Articles

Found 18 Documents
Search

Keragaman Karakter Komponen Hasil dan Hasil pada Genotipe Kedelai Hitam Wirnas, Desta; Trikoesoemaningtyas, ,; Sutjahjo, Surjono Hadi; Sopandie, Didy; Rohaeni, Wage Ratna; Marwiyah, Siti; Sumiati, ,
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 40, No 3 (2012): JURNAL AGONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.11 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine the trait variance in black soybean lines in terms of yield and yield components. The materials used were F8 lines generated from hybridization of two local varieties, i.e. black seeded Ceneng and greenish yellow seeded Godek, and then selected under single seed descent method, except SC-39-1, SC-62-2 and GC-74-7 that were generated through bulk selection method. The results showed that the traits between plant genotypes were significantly different, except number of productive node and number of unfilled pod. Total variance was contributed more by number of filled pod, seed weight per plant and 100 seed weight. Seed weight per plant and 100 seed weight had high heritability with genetic variance and broad-sense heritability which were significantly different from zero. These characters are important for further selection to improve yields of black soybean lines.Keywords: black soybean lines, broad sense heritability, total variance
PERLINDUNGAN HUKUM ATAS MEREK TERKENAL Marwiyah, Siti
De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah Vol 2, No 1: Juni 2010
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.47 KB)

Abstract

Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk dapat menjadikan suatu merek menjadi terkenal secara luas dan dipergunakan oleh masyarakat luas, menjadikan beberapa produsen melakukan jalan pintas dengan menjalankan perilaku bisnis curang yaitu dengan melakukan “pembajakan” atau peniruan dari merek yang telah lama beredar di pasaran, atau dapat juga disebut sebagai merek yang sudah terkenal. Pelanggaran merek juga mengkedepan dalam issue pararelimport dimana barang-barang diperoleh dari luar negeri secara sah, kemudian dibawa masuk ke Indonesia untuk tujuan komersil tanpa sepengetahuan dan persetujuan pemegang lisensi atas merek tersebut di Indonesia. Dalam hal ini tidak ada pemalsuan merek, tetapi hal ini melanggar hak-hak penerima lisensi, karena merusak pangsa pasar pemegang lisensi. Adanya praktik curang ini, tidak hanya perusahaan pemilik merek terkenal yang dirugikan akan tetapi masyarakat sebagai konsumen dan negara juga dirugikan. Bagi  pemilik merek kerugian yang dirasakan adalah menurunnya pendapatan, dan apabila kualitas dari barang dan jasa yang ditiru lebih rendah, maka akan menurunkan citra produk tersebut di mata konsumen. Bagi konsumen kerugian yang dideritanya adalah mutu barang yang rendah, sedangkan bagi negara kerugian yang timbul adalah berkurangnya penerimaan pajak. Perlindungan hukum yang memadai terhadap merek-merek terkenal, yang kebanyakan adalah merek terkenal dari luar negeri muntlak diperlukan, tanpa mengurangi hak pengusaha pribumi yang memiliki merek yang sama dengan merek terkenal tersebut yang menggunakannya dengan itikad baik. Namun demikian untuk menjaga keseimbangan hak dari pemilik merek terkenal dalam dan luar negeri, perlu juga kiranya dirumuskan kriteria merek terkenal “lokal”, yaitu merek terkenal yang berkembang pada suatu daerah atau wilayah tertentu atau merek terkenal yang berada dalam suatu negara
DEKONSTRUKSI STAGNASI PENEGAKAN HUKUM PEMBERANTASAN KORUPSI Marwiyah, Siti
MASALAH-MASALAH HUKUM Masalah-Masalah Hukum Jilid 42, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : MASALAH-MASALAH HUKUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   In the hands of regular law enforcement apparatus, criminals find comfort and peace. Various forms of the efforts made ​​by the state to revive him. One form of efforts by establishing the Corruption Eradication Commission (KPK). Establishment of the Commission by the state can be interpreted, that state law enforcement officials regularly call out loud, that this country shall be saved from the culture of corruption, not only by the Commission, but the role is also legally entrusted to the eradication of corruption. Keywords : corruption, stagnation, state Abstrak   Di tangan oknum aparat penegak hukum reguler, koruptor mendapatkan kenyamanan dan kedamaian. Berbagai bentuk upaya dilakukan oleh negara untuk menyadarkannya. Salah satu bentuk upayanya dengan cara mendirikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pendirian KPK oleh negara ini dapat ditafsirkan, bahwa negara memanggil aparat penegak hukum reguler dengan suara keras, bahwa negara ini wajib diselamatkan dari budaya korupsi, bukan semata oleh KPK, tetapi oleh perannya yang memang secara yuridis juga diberi kepercayaan menjadi pemberantas korupsi. Kata kunci : pemberantasan korupsi, stagnasi, negara
MODEL PEMOLISIAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PEMBALAKAN HUTAN Marwiyah, Siti
YUSTISIA Vol 88 (2014)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak illegal logging sudah tergolong memprihatinkan, karena bisa mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara. Untuk menanggulanginya, personil aparat kepolisian tidaklah memadai jumlahnya. Kawasan hutan merupakan kawasan luas yang membutuhkan perlindungan maksimal, sehingga dengan jumlah aparat yang terbatas ini, tidak mungkin bisa memberikan perlindungan atau pengamanan maksimal. pemolisian masyarakat merupakan langkah tepat untuk menanggulangi illegal logging. Kehadiran peran masyarakat untuk menjaga atau melindungi kawasan hutan akan membuat penjahat yang bermaksud melakukan pembalakan hutan akan berhadapan secara langsung dengan masyarakat.
Pendugaan Keragaman Genetik Beberapa Karakter Pertumbuhan dan Hasil pada 30 Genotipe Tomat Lokal Sutjahjo, Surjono Hadi; Herison, Catur; Sulastrini, Ineu; Marwiyah, Siti
Jurnal Hortikultura Vol 25, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.254 KB)

