Evi Maryanti
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Bengkulu

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Sintesis dan Identifikasi Material Besi Berpendukung ZnAl2O4 (Fe/ZnAl2O4) Angasa, Eka; Yudha S, Sal Prima; Maryanti, Evi; Rahman, Taupik
VALENSI Vol 2, No 4 (2012): Jurnal Valensi Volume 2//No.4//Mei 2012
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.205 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis katalis besi berpendukung ZnAl2O4 (Fe/ZnAl2O4). SintesisFe/ZnAl2O4 dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu sintesis ZnAl2O4 menggunakan metode keramikyang dikembangkan oleh Ballarini (2009), dengan sedikit modifikasi dan impregnasi besi padaZnAl2O4. Identifikasi produk menggunakan XRD menunjukkan bahwa difraktogram ZnAl2O4 yangterbentuk mirip dengan difraktogram ZnAl2O4 standar yang dilakukan oleh Ballarini (2009).Identifikasi Fe/ZnAl2O4 yang terbentuk menggunakan XRD menunjukkan bahwa difraktogramFe/ZnAl2O4 yang terbentuk mirip dengan difraktogram Fe/ZnAl2O4 standar. Hal ini memberikanindikasi bahwa sintesis material besi berpendukung ZnAl2O4 kemungkinan besar telah berhasildilakukan.
Aplikasi Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas var ayamurasaki) Sebagai Pengawet dan Pewarna Alami Tahu Ratnawati, Devi; Maryanti, Evi; Sentani, Afriana Mayang
GRADIEN Vol 8, No 1 (2012): (Januari 2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.235 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var aya muraski) sebagai pengawet dan pewarna alami pada tahu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ekstrak umbi ubi jalar ungu dapat digunakan sebagai pengawet dan pewarna alami pada tahu serta mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam ekstrak umbi ubi jalar ungu terhadap pengawetan dan pewarnaan tahu. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama yaitu uji kandungan senyawa flavonoid pada umbi ubi jalar ungu menggunakan shinoda test. Tahap kedua penentuan kandungan senyawa flavonoid dengan menggunakan metode cheng et al. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan penentuan daya serap tahu berdasarkan variasi konsentrasi umbi ubi jalar ungu yang diekstrak yaitu 100g/500mL, 200g/500mL, 300g/500mL dan 500g/500mL pada lama perendam 1, 2, 3 dan 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umbi ubi jalar ungu mengandung senyawa flavonoid sebesar 383,09 ?g/L. Penyerapan zat warna tertinggi terjadi pada variasi konsentrasi 500g/500mL dan lama perendaman 4 jam dengan absorbansi maksimum yaitu 0,278. Dari semua perlakuan variasi konsentrasi dan lama perendaman ekstrak umbi ubi jalar ungu hanya dapat mengawetkan tahu selama 1 hari, sehingga umbi ubi jalar ungu tidak efektif digunakan sebagai pengawet tahu.   
Studi Efektivitas Antijamur Nanopartikel ZnO/ZnS Terhadap Pertumbuhan Jamur Pityrosporum ovale Penyebab Ketombe Maryanti, Evi
GRADIEN Vol 10, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.764 KB)

Abstract

Material anorganik yang sering digunakan sebagai antimikroba adalah nanopartikel ZnO. Peningkatan aktivitas antimikroba dari nanopartikel ZnO dengan pendopingan unsur logam atau non logam pada nanopartikel ZnO telah banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur nanopartikel ZnO/ZnS terhadap jamur Pityrosporum ovale penyebab ketombe dan mengetahui konsentrasi yang efektif dari nanopartikel ZnO/ZnS sebagai antijamur. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan berbagai konsentrasi nanopartikel ZnO/ZnS. Data diameter zona hambat kemudian dianalisis menggunakan One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel ZnO/ZnS memberikan daya hambat yang efektif terhadap jamur Pityrosporum ovale pada konsentrasi 60% dengan zona hambat sebesar 7 mm.
Sintesis Dan Karakterisasi Nanopartikel Zno Terdoping Sulfur (Zno:S) Melalui Metode Hidrotermal Suhu Rendah Maryanti, Evi
GRADIEN Vol 8, No 2 (2012): (Juli 2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.699 KB)

