Henny Marlina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hak Cipta Terhadap Program Komputer Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Lex Jurnalica (Journal of Law) Vol 5, No 2 (2008)
Publisher : Lex Jurnalica (Journal of Law)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dari dunia program komputer mengalami perkembangan yang sangat cepat sejak pertama kali program komputer dikembangkan. Perkembangan tersebut di khawatirkan akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi programmer, misalnya dalam hal pelanggaran hak cipta program komputer. Permasalahannya adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap program komputer di Indonesia, tindakan apa saja yang biasa dilakukan dalam pelanggaran hak cipta program komputer, serta upaya hukum apa yang dapat dilakukan atas pelanggaran hak cipta tersebut. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka metode yang digunakan adalah normatif yuridis. Kesimpulannya adalah bahwa program komputer merupakan salah satu ciptaan yang dilindungi oleh UU Hak Cipta, karena program komputer terdiri dari source code dan object code. Source code dan Object code inilah yang disebut sebagai karya sastra karena berisikan kode-kode, instruksi-instruksi berupa tulisan (Literary Works), sehingga terlihat ekspresi dari si pembuat program. Bentuk pelanggaran hak cipta program komputer yang sering terjadi adalah pemuatan ke Harddisk, Softlifting, Pemalsuan, dan Downloading Illegal, pelanggaran tersebut dapat juga terjadi apabila terdapat kesamaan source code. UU Hak Cipta memberikan perlindungan yang bersifat kualitatif yaitu lebih menekankan seberapa pentingkah bagian dari Source Code yang ditiru, sehingga apabila mengambil bagian yang menjadi ciri atau khas dari suatu ciptaan meskipun itu kurang dari 10%(sepuluh persen), maka dikatakan sebagai pelanggaran Hak Cipta. Upaya hukum yang dilakukan atas pelanggaran hak cipta program komputer adalah orang yang hak-nya telah dilanggar dapat mengajukan ke pengadilan atau di luar pengadilan. Apabila melalui pengadilan maka dapat mengajukan gugatan perdata ke pengadilan niaga dan juga dapat melaporkan ke Polisi untuk di proses secara pidana.  Kata Kunci: Program Komputer, Hak Cipta, Perlindungan Hukum

Uptake of Mercury Ion in a Wetland Plant, Canna Sp.

Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 5, No 1 (2015): Engineering
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.212 KB)

Abstract

Canna Sp. is one of the plants that can live in conditions of wetland cultivated in freshwater courses, which often serve as recipients for domestic and other sorts of wastewater. In the context of its life ability, this study deals to investigate the capacity of Canna Sp. in uptake toxic heavy metal mercury from a wetland system. Canna Sp. was cultivated in a polybag contained wastewater for a couple months to reach acclimatization. The wastewater contained mercury ions in different concentrations of 1.2; 0.96 and 0.36 mg-Hg/L. Each polybags contained five stems of Canna Sp. Control media (contain no mercury in media) were also prepared for these treatments. During 14 days of the experiment, the atmospheric air and water temperature (30+3 oC is optimum) were maintained and every five days, length of stems, concentration of mercury ion in water phase, and its tissue were analyzed. The concentration of mercury in shoots, leaves, and roots were analyzed by Atomic Absorption Spectrophotometer, Shimadzu AA 6300 after destructed using TCLP method. Results showed that Canna Sp. has resistant a survival on water phase containing mercury and it inhibits the growth of Canna Sp. in the log phase. The highest mercury ion uptake by Canna Sp. occurred in the root (1.16 – 1.34 mg-Hg/kg) compared to the leaves (0.05 – 0.33 mg-Hg/kg) and the shoots (0.29-0.69 mg-Hg/kg). These results reached to the conclusion that Canna Sp. has a potential for mercury phytoremediation application in a wetland system.