Djati Mardiatno
Fakultas Geografi UGM

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

Misconception Of Run-Up Definition And Its Implication To Tsunami Risk Assessment A Case Study In Pacitan Coastal Area, Indonesia Mardiatno, Djati; ., Suanrto; W.F., Lies Rahayu; Stotter, Johann
Indonesian Journal of Geography Vol 39, No 2 (2007): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This article aims to build the similar understanding of run-up concept and to review the "map of t,}iinami risk analysis in Pacitan" released by Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP)-BPPT Indonesia. We also propose similarunderstanding of risk definition related to the natural hazards, such as tsunami. The investigation used comparison method between 2 maps, i.e. tsunami risk map by BPDP and our tsunami risk map. Based on the comparison result, we found a misconception of rim-up in the tsunami risk map produced by BPDP. There is nodifferentiation between run-up and water-height over the land. It should be revised to avoid it from the incorrect rim-up definition. We also found if it was also mentioned as a "map of t.imami risk analysis" while the analysis result was notperformed in that map. Therefore, it is necessGlY to understand the run-up concept and risk concept first prior to map those phenomena.
KESESUAIAN LAHAN UNTUK TEMPAT TINGGAL DI DAS SECANG, KABUPATEN KULONPROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Land Suitability of Housing at Secang Watershed, Kulonprogo District, Yogyakarta Special Region Ayuningtyas, Efrinda Ari; Mardiatno, Djati
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kesesuaian lahan untuk tempattinggal berdasarkan peta penggunaan lahan aktual di DAS Secang, Kulonprogo dan untuk (2) mengetahui pengaruh parameter-parameter kondisi fisik terhadap kesesuaian lahan untuk tempat tinggal di DAS Secang. Unit analisis dalam penelitian ini adalah satuan lahan. Satuan lahan yang memiliki penggunaan lahan permukiman saja yang dijadikan lokasi pengambilan sampel. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah penjumlahan harkat tujuh parameter kesesuaian lahan untuk tempat tinggal di masing-masing sampel. Analisis data dilakukan dengan klasifikasi kelas lahan dari hasil penjumlahan tersebut. Dari hasil klasifikasi kesesuaian lahan dapat disimpulkan bahwa tempat tinggal yang ada di DAS Secang sebagian besar menempati lahan yang cukup sesuai (sedang) seluas 470,64 Ha atau 93,3 % meliputi D1/III/1/Pm, D1/III/3/Pm, D2/IV/1/Pm, dan D2/IV/3/Pm. Sebagian kecil berada di kelas tidak sesuai (buruk) seluas 33,78 Ha atau 6,7 % yaitu D3/V/1/Pm dan D3/V/3/Pm. Kelas lahan “sedang” dipengaruhi oleh parameter kemiringan lereng dan kembang kerut tanah. Sedangkan kelas lahan “buruk” dipengaruhi oleh parameter kemiringan lereng, kembang kerut tanah, dan gerak massa batuan.Kata kunci : DAS Secang, kesesuaian lahan untuk tempat tinggal, satuan lahan, gerak massa batuan
KEMAMPUAN LAHAN UNTUK ARAHAN KAWASAN BUDIDAYA DAN NON BUDIDAYA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI PETIR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Putra, Candraditya Dwaya; Mardiatno, Djati
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAS merupakan ekosistem yang di dalamnya terdapat interaksi antara biotik, abiotik dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geomorfologi, kondisi kemampuan lahan, dan arahan kawasan budidaya dan non budidaya Sub-DAS Petir Daerah Istimewa Yogyakarta.Weight factor matching (WFM) merupakan teknik analisa dalam penentuan kelas kemampuan lahan. Data yang digunakan adalah peta RTRW, data tanah dan data kemiringan lereng. Peta tanah, peta bentuklahan dan peta lereng digunakan dalam pembuatan satuan lahan. Analisa yang digunakan adalah analisa geomorfologi, analisa tanah, evaluasi kemampuan lahan dan analisa kawasan budidaya dan non budidaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di daerah penelitian termasuk dalam klas III  hingga klas VIII dimana di dominasi oleh klas VII. Topografi daerah penelitian yang miring hingga sangat curam dan erosi merupakan faktor pembatas yang mempengaruhi tingginya kelas kemampuan lahan. Hutan produksi (450 Ha atau 24,7%) dan kawasan hutan rakyat (653 Ha atau 35,9%) adalah jenis penggunaan lahan yang sesuai pada daerah penelitian.Kata kunci : Weight Factor Matching (WFM), RTRW, Satuan lahan, kelas kemampuan lahan, kawasan budidaya dan non budiaya.
PERKIRAAN LAJU EROSI ABU VOLKANIK HASIL ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI TAHUN 2010 DI SUB-DAS OPAK YOGYAKARTA Faizah, Nurul; Mardiatno, Djati
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010 menghasilkan material piroklastik salah satunya abu volkanik. abu volkanik merupakan material yang mudah tererosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi abu volkanik menggunakan rainfall simulator dan USLE dengan kemiringan lereng yang berbeda dan mengetahui korelasi laju erosi dengan kemiringan lereng. Pengujian laju erosi dengan rainfall simulator menggunakan intenstas hujan 30 mm/jam dan kemiringan lereng 10. 20 dan 30 derajat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kemiringan lereng, laju erosi abu volkanik juga semakin besar. Laju erosi abu volkanik yang dihasilkan USLE jika dibandingkan dengan rainfall simulator karena beberapa kelemahan USLE yang mengakibatkan over estimate dan tidak semua parameter USLE digunakan pada rainfall simulator. Hasil perhitungan laju erosi abu volkanik di SubDAS Opak menggunakan USLE adalah 309,83 ton/ha/tahun. Berdasarkan klasifikasi bahaya erosi, laju erosi tersebut termasuk dalam klasifikasi tinggi.Kata kunci: erosi, abu volkanik, rainfall simulator, kemiringan lereng
PENGARUH EROSIVITAS DAN TOPOGRAFI TERHADAP KEHILANGAN TANAH PADA EROSI ALUR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SECANG DESA HARGOTIRTO KECAMATAN KOKAP KABUPATEN KULONPROGO THE INFLUENCE OF EROSIVITY AND TOPOGRAPHY ON SOIL LOSS ON RILL EROSION AT SECANG WATERSHED HARG Tarigan, Dela Risnain; Mardiatno, Djati
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh erosivitas dan kelerengan terhadapperkembangan erosi alur dan untuk (2) mengetahui faktor pengontrol perkembangan alur erosi di DASSecang.Metode perhitungan erosivitas harian menggunakan metode Bols, perhitungan kelerenganmenggunakan metode Wischmeir dan Smith dan metode kehilangan tanah menggunakan rumusmodifikasi Hudson serta Stocking dan Murnaghan. Pengaruh antara erosivitas dan kelerengan terhadapkehilangan tanah dianalisis menggunakan regresi linier melalui regresi akan diperoleh nilai korelasi(r).Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengontrol kehilangan tanah di DAS Secangadalah topografi dengan rerata nilai korelasi sebesar 0,93 dan rerata nilai korelasi erosivitas adalahsebesar 0,37. Nilai ini menunjukkan bahwa topografi memiliki pengaruh yang lebih tinggi terhadapkehilangan tanah dari faktor erosivitasKata kunci: kehilangan tanah, erosivitas, topografi
KAJIAN GEOEKOLOGI DAERAH KEPESISIRAN LOMBOK BARAT UNTUK PENGEMBANGAN WISATA PANTAI Mardiatno, Djati
Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 1 (2002): Maret 2002
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.13230

