Articles

Found 7 Documents
Search

Potensi Lactobacillus acidophilus dan Lactobacillus fermentum dari Saluran Pencernaan Ayam Buras Asal Lahan Gambut sebagai Sumber Probiotik Manin, Fahmida
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XIII No. 5 Februari 2010
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probiotics are cultures of microorganisms included in the diets of cattle through mixing to ensure the  availability  of  a  population  of  organisms  in  the  gut.  The  culture  contains  a  specific  bacterium, resistant in dry situations. Probiotics may contain one or more strains of microorganisms in the form of powder, tablets, granules or paste and can be given to livestock is directly through the mouth or mixed with water and feed. Probiotic products in general form of Lactic Acid Bacteria (LAB), and some of the genus Bacillus,  but not  all  types  of Lactic Acid Bacteria  and Bacillus  included  in  probiotic  bacteria. Lactobacillus  casei  and  Lactobacillus  acidophilus  reported  to  act  as  probiotics  and  to  increase  body weight  in  chickens.  Similarly,  Bacillus  circulans  and  Bacillus  Sp  isolated  from  the  digestive  tract Kerinci local ducks can be used as a source of probiotics on chickens and ducks and effective for use as a substitute  for  antibiotics. This  study  aimed  to determine  the  type  and distribution of the  dominant  microbes  in  each  segment  of  the  digestive  tract  of  chickens  reared  in  peatlands,  through  isolation technique,  identification  and  selection,  and  testing  probiotic  properties,  including  resistance  to  acid, resistance  to  bile  salts  and  koagregasi  test  between  microbes.  Results  Identification  of  the  chicken digestive  tract  bacteria  dipe;  ihara  in  peatlands  obtained  Lactobacillus  acidophilus  and  Lactobacillus fermentum. The test results obtained on the nature of the two types of probiotic bacteria were resistant to a pH ranging  from pH 2.0 to pH 4, for 14 hours of incubation, that was resistant to bile salts up to 14 hours of incubation and hade a positive coaguration. In conclusion, probiotics production is expected to be applied to poultry, especially chickens. 
Estimasi Asupan Energi dan Protein Itik Kerinci Sistem Umbar Di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Adrizal, Adrizal; Nur, Hanafi; Yusrizal, Yusrizal; Manin, Fahmida; Rahayu, Pudji
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XII No. 2 Edisi Mei 2009
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed at estimating true metabolizable energy (TME) and crude protein (CP) intake of Kerinci Duck reared under scavenging system in Kerinci District, Province of Jambi. Twovillages (Koto Majidin [KM] and Semerap [SP]) were selected for the study where ducks were the most common livestock kept by farmers. Koto Majidin was located deed in the land, whereas Semerap was close to a natural lake. Geographically, these villages had the same climate and constituted paddyproducingareas where at the time of the study, these locations were inharvesting season. Five mature 7 to 9-month old ducks (1 male and 4 females) were selected from each location and killed late afternoon after being scavenged for 9.0 (KM) to 11.5 hours (Semerap) for gizzard sampling. The results showedthat based on proximate analysis of gizzard contents and corrections made on scavenging time, TME intake by ducks in KM was not different from that in SP (618 vs. 996 kcal/kg), but CP intake was less in KM (3.90 vs. 7.28; P ≤ 0.01). Relative weights of gizzards of ducks were comparable in the twolocations. Thus, difference in body weight (1,352 [KM] vs. 1,579 kg [SP]; P ≤ 0.01) was likely in part influenced by different absolute weight of gizzard (55.6 vs. 78.0 g; P ≤ 0.01) and its contents (10.60 vs. 18.03 g; P ≤ 0.01). Scavenged feeds, which were similar in both locations, composed of grits, paddy,snails, and other unidentified ingredients. This study suggested that ducks scavenged feed in KM and SP had not got sufficient energy and protein for optimum production. Under the presencecircumstances, at least additional 20 g of feed composing of energy and protein source is required to meetnutrient requirements of a duck.  
Potensi Probiotik Bacillus circulans dan Bacillus sp sebagai Pemacu Pertumbuhan Selama Periode Pemulihan terhadap Karekteristik Karkas Ayam Broiler Azis, Abdul; Manin, Fahmida; Afriani, Afriani
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XI No. 1 Februari 2008
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The  present  study  was  designed  to  investigate  the  efficacy  of  probiotic  Bacillus  circulans  and Bacillus  sp  during  realimentation  period  on  carcass  characteristics  of  broiler  chickens.  Three  hundred     7days-old  unsexed  broiler  chicks  of  commercial  strain of  Cobb  were  used  in  the  experiment.  The treatments were : control fed ad libitum (P-0), energi restriction 1.5xBW 0.67 EM Kcal/day without (P-1) and  with  (P-2)  probiotic  suplementation  during  realimentation  period,  energi  restriction 2.25xBW0.67EM Kcal/day without (P-3) and with (P-4) probiotic suplementation during realimentation period.  Feed restriction was applied from 7 to 14 days of age. The result of the experiment showed that feed intake of chickens submitted to early feed restriction on P-1 and P-2 (1.5xBW0.67EM Kcal/day), P-3 and P-4 (2.25xBW0.67EM Kcal/day) was significantly lower (P<0.01) when compared to the chickens fed ad libitum (P-0). During realimentation period, feed intake on P-1 and P-2 was lower (P<0.01) than P-3, P-4 and P-0 from 14 to 28 days of age. Feed intake of the chickens that supplemented with probiotic (P-2 and P-4) was not significantly  different when compared to the chickens without probiotic (P-1 and P-3). Feed  restriction  during  7  to  14  days  of  age  had  not  significant  effect  (P>0.05)  on  carcass  weight, abdominal  fat  pad,  moisture,  fat  and  protein  content  of  meat  carcass  (breast  and  leg).  It  was  concluded that the chickens submitted to early feed restriction during 7 to 14 days of age with or without probiotic suplementation of Bacillus  circulans  and  Bacillus  sp  during  realimentation  period  had  similar  with chickens fed ad libitum  on carcass characteristics
