This Author published in this journals
All Journal PILAR
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH SUBSITUSI OIL PALM SHELL (OPS) + SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN, TARIK DAN BERAT BETON Marpaung, Raja
PILAR Vol 7, No 1 (2012): PILAR 07032012
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to  determine and compare the value of compressive strength, tensile strength, heavy volume, and workabilities concrete produced from a mixture of concrete with substitution of oil palm shells with coarse aggregate with a variation of 10%, 20%, 30%, 40% and 50% by adding additional ingredients (additives) superplasticizer. Quality concrete planned in this study is  K-250.  The test result shows  that the oil palm shell concrete mixed by adding additional ingredients (additives) superplasticizer, resulting in compressive strength, tensile strength of concrete is lower and lighter weight concrete, the more the percentage of oil palm shells is substituted  with coarse aggregate, the more decline the compressive strength, tensile strength of concrete will be, but  weight concrete is also lighter. Meanwhile, by adding  superplasticizer to the mixture of oil palm shell concrete, workabilities and the concrete compressive strength  produced will be  better than normal  mixture concrete.  Percentage reduction in compressive strength  obtained in a mixture of oil palm shell concrete superplasticizer + 28 days is 25.72% - 67.39%., The decrease percentage  in tensile strength is obtained in a mixture of oil palm shell concrete age of 28 days which is  33,43 d 28 days which is 10,67% in the variation OPS 10%, whereas in the OPS mixture of 40% and 50% ratio ft / fc is very small.
PERBANDINGAN ENERGI PADA PERCOBAAN BETON BERTULANG AKIBAT PEMBEBANAN SIKLIK DAN MONOTONIK Marpaung, Raja; Suhadi, Suhadi; tilik, Lina
PILAR Vol 9, No 2 (2013): PILAR 09092013
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan struktur disyaratkan bahwa struktur harus berperilaku baik sehingga struktur tersebut tidak mengalami kerusakan, baik kerusakan struktural maupun kerusakan non struktural. pada saat beban maksimum terjadi. Salah satu ragam perilaku struktur beton yang harus dipahami adalah perilaku struktur pada saat pembebanan yang bersifat monotonik maupun siklik seperti pada saat gempa menimpa struktur tersebut. Dengan pemahaman perilaku struktur terhadap ragam pembebanan yang terjadi akan memberi jaminan terhadap kekuatan struktur yang didesain tersebut.Dalam percobaan spesimen ini pemodelan struktur dibuat dalam bentuk sedemikian rupa hingga mendekati yang sebenarnya di lapangan. Sedangkan pembebananan spesimen dilakukan dengan sistem pembebanan siklik dan monotonik. Pembebanan ini dilakukan pada spesimen secara terus menerus sampai spesimen mencapai keruntuhannya hingga dapat diketahui besarnya disipasi energi untuk berbagai kondisi.Dari hasil percobaan ini terlihat energi kumulatif yang terdisipasi pada pembebanan siklik jauh lebih besar dari pada energi kumulatif yang terdisipasi pada pembebanan monotonik. Sedangkan pada kondisi leleh perbedaan energi pada percobaan siklik dan monotonik relatif kecil, hal ini disebabkan oleh pola pembebanan yang diberikan pada spesimen dan perbedaan defleksi leleh yang dicapai spesimen. Pada kondisi ultimate dan failure perbedaan energi pada percobaan siklik dan monotonik relatif kecil, hal ini disebabkan pada pembebanan siklik selalu mengalami pengulangan yang menguntungkan spesimen 
KAJIAN EKSPERIMENTAL PADA STRUKTUR KANTILEVER BETON BERTULANG AKIBAT PEMBEBANAN MONOTONIK Marpaung, Raja; Suhadi, Suhadi
PILAR Vol 8, No 1 (2013): PILAR 08032012
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan suatu struktur beton bertulang adalah untuk mencapai suatu struktur yang aman atau yang berperilaku baik selama masa layan struktur tersebut. Untuk itu dibutuhkan alternatif perencanaan struktur yang memenuhi syarat tetapi cukup ekonomis dalam pengertian, bahwa seluruh elemen dan sistem yang digunakan dalam struktur harus dapat bekerja sama secara optimal dan merespons gaya yang terjadi.Dalam perencanaan struktur disyaratkan bahwa struktur harus berperilaku baik sehingga struktur tersebut tidak mengalami kerusakan, baik kerusakan struktural maupun kerusakan non struktural. Salah satu ragam perilaku struktur beton yang harus dihindari adalah keruntuhan terhadap retak, retak-retak pada beton bertulang harus dibatasi, hal ini didasarkan pada pertimbangan tidak saja kemampuan struktur tetapi juga perlindungan terhadap berlangsungnya proses korosi pada baja tulanganDalam studi eksperimental ini pemodelan struktur dibuat dalam bentuk kantilever sedemikian rupa hingga mendekati yang sebenarnya  di lapangan. Sedangkan