Articles

Found 14 Documents
Search

UJI PERMEASI IN VITRO GEL ETOSOM VITAMIN C

MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.805 KB)

Abstract

Vitamin C merupakan senyawa hidrofilik sukar berpenetrasi ke dalam lapisan kulit. Salah satu sistem penghantar bentuk vesikel adalah etosom yang dapat meningkatkan penetrasi senyawa-senyawa hidrofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permeasi formula gel etosom vitamin C dan memperoleh sediaan gel etosom vitamin C untuk penggunaan transdermal. Penelitian ini diformulasikan untuk memasukkan vitamin C sebagai zat aktif ke dalam etosom menggunakan metode dingin. Perbandingan fosfatidilkolin dan etanol dipilih berdasarkan formula yang paling banyak menjerap vitamin C. Optimasi penjerapan dilakukan dengan menaikkan konsentrasi vitamin C hingga diperoleh penjerapan optimum. Pengujian permeasi dilakukan terhadap sediaan gel etosom vitamin C dengan basis karbopol dan menggunakan kulit manusia secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan etosom dengan bentuk Large Unilamellar Vesicles (LUV) dengan ukuran 0,82 – 1,58 µm. Formula dengan perbandingan b/b fosfatidilkolin:etanol (2:20) dapat menjerap vitamin C sebesar 99,99%. Uji permeasi menunjukkan formulasi gel etosom dapat meningkatkan laju penetrasi vitamin C melintasi membran sebesar 77,3% dalam waktu 360 menit dengan kecepatan 2,25 mg/menit.cm2.

UJI EFEK JUS BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn.) TERHADAP AKTIVITAS IMUNOGLOBULIN M (IgM) DAN IMUNOGLOBULIN G (IgG) PADA MENCIT (Mus musculus).

MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.201 KB)

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) merupakan tumbuhan yang tumbuh luas didaerah tropis, dan buahnya sangat bermanfaat untuk pengobatan. Telah dilakukan penelitian efek  jus buah mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) terhadap aktivitas Imunoglobulin M (IgM) dan Imuno-globulin G (IgG). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek jus buah mengkudu terhadap aktivitas Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG). Lima konsentrasi berbeda untuk jus buah mengkudu yaitu 0,05%, 0,1%,0,15%, 0,2 %, dan 0,25 % yang diberikan secara peroral sebanyak 1 mL/30 g bobot badan mencit selama 5 hari yang sebelumnya setiap hewan diimunisasi dengan antigen sel darah merah domba (SDMD) 2% v/v secara intraperitoneal sebanyak 1 mL/30 g bobot badan mencit. Pengamatan aktivitas Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) dilakukan pada hari keenam dan hari kesebelas dengan menggunakan metode hemaglutinasi titer antibodi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jus buah mengkudu dapat meningkatkan aktivitas imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG) yang lebih tinggi dari kelompok kontrol. Hasil analisis statistik dengan uji ANNOVA menunjukkan pengaruh pemberian jus yang nyata (p>0,05) untuk aktivitas imunoglobulin M (IgM) dan sangat nyata (p>0,01) untuk imunoglobulin G (IgG). Uji Beda Jarak Nyata Duncan menunjukkan bahwa konsentrasi jus 0,1% b/v menunjukkan efek paling tinggi dibandingkan kelompok kontrol.

UJI EFEK HIPOGLIKEMIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL PROPOLIS DAN EKSTRAK ETANOL SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr & Perry) PADA MENCIT (Mus musculus)

MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.919 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efek hipoglikemik kombinasi ekstrak etanol propolis dan ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia pendens Merr & Perry) pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi ekstrak etanol propolis dan ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia pendens Merr & Perry) terhadap penurunan kadar glukosa darah. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi dalam 5 kelompok, tiap kelompok terdiri atas 5 ekor, sebelum perlakuan hewan uji dipuasakan 13 jam lalu kadar glukosa darah diukur sebagai glukosa darah puasa. Setelah 1 jam, kemudian diberikan suspensi glukosa 15% b/v. Kelompok I sebagai kontrol negatif yang diberikan suspensi NaCMC 1% b/v, kelompok II yang diberikan ekstrak etanol propolis 1,26% b/v, kelompok III yang diberikan ekstrak etanol sarang semut 8,4% b/v, kelompok IV yang diberikan kombinasi ekstrak etanol propolis 0,63% dan ekstrak etanol sarang semut 4,2% b/v, dan kelompok V sebagai kontrol positif yang diberikan suspensi glibenklamid 0,00195% b/v. Pemberian dilakukan secara oral dengan volume pemberian 1 ml /30 g BB. Berdasarkan analisis statistik dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dan dilanjutkan dengan uji Beda Jarak Nyata Duncan (BJND), hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol propolis dan ekstrak etanol sarang semut maupun kombinasi ekstrak etanol propolis dengan ekstrak etanol sarang semut memiliki efek yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan kontrol negatif (NaCMC) namun belum memberikan perbedaan efek yang signifikan bila dibandingkan dengan kontrol positif (glibenklamid) dalam menurunkan kadar gula darah, sehingga untuk mendapatkan efek hipoglikemik tidak perlu dikombinasikan.