INTEGRASI ANTARA TERNAK ITIK DAN IKAN NILA BERBASIS PROBIOTIK PROBIO_FM DAN AZOLLA DI DESA SUNGAI DUREN KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA KABUPATEN MUARO JAMBI Hendalia, Ella; Manin, Fahmida; Insulistyowati, Anie
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 29, No 3 (2014): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Volume 29 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum, permasalahan yang dialami oleh peternak ikan relatif sama dengan permasalahan yang dialami oleh peternak itik umumnya, yaitu kurangnya modal usaha, tingginya biaya pakan dan timbulnya bau dari dalam kolam/kandang yang mencemari lingkungan.  Demikian pula hal yang dialami oleh kelompok peternak ikan brother’s fish farm (BFF) dan Mina Nila Lestari (MNL) yang berada Di Desa Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Kekurangan modal yang dialami menyebabkan kelompok BFF belum melakukan sistem intensifikasi pemeliharaan larva. Kelompok BFF selaku unit pembenihan rakyat, masih kekurangan peralatan untuk pemeliharaan larva, sehingga survival rate benih hanya sekitar 60 %.  Demikian pula halnya dengan masalah tingginya biaya pakan dan timbulnya pencemaran  bau kolam menyebabkan kelompok MNL mengalami kesulitan untuk mengembangkan usahanya       Selain itu,  pemeliharaan ikan di kolam juga menimbulkan bau akibat terjadinya penguraian limbah organik yang berasal dari sisa pakan dan eskreta oleh bakteri pembusuk. Ketiga masalah di atas dapat diatasi sekaligus dengan cara mengintegrasikan pemeliharaan ikan nila dengan ternak itik disertai dengan pengembangan tumbuhan Azolla dan pemanfaatan probiotik  (Probio_FM).  Prinsip dari integrasi ini adalah membangun kandang itik diatas kolam ikan, mengembangkan tumbuhan Azolla di dalam kolam sebagai pakan itik dan ikan, serta memanfaatkan bakteri probiotik (Probio_FM) sebagai pengendali ekosistem di dalam kolam ikan sekaligus untuk menjaga kesehatan itik dan ikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program intensifikasi pemijahan ikan dengan system hapa pada kelompok peternak ikan nila BBF di Desa Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota  Kabupaten Muaro Jambi  dapat meningkatkan daya tetas telur dari 50 menjadi 90% serta meningkatkan daya taham hidup larva dari 60% menjadi 90%, Demikian pula integrasi antara ternak itik dan ikan nila berbasis tumbuhan azolla dan probiotik probio_FM pada kelompok peternak ikan MNL di Desa Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota  Kabupaten Muaro Jambi  dapat mengurangi biaya pakan sekitar 25-50% serta dapat mengurangi bau kolam yang mencemari lingkungan. Kata kunci: Integrasi, Probiotik Probio_Fm Dan Azolla
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK ITIK MELALUI PEMBERIAN SILASE IKAN RUCAH DAN LIMBAH UDANG DENGAN MENGUNAKAN PROBIOTIK PROBIO_FM DI DESA TELUK SIALANG KECAMATAN TUNGKAL HILIR TANJUNG JABUNG BARAT. Yusrizal, .; Manin, Fahmida; Rahayu, Pudji
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 30, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Volume 30 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Teluk Sialang merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Tungkal Hilir. Komoditi utama di desa tersebut adalah tanaman perkebunan adalah tanaman kelapa, dan persawahan.  Usaha ternak itik di desa Teluk Sialang telah lakukan oleh peternak, setiap rumah penduduk  pada umumnya mempunyai ternak itik. Sistim pemeliharaan masih bersifat tradisional, walaupun masih ada peternak yang memelihara itik secara intensif.  Pemeliharaan itik secara intensif terkendala dengan jumlah pakan yang isediakan hrarus banyak, dan biaya pakan relative tinggi.  Salah satu usaha untuk mengatasi biaya pakan, adalah membuat silase ikan rucah dan limbah udang yang potensinya sangat besar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ikan rucah merupakan  ikan yang tidak layak di konsumsi oleh manusia, karena penanganan yang kurang tepat dan cepat, sehingga menyebabkan ikan tersebut busuk.  Harga ikan rucah di Darmaga Ikan Parit III Kuala Tingkal  sekitar Rp.2.000-Rp.3000,-/kg.  Sementara harga  kosentrat ternak itik antara Rp.9.000,- sd Rp. 10.000,-/kg. Adanya perbedaan biaya pakan yang relative besar, maka perlu dilakukan suatu teknologi pengawetan ikan rucah tersebut dengan pembuatan silase ikan. Silase Ikan merupakan produk cair yang di buat dari ikan utuh atau sisa-sisa industr pengolahan ikan  dengan menggunakan bantuan asam atau mikroba.  Mikroba yang biasanya digunakan untuk fermentasi ikan adalah bakteri asam laktat (BAL), salah satunya adalah Probiotik Probio_FM. Probio_FM adalah mikroba hidup (probiotik) terdiri atas berbagai spesies bakteri asam laktat dan Bacillus yang dihasilkan dari riset Manin dkk (2003-2013).  Probio_FM selain dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pakan atau sebagai starter dalam pembuatan silase ikan, juga berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan ternak, serta mengurangi bau ammonia yang berasal dari kotoran ternak. Hasil pengamatan selama proses pengabdian adalah pemeliharaan ternak itik masih bersifat ekstensif, artinya itik dilepas pagi hari, dan sore hari baru pulang ke kandang, akibatnya banyak itik yang mati karena termakan bangkai ikan.  Pemanfaatan potensi lokal seperti dedak padi, bungkil kelapa dan limbah ikan atau udang belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, maka tim pengabdian PPM dana PNBP  mengintroduksi proses pembuatan pakan pellet berbasis pakan lokal yang tersedia disekitar desa. Pakan yang tersedia di desa tersebut adalah dedak padi, bungkil kelapa, dan  ikan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pembuatan pelet dengan menggunakan ikan rucah dan udang dengan campuran dedak dan bungkil kelapa. maka waktu yang diperlukan untuk memproduksi pellet tersebut adalah 10 menit untuk 10 kg pakan adukan. Sebagai kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya mesin  dan teknologi pembuatan pelet sangat membantu mengatasi kekurangan pakan itik dan tentunya peternak itik dapat mengembangkan usaha itik menjadi besar. Kata kunci : ikan rucah, limbah udang, mesin pllet, probio_FM
Effects of Phytobiotic of Curcuma aeruginosa, Curcuma longa and Zingiber officinale on the Performance and Carsass Quality in Broiler Maksudi, Maksudi; Manin, Fahmida; Wigati, Sri; Insulistyawati, A
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 21 No 2 (2018): Nopember 2018
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v21i2.6772

