Articles
7
Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMBUATAN LENAN RUMAH TANGGA DENGAN TEKNIK PATCHWORK QUILTING PADA IBU-IBU PKK DI DESA SEKARAN KELURAHAN SEKARAN KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG

Abdimas Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Wilayah Desa Sekaran Kelurahan Sekaran merupakan salah satu Desa yang luas berada di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Universitas Negeri Semarang berada di wilayah ini. Seiring dengan perkembangan Universitas Negeri Semarang saat ini membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat Desa SekaranKelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati baik dari segi pendidikan, ekonomi maupun sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat tentang peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembuatan lenan rumah tangga dengan teknik patchwork quilting pada ibu-ibu PKK di Desa Sekaran Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang, ditujukan agar para ibu-ibu memiliki pengetahuan dan keterampilan khususnya berupa lenan rumah tangga seperti taplak, serbet, seprai, sarung bantal, bed cover, tutup TV dan sebagainya, dapat membuat untuk memenuhi kebutuhan keluarga sendiri dan menjual /berwirausaha dengan harganya yang relatif terjangkau bagi masyarakat disekitar daerah desa sekaran ataupun didesa lain. Dengan demikian harapan pengabdian kepada masyarakat ini dapat ikut berpartisipasi memberdayakan peningkatan kesejahteraan keluarga melalui sosialisasi pengetahuan dan keterampilan pembuatan lenan rumah tangga dengan teknik patchwork quilting. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab ,metode demonstrasi; dan praktek. Hasil kegiatan ini memperoleh tanggapan positif dari para peserta dan ketua penggerak PKK Desa Sekaran Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang. Dalam pelaksanaan pengabdian ini tidak mengalami hambatan yang  berarti. Pelaksanaan pengabdian masyarakat menunjukkan,bahwa peserta dapat mengenal dan mempraktekkan membuat lenan rumah tangga dengan teknik patchwork quilting, dengan hasil 80% peserta memperoleh kriteria baik dan 20% peserta memperoleh kriteria cukup. Kata kunci: Desa Sekaran, lenan rumah tangga, teknik patchwork quilting.

BUSANA PANGGUNG DITINJAU DARI TATA RIAS KARAKTER DAN TATA RIAS FANTASI

Teknobuga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana panggung sebagai salah satu wahana, media penggembang dan transformasi perwujudan suatu budaya, tata rias karakter dan tata rias fantasi memiliki peranan yang cukup strategis. Hal itu dimungkinkan karena tata rias karakter dan tata rias fantasi merupakan perwujudan karya seni yang total, atara tata rias wajah, pengaturan busana, penataan rambut serta asesoris yang digunakan ada dalam satu kesatuan konsep. Dalam merancang busana panggung untuk tata rias karakter dan tata rias fantasi, penggunaan unsur meliputi: garis, arah, ukuran, bentuk, nilai gelap terang, warna dan tekstur, serta asas meliputi: keselarasan, perbandingan, keseimbangan, irama dan pusat perhatian harus selalu ada, diupayakan dalam membuat desain busana panggung sesuai watak tokoh dan sumber ide dibuat seindah mungkin dengan kreatifitas dan inovasi yang tinggi akan dihasilkan karya busana baru, indah, harmonis dan elegen.

Pemanfaatan limbah kertas koran sebagai alat untuk penataan rambut pada mata kuliah pengantin internasional