Abstract

Telah berhasil disintesis nanopartikel ZnO terdoping S (ZnO:S) melalui metode hidrotermal pada suhu rendah (di bawah 100 oC). Pada sintesis ini digunakan zink nitrat tetrahidrat dan heksamin sebagai prekursor dan tiourea sebagai sumber sulfur dengan variasi konsentrasi 0,025 M; 0,05 M dan 0,1 M dan suhu pemanasan 90-95 oC selama 6 jam. Hasil karakterisasi menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD) menunjukkan senyawa hasil sintesis memiliki struktur kristal yang sama dengan ZnO murni dan memperlihatkan terjadinya peningkatan kristalinitas dengan meningkatnya konsentrasi prekursor. Hasil karakterisasi menggunakan SEM menunjukkan adanya perbedaan morfologi kristal pada konsentrasi prekursor yang berbeda, dimana pada konsentrasi 0,025 M memperlihatkan morfologi kristal berupa bunga (flowers) sedangkan pada konsentrasi 0,05 dan 0,1 M berupa batang (rods). Hasil pengukuran menggunakan EDX menunjukkan adanya puncak dari unsur S dengan persentase massa sebesar 0,51% atm. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis mengandung unsur S atau telah terbentuknya nanopartikel ZnO terdoping S (ZnO:S).
Karakterisasi Senyawa Alkaloid Fraksi Etil Asetat Hasil Isolasi dari Daun Tumbuhan Pacah Piriang (Ervatamia coronaria (Jacq.) Stapf) Maryanti, Evi
GRADIEN Vol 2, No 2 (2006): (Juli 2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.061 KB)

Abstract

Telah diisolasi senyawa alkaloid dari ekstrak metanol daun tumbuhan Pacah Piriang (Ervatamia coronaria      (Jacq.) Stapf. Senyawa ini berupa kristal batang berwarna putih yang diperoleh dari fraksi etil asetat. Hasil      karakterisasi terhadap senyawa alkaloid ini dengan spektrofotometer UV menunjukkan serapan maksimum pada 204 nm, 225 nm dan 285 nm yang menandakan adanya cincin benzena, ikatan rangkap diena terkonyugasi dan transisi n ke ?* dari elektron menyendiri atom N. Hasil karakterisasi dengan spektrofotometer IR memperlihatkan adanya serapan pada 3438,8 cm-1 (-NH 10 atau 20), 2920,0 cm-1 (-CH alifatis), 1710,7 cm-1 (C=O), 1593,1 cm-1 (-C=C- aromatis), 1488,9 cm-1 (cincin aromatis), 1454,2 cm-1 (-CH2), 1371,3 cm-1 (-CH3), dan 829,3 cm-1 (=CH- luar bidang).         
Preparation of Fe-intercalated Graphite Based on Coal Tailings, Dimensional Structure Gustian, Irfan; Angasa, Eka; Agustini, Dwi; Maryanti, Evi; Fitriani, Dyiah
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 4, No 3 (2015): December 2015
Publisher : Graduate School of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.343 KB)

Abstract

Intercalated graphite from coal tailings have been modified through the intercalation of iron. Coal tailings which is a byproduct of the destruction process and flakes washing results from mining coal. Intercalation of iron goal is to improve the physical properties of graphite and modifying sizes of crystal lattice structure with thermal method. Modification process begins with the carbonization of coal tailings at 500ºC and activated with phosphoric acid. Activation process has done by pyrolysis at 700ºC. The results of pyrolysis was soaked in mineral oil for 24 hours, then pyrolysis again with variations in temperature 800°C and 900ºC for 1 hour and subsequent intercalation iron at 1% and 2%. Material before activated, after activated, and the results of pyrolysis still indicates order nano: 29, 25 and 36 nm respectively. X-ray diffraction characterization results indicate that change in the structure, the sizes crystal lattice structure of the material The greater the concentration of iron was added, the resulting peak at 2θ = 33 and 35 also will be more sharply. The results of SEM showed different morphologies from each treatment.