p-Index From 2014 - 2019
21.717
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Katalogis E-JUPEKhu Jurnal Agrista Aceh International Journal of Science & Technology Jurnal Biologi Edukasi Jurnal Natural Jurnal Floratek Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN USU LAW JOURNAL Jurnal Mahupiki Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Microbiology Indonesia Jurnal Pendidikan Humaniora Jurnal Kreatif Tadulako Online Jurnal Manusia dan Lingkungan Jurnal Bahan Alam Terbarukan Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesian Journal of International Law JURNAL AGROTEKNOLOGI JUPE Jurnal NERS Biotik Prosiding Semnastek Widyariset JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal S1 Agroteknologi FamilyEdu Journal Ilmu KOMUNIKASI UHO The International Journal of Technical and Vocational Education Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Tumbuh Kembang Journal of ICSAR Economic Education Analysis Journal Indonesian Journal of History Education Jurnal Hasil Penelitian Industri Jurnal Kesehatan Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences IJSE - Indonesian Journal on Software Engineering Jurnal Teknik Komputer Jurnal Khatulistiwa Informatika Paradigma Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY Jurnal Teknologi Kimia Unimal Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Ilmiah Flash Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Jurnal Ilmu Keperawatan Journal of Technology Research Information System and Engineering Jurnal Kesehatan Komunitas ABDIMAS TALENTA Jurnal Techno Nusa Mandiri TOTOBUANG METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra MANAJER PENDIDIKAN Jurnal Chemurgy Jurnal Informatika Universitas Pamulang Al-I'tibar : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Redoks Jurnal Sains Farmasi & Klinis Fesyen Perspektif Jurnal Basicedu JURNAL PERTANIAN Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian JURNAL MERCATORIA Journal of RESIDU Jurnal Kesehatan Global Istinbath Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Seminar Nasional Lahan Suboptimal Jurnal Manajemen Ilmu Ekonomi dan Bisnis Jurnal Kesehatan Iqtishoduna: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Ilmiah Flash Ekonis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jurnal Bisnis Terapan Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian JURNAL PUNDI JURNAL HUKUM ISLAM Ecces: Economics, Social, and Development Studies Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian
Articles

Sintesis Membran Poliuretan dari Asam Lemak Bebas Teroksidasi Tolulen Diisosianat Marlina, Marlina
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.448 KB)

Abstract

Polyurethane (PU) membranes was prepared by reacting the free fatty acids and fatty acids that have been oxidazed from castor oil with a 2,4-toluen di-isocyanate (TDI). He effect of of monomer composition, temperature, and polymerization time was studied on the performances of flat sheet membrane. Experimental results showed that the optimum conditions of the membrane synthesis from free fatty acid by oxidation-methylation was obtained at ratio of 1.2: 0.56 (mol / mol), temperature of 100 °C and polymerization time of 5 minutes. The resulting membranes are transparent, elastic, homogeneous, robust and has a glass transition point of 127.4 ° C and had stensile strength about 41.7 MPa. Infraredspectrum (IR) observation showed that the persistence of the peak –CO from -NCO at wavenumber 2272.9 cm-1, whereas the -OH group was disaapear at wave numbers 3100-3300 cm-1. This indicated that the polymerization reaction of PU membrane synthesis from free fatty acids was done successfully.Keyword: Castor oil, free fatty acids, inframerah (IR), 2,4-tolulen di-isocyianat (TDI)
Potret Matrilineal dalam “Rumah untuk Kemenakan" Karya Iyut Fitra Marlina, Marlina
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.368 KB) | DOI: 10.31503/madah.v9i2.815