UJI EFEK EKSTRAK ETANOL SARANG SEMUT (Hydnophytum sp.) TERHADAP PERUBAHAN BOBOT BADAN MENCIT (Mus musculus)

MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.793 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian efek ekstrak etanol sarang semut (Hydnophytum sp.) terhadap bobot badan badan mencit ( Mus musculus ) jantan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek penurunan bobot badan dari ekstrak etanol sarang semut. Sebanyak 15 ekor mencit jantan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, kelompok I diberi larutan koloidal natruim CMC 1% b/v sebagai kontrol negatif, kelompok II, III, dan IV masing-masing diberi ekstrak etanol sarang semut dosis 333,33 mg/kg BB, 666,66 mg/kg BB, dan 1,33 g/kg BB serta kelompok V diberi suspensi dietilpropion HCl dosis 9,75 mg/kg BB sebagai kontrol positif. Masing-masing sampel diberikan pada mencit setiap hari secara oral dengan takaran 1 ml/30 g BB dan setengah jam kemudian mencit diberikan diet lemak tinggi selama 18 jam, dilanjutkan dengan penimbangan bobot badan dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Perlakuan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Analisis statistik menunjukkan bahwa ekstrak sarang semut dengan konsentrasi 333,33 mg/kg BB, 666,66 mg/kg BB, dan 1,33 g/kg BB mempunyai efek penurunan bobot badan yang sangat signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif, tetapi efek tersebut berbeda signifikan dari kontrol positif dietilpropion. Analisis statistik terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan

EFEK SITOTOKSIK SUBFRAKSI ETIL ASETAT BATANG KINCA (Feronia elephantum CORREA) TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina LEACH DAN SEL TELUR BULU BABI TERFERTILISASI

MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.436 KB)

Abstract

Kinca (Feronia elephantum Correa), familia Rutaceae, adalah salah satu obat tradisional di daerah Bima, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini ditujukan untuk menguji kemampuan empat buah subfraksi yang diperoleh dari fraksi larut etil asetat dalam menghambat larva udang Artemia salina Leach nauplii dan sel telur bulu babi terfertilisasi. Subfraksi ketiga, yaitu FbtC lebih aktif dibandingkan dengan ketiga fraksi lainnya dan memiliki LC50 30 µg/ml (untuk Artemia salina Leach) dan IC50 15,21 µg/ml (untuk sel telur bulu babi terfertilisasi). Efek penghambatan pembelahan bergantung pada konsentrasi yang digunakan.

EFEK ANTIAGREGASI PLATELET FRAKSI KLIKA ONGKEA (Mezzetia parviflora Becc.)

MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.002 KB)

Abstract

Fraksinasi ekstrak tidak larut aseton klika ongkea (Mezzetia parviflora Becc.) dengan kromatografi kolom menggunakan fase diam sephadex LH20 dan fase gerak etanol 80% dilanjutkan dengan aseton 80% menghasilkan 5 buah fraksi. Uji antiagregasi platelet fraksi klika ongkea (Mezzetia parviflora Becc.) menunjukkan bahwa fraksi F-3 pada konsentrasi 1000 ppm dapat menghambat 92,17% agregasi platelet akibat penambahan ADP 2uM

EFEK ANTIPROLIFERASI SUBFRAKSI EKSTRAK ETIL ASETAT BATANG KINCA (Feronia Elephantum Correa) TERHADAP SEL HeLa DAN SEL MYELOMA

MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.988 KB)

