. Angka yang meraka pubikasikan itu disebut Angka Ramalan 1 (ARAM 1), Angka Ramalan 2 (ARAM 2),dan Angka Ramalan 3 (ARAM 3). Hasil ARAM 1 2002 menunjukan penurunan produksi padi nasional. Fenomena tersebut menimbulkan perdebatan di Departemen Pertanian. Oleh karena itu perlu adanya pengkajian tehadap peralaman produksi padi yang selama ini digunakan.Penenlitian ini bertujuan untuk  menghasilkan model peramalan produksi padi Nasional baru yang merupakn modifikasi dari model yang selama ini digunakan, dengan memasukkan variabel-variabel baru. Dilakukan juga analisi deret waktu menggunakan ARIMA untuk meramalkan variabel-variabel baru yang hendak dimasukkan tersebut.Hasil dari model modifikasi untuk meramalkan  produksi padi Nasional ini bisa dikatakan lebih baik daripada hasil ARAM BPS. Hal ini dilihat dari hasil pengujian hipotesis menggunakan tingkat kepercayaan 90% dimana hasil ramalan model modifikasi tidak berbeda nyata dengan ATAP BPS (dengan nilai p=0.129), sedangkan ARAM BPS berbeda nyata dengan ATAP BPS (dengan nilai p=0.052).
Analisis Pengaruh Utama Aditif dan Interaksi Ganda Mattjik, Ahmad Ansori
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 2, No 1 (1996)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.504 KB)

Abstract

Analisis AMMI (Aditive Main Effect and Multiplicative Interaction) atau UAIG (Pengaruh Utam Aditif dan Interaksi Ganda) sudah mulai marak digunakan peneliti untuk melihat internksi, terutama interaksi genotipa x lingkungan. Pada tulisan ini akan di bahas mengenai tinjauan dari analisis UAIG sebagai slah satu cara untuk diagnosa dan seleksi metoda diantara lima metoda penanganan interaksi yang telah digunakan banyak peneliti (komposit, satu-db untuk non-aditif, kontras db-tunggal, regresi, dan sidik komponen utama untuk interaksi). Pada kesempatan lain akan dibahas penerapan UAIG pada berbagai bidang.
PENGARUH PEMILIHAN ARAH ACUAN 00 DAN ARAH ROTASI PADA ANALISIS KORELASI DAN REGRESI LINIER-SIRKULAR (STUDI KASUS: PETA KAWASAN RAWAN BENCANA LETUSAN GUNUNG Nurussadad, Abdul Aziz; Sumertajaya, I Made; Mattjik, Ahmad Ansori
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.817 KB)

Abstract

The measurement results doesn´t only consist of data with linear attributes, but also data with circular attributes. The circular data has a uniqueness that is not owned by the linear data, circular data is independent of the choice of 0o reference and rotation direction. The uniqueness of circular data analysis is tested in linear circular correlation and linear circular regression. The results of correlation analysis proved that the selection of the reference direction 0o can be done subjectively because the linear circular correlation results show the same value 0.899 for all possible selection of 0o reference and rotation direction. For linear circular regression, the model constructed has a same coefficient of determination that is 0.808 and the same b0, which is 5.231 for all possible selection of 0o reference and rotation direction. Similarly, statistics from the error of linear circular regression analysis have the same value, minimum = -2.693, quartile 1 = -0.835, median = -0.171, quartile 3 = 0.548, maximum = 8.421. Alleged circular linear regression parameters, namely b1 and b2, forming a cycle that each has in common b1 = -1.226 E-07-2.728 cos (α) - 2.655 sin (α) and b2 = 3.061 E-07-2.655 cos (α ) + 2.728 sin (α) where α is the position of the 0o reference direction in degrees on each model.   Keywords :  Directional Statistics, Circular Statistics, Linear-Circular Regression, Linear Circular Correlation
Metode AMMI pada Model Campuran Suwardi, .; Mattjik, Ahmad Ansori; Susetyo, Budi
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 6, No 1 (2001)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode AMMI (Additive Main Effects and Multiplicative Interaction) adalah suatu metode analisis yang menggabungkan pengaruh utama aditif pada analisis ragam dengan penguraian bilinear pengaruh interaksi ganda. Dalam berbagai penelitian agronomi metode ini mampu menjelaskan lebih efektif pengaruh dan pola struktur interaksi antara genotip dengan lingkungan. Metode AMMI dapat diterapkan pada model campuran jika pengaruh acak pada faktor interaksi dipandang sebagai pengaruh tetap. Sebagai ilustrasi penerapan, penelitian ini menggunakan data produksi padi gogo (ton per hektar) dari hasil percobaan multi lingkungan.
PENDUGAAN KESTABILAN GENOTIPE PADA MODEL AMMI MENGGUNAKAN METODE RESAMPLING BOOTSTRAP Novianti, Pepi; Mattjik, Ahmad Ansori; Sumertajaya, I Made
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.199 KB)