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Kompetensi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah kertas koran berkembang sangat pesat. Banyak produk-produk kerajinan yang dibuat dengan kertas koran. Berdasar latar belakang tersebut, penulis ingin mengunggkap pemanfaatan limbah kertas koran untuk penataan rambut pada mata kuliah pengantin internasioanal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaatlimbah kertas koran sebagai alat untuk penataan rambut pada mata kuliah pengantin internasional yang meliputi seberapa besar pemanfaatan  limbah kertas koran sebagai alat untuk penataan rambut pada mata kuliah pengantin internasional. Variabel dalam penelitian ini adalah pemanfaatan limbah kertas koran.Jenis penelitian ini adalah survey. Penelitian ini dilakukan di Pendidikan Tata Kecantikan Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang pada bulan Juli sampai Desember 2014. Populasi pada penelitian ini wanita yang berusia 20 sampai 25 tahun. Teknik pengambilan sampel yaitu purposif sampel yaitu wanita yang berusia 20 sampai 25 tahun yang memiliki rambut panjang. Instrumen yang digunakan yaitu angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan one way anova. Hasil penelitian ini menunjukkan limbah kertas koran dapat dimanfaatkan sebagai alat penggulung rambut pada penataan rambut pengantin internasional. Kertas koran dapat menghasilkan bentuk ikal yang baik dengan tingkat ketahanan yang baik dan proses penggulungan yang mudah sehingga dapat dibuat berbagai macam bentuk tata nan rambut pada pengantin internasional.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PEMBUATAN KAMISOL MENGGUNAKAN MODUL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK

Fashion and Fashion Education Journal Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fashion and Fashion Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah pembelajaran pembuatan kamisol menggunakan modul efektif terhadap hasil belajar siswa SMK dan seberapa besarkah efektifitas pembelajaran pembuatan kamisol menggunakan modul terhadap hasil belajar siswa SMK.Populasi yaitu dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Yasiha dengan jumlah 26 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji T dan uji Gain.Hasil perhitungan analisis uji T yang dieroleh  = 16,974, untuk nilai   α = 5% dan dk = 25 diperoleh  = 1,71. Karena > . Perhitungan uji rata-rata gain ternormalisasi yang diperoleh 0,64 atau 64%. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran pembuatan kamisol menggunakan modul efektif terhadap hasil belajar siswa SMK dengan rata rata hasil belajar. Besarnya efektivitas pembelajaran pembuatan kamisol menggunakan  modul terhadap hasil belajar siswa SMK mengalami peningkatan dengan kriteria sedang. Saran 1) Guru SMK Yasiha dapat menerapkan dan memeberikan modul pada mata pelajaran yang lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Guru dapat membuat, menggunakan dan meningkatkan media pembelajaran.The research objective was to determine whether the learning module manufacture camisole using effective against SMK student learning outcomes and how much learning effectiveness camisole manufacture using modules for student learning outcomes SMK.Populasi which in this study is a class XI student of SMK Yasiha the number of 26 students. Methods of data collection in this study is the method of testing, observation and documentation. Data analysis using T test and test calculations Gain. T test analysis dieroleh t_hitung = 16.974, for the value of α = 5% and df = 25, obtained t_tabel = 1.71. Because t_hitung> t_tabel. Calculations the average normalized gain obtained 0.64 or 64%, due to the gain value obtained is less than 0.7, the improvement of learning outcomes are included in the criteria. The conclusions of this study is that learning camisole manufacture using effective module for student learning outcomes with the average vocational learning outcomes. Suggestion 1) Yasiha Vocational Teachers can apply and give the modules in other subjects to improve student learning outcomes. 2) Teachers can create, use and improve instructional media.

PENGARUH NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP RAMBUT BERKETOMBE (DANDRUFF) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TATA KECANTIKAN

Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memanfaatkan buah nanas dalam merawat rambut berketombe merupakan hal yang sangat mudah. Peneliti memberikan informasi bagi masyarakat guna untuk memanfaatkan buah nanas sebagai kosmetik perawatan rambut berketombe, hasil dari penelitian ini dapat dilihat dengan kasat mata. Metode dalam penelitian ini ialah metode eksperimen, teknik analisis data yang di gunakan adalah uji t. Variabel bebas yang digunakan adalah kandungan buah nanas (ananas comosus), variabel terikat dalam penelitian ini adalah rambut berketombe. Hasil penelitian yang dilihat dengan kasat mata menunjukan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan dari buah nanas (ananas comosus) untuk mengatasi rambut berketombe. Saran dari peneliti adalah perlu adanya pempublikasian buah nanas yang dapat digunakan untuk kosmetik perawatan rambut berketombe.Utilizing pineapple in treating dandruff hair is very easy. Researchers provide information to the public in order to take advantage of the pineapple fruit as dandruff hair care cosmetics, the results of this study can be seen with the naked eye. The data analysis technique used is the t test. The independent variable used is the content of pineapple (ananas comosus), the dependent variable in this study is dandruff hair. The results of the study showed concrete evidence that there is a very significant influence of pineapple  fruit to overcome dandruff hair. Advice from research is the need for publication of pineapple fruit can be used for hair care cosmetics dandruff. 