Abstract

Masyarakat Minangkabau merupakan salah satu suku di Indonesia yang memiliki sistem kekerabatan berdasarkan garis keturunan ibu. Sistem kekeraban seperti ini disebut dengan sistem kekerabatan matrilineal, salah satu ciri sistem kekerabatannya, laki-laki Minangkabau tidak memiliki hak atas tanah pusaka.  Hal inilah yang diangkat Iyut Fitra dalam cerpennya yang berjudul “Rumah untuk Kemenakan”. Penelitian ini mencoba mengangkat dampak sistem kekerabatan matrilineal yang terdapat di dalam cerpen tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis. Sementara, untuk menganalisis cerpen digunakan teori sosiologi sastra. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa budaya matrilineal ternyata memberikan beberapa dampak kurang baik bagi masyarakat pemiliknya, seperti tidak adanya keadilan bagi kaum laki-laki menyangkut tanah pusaka dan hilangnya rasa kemanusiaan karena menjunjung tinggi adat.
Sintesis dan Karakterisasi Membran Poliuretan dari Minyak Biji Karet dan Heksametilen-1,6-diisosianat Nurman, Salfauqi; Marlina, Marlina; Saiful, Saiful; Saleha, Sitti
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.583 KB) | DOI: 10.23955/rkl.v10i4.3772

Abstract

Minyak biji karet dapat dimanfaatkan untuk pembuatan membran poliuretan. Minyak biji karet memiliki bilangan hidroksi 40,33 mgKOH/g dan bilangan iod 154,05 gI2/g. Sintesis membran poliuretan menggunakan metode ikatan silang. Ikatan silang terbentuk dengan mereaksikan minyak biji karet sebagai sumber gugus -OH dengan heksametilen-1,6-diisosianat sebagai sumber gugus -NCO.  Membran poliuretan yang optimum dihasilkan pada komposisi 4,55:5 (g/g) memiliki sifat homogen, kering, elastis, berwarna kuning kecoklatan, bergelombang, fluks 0,544 L/m2.h.bar dan faktor rejeksi 100%. Hasil karakterisasi membran menunjukkan terbentuknya ikatan uretan pada bilangan gelombang 3480 cm-1, struktur morfologi membran padat, memiliki dua tahap dekomposisi pada 210 oC dan 392 oC, titik transisi gelas 65 oC, kekuatan tarik 1,03 kgf/mm2 dan elongasi 497,14%. Dari hasil karakterisasi membran poliuretan, membran tersebut dapat digolongkan pada tipe membran reverse osmosis.
Sintesis membran Poliuretan dari Karagenan dan 2, 4 Toylulene diisosianat Marlina, Marlina
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.04 KB)

Abstract

This research studied the synthesis of Polyurethane (PU) Membrane from Carrageenan and 2,4 toylulene diisocyanante (TDI). The PU membrane made from the Gracilaria sp of red seaweed has rendement of 60.5% from the total weight of the dried sea grass. The produced Carrageenan has pure properties with containing many OH groups which can be used to synthesize membrane. The dope solution to produce good membrane was made at the temperature of 60 oC for the reaction of 5 minutes by varying concentration of carrageenan 5-35 % (b/v). PU membrane was constructed using petri dish with the thickness of about 0.1 mm. To control the thickness of the membrane, the volume of dope solution was used about 12 mL, and the membrane was produced with 10 cm in diameter. The membrane had been synthesized at the temperature of 60 oC with varied concentration of Carrageenan 15% (b/v) to the toylulene diisocyanate (TDI). The produced membrane has the optimal properties with the tensile strength of 340 kgf/mm2, the elongation percentage of 9%, the glass temperature transition of 243.6 oC and the melting point of 423.02 oC. The optimum PU membrane obtained was good in mechanical and physical properties, strong, elastic and transparent.Keywords: carrageenan, flux, membrane, polyurethane, rejection factor, TDI
Pembuatan dan Karakterisasi Radioisotop Tulium-170 ( 170 Tm) Aziz, Azmairit; Febrian, Muhamad Basit; Marlina, Marlina
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.178 KB)

