Articles

Found 30 Documents
Search

Efektivitas Polyvinyl Acetate (PVAc) Sebagai Matriks Pada Komposit Sampah

BERKALA FISIKA Vol 13, No 2 (2010): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.552 KB)

Abstract

It was fabricated a composite using solid waste as filler and polyvinyl acetate (PVAc) as matrice. This work is as a solution of more serious solid waste problems. The solid waste used is paper waste and leaf one with their composition are 60% and 40% respectively. The crushed-solid waste then hot-pressed at 100 MPa of pressure and 150°C of temperature. Then, the compressive strength of composite before and after PVAc presence was investigated to get a composition in which the compressive strength is optimum.   Keywords: composite, solid waste, polyvinyl acetate, compressive strength.

Effect of Thickness and Temperature of SiO2 Layer on Leakage Currents in MOS Capacitor Materials with High Dielectric Constant by Involving the Charge Trap

Jurnal ILMU DASAR Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.255 KB)

Abstract

Modeling of the leakage current in a field-effect transistor metal-oxide-semiconductor (MOSFET) with high dielectric material has been developed by taking into account the effect of charge traps formed at the interface of high-k material/SiO2. Transmittance calculated using Airy wave function approach and involving the anisotropic electron mass and the effect of coupling between transverse and longitudinal energy represented by the speed of the electrons in the metal gate. Transmittance obtained is then used to calculate the leakage current in the structure of n+Poly-Si/HfSiOxN/trap/SiO2/p-Si for oxide voltage variations, temperature, and thickness of the SiO2. From the calculation that the leakage current decreases with decreasing of oxide voltage and increasing of the thickness of the oxide layer of SiO2. Also obtained that the temperature of the device does not give a great influence on the change of leakage current. Keywords: Leakage current, electron speed, charge traps

PEMASANGAN SENSOR GELOMBANG ULTRASONIK UNTUK APLIKASI ROBOT ANTI-BENTUR

JURNAL ISTEK Vol 5, No 1-2 (2011): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.308 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah mobil robot dan teknik pemasangan sensor gelombang ultrasonik untuk menghindari benturan. Teknik pemasangan sensor meliputi jarak sensor penerima ke pemancar gelombang ultrasonik dan panjang loop yang digunakan. Mengatur gerakan mobil robot secara otomatis dapat menghindari benturan dengan objek yang ada di depannya. Sistem otomasi pengaturannya menggunakan perangkat keras mikrokontroler Basic Stamp BS2SX buatan Parallax Inc Amerika, berupa IC PIC16C65 yang beroperasi pada tegangan 5 volt DC. Sedangkan perangkat lunaknya menggunakan bahasa pemrograman Pbasic. Program ditulis pada Basic Stamp Editor yang sudah diinstallkan pada PC, kemudian didownload ke EEPROM. Proses download program otomatis menghapus program sebelumnya sehingga program terakhir yang akan dieksekusi. Sensor gelombang ultrasonik yang digunakan dapat mendeteksi jarak objek terjauh 85 cm, sedangkan objek terdekat adalah 0,5 cm. Panjang loop yang dipasang pada mobil robot adalah 2 cm dan jarak antara transduser satu dengan yang lainnya 1,5 cm.Panjang loop yang dipasang pada mobil robot mempengaruhi jarak objek yang dapat dideteksi.

PROSES CETAK BRIKET BERBAHAN LIMBAH KOLANG-KALING DENGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan kepada masyarakat berupa pengembangan alat cetak briket di desa Jatireo kecamatan Gunungpati kodia Semarang. Latar belakang kegiatan ini adalah untuk mengatasi proses pembuatan briket pada saat dicetak, dimana hasil yang diperoleh belum padat sehingga lama nyala api belum sesuai yang diharapkan. Untuk mengatasi masalah tersebut telah dibuat alat pres yang digunakan untuk memberi beban briket sebelum dikeluarkan dari alat cetak. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan ketebalan briket yang tidak dipres dengan yang dipres. Ketebalan briket tanpa menggunakan pres adalah 1 cm dan yang menggunakan alat pres 0,5 cm. Selain itu hasil uji pembakaran diperoleh laju pembakaran briket dari kulit kolang-kaling pada rentang 0.03-0.04 g/s. Hasil ini bersesuaian dengan briket dari jenis biomassa jenis lainnya seperti kayu, daun lain-lain dengan laju pembakarannya 0.03 g/s. Warna nyala api yang ditunjukkan ketika uji coba laboratorium adalah kuning kemerahan dan asapnya tidak menimbulkan gatal jika mengenai kulit.Kata kunci : briket, alat cetak, alat pres

PEMBUATAN BRIKET BERBAHAN LIMBAH KULIT KOLANG-KALING DI DESA JATIREJO GUNGPATI SEMARANG

Rekayasa Vol 12, No 1 (2014): Juli 2014
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service activities have been carried out with the caption Accompaniment Leather Processing fro Being Gunungpati Jatirejo village Briquette in Semarang. Background This village was chosen for the reason that it has expanded economic activity that produces a variety of snack food products that is characteristic of this village. Program-related community service activities above, the Physics Department has undertaken preparatory activities carried out in the laboratories of Physics. In this preparatory activities have made a molding tool briquettes, briquette press equipment for compacting, testing and analysis of samples. The next activity is the implementation of the results on the field were done with lectures and practical approach. The results of the activities in the field generally indicates that the participants can make some sample briquettes. However, to further the process has not been analyzed, considering the current conditions do not allow the activity to heat up with the sun because of the rain.