Abstract

Additive Main Effects Multiplicative Interaction (AMMI) is a widely known analysis used in understanding genotype and environment interaction (GEI) in plant breeding research. The interpretation of AMMI based on biplot visualizes the first two component of principle components analysis. Biplot of AMMI is only an exploration analysis and it does not provide the hypothesis testing, so it can conduct  different  interpretation by plant breeding researchers. The aim of this research is to find a systematic approach through bootstrap resampling method. Bootstrap resampling method in AMMI model produces confidence region of the first two interaction principle component ( and ) for genotype and environment respectively. Bootstrap confidence region of  and  estimated the stability of genotype, thus making AMMI analysis more precise and realiable for characterization and selection of  genetic  environment.
PEMODELAN KALIBRASI PEUBAH GANDA DENGAN PENDEKATAN REGRESI SINYAL P-SPLINE Tonah, .; Mattjik, Ahmad Ansori; Notodiputro, Khairil Anwar
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 14, No 2 (2009)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.118 KB)

Abstract

Model kalibrasi peubah ganda merupakan suatu fungsi hubungan antara satuan pengukuran yang dapat diperoleh melalui proses yang relatif mudah atau murah  dengan satuan pengukuran yang memerlukan waktu lama dan biaya mahal. Secara umum data kalibrasi memiliki multikolinearitas yang tinggi antar peubah penjelas dan dimensinya jauh lebih besar daripada banyaknya contoh yang dimiliki. Oleh karena itu, sebagian besar pendekatan model kalibrasi memerlukan pereduksian data terlebih dulu. Solusi alternatif bagi pemodelan kalibrasi adalah regresi sinyal P-spline (RSP). RSP merupakan salah satu pendekatan nonparametrik yang mensyaratkan bahwa koefisien regresi berada dalam ruang fungsi mulus. Hal ini dilakukan dengan cara merepresentasikan koefisien regresi sebagai kombinasi linear dari basis B-spline. Penambahan penalti dilakukan untuk mengatasi multikolinearitas pada model serta meningkatkan kemulusan koefisien regresi. Indeks dari bilangan gelombang yang terukur oleh FTIR digunakan sebagai domain     B-spline. Spektra gingerol diidentifikasi memiliki pengaruh pencaran multiplikatif, sehingga perlu dilakukan koreksi pencaran. Model RSP dengan koreksi pencaran multiplikatif pada senyawa aktif gingerol memberikan hasil prediksi yang lebih baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai RMSEP dan R2y vs ŷ  masing-masing sebesar 0.06867 dan 95.73 %. Nilai-nilai tersebut jauh lebih kecil dari hasil yang diberikan oleh model regresi komponen utama dengan pra-pemrosesan koreksi pencaran maupun transformasi wavelet.
Indikator dan Kriteria Seleksi pada Generasi Awal untuk Perbaikan Hasil Biji Kacang Hijau Berumur Genjah Jambormias, Edizon; Sutjahjo, Surjono Hadi; Mattjik, Ahmad Ansori; Wahyu, Yudiwanti; Wirnas, Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.11 KB)

