p-Index From 2014 - 2019
14.903
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Majalah Forum Teknik UGM Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan EDU CIVIC KINESIK Katalogis Buletin Udayana Mengabdi MEDIA MEDIKA INDONESIANA JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara ) Jurnal Guru Kita PGSD AUSTENIT Publikasi Pendidikan Buletin Penelitian Kesehatan Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Ekologi Kesehatan IQTISHODUNA English Language Teaching Jurnal Kesehatan Masyarakat Abdimas Rekayasa Pendidikan Bahasa Inggris Lentera Pendidikan AL-Fikr Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal NERS Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Al Ilmi JURNAL KOLABORASI JURNAL OCTOPUS DEDIKASI Bio Ilmi: Jurnal Pendidikan BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Journal of English Literacy Education Sriwijaya University Learning and Education International Conference Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) English Education Journal Jurnal Pertanian Terpadu AGROLAND: The Agricultural Sciences Journal Paediatrica Indonesiana Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Pendidikan Dasar Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English INOVASI Jurnal Biologi Tropis JURNAL SERAMBI ILMU Management and Economics Journal (MEC-J) Jurnal Smart PAUD Jurnal Chemurgy Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Jurnal ACSY : Jurnal Accounting Politeknik Sekayu Query: Journal of Information Systems Jurnal Etika Demokrasi Prodi PPKn Unismuh Makassar JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Dunia Gizi SOL JUSTICIA JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC DAYAH: Journal of Islamic Education Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Jurnal Entomologi Indonesia Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan DEIKSIS INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) Unnes Journal of Public Health BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Abdimas Mahakam JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Al Kalam : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Manajemen Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah JURNAL RISET TERAPAN AKUNTANSI Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : AUSTENIT

PERUBAHAN GEOMETRIK PADA PENGELASAN PLAT ST 37 PADA PROSES LAS LISTRIK Mardiana, Mardiana
AUSTENIT Vol 2, No 01 (2010): AUSTENIT 02012010
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengelas merupakan salah satu cara menyambung logam atau plat ST 37 dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Salah satu cara menyambung logam selain dengan menggunakan las gas adalah dengan cara menggunakan las listrik, inilah yang biasa disebut dengan las listrik. Dalam pengelasan dengan menggunakan las catat atau las kecil yang digunakan sebagai pekerjaan las permulaan untuk mengikat bagian-bagian yang akan dilas. Apabila dua plat tipis dengan kampuh T tanpa dibuat las catat maka kedua sisi kampuh yang masih bebas akan akan bergeser. Untuk itu dalam pengelasan diperlukan juga jenis- jenis elektroda sebagai bahan tambah. Memilih besarnya arus tergantung pada diameter elektroda, karena tiap-tiap elektroda memiliki Amper minimum dan maximum. Demikian juga dengan panjang pendeknya busur berpengaruh terhadap hasil pengelasan. Dalam persiapan-persiapan pengelasan diantarannya dilakukan juga pada pengerjaan sisi yang akan digerinda atau di pahat, sehingga untuk menggurangi geseran atau perubahan geometrik dan kedua sisi yang akan dilas harus diatur. Sehingga pada akhir pengelasan makin besar pula sudut dan celah yang terbentuk. Untuk mencegah hal-hal tersebut di atas maka seorang ahli konstruksi las harus mengetahui pengetahuan bagaimana cara mengatasi perubahan geometrik pada pengelasaan.
MODIFIKASI TANG SEBAGAI PEMBUKA BUAH DURIAN PORTABLE Anwar Sani, Almadora; Mardiana, Mardiana; Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol 9, No 1 (2017): AUSTENIT 09012017
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.254 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan manfaat buah durian yang dapat dijadikan bahan olahan, membuat masyarakat ingin mengolah isi buah durian. Industri kecil dan menengah di Indonesia berkembang cukup pesat. Banyak industri kecil saat ini berlomba untuk merancang serta menciptakan suatu produk dengan harga murah dan kualitas baik, sehingga dapat bersaing di pasaran dengan produk barang jenis lain. Agar buah durian dapat dinikmati atau diolah perlu proses untuk membuka kulit buah durian dangan cara dibelah. Pembuatan alat ini terinspirasi dari sistem kerja tang. Alat ini bekerja seperti tang, membuka dan menutup. Metode dalam penelitian ini meliputi pengamatan, study literature, desain alat dan eksperimental. Alat pembelah buah durian ini dapat digunakan dan dikembangkan untuk rumah tangga maupun industri kecil dan menengah. Dengan desain yang sederhana memudahkan untuk penggunaan dalam membuka kulit buah durian. Alat Pembuka kulit buah durian dapat digunakan oleh kalangan pribadi, pedagang buah durian, pengusaha buah durian pada industry kecil dan menengah. Alat ini digunakan, simple dan dapat dibawa (portable) dan mudah dalam perawatan.
PENGARUH RADIUS PEMBENGKOKKAN BAJA TULANGAN BER ULIR TI DIAMETER 13 MM TERHADAP KEKUATAN TARIK Mulyadi, Mulyadi; Mardiana, Mardiana; Yahya, Yahya
AUSTENIT Vol 6, No 2 (2014): AUSTENIT 06022014
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1451.648 KB)