Abstract

The purpose of this study was to investigate the effects of the use natural antibiotics (phytobiotic) Curcuma aeruginosa, Curcuma longa and Zingiber officinale as an alternative antibiotic on the performance of broiler. Experimental design was a Completely Randomized Design using 440 broiler of one day-old chicks and randomly divided into 11 treatments with 4 chickens for each treatmen. The dietry treatments were negative control (T01), a basal diet without any feed additives and positive control (T02), a basal diet with bacitracin, and basal diets with additional different levels (0.75, 1.0, and 1,5%) of Curcuma aeruginosa (TI1, TI2, and TI3), Curcuma longa (KU1, KU2, and KU3) and red ginger (JM1, JM2, and JM3), respectivelly. The results showed that the addition of low-dose phytobiotic (0.75%) in broiler have produced a different effect (P <.05) on the parameters of performance, but at higher doses, the results tend to show the opposite effect. However, low-dose treatment phytobiotic parameters showed no differences (P>.05) with positive control treatment of bacitracin. In conclusion, the use of phyitobiotics Curcuma aeruginosa, Curcuma longa and red ginger has showed their function as growth promoters in low dose.
Aplikasi Probio_FMPlus melalui Air Minum pada Ayam Broiler di Politani Kupang Hendalia, Ella; Manin, Fahmida; Asra, Revis; Helda, Helda
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 20 No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v20i1.4362

Abstract

The aims of this study was to reveal the effectiveness of the use of Probio_FMplus broiler.  Two hundret of day old chick (DOC) were used in this experiment.  DOCs were randomly treated into five treatments with five replications consiting of eight DOCs. Treatments were the use of Probio_FMplus within drinking water of 0, 10, 15 and 20  ml/liter for treatment P0, P1, P2, P3and P4 respectively.  The design of experiment was Completely Randomized Design with five treatments and five replications. Parametters measured were ration comsumption, weight gain, slaughter weight and feed conversion. The results of this experiment showed that the level of  Probio_FMplus in drinking water did not significantly influence (P>0,05) on ration consumption, weight gain, slaughter weight and feed conversion.  It could be concluded that the use of  10  ml/liter of Probio_FMplus in dringking waterwas the most effective in broiler.    Kata kunci: probiotik, prebiotik, simbiotik, putak