Abstract

Tulium-170 ( 170 Tm) merupakan radioisotop pemancar β yang memiliki T1/2 = 128,4 hari dan E β (maksimum) sebesar 0,968 MeV. Radioisotop 170 Tm selain pemancar β juga memancarkan sinar γ dengan energi sebesar 84 keV (3,26%) yang dapat digunakan untuk penyidikan (imaging) selama terapi berlangsung. Berdasarkan sifat radionuklidanya, 170 Tm dapat digunakan sebagai radioisotop alternatif dalam pembuatan radiofarmaka untuk paliatif pengganti 89 SrCl2. Pembuatan radioisotop 170 Tm telah dilakukan menggunakan sasaran tulium oksida (Tm2O3) alam yang diiradiasi di fasilitas iradiasi RSG-G.A. Siwabessy – Serpong. Bahan sasaran dilarutkan dengan larutan HCl 1 N sambil dikisatkan perlahan-lahan sampai hampir kering, kemudian dilarutkankembali dengan akuabides steril. Larutan 170 TmCl3 diuji melalui pemeriksaan kemurnian radiokimia dengan cara kromatografi kertas dan elektroforesis kertas. Aktivitas dan kemurnian radionuklida larutan 170 TmCl3 ditentukan dengan menggunakan alat cacah spektrometer γ saluran ganda. Larutan radioisotop 170 TmCl3 yang diperoleh mempunyai pH antara 1,5 – 2, terlihat jernih, mempunyai aktivitas jenis dan konsentrasi radioaktif masing-masing sebesar 1,9– 2,7 mCi/mg dan 17 - 24 mCi/mL pada saat end of irradiation (EOI). Larutan 170 TmCl3 mempunyai kemurnian radiokimia sebesar 99,14 ± 0,42% dan kemurnian radionuklida sebesar100%. Hasil uji stabilitas larutan radioisotop 170 TmCl3 terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa setelah disimpan selama stabil dengan kemurnian radiokimia sebesar 99,43 ± 0,56%.
TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PEMBERIAN GRASI TERHADAP TERPIDANA DI INDONESIA Vinansari, Triana Putrie; Suwarto, Suwarto; Marlina, Marlina
Jurnal Mahupiki Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahupiki

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.972 KB)

Abstract

ABSTRAKSI Triana Putrie Vinansari   Grasi merupakan salah satu upaya yang dapat diajukan oleh terpidana kepada Presiden untuk meminta pengampunan atau pengurangan hukuman kepada Presiden. Tidak semua terpidana dapat mengajukan grasi, melainkan harus memenuhi syarat yang diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2002 jo. Undang-Undang No. 5 Tahun 2010 tentang Grasi. Permohonan grasi yang diajukan belum tentu akan mendapat persetujuan dari Presiden. Sebelum memberikan keputusan, Presiden harus memperhatikan pertimbangan dari Mahkamah Agung terlebih dahulu. Permasalahan yang dikaji dalam skripsi yang berjudul “Tinjauan Yuridis Mengenai Pemberian Grasi Terhadap Terpidana di Indonesia” adalah mengenai apakah yang menjadi alasan dasar pemberian grasi dan bagaimana pengaturan mengenai grasi dalam hukum positif di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penulisan yuridis-normatif. Penelitian yuridis normatif adalah penelitian yang dilakukan dan ditujukan kepada peraturan-peraturan tertulis dan penerapan dari peraturan perundang-undangan atau norma-norma hukum positif yang erat kaitannya dengan permasalahan yang dibahas. Alasan pemberian grasi kepada terpidana adalah karena faktor kemanusiaan dan faktor keadilan. Faktor kemanusiaan dimaksudkan kepada terpidana yang mengalami sakit parah atau kepada mereka yang telah membuktikan dirinya berubah menjadi baik, dinilai sebagai bentuk penghargaan atas perubahan tersebut. Faktor keadilan dimaksudkan kepada mereka yang mencari keadilan atas putusan yang dirasa kurang adil dipidanakan padanya. Peraturan perundang-undangan mengenai grasi telah diatur dalam Undang-Undangnya tersendiri yaitu UU No. 22 Tahun 2002 jo UU No. 5 Tahun 2010 tentang Grasi. Dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2010 Tentang Grasi ada perubahan dengan adanya wewenang baru yang diberikan kepada Menteri Hukum dan HAM dalam meneliti dan melaksanakan pengajuan grasi, telah ditetapkan pembatasan jangka waktu pengajuan grasi yaitu 1 tahun. Diharapkan perlu adanya kebijakan dalam Undang-Undang Grasi untuk mempertimbangkan secara arif dan bijaksana permohonan grasi yang diajukan oleh terpidana seperti pelaku tindak pidana korupsi.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN KEJAHATAN PERKOSAAN DALAM PEMBERITAAN MEDIA Rayenda, Prinst; Hasibuan, Syafruddin; Marlina, Marlina
Jurnal Mahupiki Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahupiki

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.155 KB)