Abstract

Baja tulangan merupakan suatu bahan yang sering di gunakan disuatu kontruksi, terutama kontruksi bagunan Gedung bertingkat,jembatan,rumah, ruko dan lain-lain sebagainya, untuk itu dalam melakukan pemilihan bahan-bahan baja tulangan perlu sekali kita harus mengetahui spesifikasi dari bahan tersebut, untuk membuktikan kebenaran dari spesifikasi bahan tersebut kita harus melakukan pengujian laboratorium, terutama pengujian tarik (tensile test), guna untuk mengetahui kekuatan tarik atau tegangan,regangan, dan yield point tertinggi pada baja tulangan tersebut, karena sekarang ini cukup banyak pabrik-pabrik yang memproduksi baja tulangann ini, oleh karena itu sebelum kita menggunakan baja tulangan tersebut sebaiknya kita harus mengetahui sepsifikasi yang sebenarnya dari Pabrik. Didalam penggunaan di lapangan baja tulangan tersebut tidak dapat menghindari dari proses pembengkokkan, oleh karena itu kita harus melakukan percobaan-percobaan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh proses pembengkokkan ini terhadap pengurangan kekuatan baja tulangan tersebut, oleh karena itu didalam penelitian ini peneliti melakukan pembuktian seberapa banyak pengaruh kekuatan tarik terhadap baja tulangan tersebut apabila terjadi pembengkokkan dengan beberapa kali pengulangan dan sudut pembengkokkan yang di alkukan, didalam proses pembengkokkan berpengaruh juga dengan cara berakan pembengkokkan ada yang menggunakan mesin ada yang menggunakan tangan (konvensional). Dari hasil yang dilakukan yang sangat berpengaruh adalah cara pembengkokkan, dan sudut bengkokkan yang di lakukan dalam hal ini yaitu sudut 450 dan 900 , serta pengulangan pembengkokkan yang berulang-ulang, hal ini dapat menyebabkan berkurangnya tingkat elastisitas dan dapat menaikakan tegangan. 
RANCANG BANGUN MINIATUR MEKANISME PENGANGKAT JARING PADA BAGAN APUNG Junaidi, Ahmad; Mardiana, Mardiana
AUSTENIT Vol 7, No 1 (2015): AUSTENIT 07012015
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.858 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara maritim dengan luas wilayah lebih dari separuhnya daerah perairan yang terbantang luas, negara ini juga kaya akan hasil perairannya dikarenakan Indonesia berada dalam daerah yang strategis yang terjepit antara dua benua asia dan australia, serta dua samudera pasifik dan samudera hindia. Mekanisme pengangkat jaring ini bertujuan untuk membantu kerja nelayan agar lebih mudah dan cepat dengan waktu yang sangat effisien serta hasil yang memuaskan, dengan mengkombinasikan dari berbagai aspek seperti mekanisme pengangkat dan motor listrik dengan daya yang sesuai, serta dengan perhitungan yang tepat maka dapat diciptakan suatu sistem mekanisme pengangkat jaring yang dapat mengangkat hasil tangkapan yang memuaskan bagi para nelayan dengan menghemat tenaga dan waktu. Sehingga nantinya frekuensi penangkapan yang sebelumnya hanya 4-5 kali penangkapan dalam semalam, dapat menjadi 5-7 kali menangkapan dalam semalam dengan menekankan waktu penarikan jaring lebih cepat dari pada dengan proses manual melalui tenaga manusia. Sehingga harapan dengan pembuatan mekanisme pengangkat jaring ini nantinya dapat dikembangkan kembali dengan menggunakan perhitungan dan prototipe dengan skala nyata agar dapat bermanfaaat bagi para nelayan Indonesia kedepannya.
INOVASI PADA PENGEREMAN SEPEDA MOTOR KONVENSIONAL MENGGUNAKAN METODE ABS (ANTILOCKED BRAKE SYSTEM) Putri, Fenoria; Widagdo, Tri; Mardiana, Mardiana; Ginting, Muchtar
AUSTENIT Vol 10, No 1 (2018): AUSTENIT 10012018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.929 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seringnya terjadi kecelakaan lalu-lintas, terutama pada pengoperasian sepeda motor. Salah satu factor penyebabnya adalah pada sistem pengereman. Ketika kendaraan harus berhenti mendadak karena sesuatu hal maka roda sepeda motor akan terkunci (locked), sehingga antara ban dan permukaan jalan akan terjadi gesekan kinetis yang berdampak pada hilangnya pengendalian sepeda motor. Penelitian ini memiliki tujuan umum untuk mendapatkan sistem pengereman sepeda motor yang lebih efektip, sehingga dapat meningkatkan keamanan bagi pengendara sepeda motor. Metode penelitian bersifat kaji eksperimental yang dimulai dengan rancang bangun komponen ABS (antilocked Brake System). Eksperimen dilakukan dengan cara mengoperasikan kendaraan bermotor manual pada kecepatan tertentu, selanjutnya kendaraan di rem kejut. Respon pengereman dilihat dari jarak tempuh kendaraan sampai dengan posisi berhenti. Perlakuan tersebut juga dilakukan pada sepeda motor yang menggunkan sistem ABS. Keberhasilan penggunaan sistem ABS dianalisis dengan cara membandingkan kedua data pengereman tersebut. Dari kegiatan rancang bangun pengereman ABS dan dilanjutkan dengan pengujian, dapat disimpulkan antara lain:-        Terjadi hubungan linier antara kecepatan dan jarak pengereman, baik untuk pengereman konvensional maupun pengereman ABS.-        Frekwnwbsi getaran optimum untuk pengereman ABS adalah fopt = 11,5 cps, kapasitor yang dipakai mempunyai spesifikasi C = 130 μF-        Pengereman ABS yang dikembangkan bersifat luwes (flexible), artinya dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan-        Komponen ABS murah hargya dan tersedia di berbagai toko suku cadang kendaraan bermotor-        Perangkat keras ABS mudah dalam perawata serta perbaikan jika terjadi kerusakan.
PENGARUH KEKERASAN DENGAN BUSUR NYALA PADA MATERIAL ST 37, ST 60 DAN AMUTIT Romli, Romli; Mardiana, Mardiana
AUSTENIT Vol 5, No 2 (2013): AUSTENIT 05022013
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.212 KB)

