Articles

Found 13 Documents
Search

Pola Pembinaan Anak Usia Prasekolah melalui Prinsip-Prinsip Bermain sambil Belajar Marjuni, Marjuni; AK, Sodiq
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai penyusunan program bermain, pelaksanaan pembinaan bermain, pandangan tutor tentang pendidikan anak usia prasekolah, upaya pengembangan profesi tutor di tempat penitipan anak. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi tutor, dan pengelola tempat penitipan anak serta lembaga yang terkait guna meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan anak. Subjek penelitian adalah tutor kepala, anak asuh tempat penitipan anak. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif fenomenologik naturalistik. Pengumpulan data menggunakan pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi, teknik triangulasi digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) terdapat perbedaan program bermain antara bayi dengan anak yang lebih dewasa, baik menyangkut sifat bemain, cara bermain maupun materi bermain. Program bermain bayi cenderung bersifat individual, bebas spontan, sederhana difokuskan pada kegiatan sensorimotorik. Makin meningkat usia anak diikuti dengan yang lebih sosial, aktif, komplek difokuskan pada kegiatan berbicara dan berpikir, (2) Tutor menerapkan cara bermain aktif model plan-do-review. Prisipnya, tutor memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih aktivitasnya sendiri, (3) tutor berpandangan bahwa dengan memberikan kebebasan anak dapat belajar dan mengembangkan potensinya. (4) Pengembangan profesional tutor dilakukan dengan cara mengikuti pelatihan, seminar, membaca, bergabung dengan organisasi profesi dan mengadakan pertemuan tutor. Kata kunci: prasekolah, prinsip bermain.
MULTICULTURAL EDUCATION AND INTERRELIGIOUS LEADERS KNOWLEDGE Marjuni, Marjuni
Al-Ulum Vol 14, No 2 (2014): Al-Ulum December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multicultural-education is meant to portray about the efforts that must be carried out by teachers and lecturers in the midst of a growing cultural diversity in todays society. Teachers and lecturers are expected to contribute in revising the learning material as well as to reform the learning system with wider insight in the globalization process. The birth of various teachings or understandings which are not relevant with religious values, such as secularism and materialism, tends to make religion education to be helpless and even to make religion to be ruled out in various fields. This may also hit people when religion does no longer function effectively in multidimensional and multicultural life. -----Pendidikan berbasis multikultural dimaksudkan untuk menggambarkan tentang upaya-upaya yang harus dilakukan oleh guru dan dosen di tengah-tengah keanekaragaman budaya yang berkembang dalam masyarakat saat ini. Guru dan dosen diharapkan dapat berkonstribusi dalam merevisi materi pembelajaran serta melakukan reformasi dalam sistem pembelajaran dengan wawasan yang lebih luas dalam arus globalisasi. Lahirnya berbagai ajaran atau pemahaman yang tidak relevan dengan nilai-nilai agama, seperti aliran materialis dan sekuler, maka ada kecenderungan membuat pendidikan keagamaan menjadi tidak berdaya dan lebih lagi jika agama telah dikesampingkan dalam berbagai bidang. Hal ini mungkin juga menerpa umat bila agama tidak lagi berfungsi secara efektif dalam kehidupan multidimensi dan multikultural.
Kapitalisme dan Pendidikan Liberal Marjuni, Marjuni
Sulesana Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Sulesana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.654 KB) | DOI: 10.24252/.v6i2.1416