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang menbutuhkan perlindungan hukum khusus yang berbeda dari orang dewasa, dikarenakan alasan fisik dan mental anak yang belum dewasa dan matang. Perlindungan hukum anak diartikan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap kebebasan dan hak asasi anak yang berhubungan kesejahteraanya. Pemberitaan media massa dihiasi oleh banyaknya tindak pemerkosaan yang terjadi. Berita yang diambil wartawan memperlihatkan identitas anak yang menjadi korban tindak pidana perkosaan. Pemberitan tersebut menimbulkan dampak terhadap anak. Anak korban perkosaan hendaknya diberikan perlindungan dari media massa. Kenyataanya sering sekali dijumpai media massa memberitakan berita anak korban perkosaan. Pemberitaan media massa tersebut menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap anak korban perkosaan. Adapun permasalahannya adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap anak korban perkosaan dalam pemberitaan media massa, bagaimana upaya pencegahan terhadap anak korban kejahatan perkosaan dari pemberitaan media massa. Perlindungan hukum terhadap anak korban kejahatan perkosaan dalam pemberitaan media massa menurut undang-undang diatur dalam Pasal 64 Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 48 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002  tentang Penyiaran, Pasal 14 dan 29 Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standart Program Siaran (P3SPS) Tahun 2012, Pasal 5 Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pasal 4 dan 5 Kode Etik Jurnalistik Tahun 2006. Upaya pencegahan terhadap anak korban kejahatan perkosaan dalam pemberitaan media massa de
SISTEM PEMIDANAAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA SEBELUM DAN SESUDAH PENGATURAN RESTORATIF JUSTICE DI INDONESIA Sitindaon, Eva; Khair, Abul; Marlina, Marlina
Jurnal Mahupiki Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahupiki

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.677 KB)

Abstract

ABSTRAKAnak sebagai pelaku tindak pidana harus diperlakukan secara manusiawi untuk kepentingan terbaik bagi anak untuk mewujudkan pertumbuhan dan memberikan perkembangan fisik, mental dan sosial. Negara dan Undang-Undang wajib memberikan perlindungan hukum yang berlandaskan hak-hak anak, sehingga diperlukan pemidanaan edukatif terhadap anak. Permasalahn yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagaimana aturan sistem pemidanaan sebelum pengaturan Restorative Justice di Indonesia dan bagaimana sistem pemidanaan edukatif setelah pengaturan Restorative Justice yang tepat ke depannya.Metode Penulisan dari permasalahan yang diajukan yakni dilakukan penelitian yang berbentuk yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendeketan konseptual.Sistem pemidanaan edukatif terhadap anak pelaku tindak pidana harus dilandasi perlindungan hukum. Indonesia memiliki aturan untuk melindungi, mensejahterakan dan memenuhi hak-hak anak antara lain Undang-Undang Kesejahteraan Anak No. 4 Tahun 1979, Undang-Undang Pengadilan Anak No. 3 Tahun 1997 dan Undang-Undang Perlindungan Anak No 3 Tahun 2002 namun tidak membawa perubahan signifikan bagi nasib anak-anak yang berkonflik karena tidak menempatkan restorative juastice pada peraturan perundangan yang ada. Pengaturan sanksi tersebut masih berpijak pada filosofi pemidanaan yang bersifat retributif sehingga tidak menjamin perlindungan hak-hak anak.Diversi dan konsep restorative justice perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan kasus anak. Konsep ini melibatkan semua pihak dalam rangka untuk perbaikan moral anak. Men
PENERAPAN PIDANA DENDA DALAM KASUS PELANGGARAN LALU LINTAS DI MEDAN (STUDI PELANGGARAN LALU LINTAS DI MEDAN) Tarigan, Ferdian Ade Cecar; Suwarto, Suwarto; Marlina, Marlina
Jurnal Mahupiki Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahupiki

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.952 KB)