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi dan mengklasifikasi satuan geoekologi daerah kepesisiran dan memetakan satuan-satuan geoekologi daerah kepesisiran di daerah Lombok Barat; (2) mengetahui karakteristik satuan geoekologi daerah kepesisiran Lombok Barat; dan (3) mengetahui tipe geoekologi dan fungsi masing-masing tipe geoekologi daerah kepesisiran di daerah Lombok Barat untuk menentukan altenatif pengembangan dan pengelolaan kawasan kepesisiran. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan penentuan sampel secara purposif. Satuan analisis yang digunakan adalah satuan geoekologi yang dinilai potensi dan kendala masing-masing untuk dikembangkan kegiatan wisata tertentu. Penilaian potensi menggunanakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Oppurtunity, dan Threat) untuk menentukan klasifikasi tipe geoekologi tiap lokasi. Klasifikasi tipe geoekologi untuk satuan geoekologi A memiliki peluang jenis kegiatan wisata 6 macam, tipe B jenis kegiatan 4 s.d 5 macam, dan tipe C jenis kegiatan wisata 3 macam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kawasan kepesisiran Lombok Barat terdiri atas 7 satuan geoekologi yaitu satuan geoekologi lepas pantai, gisik, dataran alluvial pantai, dataran alluvial, lembah antar bukit, lereng kaki perbukitan, dan perbukitan denudasional. Berdasarkan identifikasi terhadap 18 titik pengamatan, tipe geoekologi A merupakan tipe geoekologi yang dominan (10 lokasi), diikuti oleh tipe C (6 lokasi), dan tipe B (2 lokasi). Kondisi fisik di kawasan kepesisiran di Lombok Barat sangat menunjang untuk pengembangan wisata. Upaya pemantauan dan pengendalian perlu dilakukan pada lokasi dengan tipe geoekologi A. Lokasi yang potensial tetapi belum berkembang perlu dikembangkan dengan meningkatkan sarana pendukung yang memadai.
ANALISIS KESIAPSIAGAAN RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG UNTUK MENGANTISIPASI ANCAMAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI Wijaya, Oktomi; Trisnantoro, Laksono; Mardiatno, Djati
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kota Padang adalah salah satu area di Indonesia yang memiliki risiko tinggi untuk gempa dan tsunami yang dikenal dengan Mentawai Megathrust. Para Peneliti memperkirakan bahwa ada potensi gempa bumi 8,8 SR dan diikuti tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesiapsiagaan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, mengevaluasi kendala serta untuk merekomendasikan  kebijakan terkait rencana kesiapsiagaan rumah sakit dalam mengantisipasi ancaman mentawai megathrust. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (gabungan anatara metode kualitatif dan kuantitatif). Metode kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, sedangkan metode kuantitatif dengan menggunakan indeks kesiapsiagaan. Hasil penelitian ini adalah Kesiapsiagaan rumah sakit menurut konsep hospital safety index PAHO adalah 0,558, kesiapsiagaan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah berdasarkan konsep PKMK FK UGM adalah 0,16. Kesiapsiagaan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah berada pada level kesiapsiagaan rendah. Hal ini berarti Tindakan perbaikan sangat dibutuhkan segera. Status kesiapsiagaan rumah sakit belum memadai untuk melindungi pasien dan staf RS selama dan sesudah terjadi bencana. Kata-kata kunci: Kesiapsiagaan, rumah sakit, manajemen bencana  Abstract Padang city is one area of Indonesia that posed high risk on earthquake and tsunami as known as Mentawai Megathrust. The objective of this research was to examine the preparedness status of Siti Rahmah Islamic Hospital, evaluate the constraints and formulate recommendation policy related to hospital disaster plan to anticipate mentawai megathrust. This research using mix methods (combine qualitative and quantitative methods). Qualitative methods using indepth interview, observation, and document review, while quantitative methods using preparedness index. The result of this research showed that hospital preparedness level was 0.558 (PAHO concept), while based on PKMK FK UGM, the hospital preparedness level was 0.16. Hospital Preparedness level was on low level. This level means that urgent intervention measures are needed. The hospitals current preparedness level is inadequate to protect the lives of patients and hospital staffs during and after disaster.  Keywords: Preparedness, Hospital, disaster management
PENDEKATAN SEL SEDIMEN MENGGUNAICAN CITRA PENGINDERAAN JAUH SEBAGAI DASAR PENATAAN RUANG WILAYAH PESISIR (STUDI KASUS DI PESISIR UTARA PROPINSI JAWA TENGAH) Khakhim, Nurul; Dulbahri, Dulbahri; Mardiatno, Djati; Arminah, Valentina
Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 2 (2005): September 2005
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.455 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13291