Abstract

Proses pengerasan adalah baja dipanaskan pada temperatur diatas temperatur kritis, kemudian didinginkan dengan memakai media pendingin dengan tujuan supaya didalam baja dan permukaannya akan terjadi pertambahan kekerasan. Salah satu cara pengerasan baja bisa dilakukan dengan busur nyala. Pada umumnya busur nyala ini dihasilkan oleh reaksi antara gas yang mudah terbakar dengan oksigen yang dinyalakan dengan percikan api. Nyala yang paling sering digunakan dengan nyala las asitelin (C2H2). Hasil kekerasan yang maksimal nilainya adalah pada material Amutit Steel dengan media pendingin air, disebabkan karena pendinginan yang secara tiba-tiba atau pendinginan secara kejut, fasa yang didapatkan dengan pendinginan air ini adalah fasa Martensit yang mempunyai sifat yang keras dan rapuh serta elastisitasnya rendah. Hasil kekerasan yang minimal nilainya adalah pada material ST 60 dengan memakai media pendingin udara, karena fasa material yang didapat adalah fasa pearlit dan ferit. Fasa pearlit dan ferit ini lebih rendah kekerasannya dibandingkan dengan fasa martensit dan sifat keuletan dan elastisitasnya lebih baik  dibandingkan dengan fasa Martensit.
DESAIN INOVASI ALAT BANTU PEMBUKA KULIT BUAH DURIAN UNTUK INDUSTRI KECIL Anwar Sani, Almadora; Mardiana, Mardiana; Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol 6, No 1 (2014): AUSTENIT 06012014
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.937 KB)

