Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Zuriat

Analisis Interaksi Genotip X Lingkungan Tanaman Perkebunan (Studi Kasus pada Tanaman Teh) Mangoendidjojo, Woerjono
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Interaksi genotip dengan lingkungannya (G× E) merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui oleh para pemulia tanaman, karena keragaan suatu genotip yang ditanam pada berbagai lingkungan dapat berbeda. Keberadaan interaksi (G × E) dapat menimbulkan kesulitan dalam program pemuliaan, meskipun demikian analisis (G × E) banyak digunakan untuk memperkirakan seberapa jauh daya adaptasi dan stabilitas yang dimiliki oleh suatu varietas. Lingkungan tumbuh tanaman, khususnya tanaman perkebunan untuk analisis (G × E) dapat bersifat spatial dan sequential. Analisis (G × E) yang dilakukan ini merupakan studi kasus pada tanaman teh yang ditanam di kebun Pagilaran menggunakan data hasil sepuluh klon yang diuji selama satu tahun dengan bulan sebagai lingkungan yang bersifat spatial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sembilan dari sepuluh klon yang dievaluasi, mempunyai stabilitas yang baik padaberbagai lingkungan. Tiga klon yang menduduki peringkat teratas berturutturut adalah GPPS-1/2678, MPS-7/2109/2, dan MPS-5/140/1. Klon TRI-2025 yang merupakan klon unggulan selama ini hanya menduduki peringkat ke tujuh.
Pendugaan Kemajuan Seleksi Gabungan Keturunan Saudara Tiri dan S1 pada Populasi Jagung Bisma Murti, Rudi Hari; Nasrullah, ,; Mangoendidjojo, Woerjono
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendapatkan pembobot yang unique untuk seleksi gabungan dan mendapatkan nilai duga kemajuan genetik seleksi gabungan keturunan saudara tiri dan keturunan menyerbuk sendiri. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kalitirtro (KP4), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mulai Juli sampai Oktober 1999. Sebanyak 81 pasang keturunan, masing-masing pasang terdiri satu keturunan menyerbuk sendiri dan empat keturunan saudara tiri dievaluasi dengan menggunakan petak baris tunggal (delapan tanaman per baris). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan komponen vektor penciri yang digunakan sebagai pembobot keturunan menyerbuk sendiri jauh lebih besar (0.93-0.99) daripada pembobot keturunan saudara tiri (0.07-0.34) untuk semua variabel yang diamati. Kemajuan seleksi harapan paling besar terjadi pada berat kering biji per tongkol (10.23% per siklus) dan paling kecil diameter tongkol (1.31%). Kemajuan seleksi gabungan yang lebih besar daripada seleksi individualnya hanya terjadi pada panjang tongkol yaitu 4.11% dan terjadi sebaliknya pada variabel yang lain.