Abstract

ABSTRAK Wilayah pesisir adalah wilayah peralihan antara darat dan taut. Terdapat banyak sekali amberdaya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, sehiagga perkernbangan wilayah pesisir emakin pesat dan kondisi ini menyebabkan konflik antara berbagai kepentingan manusia di ,ilayah tersebut. Diperlukan pengaturan ruang di wilayah pesisir untuk mengatasi konflik antar epentingan tersebut dengan menggunakan suatu pendekatan yang mempertimbangkan hubungan etiap sumberdaya dalam ekosistem wilayah pesisir dan dengan tetap memperhatikan ekosistem ersebut secara menyeluruh. Pendekatan tersebut adalah pendekatan set sedimen (sediment cell). iel sedimen adalah satuan panjang pantai yang mempunyai keseragaman kondisi fisik dengan carakieristik dinamika sedimen detain wilayah pergerakannya tidak mengganggu keseimbangan iondisi pantai yang berdekatan. Pendekatan set sedimen untuk perencanaan tats ruang pada winsipnya adalah bahwa satu unit pengelolaan adalah panjang pantai dengan karakteristik tertentu yang berkaitan dengan proses alami dan penggunaan lahan pesisir. Tujuan dart penelitian ini edalah menentukan batas set sedimen di wilayah pesisir utara Propinsi Jawa Tengah sebagai dasar penataan ruang pesisir di wilayah tersebut. Metode yang digunakan untuk menentukan sel sedimen adalah dengan interpretasi citra Landsat ETM+ tahun 2002 dan pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah pesisir utara Propinsi Jawa Tengah terdapat 6 sel sedimen, dimana dap sel sedimen tersebut mempunyai keseragaman kondisifisik dengan karalaeristik dinamika sedimen yang berbeda dengan sedimen set lainnya. Sel sedimen-sel sedimen tersebut meliputi : Sel sedimen 1 yang dimulai dari Muara Sungai Cisanggarung sampai sebelah timur Muara Sungai Pemali, Sel sedimen 2 yang dimulai dart sebelah Timur Sungai Pemali sampai Muara Sungai Bodri, Sel sedimen 3 yang dimulai dart Muara sungai Bodri sampai Muara Sungai Wulan, Sel Sedimen 4 yang dimulai dan muara Sungai Wulan sampai pesisir utara Kabupaten Jepara, Set sedimen 5 yang dimulai dart pesisir utara Kabupaten Pea sampai Muara Sungai Kalioso Rembang, dan Sel sedimen 6 yang dimulai dart muara Sungai Kalioso sampai pesisir utara Kabupaten Rembang, Tap-flap sel sedimen dapat digunakan sebagai dasar pengaturan peruntukan ruang kegiatan pembangunan dengan memperhatikan perilaku sedimen dengan menvusun matrik keserasian kegiatan pembangunan di wilayah pesisir.
Kerangka Aset Rumah Tangga Miskin dalam Peristiwa Banjir Pasang Surut di Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan Ni’mah, Novi Maulida; Sadharto, Djarot; Mardiatno, Djati
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1753.633 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13119

