Mappamiring Mappamiring
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

PERSPEKTIF ALTERNATIF PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA Mappamiring, Mappamiring
Jurnal Penyuluhan Vol 2, No 4 (2006): Jurnal Penyuluhan
Publisher : IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ialah serangkaian usaha untuk mewujudkan pertumbuhan dan perubahan secara berencana dan sadar, yang dilakukan oleh suatu negara bangsa menuju modernitas untuk pembinaan bangsa (Siagian, 2003:4). Tidak perlu diragukan bahwa Indonesia memiliki sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang beragam. Indonesia ialah negara kepulauan yang terbesar di dunia.
PENGELOLAAN SERTA KEBIJAKAN RETRIBUSI PARKIR PANTAI LOSARI MAKASSAR Usman, Jusminarti; Mappamiring, Mappamiring; Parawangi, Anwar
KOLABORASI : JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK Vol 2, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.219 KB)

Abstract

This research aims to know the management of parking retribution at Pantai Losari and the impacts of the management of parking fees at Pantai Losari Makassar. This research was categorized in descriptive qualitative. The data collection techniques were observation, interview, and documentation.  The result of this research showed that the process of the management of parking retribution was still not optimal, because there were some obstacles faced, such as adequacy, faimess, ease of administration, and agreement. Whili the impact of the manager of the parking retribution at Pantai Losari was, to improve the PAD of Makassar city as the Positive impact and the illegal parking as the negative impact.Key words: parking retribution, management, policy Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan retrebusi parkir Pantai Losari dan dampak yang ditimbulkan dari pengelolaan retrebusi parkir Pantai Losari Makassar. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat dilihat bahwa proses pengelolaan retrebusi parkir masil belum optimal, karena ada beberapa hambatan yang dihadapi mulai dari kecukupan, keadilan, kemudahan administrasi dan kesepakatan. sementara dampak yang di timbulkan dari pengelolah retrebusi Pantai Losari yaitu meningkatkan PAD Kota Makassar sebagai dampak positif dan maraknya parkiran liar yang berdampak negatif. Kata kunci : retribusi parkir, pengelolaan, kebijakan
Peran Aparatur Pemerintahan dalam Pelaksanaan Pembangunan Perdesaan Partisipatif di Kabupaten Bone dan Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan Mappamiring, Mappamiring; Sarma, Ma?mun; Gani, Darwis S; Asngari, Pang S
Jurnal Penyuluhan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i1.10664

Abstract

The arrangement of government institutions in the region, especially in the rural level is very important and urgent. The dominant factors affecting participatory rural development in Bone and Jeneponto Regencies of South Sulawesi province are the aspect of leadership, quality of human resources, awareness and sensitivity, and the level of education of the officers and public awareness. Changing the culture and access to knowledge and technology, both among the officers and the society is the key to the success of participatory rural development. There are three important aspects in the effort to create the prospect of government management and participatory rural development aspects of leadership, good governance and the aspects of sensitivity and concern for the officers. The level of stakeholders participation in all elements Bone and Jeneponto regencies of South Sulawesi Province can be categorized as medium. Achievement motivation and increased competence to the officer should be a prerequisite condition of adequate welfare, a clear career path, and the improvement of internal aspects of the system and working procedures and institutional structures of government. Community empowerment program has been running really well, but there are still weak in terms of socialization, values and traditions of feudalism, bureaucracy, as well as from the aspect of consciousness of citizens. Another phenomenon in terms of community empowerment programs is that the public is more interested in the economically productive program, so that the training programs are often considered less important and less desirable. The most prominent problems of the community empowerment program are transparancy, supervision, and socialization, and community authorities targeted purely as sub optimal.Keywords: institutional governance, participatory, autonomy and government official
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI DESA PACCING KECAMATAN PATIMPENG KABUPATEN BONE Ratnawati, Ratnawati; Mappamiring, Mappamiring; Mone, Ansyari
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.754 KB) | DOI: 10.26618/kjap.v3i3.1057