Abstract

Kapitalisme muncul sebagai antitesa terhadap sekularisme dan materialisme, yang telah menjadi idologi masyarakat Barat pada saat itu. Sekularisme dan materialisme sendiri lahir dari emperisme dan individualisme. Sekularisme dan materialisme inilah menyebabkan tingginya produktifitas barang-barang dan kemewahan duniawi, lalu kemudian melahirkan mentalitas abad industri yang manipulatif. Kebiasaan dan aktivitas baru itu mengakibatkan terciptanya institusi sosial dan politik baru dan membangkitkan pengajaran akademik baru yang membuat teori tentang seperangkat aktivitas ekonomi khusus, produksi, pertukaran, distribusi, peminjaman uang yang tiba-tiba muncul menonjol dalam relief yang tajam. Inilah yang mengakibatkan lahirnya kapitalisme.
PRESTASI BELAJAR MAHASISWA ANTARA LULUSAN MADRASAH ALIYAH DAN LULUSAN SEKOLAH UMUM (Studi Komparasi pada Prodi PGMI Fak. Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar) Marjuni, Marjuni; Bani, Suddin
Auladuna Vol 1, No 2 (2014): Auladuna
Publisher : PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.654 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berkenaan dengan prestasi belajar mahasiswa antara lulusan madrasah aliyah dan lulusan sekolah umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar mahasiswa antara lulusan Madrasah Aliyah dan lulusan Sekolah Umum pada Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar terhadap peningkatan hasil belajar. Sumber data penelitian ini terdiri dari dokumentasi Prodi PGMI, mahasiswa PGMI, pegawai, dan dosen Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar sebagai informan. Pengumpulan data mempergunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis/pengolahan data menggunakan 3 cara, yaitu: reduksi data, display data, dan verifikasi data. Untuk mengukur validitas instrumen digunakan rumus Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar pada aspek kognitif tidak mempunyai perbedaan yang menonjol antara lulusan SMU dan MA, tergantung dari tingkat ketekunan, intelegensi, minat, dan motivasi mahasiswa tersebut. Tetapi, pada ranah afektif terlihat perbedaan yang menonjol antara lulusan SMA dan MA. Lulusan MA lebih menampakkan sikap dan karakter yang baik seperti bertutur kata, bersikap, mandiri, dan toleran.Abstract: This study concerning with the achievement of the Graduate Students between Madrasah Aliyah and Public School. This study aimed at describing the achievement of PGMI students graduated from Madrasah Aliyah and the Public Schools at the Teaching and Teacher Training Faculty, UIN Alauddin Makassar. The data source of this research consists of documentation from PGMI departement in academic year 2011/2012. The source of the data were the student, the employees, and the lecturers. The data collected using interview, documentation, and observation. The data analyzed using three ways, namely: data reduction, data display, and data verification. To measure the validity of the instruments Pearson product moment formula was used. The results showed that the students of PGMI department at Tarbiyah and Teacher Training Faculty UIN Alauddin Makassar on cognitive aspects have no difference between the students graduated from the high school and Madrasah Aliyah, depending on the level of perseverance, intelligence, interest, and motivation of the student. However, in the affective domain, there was an obvious differences between the high school and Madrasah Aliyah graduates, where the graduates from Madrasah Aliyah was better in their attitudes and good character such as speech, attitude, independent and tolerant.
ANALISIS RESTATEMENT DALAM PENERAPAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL Pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Marjuni, Marjuni
Katalogis Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Katalogis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

One of the implementation of government regulation No. 71 of 2010 on the accounting system of government and regulatory of Home Affairs Minister No. 64 of 2013 on the application of the accrual-based of local government accounting system is restatement; balance sheet that needs to be restated at the beginning of the periode when the local government will implement the new accounting policy from cash toward accrual to a full accrual basis. Restatetments needed for balance sheet whose policies have not followed the full accrual basis. For the preparation of balance sheet on accrual basis, the year-end balance sheet in prior periods are still using cash toward accrual basis. Local government  in Central Sulawesi through regulation governor Central Sulawesi no. 20 of 2014 on the accounting policies of local government Central Sulawesi Province has set up changes that serve as guidelines in carrying out the process or stages of restatement balance against the government local working unit, especially in the Agency of Community Empowerment and Village Government. Initial implementation of government accrual-based accounting system in 2015 has been included in the notes to the financial statements of the office of Community Empowerment and Village Government in Central Sulawesi. The status of audit from the financial auditor Agency is corrected or are audited despite the fact that the balance sheet restatement in 2014 has not conducted by the Agency of Community Empowerment and Village Government in Central Sulawesi.
IDENTIFIKASI LITOLOGI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOLISTRIK PADA JALAN TRANS KALIMANTAN YANG MELEWATI DAERAH RAWA DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Marjuni, Marjuni; Wahyono, Sri Cahyo; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v12i1.1305

Abstract

Jalan Trans Kalimantan yang melewati daerah rawa di Kabupaten Banjar-Kalsel seringkali mengalami kerusakan baik berupa penurunan permukaan jalan ataupun retakan.  Identifikasi litologi  dilakukan untuk mengetahui lapisan tanah dan  zona lemah penyebab permukaan jalan yang rentan mengalami kerusakan. Metode menggunakan geolistrik tahanan jenis konfigurasi Dipole-dipole dengan panjang lintasan 100 m dan spasi 5 m. Penelitian ini dilakukan  pada 4 kecamatan dengan masing-masing 1 titik lokasi. Pengolahan data menggunakan program Res2dinv. Hasil interpretasi data menunjukkan lapisan tanah keempat lokasi adalah lapisan tanah uruk, tersusun dari tanah lanau pasiran dan pasir kerikil terisi lanau; Lapisan tanah jenuh air, tersusun dari lempung basah lembek dan lanau basah lembek, dan lapisan tanah tidak jenuh air bukan uruk, tersusun dari tanah lanau pasiran dan pasir kerikil terisi lanau
PILAR-PILAR PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KONTEKS KEISLAMAN Marjuni, Marjuni
Auladuna Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.758 KB)