Abstract

ABSTRAKSI Prof. Dr. Suwarto, S.H.,M.H.* Dr. Marlina, SH.,M.Hum.* * Ferdian Ade Cecar Tarigan * * *   Transportasi merupakan sarana yang digunakan masyarakat untuk melakukan aktifitasnya. Transpotasi harus digunakan sesuai dengan peruntukannya dan pengoperasiannya harus sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditentukan, namun dalam kenyataannya masih sering ditemui masyarakat yang menggunakan transportasi tidak berdasarkan pada peraturan yang berlaku. Mengatasi hal tersebut pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-Undang ini menjadi dasar penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Ketentuan mengenai penerapan denda terhadap setiap pelanggar lalu lintas secara jelas telah diatur dalam undang-undang tersebut. Permasalahan yang diambil dari penulisan skripsi ini adalah bagaimana pandangan hukum pidana terhadap penerapan pidana denda pada pelanggaran lalu lintas, bagaimana penerapan pidana denda dalam pelanggaran pidana lalu lintas di Medan serta bagaimana analisa putusan tilang di Medan terhadap penerapan pidana denda dalam pelanggaran lalu lintas. Metode yang digunakan penulis dalam penulisan skripsi ini adalah metode yuridis normatif guna memperleh data primer dan data sekunder yang dimana data sekunder diperoleh melalui bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Selain metode yuridis normatif sebagai data penunjang juga dilakukan wawancara dengan informan dari Pengadilan Negeri Medan, Kejaksaan Negeri Medan, Kepolisian Resort Kota Medan dan beberapa pelanggar lalu lintas.  iBerdasarkan hasil penelitian, penerapan pidana denda terhadap pelanggaran lalu lintas diatur dalam ketentuan pidana Pasal 273 sampai Pasal 315 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Pengadilan Negeri Medan telah menetapkan besarnya denda tilang yang harus dibayar pelanggar yang melanggar ketentuan sesuai dengan koordinasi antara Pengadilan, Kejaksaan dan Kepolisian yang membuat suatu tabel tilang. Besarnya denda tilang tersebut didasarkan oleh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kota Medan. Penerapan denda tilang ternyata belum efektif untuk mencegah dan mengendalikan pelanggaran lalu lintas, hal ini ditunjukkan dari angka pelanggaran lalu lintas di Kota Medan yang masih tinggi. Kurang efektifnya tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan undang-undang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah denda tilang yang ada di Kota Medan masih dalam kategori rendah. Hal ini yang menyebabkan tidak adanya efek jera, akan tetapi efektifitas dari penerapan sanksi denda terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas bukan melihat besarnya denda yang dijatuhi kepada si pelanggar akan tetapi perlu adanya suatu kebijakan yang menyeluruh baik dalam bidang legislatif, yudikatif dan ekseku * Dosen Pembimbing I * * Dosen Pembimbing II * * * Mahasiswa Fakultas Hukum USU
KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEJAHATAN TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA DARI PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK Novira, Maya; Marlina, Marlina; lubis, Rafiqoh
Jurnal Mahupiki Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahupiki

