Articles

Pengaruh U-Turn Terhadap Karakteristik Arus Lalu-lintas di Ruas Jalan Kota Palu Kasan, Muhammad; Mashuri, Mashuri; Listiawati, Hilda
SMARTek Vol 3, No 3 (2005)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.727 KB)

Abstract

Tujuan studi ini adalah mengetahui pengaruh pergerakan U-Turn terhadap kecepatan kendaraan pada ruas jalan perkotaan bila ada dan tidak adanya U-Turn. Untuk mengetahui pengaruh tersebut perlu dilakukan suatu survei lapangan. Survei lapangan dilakukan pada ruas  Jalan Muh. Yamin di Kota Palu dengan menggunakan kamera video selama 6 jam. Data yang dikumpulkan adalah data waktu tempuh dan volume lalu-lintas. Survei waktu tempuh dilakukan dengan cara manual dengan menggunakan stopwatch untuk menghitung waktu tempuh setiap kendaraan yang melewati segmen pengamatan sepanjang 80 m yang dibagi dalam empat segmen, masing-masing 20 m. Untuk survei lalu-lintas juga dilakukan dengan cara manual yaitu dengan mencatat banyaknya kendaraan yang melewati segmen pengamatan setiap 5 menit selama 6 jam, yang dibagi berdasarkan kelompoknya yaitu sepeda motor, kendaraan ringan dan kendaraan berat. Hasil studi ini mendapatkan bahwa semakin besar volume kendaraan maka semakin jauh jarak pengaruh U-Turn terhadap kecepatan kendaraan
Dampak Kendaraan Parkir di Badan Jalan Pada Karakteristik Arus Lalu Lintas Jalan Arteri (Studi Kasus: Jl. Trans Sulawesi Kota Palu) Mashuri, Mashuri
SMARTek Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.327 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kendaraan yang parkir di badan jalan terhadap karaktreristik arus lalu lintas di ruas jalan arteri dengan studi kasus Jalan Trans Sulawesi Kota Palu, Sulawesi Tengah. Data telah dikumpulkan dengan survei lalu lintas berupa survei arus lalu-lintas dan survei waktu tempuh kendaraan. Skenario penelitian ini adalah membagi dua bagian ruas jalan menjadi dua segmen. Segmen pertama adalah segmen jalan dengan kondisi jalan tanpa adanya kendaraan parkir di badan jalan. Segmen kedua adalah bagian segmen jalan dengan kondisi terdapat satu kendaraan parkir di atas badan jalan. Analisa pengaruh kendaraan parkir pada karakteristik arus lalu lintas dilakukan dengan membandingkan antara karakteristik arus lalu lintas kedua kondisi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh satu kendaraan yang parkir di badan jalan terhadap karakteristik kecepatan dan karakteristik volume lalu lintas pada tingkat signifikansi 95%.
MODEL HUBUNGAN NILAI ARUS JENUH DENGAN KECEPATAN KENDARAAN DI PERSIMPANGAN (Studi Kasus: Jl. Mesjid Raya – Jl. Veteran – Jl. Bandang Makassar) Mashuri, Mashuri
SMARTek Vol 5, No 1 (2007)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.023 KB)

Abstract

Tujuan studi ini adalah mendapatkan hubungan antara nilai arus jenuh dengan kecepatankendaraan di persimpangan lokasi penelitian. Data arus jenuh dan data kecepatan kendaraandi persimpangan lokasi studi telah dikumpulkan melalui survey lalu lintas.Data arus jenuh didapat dengan menggunakan Metode Timesilce per 5 detik setiap pendekat.Data kecepatan kendaraan didapat dari jarak garis henti ke hilir persimpangan dibagi waktuyang dipakai setiap kendaraan lepas dari garis henti ke bagian hilir simpang.Hasil studi mendapatkan bahwa hubungan arus jenuh dengan lama pengosonganpersimpangan di lokasi studi mengikuti model eksponensial, Y= 1284,3 . Ln(X) -753,41 ; R2=0,942
Penggunaan Akustika Luar-Ruangan dalam Menanggulangi Kebisingan pada Bangunan Mashuri, Mashuri
SMARTek Vol 5, No 3 (2007)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.072 KB)