PEMANFAATAN TEH DAN JERUK NIPIS UNTUK MENCERAHKAN KULIT WAJAH WANITA

Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah : Mengetahui pemanfaatan teh dan jeruk nipis untuk mencerahkan kulit wajah wanita. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen. Tes untuk mengukur instrumen ini memiliki tingkat reliabilitas 0,720. Populasinya adalah Mahasiswi Pendidikan Tata Kecantikan dan tata busana angkatan 2010 yang mempunyai jenis kulit wajah kering dengan sampel yang diambil sejumlah 10 orang. Variabel bebas adalah pemanfaatan teh dan jeruk nipis dan variabel terikat adalah kecerahan kulit wajah. Analisis data  menggunakanuji t test. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan  observasi. Nilai rata-rata sebelum perlakuan 5,097 sedangkan sesudah perlakuan 7,631 Berdasarkan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel yaitu  28,79 > 3,33, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat ditarik kesimpulan bahwa teh dan jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit wajah wanita.The purpose of this study is: Knowing the use of tea and lemon juice to brighten the skin of women. This research method is experimental method. Tests to measure the reliability of this instrument has a level of 0,720. Tata Education student population is Beauty and fashion class of 2010 who have dry skin type with samples taken some 10 people. The independent variable was the use of tea and lime and the dependent variable is the brightness of the skin. Analysis of the data menggunakan uji t test. Data collection methods were used, namely documentation and observation. The average value before treatment after treatment whereas 5,097 7,631 Based on the hypothesis test obtained t count> t table is 28.79> 3.33, then Ho is rejected and Ha accepted. It can be concluded that tea and lime can be used to brighten the skin of women.

Implementasi pengelolaan digital institutional repository pada perpustakaan PTKIN dan dampaknya pada terhadap pemeringkatan di webometrics

AL-MAKTABAH Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.331 KB)

Abstract

An institution which creates and organizes accessible information resources both local and remote based on information technology, remains to be one of interesting topics discussed by academicians and practitioners in Library and Information nowadays. This digitized infor-mation which is called as ‘institutional repository’ relates to one of researches in digital library management. This repository is developed not only to provide access easily and globally or to create digital archieve as long-term stable resources to ensure their quality and survivability, but it is also addressed to institutional prestige and excellence. Therefore, it is more often viewed as institutional ranking both national and international that we call as the webometrics repository. However, librarians have challenge and opportunity to compete for the best insti-tution in organizing the repository. The competition has been lasting among PTKIN’s libraries (libraries in State Islamic University) which participate and devote highly attention to organize and develop their repositories. In this case, how do the PTKIN libraries organize their reposi-tories and to what extent the organizing has impact on ranking webometics of repository? This paper is trying to elaborate addressed to the questions by doing research into six PTKIN’s libraries using quantitative method. Indicators to evaluate in organizing the repository use the same indicators as webometrics’ standards. They are size, visibility, rich files, and scholar. The findings show that organizing the repository has been conducted by three PTKIN’s libraries (UIN Yogyakarta, UIN Jakarta, and UIN Riau) which reached the higher score from 1 to 3 respectively. These results are in line with place of three institutions in ranking webometrics. Meanwhile, another three PTKIN’s libraries (UIN Malang, UIN Bandung, dan UIN Makasar) have very different score with the aforementioned three PTKIN’s libraries. The repository of last three PTKIN’s libraries shows that there is no one of them registered in the ranking webo-metrics. In conclusion, organizing of the repository in six PTKIN’s libraries has relevant impact on the ranking webometrics.