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculantum) merupakan jenis sayuran yang terus berkembang menjadi komoditas penting di dunia termasuk Indonesia. Permintaan yang terus meningkat secara kuantitas dan kualitas menuntut ketersediaan varietas unggul tomat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi keragaman genetik beberapa karakter pertumbuhan dan karakter produksi 30 genotipe tomat lokal. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2013 di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB, menggunakan 30 genotipe tomat lokal hasil eksplorasi dari berbagai provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Riau, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur,Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua. Penelitian disusun berdasarkan rancangan kelompok lengkap teracak dengan tiga ulangan. Tiap unit percobaan terdiri dari 20 tanaman. Penanaman di lapangan dilakukan dalam bedeng berukuran 1 m x 6 m dengan jarak tanam 50 cm x 60 cm. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap karakter tinggi tanaman, jumlah daun, persentase tanaman hidup, jumlah buah total, bobot buah per tanaman, dan persentase pecah buah. Karakter-karakter yang diuji memiliki keragaman genetik yang luas sehingga efektif dilakukan seleksi. Seleksi terhadap karakter bobot buah dapat dilakukan pada generasi awal karena memiliki nilai heritabilitas yang tinggi. Genotipe Aceh5, KEF9,LOM4, MER2, dan PAPUA memiliki potensi hasil yang tinggi. Genotipe KEF12, KEF6, dan MAK1 toleran terhadap pecah buah.
KEWENANGAN KONSTITUSIONAL PRESIDEN TERHADAP “HAL IHWAL KEGENTINGAN YANG MEMAKSA” Marwiyah, Siti
MASALAH-MASALAH HUKUM Vol 44, No 3 (2015): MASALAH-MASALAH HUKUM
Publisher : MASALAH-MASALAH HUKUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Constitutional of the Republic of Indonesia (UUD NRI 1945) gives nit a little authorizes to the President. One of the authority is to set “happenings crunch yhat fonced” because the country is not always in a state of normal//peace/stable. At the time of the reverse of President as head of state was given the constitutional authorithy to establish a state of emergency in the form of Government Regulation in Leu of Law (PERPPU)
Hak Kemerdekaan Menulis Buku dan Pencerahan Edukasi Masyarakat wahid, Abdul; Marwiyah, Siti
Jurnal Konstitusi Vol 8, No 4 (2011)
Publisher : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.671 KB)