Abstract

The objective of the research is to know how the service empowerment farmers group an the obstacle factors in the empowerment of farmers group in Paccing Village, Bone Regency. The type of the research is descriptive and qualitative which has eleven informants. The data collecting techniques  used observation and interview. The data was analyzed using descriptive technique. The research result show that the empowerment of farmers group have not maximal the need of the because the lack capital and maintenance costs while price quite large, there is another factor that became the obstacles of this empowermentis minimal know ledge of farming communities both technology and treatment techniques farming.Keywords: Empowerment, farmer group ABSTRAKAdapun tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan kelompok tani dan faktor penghambat dalam pemberdayaan kelompok tani di Desa Paccing Kabupaten Bone. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan informan sebelas orang. Teknik pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa observasi, wawancara, terhadap informan.  Data tersebut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kelompok tani belum maksimal karena masih kurangnya modal sementara harga dan biaya perawatan bertani cukup besar. Kemudian faktor penghambat dalam pemberdayaan adalah minimnya pengetahuan masyarakat petani baik itu dalam teknologi maupun teknik perawatan dalam bertani.Kata kunci: Pemberdayaan, Kelompok Tani
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEMINIMALKAN PELAYANAN BERBELIT-BELIT (RED TAPE) BIROKRASI DI KANTOR SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP KABUPATEN GOWA Aulia, Hiki Riska; Mappamiring, Mappamiring; Kuba, Anwar
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 1, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.384 KB) | DOI: 10.26618/kjap.v1i1.610

Abstract

The aim of this research is to find out how the government local strategy inreducing the complicated services in SAMSAT office. The research method is aqualitative descriptive. This research was using case studies and the data collection techniques were the observation, interviews and documentation. The result is the SAMSAT Gowa had not been able to provide satisfactory service of the service recipient. These happened because the infrastructure or devices that did not support and professionalism of employees involved in the process of public service. The Public demand for services provided of SAMSAT Gowa is simple. The services are the procedures of services is easily, fluent, fast and no complicated, easily to understand and implemented. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah daerah dalam mengurangi pelayanan yang bebelit-belit di kantor Samsat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan studi kasus dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa SAMSAT Gowa belum bisa memberikan pelayanan yang memuaskan para penerima layanan. Hal tersebut terjadi karena sarana dan prasarana atau alat yang kurang mendukung serta keprofesionalan pegawai yang terlibat dalam proses pelayanan publik. Masyarakat menuntut agar pelayanan yang diberikan SAMSAT Gowa untuk sesederhana mungkin, dalam arti bahwa prosedur tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, lancar, cepat dan tidak berbelit-belit serta mudah dipahami dan dilaksanakan.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN PROGRAM USAHA PENGELOLAAN PUPUK ORGANIK (UPPO) DI DESA KOLAI KECAMATAN MALUA KABUPATEN ENREKANG Martmono, Ariyawan Alfayed; Mappamiring, Mappamiring; Malik, Ihyani
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2013): (October 2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.651 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v3i2.65

Abstract

 This study aimed to determine the role of the sub-district government in managing the UPPO program. The results of this study were expected as the input for the Kolai sub-district government in performing their duties and functions as the spearhead of Indonesian government. Academically, the results of this study were expected to provide more values which can then be compared with other scientific research, particularly the study under the problem of the role of sub-district government. This was a descriptive quantitative research, basically, this was a survey study and samples in this study were 35 people by purposive sampling technique . Data were collected by using techniques such as observation, questionnaires and developed interviews for the respondent . The data were analyzed by descriptive quantitatively, in which all the data collected by the authors, and then presented in the form of frequency tabulation completed by the responds of respondents obtained from informants , interviews , and questionnaires . The results showed an active role of sub-district government in managing UPPO program that can influence the community participation in UPPO management. By the support and assist of the sub-district government, UPPO management program can run well. Moreover, the support and assist of the sub-district government towards UPPO program management were 1. Facilitate the UPPO program 2. Facilitate meetings between the representatives agricultural services and society as of manager UPPO program 3 . Carrying out training .  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pemerintah desa dalam pengelolaan program UPPO. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah desa kolai dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai ujung tombak pemerintahan Indonesia. Dari segi akademik, hasil dari penelitian ini diharapkan memberi nilai tambah yang selanjutnya dapat dikomparasikan dengan penelitian-penelitian ilmiah lainnya, khususnya yang mengkaji masalah peranan pemerintah desa. Penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif, dasar penelitian yang digunakan adalah survey dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik berupa observasi, kuesioner serta dikembangkan dengan wawancara kepada responden. Data tersebut dianalisis secara Deskriptip kuantitatif yaitu menganalisis semua data yang berhasil dikumpulkan penulis, dan selanjutnya disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi dilengkapi dengan tanggapan responden yang diperoleh dari hasil Informan, wawancara, dan kuesioner. Dari hasil penelitian menunjukkan peran aktif aparat pemerintah desa dalam pengelolaaan program UPPO dapat berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan UPPO. Dengan adanya dukungan dan bantuan dari pemerintah desa maka pengelolaan program UPPO dapat berjalan lancar. Adapun bentuk dukungan dan bantuan pemerintah desa dalam pengelolaan program UPPO adalah (1). Memfasilitasi pengadaan program UPPO (2). Memfasilitasi pertemuan utusan dinas pertanian dengan msyarakat pengelola program UPPO (3). Melakukan pembinaan.
TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR Fahril, Fahril; Mappamiring, Mappamiring; Hardi, Rudi
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 4, No 2 (2014): (October 2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.992 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v4i2.89