Abstract

Desain alat ini bertujuan memberikan inovasi dalam pengembangan Teknologi Tepat Guna. Alat ini dapat dikembangkan untuk digunakan pada Industri Kecil yang berdasarkan tinjauan pustaka. Kebutuhan masyarakat akan manfaat buah durian yang dapat dijadikan bahan olahan, membuat masyarakat ingin megolah isi buah durian. Industri kecil dan menengah di Indonesia berkembang cukup pesat. Banyak industri kecil saat ini berlomba untuk merancang serta menciptakan suatu produk dengan harga murah dan kualitas baik, sehingga dapat bersaing di pasaran dengan produk barang jenis lain. Agar buah durian dapat dinikmati atau diolah perlu proses untuk membuka kulit buah durian dangan cara dibelah. Alat pembelah kulit buah durian dirancang memiliki dimensi 28 x 10 x 2 cm. Alat ini bekerja seperti tang, membuka dan menutup. Alat pembelah buah durian ini dapat digunakan dan dikembangkan untuk rumah tangga maupun industri kecil. Dengan desain yang sederhana memudahkan untuk penggunaan dalam membuka kulit buah durian. Keunggulan alat ini mudah cara penggunaannya, bisa dibawa, aman dari tertusuk kulit durian, dan perawatan mudah. 
ANALISIS PENGARUH PROSES HEAT TREATMENT PASKA PENGELASAN TERHADAP KETAHANAN KOROSI BESI TUANG KELABU KAJI Mardiana, Mardiana; Rasid, Muhammad; Medi, Ali
AUSTENIT Vol 4, No 02 (2012): AUSTENIT 04022012
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.734 KB)

Abstract

Besi tuang kelabu banyak digunakan pada meja mesin seperti mesin bor, mesin Miling, Mesin Bubut, surface grinding  karena mempunyai sifat-sifat antara lain dapat meredam getaran yang    sangat baik  ( kapasitas peredamnya tinggi), tahan panas, tahan korosi, mudah dalam pengecoran  karena memiliki titik lebur yang rendah, mudah untuk dikerjakan di mesin, mudah didapat  dengan harga yang relatif murah.  Salah satu proses  pengelasan yang dapat dilakukan pada besi tuang kelabu adalah proses pengelasan dengan elektroda terbungkus  atau SMAW ( Shield Metal Arc Welding) dengan menggunakan arus searah DC dan menggunakan elektroda jenis DFC NiFE atau NiFE-C1. Hal yang paling memungkinkan akibat dari proses pengelasan besi tuang (Cast Iron)  adalah terjadinya retak las dimana hal ini disebabkan karena pembekuan yang terlalu cepat, tegangan penyusutan yang terlalu tinggi, prosedur pengelasan yang salah dan penggunaan elektroda yang tidak sesuai. Tegangan penyusutan dalam pengelasan yang terjadi karena timbulnya lonjakan tegangan yang lebih besar yang disebabkan oleh perubahan sifat-sifat bahan pada sambungan terutama pada daerah terpengaruh panas  HAZ ( heat Affected Zone), Untuk mengetahui sejauhmana laju korosi untuk specimen uji setelah dilakukan pengelasan yaitu dengan perendaman specimen uji kedalam larutan NaCl dengan perbandingan 3,5% dengan waktu ekspos 40 hari. Dari data pengujian dapat kita lihat adanya penurunan laju korosi yang cukup siknifikan sebesar 62,06 % yaitu 3.1558 . 10-6 gram/menit untuk specimen uji tanpa di heat treatment dan  1,1971.10-6 gram/menit untuk material yang mendapat perlakuan panas (heat treatment). Hal ini menunjukkan bahwa  proses heat treatment paska pengelasana pada temperatur 730 °C dan kemudian ditahan selama 60 menit dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi pada material besi tuang kelabu.
INOVASI PERAWATAN AUTOMOTIVE MENUJU NANO TEKNOLOGI Rasid, Muhammad; Mardiana, Mardiana
AUSTENIT Vol 3, No 01 (2011): AUSTENIT 03012011
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.977 KB)