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang penghidupan rumah tangga miskin dalam konteks bencana banjir pasang surut di Kota Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui aset dan (2) dampak banjir pasang surut terhadap aset. Penelitian ini menggunakan pendekatan descriptive exploratory dan field research yang dibahas secara deskriptif kualitatif dengan menguraikan aset rumah tangga miskin dan dampak banjir pasang surut terhadap aset. Pemanfaatan aset oleh rumah tangga miskin di Kecamatan Pekalongan Utara dilakukan sesuai mata pencaharian yang dimiliki yaitu sektor pertanian dan perikanan serta sektor industri, perdagangan, dan jasa. Sektor pertanian dan perikanan bergantung pada natural asset yaitu laut, sungai, dan lahan, sedangkan sektor industri, perdagangan, dan jasa bergantung pada physical asset yaitu rumah, alat transportasi, dan alat bekerja. Kerusakan kedua aset tersebut akibat bencana banjir pasang surut telah menghambat peningkatan kesejahteraan hidup. ABSTRACT This study discusses the livelihoods of poor households in the context of tidal flood in Pekalongan City. The purpose of this study was (1) to know the assets and (2) to determine the impact of tidal flood to assets. This study used descriptive exploratory and field research approach which discussed in qualitative descriptive with outline of assets of poor households and the impact of tidal flood to assets. Utilization of assets by poor households in the Pekalongan Utara District done according owned livelihood that is agriculture and fisheries sectors as well as industry, trade, and services. Agriculture and fisheries rely on the natural assets of the sea, river and land, while the industrial sector, trade, and services depend on the physical asset of a house, transportation, and work tools. Damages to the two assets caused by flood tides have prevented an increase in welfare.
Errata: Kerangka Aset Rumah Tangga Miskin dalam Peristiwa Banjir Pasang Surut di Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan Ni’mah, Novi Maulida; Sadharto, Djarot; Mardiatno, Djati
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.453 KB) | DOI: 10.22146/mgi.17332

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang penghidupan rumah tangga miskin dalam konteks bencana banjir pasang surut di Kota Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui aset dan (2) dampak banjir pasang surut terhadap aset. Penelitian ini menggunakan pendekatan descriptive exploratory dan field research yang dibahas secara deskriptif kualitatif dengan menguraikan aset rumah tangga miskin dan dampak banjir pasang surut terhadap aset. Pemanfaatan aset oleh rumah tangga miskin di Kecamatan Pekalongan Utara dilakukan sesuai mata pencaharian yang dimiliki yaitu sektor pertanian dan perikanan serta sektor industri, perdagangan, dan jasa. Sektor pertanian dan perikanan bergantung pada natural asset yaitu laut, sungai, dan lahan, sedangkan sektor industri, perdagangan, dan jasa bergantung pada physical asset yaitu rumah, alat transportasi, dan alat bekerja. Kerusakan kedua aset tersebut akibat bencana banjir pasang surut telah menghambat peningkatan kesejahteraan hidup.  ABSTRACT This study discusses the livelihoods of poor households in the context of tidal flood in Pekalongan City. The purpose of this study was (1) to know the assets and (2) to determine the impact of tidal flood to assets. This study used descriptive exploratory and field research approach which discussed in qualitative descriptive with outline of assets of poor households and the impact of tidal flood to assets. Utilization of assets by poor households in the Pekalongan Utara District done according owned livelihood that is agriculture and fisheries sectors as well as industry, trade, and services. Agriculture and fisheries rely on the natural assets of the sea, river and land, while the industrial sector, trade, and services depend on the physical asset of a house, transportation, and work tools. Damages to the two assets caused by flood tides have prevented an increase in welfare.