Abstract

Penulisan ini merupakan studi literatur yang membahas tentang penanggulangan kebisingan pada bangunan dengan menggunakan akustika luar-ruangan. Penanggulangan kebisingan dengan menggunakan akustika luar-ruangan akan sangat efektif bila dilakukan secara menyeluruh. Kita tidak hanya memperhatikan elemen-elemen yang menempel atau berada pada bangunan, namun juga merancang luar ruang yang mampu menahan atau setidaknya mengurangi masuknya kebisingan dari luar ruangan ke dalam bangunan. Menata layout banguanan, penggunaan penghalang buatan dan pemakaian material dengan insulasi kombinasi merupakan beberapa langkah perancangan akustik luar ruangan yang dapat ditempuh dalam menanggulangi kebisingan.
KARAKTERISTIK ASPAL SEBAGAI BAHAN PENGIKAT YANG DITAMBAHKAN STYROFOAM Mashuri, Mashuri
SMARTek Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.035 KB)

Abstract

Ketahanan perkerasan beton aspal terhadap beban lalu-lintas dan temperatur sangat tergantung pada kualitas aspal sebagai bahan pengikat dan kualitas agregat pembentuk campuran. Banyak usaha yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas campuran beton aspal, salah satunya adalah penggunaan bahan tambah pada aspal. Pada penelitian ini, bahan tambah yang digunakan untuk melihat perubahan karakteristik aspal adalah material Styrofoam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik-karakteristik fisik aspal sebagai bahan pengikat yang ditambahkan Styrofoam.Penelitian telah dilakukan dengan mengambil skenario kadar Styrofoam adalah 0%, 2,0%, 4,0%, 6,0%, 8,0%, 10,0%, 12,0%, 14,0% dan 16,0%. Pemeriksaan karakateristik aspal meliputi nilai penetrasi aspal, Titik lembek, Berat jenis, daktilitas dan kehilangan berat.Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa nilai penetrasi aspal, berat jenis, daktilitas cenderung turun seiring bertambahnya kadar styrofoam. Sementara nilai titik lembek cenderung meningkat seiring bertambahnya kadar styrofoam dalam aspal.
PROSES BERARSITEKTUR DALAM TELAAH ANTROPOLOGI: Revolusi Gaya Arsitektur dalam Evolusi Kebudayaan Mashuri, Mashuri
JURNAL ARSITEKTUR Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Arsitektur UNTAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.604 KB)

Abstract

Salah satu wujud kebudayaan adalah benda fisik atau artifak. Karya arsitektur sebagai artefak merupakan wujud akhir yang timbul akibat adanya gagasan dan tindakan dalam suatu kebudayaan. Gambaran hubungan antara kebudayaan dengan arsitektur adalah perkembangan gaya dalam dunia arsitektur itu sendiri. Perbedaan gaya dalam karya arsitektur yang terjadi antar daerah dan waktu disebabkan karena adanya perbedaan rumusan bentuk estetika masing-masing. Perbedaan dalam rumusan bentuk estetika, sekaligus akan menggambarkan kondisi pengalaman yang diterima oleh masyarakat.Perkembangan arsitektur yang ada di dunia saat ini merupakan manifetasi dari evolusi kebudayaan itu sendiri. Kata Kunci: gaya arsitektur, evolusi kebudayaan, wujud kebudayaan
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN ROADCEL-50 TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN LAPIS TIPIS BETON ASPAL (HRS-WC) Mashuri, Mashuri; Rahman, Rahmatang; Basri, Hamdani
Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.796 KB)

Abstract

Mixture resistance to permanent deformation, heavy traffic and high temperature is the object of theimportant research on pavement materials.The objective of this research is to know the effect of Roadcel-50 to the characteristics of HRS-WCmixture on 0,1%, 0,2%, 0,3% and 0,4% Roadcel-50. Characteristics of HRS-WC using Roadcel-50 that willbe compared with HRS-WC mixture without Roadcel-50. Marshall Testing Methods using to evaluatingthe characteristic of HRS-WC mixture include Stability value of mixture, Durability of mixture, Void ofmixture (VIM, VMA and VFB), Flexibility of mixture (MQ value) and Marhall Immersion value.The result of Marshall test showed that the addition 0,1% to 0,4% Roadcel-50 tend to increaseOptimum Asphalt Content and Marshall Immersion Value of HRS-WC mixture, the addition 0,1% to 0,3%tend to increase stability value of mixture. However, the addition 0,4% Roadcel-50 tend to reduces ofstability value of HRS-WC mixture. While the addition 0,1% to 0,4% Roadcel-50 to the HRS-WC tend toincrease VIM and VMA value of the mixture.Generally, Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) mixtures with the addition of 0,1% to 0,4%Roadcel-50 gives the best result compared to HRS-WC mixture without Roadcel-50.
STUDI KARAKTERISTIK PEJALAN KAKI DAN PEMILIHAN JENIS FASILITAS PENYEBERANGAN PEJALAN KAKI DI KOTA PALU (Studi Kasus: Jl. Emmi Saelan Depan Mal Tatura Kota Palu) Mashuri, Mashuri; Ikbal, Muhammad
Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.433 KB)