pembebananan spesimen dilakukan dengan sistem pembebanan monotonik. Pembebanan ini  dilakukan pada spesimen secara terus menerus sampai spesimen mencapai keruntuhan, sehingga melalui kurva beban – defleksi didapatkan beban kapasitas pada saat retak, leleh, ultimate, failure dan disipasi energi. Dari  hasil percobaan ini  terlihat bahwa perilaku spesimen berubah-ubah pada setiap peningkatan beban. Perubahan perilaku ini disebabkann oleh sifat dari bahan yang tidak homogen, sehingga pada kondisi pembebanan melebihi kekuatan tarik beton timbul retak-retak yang mengakibatkan penurunan kekakuan. Secara keseluruhan dalam percobaan ini, perilaku spesimen mengalami perubahan dengan beban P rata-rata sebagai berikut : Kondisi retak P = 7,53 KN, kondisi leleh P = 39,80 KN, kondisi ultimate P = 51,38 dan kondisi ultimate 1 tulangan P = 25,05 KN.Sedangkan Energi kumulatif rata-rata yang terdisipasi pada kondisi leleh = 368,67 KNmm, kondisi ultimate = 6636,33 KNmm, dan kondisi Failure = 8793,33 KNmm Dari hasil pengujian didapatkan bahwa kekuatan struktur sangat dipengaruhi oleh kondisi  retak, pengujian kekuatan bahan, perbedaan kekuatan beton dari kekuatan rencana, perbedaan kekuatan tarik baja dalam pelaksanaan.
PENGARUH LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN DAN BERAT BETON Marpaung, Raja; Tilik, Lina Flaviana
PILAR Vol 7, No 2 (2012): PILAR 07092012
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete as a building material favored by many experts in the field of structure, because it is easily formed, prepared and executed, and mixtures of materials are easy to obtain. However, conventional concrete still shows many weaknesses, including structure components which is relatively heavy, and  relatively not too high in strength (when compared to steel). For that reason, research  and innovation of materials are required  to obtain a concrete mixture able to  produce concrete that is lightweight but high strength. Material innovation  is done by  using  lightweight aggregate as coarse aggregate substitute in the form of oil palm shell waste which still untapped  by industries  This was chosen as the waste oil palm shells as aggregate qualify mild violence and have a good and not easily damaged in the concrete.The study was conducted to determine and compare the value of compressive strength, tensile strength and heavy volume concrete produced from a mixture of concrete with substitution of oil palm shells with coarse aggregate with a variation of 10%, 20%, 30%, 40% and 50%. Quality concrete planned in this study is  K-250.The test result shows  that the oil palm shell concrete mixed, results  compressive strength, tensile strength of concrete is lower and lighter weight concrete, the more the percentage of oil palm shells is substituted  with coarse aggregate, the more decline the compressive strength, tensile strength of concrete will be, but  weight concrete is also lighter. Percentage reduction in compressive strength of the smallest obtained in a mixture of oil palm shell concrete  + 28 days is 29.31% - 69.39%., The  decrease percentage  in tensile strength is obtained in a mixture of oil palm shell concrete age of 28 days which is  30.55 % - 99.66%., and the percentage reduction  of weight concrete mixture obtained in  most large oil palm shell concrete + 28 days is 1.70% - 23.03 %.The biggest ratio of ft / fc is obtained  on OPS concrete mixture of 28 days which is  11.69% in the variation OPS 10%, whereas in the OPS mixture of 40% and 50% ratio ft / fc is very small.
PENGARUH ABU TERBANG SEBAGAI FILLER UNTUK KUAT TEKAN BETON Tilik, Lina Flaviana; Marpaung, Raja; Prabudi, Darma
PILAR Vol 10, No 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton banyak digunakan dalam setiap konstruksi karena beton lebih mudah dalam perawatan, lebih tahan lama, tahan terhadap api, tahan terhdap cuaca serta mempunyai kuat tekan yang tinggi. Karakteristik dari beton harus dipertimbangkan dengan tujuan konstruksi. Pendekatan yang baik adalah dengan memperhatikan sifat beton. Meskipun dengan usaha untuk mendapatkan kekuatan maksimum bukan satu-satunya cara, namun harus diperhatikan juga kriteria perencanaan, ukuran dari kuat hansur silinder beton sebagai benda uji untuk mempertahankan mutu standar dari beton.Pengujian yang dilakukan untuk mendapatkan kuat tekan beton yang tinggi dengan cara manambahkan abu terbang sebagai filler pada beton. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kuat tekan beton normal tanpa abu terbang pada umur 28 hari sebesar 43.82 MPa sedangkan dengan campuran 10% abu terbang sebagai filler didapat kuat tekan 44.44 MPa . Pada campuran 20% abu terbang didapat kuat tekan beton rata-rata 36.05 MPa.
PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG AKIBAT PEMBEBANAN SIKLIK Marpaung, Raja; Suhirkam, Djaka; Tilik, Lina Flaviana
PILAR Vol 10, No 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam percobaan eksperimantal ini pemodelan struktur dibuat dalam bentuk kantilever dengan pembebanan diujung bebasnya. Percobaan ini dilakukan dengan sistem pembebanan siklik . Pembebanan ini dilakukan pada spesimen secara terus menerus sampai spesimen mencapai keruntuhannya. Pengamatan kerusakan, beban kapasitas pada saat retak, leleh, ultimate dan failure didapat melalui hasil data percobaan.Dari hasil percobaan ini semakin besar beban awal pada percobaan siklik, beban puncak yang dicapai swpesimen semakin besar, penurunan beban puncak semakin besar, selieih penurunan disipasi energi kumulatif semakin kecil dan tingkat kerusakannya semakin berat.Pada percobaan siklik 1 disipasi energi lebih kecil dari percobaan 2 dan 3 dan disipasi energy pada percobaan 2 lebih kecil dari percobaan 3, hal ini disebabkan pada pembebanan siklik selalu mengalami pengulangan yang menguntungkan bagi specimen guna memberikan perlawanan terhadap pembebanan sewaktu perubahan beban pada setiap siklusPada saat kondisi leleh, specimen tidak menunjukkan kerusakan yang berarti. Retak yang terjadi belum melebar dan sebagian besar retak tersebut hanya berupa retak rambut. Pada saat ultimate, kerusakan yang terjadi pada beban tekan 5 δy, menunjukkan retak menyeluruh sepanjang tinggi balok dan selimut beton telah hancur. Pada akhir percobaan, kerusakan specimen lebih berat, beton mengalami kehancuran pada daerah pangkal balok sehingga kekuatan beton tidak lagi dapat menahan beban.
ASPAL PANAS JENIS AC – WC DENGAN CAMPURAN LIMBAH KARBIT SEBAGAI FILLTER Suhirkam, Djaka; Marpaung, Raja; Flaviana, Lina
PILAR Vol 11, No 1 (2015): PILAR 05032015
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal merupakan bahan pokok yang digunakan untuk pelapisan permukaan pada jalan raya yang berfungsi untuk pelapisan aus pada jalan yang berhubungan langsung dengan roda kendaraan yang melaluinya. Akan tetapi bila hanya digunakan aspal saja sebagai lapisan aus akan menimbulkan biaya mahal, sehingga perlu adanya campuran didalam penggunaan dalam lapisan ausnya. Campuran yang biasa digunakan adalah pasir, abu batu, limbah karbit dan beberapa bahan yang lainnya digunakan untuk filter. Kita mengetahui bahwa limbah karbit mempunyai kandungan kapur yang cukup besar sehingga baik sekali digunakan untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum ( KAO ).Salah satu jenis lapisan permukaan pada jalan raya adalah aspal panas jenis AC – WC untuk permukaan lentur dengan menggunakan campuran agregat menerus ( Continous grades ). Disini dicoba dengan  limbah karbit sebagai campuran aspal panas untuk konstruksi perkerasan jalan sehingga mendapatkan KAO yang diinginkan. Dalam penelitian ini dilalukan di laboratorium dengan menggunakan alat Marshall.Percobaan dengan alat ini digunakan untuk mengetahui tentan nilai kadar aspal optimum, stabilitas. Keleleha, VIM, VMA, VFA dan MQ pada campuran aspat panas jenis AC – WC yang mengandung limbah karbit atau yang tidak mengandung limbah karbit. Dari hasil pengujian didapat bahwa nilai KAO dengan campuran limbah karbit 0% sebesar 5,47% , 25% sebesar 5,7% , 50% sebesar 5,9% , 75% sebesar 5,61% dan 100% sebesar 5,55% . Sehingga dari hasil tersebut bahwa penggunaan limbah karbit sebesar 50% pada campuran aspal jenis AC – WC yang terbaik.