Abstract

The purpose of this study to determine the transparency of financial management at the Health Agency of Makassar. This type of research is descriptive qualitative approach and the type used is phenomenological. The results showed that there is a supply of information with clarity indicator procedures, clarity of costs are not transparent. There is easy access to information with indicators of the ease of getting information directly or indirectly. There are complaints mechanism for complaints to the service users. publication activities on mass media activity has been carried out but not optimal in non-governmental institutions. Efforts made in the Makassar Health Agency financial liability in accordance with applicable regulations. To ensure internal and external transparency Makassar Health Agency has been building websites as a medium of socialization and dissemination of financial accountability. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui transparansi pengelolaan keuangan pada Dinas Kesehatan Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan tipe yang digunakan yaitu fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penyediaan informasi dengan indikator kejelasan prosedur-prosedur, kejelasan biaya-biaya belum transparan. Ada kemudahan akses informasi dengan indikator kemudahan mendapatkan informasi langsung maupun tidak langsung. Tersedia mekanisme pengaduan untuk komplain kepada pengguna layanan . kegiatan publikasi kegiatan pada media massa telah dilakukan namun belum optimal pada lembaga non pemerintah. Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan dalam pertanggungjawaban keuangan telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Untuk menjamin trasparansi internal dan eksternal Dinas Kesehatan Makassar telah membangun website sebagai media sosialisasi dan diseminasi pertanggungjawaban keuangan.
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA PUNAGAYA KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO Muslimin, Muslimin; Mappamiring, Mappamiring; Nurmaeta, Sitti
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.905 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v2i1.43

Abstract

The purpose of this study is to describe and explain the accountability of the management of village fund allocation In the Punagaya Village, District of Bangkala Regency of Jeneponto. This type of research is quantitative descriptive and sample as many as 40 employees and communities by using a sampling technique that uses totality probability of members of the population. Data collected by using such instruments; Observations, questionnaires and documentation of the respondents. The data were analyzed statistically using the quantitative simple frequency table. Results showed that accountability for the management of the village fund allocation in the village of Punagaya, District of Bangkala, Regency of Jeneponto. Limiting factor accountability village fund allocation skills, desires and level of participation. Planning program ADD (Village Fund Allocation) in the village of Punagaya gradually been implementing the concept of participatory development of rural communities. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan dan menjelaskan akuntabilitas pengelolaan alokasi dana desa Di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian adalah kuantitatif dan sampelnya sebanyak 40 orang pegawai dan masyarakat dengan menggunakan teknik probability sampling yang menggunakan kesuluruhan dari anggota populasi. Data dikumpul dengan menggunakan instrument berupa; Observasi, Kuesioner Dan Dokumentasi terhadap responden. Data tersebut dianalis secara statistic deksriptif kuantitatif dengan menggunakan tabel frekuensi secara sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya akuntablitas pengelolaan alokasi dana desa di Desa Punagaya Di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Faktor akuntabilitas alokasi dana desa terbatas pada keterampilan, keinginan dan tingkat partisipasi. Perencanaan program ADD (Alokasi Dana Desa) di Desa Punagaya secara bertahap telah melaksanakan konsep pembangunan partisipatif masyarakat desa.
IMPLEMENTASI PROGRAM ALOKASI DANA DESA (ADD) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA PUNAGAYA KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO TSL, Octrian; Mappamiring, Mappamiring; Samma, Mappigau
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.672 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v3i1.63