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Sistem Peradilan Pidanan Anak di Indonesia selama ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, yang mana dalam pelaksanannya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana yang masih menempatkan Anak sebagai objek demi tercapainya tujuan Pidana. Pelaksanaan Sistem Peradilan Pidana Anak selama ini hampir tidak memperhatikan perlindungan terhadap anak pelaku tindak pidana sehingga lebih merugikan Anak Pelaku. Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 yang tidak mengedepankan perlindungan terhadap Anak dan juga sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan di dalam masyarakat sehingga melatarbelakangi lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Adapun rumusan permasalahanyang akan dibahas didalam tulisan ini adalah apakah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak telah sesuai dengan prinsip perlindungan anak pelaku tindak pidana dan bagaimanakah kebijakan penanggulangan kejahatan terhadap anak pelaku tindak pidana di Indonesia dari perspektif Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Metode penelitian hukum yang digunakan adalah metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif yaitu dengan melakukan analisa terhadap permasalahan melalui pendekatan terhadap asas-asas hukum serta mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan-perundang-undangan, dimana pengumpulan data dilakukan dengan Library research (penelitian Kepustakaan) yakni melakukan penelitian dengan menggunakan data dari berbagai sumber bacaan seperti peraturan perundang-undangan, buku-buku dan internet yang di nilai relevan dengan permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 telah sesuai dengan prinsip perlindungan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana baik menurut instrumen hukum nasional maupun internasional, hal ini dapat diketahui dengan dianutnya beberapa asas yang harus dikedepankan dalam pelaksanaan sistem peradilan pidana anak. Kebijakan penanggulangan kejahatan terhadap anak pelaku tindak pidana di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 dilakukan dengan sarana penal dan non penal. Sarana penal dilakukan dengan penerapan sistem peradilan pidana yang dimulai dengan proses penyidikan, penuntutan, persidangan, pembinaan lembaga. Sarana non penal dilakukan dengan penerapan upaya Diversi dan Restorative Justice, namun dalam penerapannya sarana non penal juga dilakukan dalam sarana penal.
Co-Authors A. Halim ABDUH ULIM, ABDUH Abdul Gani Abdul Muthalib Abul Khair Achmad, Risa Robiani Divani ADIPATI NAPOLEON Adnan, Fachri Afriansyah, Andri Agusmidah Agusmidah Akmal Djamaan Akor Sitepu Alfizar Alfizar Aliman Aliman Alvi Syahrin Alvi Syahrin Syahrin, Alvi Syahrin Amiruddin Amiruddin Amrullah, Sayid Amsyaruddin, Amsyaruddin Anas, Azuar Andani Eka Putra, Andani Eka Anggara, Soni Anggi P. Harahap, Anggi P. Anggoro Wicaksono Wicaksono, Anggoro Wicaksono Anggraini, Ivo Aprilia, Nadia Ardhi, Alfathan Firassan Ardisal Ardisal Arfiandi, Arfiandi Ari Ade Bram Manalu Arie Kartika, Arie Arie Nugroho, Arie Arief Hidayat Arif Arif Armaini, Armaini ARMAINI, ARMAINI Asmawati, Endah Asrizal Paiman ASTUTI, SRI ENDANG Azmairit Azis Azmairit Aziz Bertalina, Bertalina Brury Prisma Budiman Ginting Ginting, Budiman Ginting BUSAINI BUSAINI, BUSAINI Charles Kapile Choirun Parapat, Choirun Cut Nurmaliah Dame, Joice Phunia Damri Damri Darmadi Darmadi Dedik Budianta Denny setiawan Dewi Ervina Suryani, Dewi Ervina Dewi Laraswati, Dewi Diana Diana Dini Wahyuni Harahap Duyeh Setiawan Dwi Wijayanti Edi Yunara Ediwarman Ediwarman, Ediwarman Edy Ikhsan Edy Yunara Eko Hartanto, Eko Elly Nurachmah Endang Sarmini Endang Sri Rahayu Enny Lestari Erianny, Vika Putri Erico Syanli Putra Eva Sitindaon Fadhilah, Anisa faidir, faidir Farkhie, Dt