Abstract

There are many roads in urban areas where the concentration is the traffic flow of vehicles andpedestrians. This condition causes the demanding needs of road widening more and more arefound in the area to smooth flow of vehicular traffic. But on the other hand, attention topedestrian safety is often overlooked. This can be seen from the absence of adequatepedestrian facilities such as a lack of pedestrian facilities in the area of the region which is wherethe concentration of pedestrians and vehicles, pavement condition is not good.The purpose of this study was to determine the characteristics of pedestrian facilities and find outa suitable pedestrian crossing on Jl. Emmi Saelan Tatura Mall in front of Palu City. Data volume ofvehicles and pedestrians have been collected through a survey of traffic. Volume of data trafficcarried on Friday, Saturday and Sunday for 6 hours of peak. Data volume of pedestrians crossingthe road is done by observation segment length of 100 m for 6 hours busy.The study found that the characteristics of pedestrians on Jl. Emmi Saelan at Home Mall TaturaPalu, is dominated by pedestrian age group aged 21-61 years (77.14%), dominated by femalesex (74.29%), type of work is dominated by the student / students (42.86%), education level isdominated by SMA (58.57%) and the purpose of the trip was dominated by shopping (60%). Typea suitable crossing facilities at the study sites based on the value of PV2, P and V is the pedestrianbridge. This means that existing pedestrian facilities in accordance with needs.
STUDI KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM PENUMPANG PERKOTAAN DI KOTA PALU (Studi kasus: Trayek Mamboro - Manonda) Febrianti AD, Ana; Mashuri, Mashuri
Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal REKAYASA dan MANAJEMEN TRANSPORTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.909 KB)

Abstract

One of cause of public transport services is not optimal is the incompatibility between the number ofpublic transport with passenger numbers to be served. Incompatibility of the number of publictransport with the number of passengers served would also affect the income of public transportoperators. The purpose of this study is to estimate the needs of the urban public transport routesMamboro – Manonda, Palu City based on the number of passengers along the route. Primary datacollection survey was conducted in January of 2010 for 3 days at each peak morning, afternoon andevening. Survey of primary data through questionnaires and enumeration of the number ofpassengers. The primary data include the number of passengers up and down along the route, roundtrip time of the public transport, time headway of each the public transport. Secondary data includepath of Mamboro – Manonda route, the number of public transportation of Mamboro – Manondaroute. Methods and standards used in estimating the number of public transportation refer to theTechnical Guidelines for the delivery of the Urban Passenger Transport, 2002, the Ministry ofTransportation, Republic of Indonesia.The results have been found several conclusions as follows: there are differences in the needs ofpublic transport in every peak hour morning, afternoon and evening, number of public transport thatoperates not according to the number of passengers served, increasing the number of publictransport is not required for the next few years.
SIFAT-SIFAT MEKANIS ASPAL YANG DITAMBAHKAN SERBUK ARANG TEMPURUNG KELAPA Mashuri, Mashuri; Maricar, M. Husni
MEKTEK Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : MEKTEK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.168 KB)

Abstract

The objective of this research is to know mechanical properties of bitumen mixtures coconut charcoal powder. This research was done in Highway and transportation laboratory of Civil Department, Tadulako University. Percentage of coconut charcoal powder content based on weight of bitumen. The percentage of coconut charcoal powder in bitumen are 2%, 4%, 6% and 8% respectively and comparison with properties of bitumen without additive material. The properties of bitumen include the following: the penetration value of bitumen, the Ductility value, the softening point value, density of bitumen value, loss on heating of bitumen, flash and fire point of bitumen values.The result of this research indicates that the coconut charcoal powder in bitumen between 2% to 8% still enough for spesification except on ductility properties of bitumen values. This implies that, increment the coconut charcoal in bitumen potential influence on asphalt pavement include stiffness and brittle of mixtures.