Abstract

Punagaya village through the village fund allocation (ADD) will allocate a budget for community development in the areas of sugar production business, the study aims to look at the implementation of the allocation of funds in the rural community empowerment programs and the factors that affect the implementation of the implementation of the allocation of funds within the village community empowerment program in the Village Punagaya sub Bangkala Jeneponto district. This research is descriptive qualitative research sampling technique used was purposive sampling. This study uses data analysis techniques interviews and observations, after which the data collected are then analyzed using frequency tables later be described qualitatively. Number of samples 33 people consisting of 1 person village head, village secretary 1 person, a member of the Committee seminar 5 people, local people 7 people, 4 people Ibu PKK, brown sugar 6 people Makers, Executive Team Live Help ADD 3orang, public figures 6 people. Penelitaian showed that 52% of people believe that the implementation of the Village punagaya village fund allocation in the village punagaya poorly this happens because people do not see the program conducted by the local government to improve the empowerment and increased repair services performed by local governments to use allocation of village funds. Based on the research I did it, it can be concluded that the public has not been empowered by optimal utilization of ADD in the Village District Punagaya Bangkala Jeneponto. It is caused due to problems such as the allocation of funds provided inadequate to meningatkan empowerment, besides the allocation of funds is often given too late and village officials rendahmya influence on the development and management of the allocation of funds is a factor inhibiting village program implementation in the village of village fund allocation Punagaya Sub Bangkala Jeneponto but from the village fund allocation is expected to increase creativity, prosperity and jobs for the community. Desa Punagaya melalui Alokasi dana desa (ADD) akan mengalokasikan anggaran untuk pemberdayaan masyarakat di bidang usaha produksi gula merah,penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi alokasi dana dalam program pemberdayaan masyarakat desa dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan implementasi alokasi dana desa dalam program pemberdayaan masyarakat di Desa Punagaya kecamatan Bangkala kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data hasil wawancara dan observasi , dimana setelah data dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan tabel frekwensi kemudian di deskripsikan secara kualitatif. Jumlah sampel 33 orang terdiri dari Kepala desa 1 orang, Sekretaris desa 1 orang, anggota Panitia seminar 5 orang , Masyarakat setempat 7 orang, Ibu PKK 4 orang , Pembuat gula merah 6 orang, Tim Pelaksana Bantuan Langsung ADD 3orang, Tokoh masyarakat 6 orang. Penelitaian ini menunjukkan bahwa sebesar 52% masyarakat Desa punagaya beranggapan bahwa implementasi alokasi dana desa di Desa punagaya kurang baik hal ini terjadi karena masyarakat tidak melihat adanya program yang dilakukan oleh pemerintah setempat guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perbaikan pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah setempat dengan menggunakan alokasi dana desa. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa masyarakat belum diberdayakan secara optimal dalam pemanfaatan DD di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Hal ini disebabkan karena adanya masalah seperti alokasi dana yang diberikan belum memadai untuk meningatkan pemberdayaan masyarakat , selain itu alokasi dana ini sering terlambat diberikan dan rendahmya pengaruh aparatur desa terhadap pengembangan dan pengelolaan alokasi dana desa ini menjadi faktor penghambat implementasi program alokasi dana desa di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto padahal dari alokasi dana desa ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas, kesejahteraan dan lapangan kerja bagi masyarakat.
PERAN PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI RESIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN KOLAKA UTARA Awalia, Vidia Reski; Mappamiring, Mappamiring; Aksa, Andi Nuraeni
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 5, No 2 (2015): (October 2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.007 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v5i2.124

Abstract

Cope with disasters is an obligation for local governments as stakeholders in the Region. In anticipation of a disaster in order not to cause any material damage early anticipation of course required of local governments and communities in addition to the government setempat. Because community also has an important role taking part in the face of future disasters, so as to create a sense of security even though the area is categorized as prone to risk disaster. Based on this, researchers are encouraged to try to describe and explain the role of the government and society in tackling the risk of disaster in the village Tahibua. This research is a qualitative research. The results of this study indicate that the governments role in disaster relief in the Village Tahibua can be considered very good, because, based on the narrative of the people in the village Tahibua itself felt the programs that the government has carried out as well as the preparedness of intensified done well before they occur and when disaster.Menanggulangi bencana merupakan kewajiban bagi pemerintah daerah selaku stakeholders di Daerah. Dalam mengantisipasi setiap bencana agar tidak menimbulkan kerugian materiil tentunya dibutuhkan antisipasi sejak dini dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Karena selain pemerintah masyarakat juga memiliki peranan penting ikut andil dalam menghadapi bencana yang akan terjadi, sehingga mampu tercipta rasa aman meski daerah tersebut termasuk kategori rawan resiko bencana. Berdasarkan hal tersebut, peneliti terdorong untuk mencoba menggambarkan dan menjelaskan tentang peran pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi resiko bencana di Desa Tahibua. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pemerintah dalam penanggulangan bencana di Desa Tahibua bisa dikategorikan sangat baik, karena berdasar dari penuturan masyarakat di Desa Tahibua itu sendiri yang merasakan program-program yang telah pemerintah laksanakan serta kesiapsiagaan yang sangat intensif dilakukan baik sebelum terjadi dan ketika terjadi bencana.