Abstract

ABSTRAKPerbaikan hasil kacang hijau dapat dilakukan melalui seleksi langsung maupun seleksi tak langsung berdasarkankriteria seleksi dari satu atau beberapa sifat kuantitatif sebagai indikator seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilihindikator seleksi bagi hasil biji dan menentukan kriteria seleksi bagi indikator seleksi tersebut pada populasi generasi awalkacang hijau berumur genjah. Penelitian menggunakan rancangan acak tak lengkap berblok bersekat-tersarang 1-tahap.Analisis lintas dan regresi aditif serta genotipik masing-masing digunakan untuk memilih dan menentukan indikator seleksi dan kriteria seleksi. Hasil analisis pengaruh langsung memperlihatkan jumlah biji bernas dan umur berbunga merupakanindikator seleksi bagi hasil biji dengan kriteria seleksi 200 biji pada kisaran umur berbunga 40-46 hari, untuk memperolehhasil > 12 g tanaman. Sebaliknya, hasil analisis pengaruh tak langsung memperlihatkan tinggi tanaman, jumlah cabangdan lama hari panen dapat pula dimasukkan sebagai indikator seleksi. Kriteria seleksi bagi masing-masing indikator seleksiini adalah dua cabang dengan lama hari panen 16-20 hari dan tinggi tanaman sekitar 85 cm untuk menghasilkan 200 biji.Bila dipilih tanaman yang lebih pendek, kriteria seleksi tinggi tanaman 75-80 cm dapat digunakan, namun lama hari panenmenjadi 22-26 hari.-1Kata kunci: analisis regresi, analisis lintas, BLUP, seleksi generasi awal
Indikator dan Kriteria Seleksi pada Generasi Awal untuk Perbaikan Hasil Biji Kacang Hijau Berumur Genjah Jambormias, Edizon; Sutjahjo, Surjono Hadi; Mattjik, Ahmad Ansori; Wahyu, Yudiwanti; Wirnas, Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.11 KB)

Abstract

ABSTRAKPerbaikan hasil kacang hijau dapat dilakukan melalui seleksi langsung maupun seleksi tak langsung berdasarkankriteria seleksi dari satu atau beberapa sifat kuantitatif sebagai indikator seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilihindikator seleksi bagi hasil biji dan menentukan kriteria seleksi bagi indikator seleksi tersebut pada populasi generasi awalkacang hijau berumur genjah. Penelitian menggunakan rancangan acak tak lengkap berblok bersekat-tersarang 1-tahap.Analisis lintas dan regresi aditif serta genotipik masing-masing digunakan untuk memilih dan menentukan indikator seleksi?dan kriteria seleksi. Hasil analisis pengaruh langsung memperlihatkan jumlah biji bernas dan umur berbunga merupakanindikator seleksi bagi hasil biji dengan kriteria seleksi 200 biji pada kisaran umur berbunga 40-46 hari, untuk memperolehhasil > 12 g tanaman. Sebaliknya, hasil analisis pengaruh tak langsung memperlihatkan tinggi tanaman, jumlah cabangdan lama hari panen dapat pula dimasukkan sebagai indikator seleksi. Kriteria seleksi bagi masing-masing indikator seleksiini adalah dua cabang dengan lama hari panen 16-20 hari dan tinggi tanaman sekitar 85 cm untuk menghasilkan 200 biji.Bila dipilih tanaman yang lebih pendek, kriteria seleksi tinggi tanaman 75-80 cm dapat digunakan, namun lama hari panenmenjadi 22-26 hari.-1Kata kunci: analisis regresi, analisis lintas, BLUP, seleksi generasi awal
Modifikasi Model Peramalan Produksi Padi Nasional Oktavina, Dea; Mattjik, Ahmad Ansori; Waryanto, Budi
FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 7, No 2 (2002)
Publisher : FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.277 KB)

Abstract

Badab Pusat Statistik Indonesia melakukan peralaman terhadap produksi padi Nasional dan dipubliaksikan pada tiap tanggal 15 Februari, 15 Juni, dan 15 Oktober. Angka yang meraka pubikasikan itu disebut Angka Ramalan 1 (ARAM 1), Angka Ramalan 2 (ARAM 2),dan Angka Ramalan 3 (ARAM 3). Hasil ARAM 1 2002 menunjukan penurunan produksi padi nasional. Fenomena tersebut menimbulkan perdebatan di Departemen Pertanian. Oleh karena itu perlu adanya pengkajian tehadap peralaman produksi padi yang selama ini digunakan.Penenlitian ini bertujuan untuk  menghasilkan model peramalan produksi padi Nasional baru yang merupakn modifikasi dari model yang selama ini digunakan, dengan memasukkan variabel-variabel baru. Dilakukan juga analisi deret waktu menggunakan ARIMA untuk meramalkan variabel-variabel baru yang hendak dimasukkan tersebut.Hasil dari model modifikasi untuk meramalkan  produksi padi Nasional ini bisa dikatakan lebih baik daripada hasil ARAM BPS. Hal ini dilihat dari hasil pengujian hipotesis menggunakan tingkat kepercayaan 90% dimana hasil ramalan model modifikasi tidak berbeda nyata dengan ATAP BPS (dengan nilai p=0.129), sedangkan ARAM BPS berbeda nyata dengan ATAP BPS (dengan nilai p=0.052).