Ananda Fatmawati Fatmawati Ferdian Ade Cecar Tarigan Fikrinda Fikrinda Fitri Susanti Fitriani Fitriani Ganda Sumekar Gani Purwiandono, Gani Ginting, Kharisma S Grahita Kusumastuti, Grahita Gultom, Rosalyna Damayanti Halim Agung, Halim Hari, Dewi Gulyla Hasanah, Husni Watul Hasanuddin Hasanuddin Hasniati, Hasniati Hendrawati, Tika Hendrawati, Tika Hendri Nauli Rambe, Hendri Nauli Herlan Setiawan Herlina Herlina Herni Kusantati Heru Sulistianta Hotman Lubis Ibnu Khaldun Idayani, Junanik Illovi, Faiz Ahmed Imran Imran Indra Saptiama Indriyani, Novita Irawan, Yeni Irdamurni, Irdamurni Irene Puspa Dewi, Irene Puspa Isnaini Isnaini Iswati Iswati, Iswati Jelly Leviza Jon Efendi Juir, Nisfayati Juliyani Juliyani Junita, Safrina Kadirman, Kadirman karmila karmila Kartika Kartika Ketaren, Abdurrahman Harit’s Khairan Khairan Khairul Anwar Hasibuan, Khairul Anwar Khairul Khairul, Khairul Khairuna Khairuna Kristina Sitanggang Lailatul Fitriyah Larasati, Diah Ayu Lia Yuliati, Lia Lidya Rahmadani Hasibuan, Lidya Rahmadani Liza erwina Lubis, Fauzul Hamdi Lubis, Saddam Yafizham M, Iqhramullah M, Irfan M. Basit, M. M.Wirawan Saputra Madiasa Ablisar Mahmud Mulyadi Mahmud, Nizar MAHMUL SIREGAR Mapegau Mapegau, Mapegau Marimin Marimin Marina, Vita Tiagus Marjohan Marjohan Martias Martias Marudut Hutajulu Marzuki Marzuki Masadi, Noorsai Maya Novira Megawati Megawati Meliasta Julin M Meriatna Meriatna, Meriatna Mhd Nuh Mirna Rahmah Lubis Mohamad, Marwah Mohammad Eka Mohammad WIJAYA Mohara, Hanif Zehra Mufida, Nurlela Muhamad Basit Febrian Muhammad Eka Putra, Muhammad Eka Muhammad Hamdan Muhammad Hasballah Thaib, Muhammad Hasballah Muhammad Irwan, Muhammad Mulayadi, Mahmud Muliadi Ramli Mulyani, GUSVINA Mulyaningsih, Yanyan Munir, Miftakul Murniana Murniana Mutia Felina Nanik Suryani Nelli, Eva Nelvia Nelvia NOVA KRISTIANA Novembli, Meta Silvia Nur Sinambela, Raja wahid Nurhafidhah, Nurhafidhah Nurheliza, Nurheliza Nurmala Waty Nurmalawaty Nurmalawaty Nurul Hasanah Pertiwi, Fedix Nanda Devy Prabowo, Fikri Pranggi Siagian, Pranggi Pratama, Windi Prinst Rayenda PUJI LESTARI Putra Wisnu Putra, Irfan PUTRI WULANDARI Qoniah, Siti R Sitepu, Eva Santa Rafiqoh lubis Rahmaeni Zebua Rahmat Syaputra Rahmi Rahmi RAVEINAL RAVEINAL Restimah, Niesma Riana, Ulfa RINGGA NOVELNI Rini Fitriani Romlah, Sa’diah Ronny Nicolas Sidabutar, Ronny Nicolas Rozel, Risca Ardilla Rukiyah Rukiyah Rustini Rustini safitri, lilis Safri, Meilia Safrial, Ridwan bin Safriani Safriani, Safriani Saiful Saiful Sakinah, Diffany Noriko Salfauqi Nurman, Salfauqi Samuel F Nainggolan Samuel Pangaribuan Santoso, Yessica Putri Saragih, Dearman Sarah Hasibuan, Sarah Saroha, Indah Satria, Dede Satria Sembiring, Sari Kartika Septia Maulid Septina Rahayu, Dwi Setiono, Lintang Setyono, Setyono Setyono, Setyono Siagian, Meliana Simbolon, Pantun Marojahan Sinaga, Hadi Projo Sinaga, Sarimonang B Siti Hidayati Sitorus, Nanang Tomi Sitti Saleha, Sitti Somantri, Manap Sonya Airini Batubara, Sonya Airini Sopianti, Densi Selpia Sri Adelila Sari Sri Wulandari Sriyono Sriyono Suandi Fernando Pasaribu, Suandi Fernando Sugeng Utaya, Sugeng Suhaidi Suhaidi Suriani Suriani Surya Dharma Suryani Suryani Suryati Suryati Suwarto Suwarto Suyanto Suyanto syafar, Syafdaningsih Syafruddin Hasibuan Syafruddin Kalo Syafruddin Syafruddin Syahrun Nur Syaiful Asmi Hasibuan, Syaiful Asmi Syamsuddin Syamsuddin Tan Kamello Telaumbanua, Teoli Bewamati Triana Putrie Vinansari Tristiyan, Dicko Ferdi Ulandara, Siska Usman, Said Utari Maharany Barus Utari, Debi Puji Utary Maharani Barus, Utary Maharani Wahyu Widodo Wahyuni, Nirmala Wina Yusnaeni, Wina Winardy, Eunike Stacy Winwin Wiana Wisman Goklas Yanti, Seri Yudianto, Eldi Yudiastari, Ivo Pangesti Yufri Aldi Yusnizar Yusnizar Yustia, Anisa Zahara, Elvi zahara, rizka Zainuddin Zainuddin Zuraida Zuraida