Articles

Found 6 Documents
Search

SINTESIS KHITOSAN BERAT MOLEKUL RENDAH DARI LIMBAH UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis) MELALUI PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS DENGAN PAPAIN DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis.

Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.889 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mensintesis khitosan dan khitosan berat molekul rendah dari limbah udang putih (Penaeus merguiensis) 2) mengkarakterisasi khitosan dan khitosan berat molekul rendah, 3) menguji aktivitas khitosan berat molekul rendah terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sintesis khitosan dilakukan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Selanjutnya dilakukan Karakterisasi terhadap khitosan yang meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, berat molekul, daya ikat air, daya ikat lemak, kelarutan, viskositas, derajat polimerisasi, derajat deasetilasi, dan struktur menngunakan FTIR. Sintesis khitosan berat molekul rendah dilakukan melalui proses hidrolisis secara enzimatis menggunakan enzim papain. Karakterisasi khitosan berat molekul rendah dilakukan dengan menghitung rendemen, berat molekul, derajat polimerisasi, derajat deasetilasi, dan struktur mennggunakan FTIR. Uji aktivitas antibakteri khitosan berat molekul rendah dilakukan terhadap bakteri S. epidermidis dilakukan menggunakan metode difusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Khitosan dapat disintesis dari limbah udang putih melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. 2) Karakteristik fisik khitosan yang dihasilkan adalah rendemen 52,82%, kadar air  (2,3±0,1)%, kadar abu 4,038%, berat molekul 2.679,57 g/mol, daya ikat air (590±21,3)%, daya ikat minyak (569±4,29)%, kelarutan (28±3,2)%, viskositas (1,33 ± 0,04) cp, derajat polimerisasi 16,627,dan derajat deasetilasi 82,72% dan karakteristik fisik khitosan berat molekul rendah. 3) Khitosan berat molekul rendah dapat disintesis dengan cara hidrolisis enzimatis menggunakan enzim papain. 4) Karakteristik khitosan berat molekul rendah meliputi rendemen 60%, berat molekul 2.401,80 g/mol, derajat polimerisasi 14,903, dan derajat deasetilasi 83,71%. 5) Dari aspek struktur kimia, produk khitosan, Khitosan berat molekul rendah dapat dibuktikan dari analisis FTIR. 6) Uji aktivitas antibakteri khitosan berat molekul rendah terhadap bakteri S. epidermidis pada konsentrasi 0,4% memiliki daya hambat 8,71 mm, konsentrasi 0,6% memiliki daya hambat 10,38 mm dan konsentrasi 0,8% memiliki daya hambat 15,91 mm. Kata Kunci: Limbah udang, khitosan, berat molekul rendah, hidrolisis, papain, antibakteri

SCIENCE LITERACY INDICATORS IN OPTICAL INSTRUMENTS OF HIGHSCHOOL PHYSICS TEXTBOOKS CHAPTER

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The direction of current science is emphasized on the importance of science literacy skill as a preparation for students returning to community after finishing school. Science literacy skill is believed can help the individuals to solve the problem scientifically and accountable. Science textbooks are instructional tools that help students learning science. The purpose of this research is to analyse the textbooks of Physics for high school grade X about Optical Instruments topic based on science literacy indicator. The study conducted in four senior highschools. There were two textbooks used in those schools, Book A and Book B. The results showed that on average the emergence of science literacy indicator of science nomenclature was 17.5%, intellectual process skills was 45.5%, the rules of scientific evidence was 8.5%, postulate of science was 19%, and scientific disposition was 9.5%. Book A contained of more research activities than Book B, but Book B linked the second indicator more comprehensive. The advantages and disadvantages of each analyzed textbooks can be used as a further background study for developing the good quality teaching material of physics-based scientific literacy.

KARAKTERISASI SIFAT MEKANIK POLIBLEND LLDP-NR DENGAN ADITIF TiO2 SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL UNGGUL

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 1, No 1 (2002)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak (ina) :Penggunaan bahan elastomer termoplastik saat ini semakin penting dan meluas. Dengan penambahan zat-zat tertentu, bahan ini menjadi bahan alternatif pengganti logam dan bahan –bahan lain. Poliblend menjadi ujung tombak pengembangan material baru di masa mendatang. Penelitian ini mempelajari pengaruh zat aditif TiO2 terhadap poiblend LLDPE dengan karet alam (LLDPE/NR). Komposisi LLDPE/NR yang diteliti sebesar 60/40. TiO2 yang ditambahkan bervariasi sebesar 0, 1, 2, 3, 4 dan 5%. Poliblend dibuat dengan cara masterbatch process melalui penggilingan dengan laboplastomill. Karakterisasi sifat mekanik dilakukan menggunakan universal testing machine model UCT-5T. Pengujian dilakukan menggunakan metode ISO 527-2. Penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan kuat luluh dan kuat tarik pada penambahan TiO2 sampai kadar 3%, selanjutnya menurun pada penambahan TiO2 4 dan 5%. Kuat luluh dan kuat tarik maksimum terjadi pada kadar TiO2 3%, yaitu sebesar 4,687 MPa dan 11,638 MPa. Regangan puts menunjukkan penurunan dengan semakin bertambahnya kadar TiO2. Regangan puts maksimum terjadi pada poliblend tanpa aditif yaitu sebesar 701,7%.Keyword : Polybend, LLDPE-NR,TiO2, mechanical properties.