Abstract

The verdict of the judge of the Constitutional Court is a kind of special verdict. One of the verdicts pronounced by the constitutional court judge is to approve petition. In the case of petitioner’s clain through laws number 4/PNPS/1963, the constitutional court approves the petitioner’s petition. By the constitutional court judges, this juridical product is assessed against the constitution. This verdict can be categorized into an encouragement   or support educatively, which must be welcome positively by the country pillars. Subjects being motivated to be mujtahid as a constitutional court judge are educational communities such as teachers, college students, lecturers, researchers, humanists, and knowledge admirers to become the creators in the aspect of book. In this kind of condition, it is expected that education enlightenment can be gained through the   society.
Keragaman Karakter Komponen Hasil dan Hasil pada Genotipe Kedelai Hitam Wirnas, Desta; Trikoesoemaningtyas, ,; Sutjahjo, Surjono Hadi; Sopandie, Didy; Rohaeni, Wage Ratna; Marwiyah, Siti; Sumiati, dan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 40, No 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.887 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine the trait variance in black soybean lines in terms of yield and yield components. The materials used were F8 lines generated from hybridization of two local varieties, i.e. black seeded Ceneng and greenish yellow seeded Godek, and then selected under single seed descent method, except  SC-39-1, SC-62-2 and GC-74-7 that were generated through bulk selection method. The results showed that the traits between plant genotypes were significantly different, except number of productive node and number of unfilled pod. Total variance was contributed more by number of filled pod, seed weight per plant and 100 seed weight.  Seed weight per plant and 100 seed weight had high heritability with genetic variance and broad-sense heritability which were significantly different from zero. These characters are important for further selection to improve yields of black soybean lines.Keywords: black soybean lines, broad sense heritability, total variance
Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kreatif pada Mata Pelajaran IPA Terpadu Materi Atom, Ion, dan Molekul SMP Islam Al Falah Marwiyah, Siti; Kamid, Kamid; Risnita, Risnita
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.812 KB)

Abstract

The purpose of this study was to develop an assessment instrument to measure creative thinking skills of junior high school students on integrated science of atom, ion, and molecules material. The instrument consists of a number of questions that require creative thinking skills and rubric assessment about material of atoms, ions, and molecules for junior high school students. The results of the experts validation and trials at small and large groups indicate that the product is appropriate and effective to be tested in the field. Assessment instruments were developed to help teachers identify the creative thinking skills of junior high school students on atoms, ions, and molecules.
Kendali Genetik Karakter Morfologi dan Agronomi pada Tiga Populasi Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) ,, Trikoesoemaningtyas; Wirnas, Desta; Saragih, Ery Leonardo; Rini, Erin Puspita; Sari, Mayang; Marwiyah, Siti; Sopandie, dan Didy
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 45, No 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.362 KB)

Abstract

ABSTRACT Sorghum is one of the potential foods with a higher protein content than rice. Sorghum seeds can be milled and cooked as sorghum rice. This study was aimed to obtain information on the inheritance of morphological and agronomic characters from the population derived from crosses of wide genetic background. The study consisted of the formation of F1 population and evaluation of morphological and agronomic characters in the segregated population (F2) of the three selected F1 genotypes. The location of the research was at IPB Experimental Field, Leuwikopo. The performance of the F1 genotypes were between the two parents, except for the yield components of PI-150-20-A x Numbu and PI-150-20-A x Kawali were higher than the parental lines. The performance of the F2 generation population was also between the parental lines, but with a wider distribution. The sorghum seed color is controlled not only by additive and dominant gene action, but also by epistatic gene action. The character of seed weight per panicle is controlled by epistatic gene action. In the F2 population of the crosses of PI-150-20-A x Numbu and PI-150-20-A x Kawali and PI-10-90-A x Numbu, the seed weight character is inherited with moderate heritability value. Based on genes action dan heritability, bulk or single seed descent method are suitable for yield improvement of the populations.Keywords: gene action, heritability, seed color, segregation, sorghum