PROSES CETAK BRIKET BERBAHAN LIMBAH KOLANG-KALING DENGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Rekayasa Vol 13, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Has carried out activities to the community in the form of the development of the printing press in the village briquettes Jatireo Gunungpati Kodia subdistrict in Semarang. The background of this activity is to address the process of making briquettes at the time of printing, where the results obtained are not crowded so long the flame is not as expected. To overcome these problems have created a tool that is used to press briquettes load prior to release of the molding tool. The results showed no difference in the thickness of the pressed briquettes are pressed. The thickness of the briquettes without using the press is 1 cm and 0.5 cm using a press. In addition, test results obtained by burning briquettes burning rate of the skin and fro in the range of 0.03 to 0.04 g/s. This result is consistent with the type of biomass briquettes from other types such as wood, leaves, etc. with 0.03 combustion rate g/s. The color of the flame indicated when laboratory testing is reddish yellow and the smoke does not cause itching when on the skin.

Pemanfaatan Limbah Daun Jambu dan Polimer Alami Getah Karet Sebagai Bahan Alternatif Furniture

Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik maupun anorganik seperti daun, kertas, sayuran, buah-buahan, styrofoam,dan plastik dapat digunakan sebagai sesuatu yang bermanfaat. Pada penelitian sebelumnya, sampah yang sering digunakan antara lain sampah styrofoam, sekam padi, kertas, plastik,dan serbuk kayu dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bangunan, dan telah teruji kelebihannya, baik secara fisik maupun mekanik. Pada penelitian ini memanfaatkan sampah halaman yang kadang mengganggu dan tidak terkelola dengan baik, salah satunya adalah daun jambu. Komposit sampah daun jambu dapat digunakan sebagai bahan alternatif furniture seperti papan partikel yang berfungsi sebagai penyangga keyboard komputer, rak sepatu dan lain-lain. Daun jambu yang kering dibuat sebagai komposit dengan polimer alami getah pohon karet. Komposit dibuat dengan cara pencampuran sederhana (simple mixing) dengan perbandingan massa daun jambu dan getah karet masing–masing 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 , 5:5 dan 5:6. Sampah daun kering yang sudah dihancurkan kemudian dipress dengan mesin pengepress  pada posisi berat 5 ton tekanan 39,81 MPa dan suhu kamar. Komposisi maksimum dari pencampuran komposit dengan polimer getah karet dapat diuji dengan melakukan uji kekuatan tekan. Kekuatan tekan yang paling baik menunjukkan bahwa komposit daun jambu dengan polimer getah karet layak untuk dijadikan sebagai bahan alternatif furniture pengganti kayu.

Ketahanan Tekan Komposit Dari Resin Epoksi Berpenguat Serat Bambu

Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat bambu memiliki sifat mekanis lebih baik dibandingkan dengan serat alam yang lainnya. Oleh sebab itu, serat bambu dapat digunakan sebagai penguat komposit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit dengan polimer resin epoksi sebagai perekat serat. Komposit serat bambu dicetak menjadi dua sampel, yaitu sampel I berukuran 105 mm x 18 mm x 9 mm dan sampel II berukuran125 mm x 40 mm x 10 mm.  Resin epoksi dan serat dicampur dengan perbandingan 100:40. Sampel I dicetak dengan menyusun serat dengan sudut silang sebesar 00, 450, 900.  Sampel II dicetak dengan ukuran diameter yang berbeda yaitu serat berdiameter rata-rata 1 mm dan serat yang berdiameter rata-rata 0,01 mm. Kedua sampel dicetak dengan tekanan sebesar 2 kgf/cm2. Hasil uji ketahanan tekan didapatkan serat yang diameter lebih besar dan dengan arah silang 450 memiliki ketahanan tekan yang lebih baik.

ETHANOL PRODUCTION FROM FERMENTATION OF ARUM MANIS MANGO SEEDS (MANGIFERA INDICA L.) USING Saccharomyces Crevisiaea

Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 6, No 1 (2017): June 2017 [Nationally Accredited]
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase of energy needs coupled with the decline in fossil fuel production, requires other sources of energy to meet those needs. One of the solution is using renewable energy. Bioethanol is one of the alternatives to the fossil fuel. This study was aimed at determining the exact mass of mango seeds in producing high grade bioethanol. Bioethanol was produced by fermentation of arum manis mango fruit seed using bakers yeast, Sacczharomyces cerevisiae.  The arum manis mango seeds were known to contain carbohydrate contents of 19.53%. The study was conducted by using different mass of mango seeds 25, 35 and 45 g resectively. The study showed that the samples of 25, 35 and 45 g produce ethanol with concentration of 4.78, 6.64 and 1.48%. These results indicated that the mass of 35 g mango seeds produced highest ethanol content.

Analisis Keausan Kampas Rem Non Asbes Berbahan Limbah Organik Kulit Tempurung Kemiri

Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keausan kampas rem berbahan dasar kulit kemiri.Permasalahan penting tentang lingkungan adalah limbah organik maupun non-organik. Masyarakat pertanian lebih memilih membuang kulit pinang dan batok kemiri di pinggir jalan, sungai, hingga perkebunan. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan baru di lingkungan sekitar seperti sampah yang menumpuk dan merusak pemandangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kulit pinang dan batok kemiri dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kampas rem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Kulit batok kemiri sebagai variabel bebas sedangkan keausan kampas rem sebagai variabel terikat. Massa dari serbuk kulit tempurung kemiri divariasi 100gram, 150gram, 200 gram, 250 gram, dan 300 gram dengan komposisi 60 : 40. Resin 208 B digunakan sebagai pengikat dengan perbandingan dengan bahan dasar yaitu, 60 : 40. Dari hasil penelitian diperoleh data nilai keausan tiap massa berbeda semakin bertambah massa dari bahan maka semain berkurang nilai keausan dari kampas rem