KINERJA SISTEM ADSORBEN SURFAKTAN KATIONIK BERPENYANGGA MONTMORILONIT LOKAL UNTUK REMIDIASI LIMBAH SELENAT DALAM AIR

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah limbah, khususnya ion selenat dengan mengembangkan suatu absorben surfaktan kationik berpenyangga montmorillonit local. Penelitian ini difokuskan pada karakterisasi material, pengembangan sistem absorben dan optimasi kemampuan absorbs ion selenat pada skala laboratorium. Karakterisasi morfologi struktur permukaan dan analisis kuantitatif montmorillonit dilakukan dengan SEM_EDS Jeol JSM-6360. Kadar ion selenat ditentukan dengan graphite-furnace atomic absorption spectrophotometer (AAS-GF), sedangkan efektivitas perlakuan dalam mengikat polutan ion selenat dianalisis dengan isoterm adsorption. Penelitian menunjukkan bahwa montmorillonit local dari Boyolali mempunyai struktur berlapis dan berongga-rongga dengan diameter 1 until 2 µm dan komponen utamanya adalah silicate/SiO2 69,21% and alumina/Al2O3 14,34%. Kemampuan absorpsi montmorillonit terhadap selenant meningkat dengan kenaikan konsentrasi absorbat dalam larutan dan jenis surfaktan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan  absorbs terhadap ion selenat. Kemampuan asorbsi tertinggi terhadap ion selenat adalah penggunaan sistem absorben montmorillonit/TDTMA-Br yaitu sebesar 7.40 mg/g absorben (pada konsentrasi larutan selenat 80 ppm).

SCIENCE LITERACY INDICATORS IN OPTICAL INSTRUMENTS OF HIGHSCHOOL PHYSICS TEXTBOOKS CHAPTER

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The direction of current science is emphasized on the importance of science literacy skill as a preparation for students returning to community after finishing school. Science literacy skill is believed can help the individuals to solve the problem scientifically and accountable. Science textbooks are instructional tools that help students learning science. The purpose of this research is to analyse the textbooks of Physics for high school grade X about Optical Instruments topic based on science literacy indicator. The study conducted in four senior highschools. There were two textbooks used in those schools, Book A and Book B. The results showed that on average the emergence of science literacy indicator of science nomenclature was 17.5%, intellectual process skills was 45.5%, the rules of scientific evidence was 8.5%, postulate of science was 19%, and scientific disposition was 9.5%. Book A contained of more research activities than Book B, but Book B linked the second indicator more comprehensive. The advantages and disadvantages of each analyzed textbooks can be used as a further background study for developing the good quality teaching material of physics-based scientific literacy.

PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING ) MELALUI MEDIA FLIPCHART DAN VIDEO DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL DAN GAYA BELAJAR

Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2013): BIOEDUKASI
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK-Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran CTL melalui media flipchart dan media video, kemampuan verbal, gaya belajar dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2011 - Juni 2012 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Pacitan tahun pelajaran 2011/2012. Sampel penelitian terdiri atas 4 kelas terbagi menjadi dua kelompok yang diambil secara cluster random sampling. Kelompok I terdiri kelas X3 dan X8 menggunakan media flipchart dan kelompok II terdiri kelas X2 dan X9 menggunakan media video. Data gaya belajar, prestasi afektif, dan psikomotor dikumpulkan dengan metode angket, serta data prestasi kognitif, dan kemampuan verbal dengan metode tes. Data dianalisis dengan ANAVA tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2 dengan menggunakan software SPSS 18. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa: 1) ada pengaruh pembelajaran pendekatan CTL melalui media flipchart dengan video terhadap prestasi belajar; 2) ada pengaruh kemampuan verbal terhadap prestasi belajar; 3) ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar; 4) tidak ada interaksi antara pembelajaran pendekatan CTL melalui media flipchart dengan video dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar; 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran pendekatan CTL melalui media flipchart dengan video dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar; 6) terdapat interaksi antara kemampuan verbal dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar; dan 7) tidak ada interaksi antara pembelajaran pendekatan CTL melalui media flipchart dengan video, dengan kemampuan verbal, dan gaya belajar terhadap prestasi belajar.