Abstract

Perawatan yang baik akan dapat menurunkan biaya cost down, dan memperpanjang umur mesin salah satu metode yang dikembangkan yaitu predictive maintenance base on condition monitoring akan membantu industri dalam mengontrol biaya perawatan mesin, mengontrol penggunaan bahan bakar minyak. Pemanasan mesin yang tepat dapat membantu cost down perawatan mesin. Beberapa terobosan penting telah muncul di bidang nanoteknologi. Pengembangan ini dapat ditemukan di berbagai produk yang digunakan di seluruh dunia. Sebagai contohnya adalah katalis pengubah pada kendaraan yang mereduksi polutan udara, device pada komputer yang membaca-dari dan menulis-ke hard disk, Nano Energizer adalah partikel ceramic nano yang sangat kecil, yang dikembangkan oleh Korea Nano Tech Institute. Nano Energizer mampu merestorasi (memulihkan) bagian mesin yang aus karena gesekan (seperti seher/piston), sehingga kompressi menjadi normal kembali. Pulihnya sistem kompressi ini mempunyai efek yang sangat luas, seperti (untuk mobil): BBM jadi hemat, asap mobil berkurang bahkan hilang, tenaga mesin bertambah, dan tarikan jadi ringan.
Co-Authors Ahmad Junaidi Ahmad, Djuwariah Ali Medi Amrul Munif Anis Rachma Utary Anwar Sani, Almadora Apoina Kartini Arsita Eka Rini Aulia Dewi Listiyana Baju Widjasena Bangun, Bangun Baso Jabu, Baso Baso, Andi Batlajery, Jomima Budi Setiawati Chairlan, Chairlan Chanif Mahdi Choiruddin, Choiruddin D Kurniawan Dahlifa, Dahlifa Deki Wibowo, Deki Dessi Aryani DEWI PURNAMA Dhani Aryanto, Dhani Dharmawati Dharmawati, Dharmawati Diana Diana Dianata, Ayyu Wafiqotun Mirza Dikpride Despa Dina Nur Anggraini Ningrum Djajaningrat, Husjain Djarismawati Djarismawati Djaswadi Dasuki Djoko W. Karmiadji Eddy Susanto Eka Fitriani Ekawati, Elok Eko Feri Haryadi Saputra, Eko Feri Eko Prabowo, Eko Elfira Rosa Pane elfira rosa pane, elfira Eliza Eliza Endah P, Puji Evi Normalasari, Evi Evi Widowati Farida Farida Fatmawati Fatmawati Fauziyah Harahap Galuh Nita Prameswari Gigih Forda Nama, Gigih Forda Ginting, Muchtar Hamidah Hamidah Hartati, Eka Hasyimi, Mochammad Hawalina, Hawalina Henny Wulandari, Henny Heru Pradjatmo Hery Dian Septama Idiannor Mahyudin, Idiannor Ihyani Malik, Ihyani Intan Zainafree, Intan Irwan Budiono Joko Sumantri, Joko Joni Haryanto Kahar Kahar, Kahar Karningsih Karningsih Komarudin, M. Kurnia, Arif Rahmat Lukman Fauzi Lukman Nul Hakim M. Hasyimi Mahfudz Mahfudz Manurung, Rikki Mardjan Soekirno MARSON, JONT Martin, Remy Meizano Ardhi Muhammad, Meizano Ardhi Menip, Menip Mimien Henie Irawati Al Muhdhar Miranti Miranti Miranti, Ritma Siwi Muhammad Sholeh Kosim, Muhammad Sholeh Mulyadi Mulyadi Mursal Ghazali, Mursal Mursid Tri Susilo Nabilah, Ninda Atik Niawanti, Helda Nilawati, Nurul Salasa Ninda Lutfiani, Ninda Nurliani Bermawie Pamungkas, Ayu Dian Petrus, I Pratama, Reysha Vinanza Pujiati Suyata Pujiati, Tri Putri, Fenoria Rachmat Hidayat Rahartri, Rahartri Rahayu, Rochani Nani Rahim, A Rahmat Richard Rahmi Rahmi Ramadhan, Rizky Fajri Rasid, Muhammad Ricki Rajagukguk, Ricki Riny D. Sani Rismawati Rismawati Rismini, Siri Rizki Wahyu Yunian Putra, Rizki Wahyu Yunian Rochani Nani Rahayu Romli Romli, Romli ROSYADA, JILYANA EMMY Rusnelly,, Rusnelly, Seno Andri Seprianto, Dicky Setiapriadi, R Arum Siregar, Rohanta SITI MARYAM Siti Nurhalimah Siti Sundari Sueb Sueb, Sueb Suganda, L A Suharjo Suharjo Sukardi Weda, Sukardi Sukijo Sukijo Sulistiawati Sulistiawati Supriyono Supriyono SUSI PURWIYANTI, SUSI Sutia Budi Sutrisno sutrisno Suwarto Suwarto Suyitno Suyitno Syabuddin Gade Syafril Basri Syamsir Syamsir Syarifuddin Syarifuddin Terati, Terati Theresia Militina Therssia, Therssia Tintin Sukartini, Tintin Tupan Tupan Tupan, Tupan Tuti Khairani Waluyo Waluyo Widagdo, Tri Yahya Yahya Yulianti, Titin Yulianto Yulianto Yulmiati Yulmiati Yuniarti, Hana Yusniar Ariati Zainal Berlian Zainuddin Zainuddin Zauma, Luthfia Zuraida Zuraida