Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL FISIKA

Pemanfaatan Limbah Daun Jambu dan Polimer Alami Getah Karet Sebagai Bahan Alternatif Furniture

Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik maupun anorganik seperti daun, kertas, sayuran, buah-buahan, styrofoam,dan plastik dapat digunakan sebagai sesuatu yang bermanfaat. Pada penelitian sebelumnya, sampah yang sering digunakan antara lain sampah styrofoam, sekam padi, kertas, plastik,dan serbuk kayu dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bangunan, dan telah teruji kelebihannya, baik secara fisik maupun mekanik. Pada penelitian ini memanfaatkan sampah halaman yang kadang mengganggu dan tidak terkelola dengan baik, salah satunya adalah daun jambu. Komposit sampah daun jambu dapat digunakan sebagai bahan alternatif furniture seperti papan partikel yang berfungsi sebagai penyangga keyboard komputer, rak sepatu dan lain-lain. Daun jambu yang kering dibuat sebagai komposit dengan polimer alami getah pohon karet. Komposit dibuat dengan cara pencampuran sederhana (simple mixing) dengan perbandingan massa daun jambu dan getah karet masing–masing 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 , 5:5 dan 5:6. Sampah daun kering yang sudah dihancurkan kemudian dipress dengan mesin pengepress  pada posisi berat 5 ton tekanan 39,81 MPa dan suhu kamar. Komposisi maksimum dari pencampuran komposit dengan polimer getah karet dapat diuji dengan melakukan uji kekuatan tekan. Kekuatan tekan yang paling baik menunjukkan bahwa komposit daun jambu dengan polimer getah karet layak untuk dijadikan sebagai bahan alternatif furniture pengganti kayu.

Ketahanan Tekan Komposit Dari Resin Epoksi Berpenguat Serat Bambu

Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat bambu memiliki sifat mekanis lebih baik dibandingkan dengan serat alam yang lainnya. Oleh sebab itu, serat bambu dapat digunakan sebagai penguat komposit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit dengan polimer resin epoksi sebagai perekat serat. Komposit serat bambu dicetak menjadi dua sampel, yaitu sampel I berukuran 105 mm x 18 mm x 9 mm dan sampel II berukuran125 mm x 40 mm x 10 mm.  Resin epoksi dan serat dicampur dengan perbandingan 100:40. Sampel I dicetak dengan menyusun serat dengan sudut silang sebesar 00, 450, 900.  Sampel II dicetak dengan ukuran diameter yang berbeda yaitu serat berdiameter rata-rata 1 mm dan serat yang berdiameter rata-rata 0,01 mm. Kedua sampel dicetak dengan tekanan sebesar 2 kgf/cm2. Hasil uji ketahanan tekan didapatkan serat yang diameter lebih besar dan dengan arah silang 450 memiliki ketahanan tekan yang lebih baik.

Analisis Keausan Kampas Rem Non Asbes Berbahan Limbah Organik Kulit Tempurung Kemiri

Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keausan kampas rem berbahan dasar kulit kemiri.Permasalahan penting tentang lingkungan adalah limbah organik maupun non-organik. Masyarakat pertanian lebih memilih membuang kulit pinang dan batok kemiri di pinggir jalan, sungai, hingga perkebunan. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan baru di lingkungan sekitar seperti sampah yang menumpuk dan merusak pemandangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kulit pinang dan batok kemiri dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kampas rem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Kulit batok kemiri sebagai variabel bebas sedangkan keausan kampas rem sebagai variabel terikat. Massa dari serbuk kulit tempurung kemiri divariasi 100gram, 150gram, 200 gram, 250 gram, dan 300 gram dengan komposisi 60 : 40. Resin 208 B digunakan sebagai pengikat dengan perbandingan dengan bahan dasar yaitu, 60 : 40. Dari hasil penelitian diperoleh data nilai keausan tiap massa berbeda semakin bertambah massa dari bahan maka semain berkurang nilai keausan dari kampas rem 

Pengaruh Perubahan Massa Zeolit Terhadap Kadar Ph Limbah Pabrik Gula Melalui Media Filtrasi

Jurnal Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik gula merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah (padat, gas dan cair). Limbah pabrik gula menjadi salah satu permasalahan karena memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah cair menjadi sorotan karena akan dibuang ke sungai yang airnya sering dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah cair umumnya lebih bersifat bahan organik yang mudah terurai oleh mikroorganisme yang jika dibuang ke perairan akan menyebabkan turunnya pH. Dibutuhkan suatu cara penanganan limbah cair pabrik gula yang dapat menghasilkan bahan buangan yang tidak menimbulkan pencemaran. Filtrasi merupakan proses pemisahan campuran solida likuida melalui media porous yang mana solida tersuspensi tertahan di dalam media dan likuida atau cairannya terlewatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode filtrasi. Variasi massa zeolit adalah 200, 300, 400, 500, 600 gram untuk mengetahui perubahan kadar pH pada limbah cair pabrik gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan massa zeolit menyebabkan peningkatan kadar pH sebasar 6,09 sampai dengan 6,64.

Pengaruh Massa Biji Buah Mangga Arum Manis (Mangifera indica L.) Terhadap Kadar Bioetanol

Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi semakin meningkat, namun sumber daya alam atau bahan bakar fosil semakin menurun. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sumber energi terbarukan untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Salah satu alternatif pengganti bahan bakar fosil adalah bioetanol. Bioetanol diproduksi dengan cara fermentasi biji buah mangga arum manis menggunakan ragi roti Saccharomyces cerevisiae. Diketahui biji buah mangga tersebut memiliki kadar karbohidrat sebesar 19,53%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui massabiji mangga yang tepat dalam menghasilkan bioetanol dengan kadar yang tinggi. Penelitian dilakukan dengan pemberian massa biji mangga yang berbeda yaitu 25 gram, 35 gram, dan 45 gram. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa sampel 25 gram, 35 gram, dan 45 gram secara berurutan memiliki kadar etanol sebesar 4,78%; 6,64%; 1,48%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa massa biji mangga 35 gram menghasilkan kadar bioetanol yang tinggi.