Abstract

Abstract: Internalizing good character values are a system that enhance whole learning components into students attitude: knowledge, conciousness, and the action to live with the values. It is indicated that, all school components should be worked indeed like curriculum content, process of learning and evaluation, learning conducting, school management, co-curricular, learning mobiler, fund and work ethics. In term of character education, whole learning activity that teacher do must be imitable by the student. Everything about the behavior of teachers should be an example of learners such as in speech, materials, and various other related matters. The purpose of internalizing the values of characters is to shape the personality of students to become good citizens.Abstrak: Internalisasi nilai-nilai karakter yang baik merupakan suatu sistem yang berupaya untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik: pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Dalam pelaksanaannya, semua komponen sekolah harus dilibatkan, isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan kokurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan dan ethos kerja seluruh warga sekolah. Dalam pendidikan karakter, segala sesuatu yang dilakukan guru harus mampu mempengaruhi berkembangnya karakter peserta didik dimana guru menunjukan keteladanan. Segala hal tentang perilaku guru/dosen hendaknya menjadi contoh peserta didik, misalnya dalam berbicara, menyampaikan materi, dan berbagai hal terkait lainnya. Tujuan internalisasi nilai-nilai karakter adalah membentuk kepribadian peserta didik agar menjadi warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik.
PRESTASI BELAJAR MAHASISWA ANTARA LULUSAN MADRASAH ALIYAH DAN LULUSAN SEKOLAH UMUM (Studi Komparasi pada Prodi PGMI Fak. Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar) Marjuni, Marjuni; Bani, Suddin
Auladuna Vol 1, No 2 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.654 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berkenaan dengan prestasi belajar mahasiswa antara lulusan madrasah aliyah dan lulusan sekolah umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar mahasiswa antara lulusan Madrasah Aliyah dan lulusan Sekolah Umum pada Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar terhadap peningkatan hasil belajar. Sumber data penelitian ini terdiri dari dokumentasi Prodi PGMI, mahasiswa PGMI, pegawai, dan dosen Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar sebagai informan. Pengumpulan data mempergunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis/pengolahan data menggunakan 3 cara, yaitu: reduksi data, display data, dan verifikasi data. Untuk mengukur validitas instrumen digunakan rumus Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar pada aspek kognitif tidak mempunyai perbedaan yang menonjol antara lulusan SMU dan MA, tergantung dari tingkat ketekunan, intelegensi, minat, dan motivasi mahasiswa tersebut. Tetapi, pada ranah afektif terlihat perbedaan yang menonjol antara lulusan SMA dan MA. Lulusan MA lebih menampakkan sikap dan karakter yang baik seperti bertutur kata, bersikap, mandiri, dan toleran.Abstract: This study concerning with the achievement of the Graduate Students between Madrasah Aliyah and Public School. This study aimed at describing the achievement of PGMI students graduated from Madrasah Aliyah and the Public Schools at the Teaching and Teacher Training Faculty, UIN Alauddin Makassar. The data source of this research consists of documentation from PGMI departement in academic year 2011/2012. The source of the data were the student, the employees, and the lecturers. The data collected using interview, documentation, and observation. The data analyzed using three ways, namely: data reduction, data display, and data verification. To measure the validity of the instruments Pearson product moment formula was used. The results showed that the students of PGMI department at Tarbiyah and Teacher Training Faculty UIN Alauddin Makassar on cognitive aspects have no difference between the students graduated from the high school and Madrasah Aliyah, depending on the level of perseverance, intelligence, interest, and motivation of the student. However, in the affective domain, there was an obvious differences between the high school and Madrasah Aliyah graduates, where the graduates from Madrasah Aliyah was better in their attitudes and good character such as speech, attitude, independent and tolerant.
Problematika Pendidikan Islam di Indonesia Marjuni, Marjuni
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The first verse was sent by Allah swt. to the Prophet Muhammad saw. is the command to learning and teaching. From this fact, it can be concluded that Islam is very concerned with teaching and learning (in the context of studying). Thus, Islam obligates its followers to learn and teach. Moreover, in the Qur’an it can be found many sentences or verses which suggest Moslems to use their intelectual capacity, such as; yaqilun (to think), yatafakkarun (to observe), yubsirun (to delight), yasmaun (to hear) and so on. Globalization in education could be considered as one of education challenge to recent years, and nobody can avoid it. Indonesia as a nation should face this challenge and put strategies to get chances from global interactions and not only to be consuments of international market but to be a player from international communities
Aktualisasi Peran dan Tantangan Perguruan Tinggi Islam dalam Pencerahan dan Pencerdasan Marjuni, Marjuni
Al-Ulum Vol 17 No 2 (2017): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/au.v17i2.238

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi aktualisasi dan tantangan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Studi ini menunjukkan bahwa PTAI bukanlah merupakan pengalihan atau transfer of knowledge belaka melainkan manpu membantu para mahasiswa dan masyarakat  dalam mengembangkan potensinya. Dalam kasus FKTK UIN Alauddin, studi ini menunjukkan bahwa respon fakultas ini terhadap perubahan sosial dengan usaha membangun kecerdasan dan memperluas wawasan, membangun etos kerja dan menerapkan kurikulum aktif-positif, serta melakukan integarasi keilmuan. Hal demikian menjadi penting dalam rangka menyiapkan peserta didik utnuk mejadi sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik dan kepekaan social yang tinggi. Studi merekomendasikan bahwa PTAI harus berorientasi kedepan  dengan menerapkan pilar pendidikan sejati yakni: learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.