Abstract

Kinca (Feronia elephantum Correa), familia Rutaceae, adalah salah satu obat tradisional di daerah Bima, Nusa Tenggara Barat.  Karena pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa subfraksi FbtC dari fraksi larut etil asetat batang kinca dapat menghambat pembelahan sel telur bulu babi terfertilisasi, maka pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antiproliferasi menggunakan sel HeLa dan myeloma. Persentase sel yang mati dihitung berdasarkan jumlah sel yang hidup tanpa maupun dengan perlakuan yang diamati menggunakan trypan blue test.  Hasil penelitian menjukkan bahwa subfraksi ketiga, yaitu FbtC lebih aktif dibandingkan dengan ketiga fraksi lainnya dan memiliki IC50 55,68 µg/ml (untuk Sel HeLa) dan IC50 47,03 µg/ml (untuk sel myeloma).

EFFECT OF AN ISOLATED ACTIVE COMPOUND (BVI03) OF Boehmeria virgata (FORST) GUILL LEAF ON ANTIPROLIFERATION IN HUMAN CANCER CERVIX HeLa CELLS THROUGH ACTIVATION OF CASPASE 3 AND p53 PROTEIN

MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.941 KB)

Abstract

In this study, we found that BVI03 an alkaloid compound isolated from B. virgate induced antiproliferation against the human cervix carcinoma cell line HeLa. A MTT assay indicated that BVI03 had a strong tumor inhibition ratio (IC50 = 0.126 mg/L), which was superior to that of tamoxifen (IC50 = 2.88 mg/L). This study also investigated the mechanism of antiproliferation induced by BVI03. Enzymatic activity using a colorimetric assay kit was performed to determine work mechanism of BVI03.  Our data indicate that p53 and caspase-3 are involved in the process of BVI03-induced antiproliferative in HeLa cell compare with untreated HeLa cells.

UJI IRITASI KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI LENGKENG (Euphoria longana Stend) PADA KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus)

MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.484 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji iritasi krim antioksidan ekstrak biji lengkeng (Euphoria longana Stend) pada kulit kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mem-buktikan apakah krim antioksidan ekstrak biji lengkeng dengan konsentrasi emulgator phytocream® 5% yang digunakan menimbulkan iritasi pada kulit kelinci. Penelitian ini menggunakan 4 ekor kelinci yang dicukur punggungnya pada 4 tempat untuk masing-masing sampel iritan dan kontrol. Sampel iritan yang digunakan adalah formula krim; ekstrak biji lengkeng; dan basis formula krim tanpa ekstrak. Pengujian dilakukan dengan metode patch test sesuai metode Draize. Hasil penelitian menunjukkan formula krim dan basis formula krim tanpa ekstrak menghasilkan tingkat iritasi sedikit mengiritasi (indeks iritasi 0,04 – 0,99); sedangkan pembanding lain ekstrak biji lengkeng menghasilkan tingkat iritasi ringan (indeks iritasi 1,00 – 2,99).

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN OBAT ATORVASTATIN TERHADAP PERBAIKAN KLINIS PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO

Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 22, No 1 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.09 KB)

Abstract

Indonesia menduduki terbanyak di Asia yang menderita stroke. Statin dengan efek pleiotropiknya dapat menjadi neuroprotektan sehingga dapat memperbaiki kondisi klinis dan mencegah terjadinya stroke berulang, Di rumah sakit ataupun di klinik ada pasien yang mendapatkan terapi atorvastatin dan ada pula yang tidak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas atorvastatin terhadap pasien stroke iskemik dengan menganaisis nilai kolestrol total, HDL, LDL, dan atorvastatin terhadap perbaikan klinis pasien dengan pengukuran nilai gcs dan mRS.Desain penelitian yang digunakan adalah observasional non eksperimen deskriptif-analitik. Pengambilan sampel dengan teknik non-probability sampling dengan cara purposive sampling.Jumlah sampel 30, terdiri dari kelompok atorvastatin (15 pasien) dan kelompok tanpa Atorvastatin (15 pasien). Kolestrol total, HDL, dan LDL, dan mRS diperiksa sebelum dan setelah terapi. Data kolestrol dianalisis secara deskriptif, dan nilai mRS dianalisis dengan menggunakan Uji paried t Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan nilai kolestrol total (25 %) dengan nilai rata-rata 194.80  dan setelah terapi 151.40, sedangkan untuk nilai HDL tidak terjadi peningkatan,  sebelum terapi (31.00 setelah terapi menjadi 27.00 , dan untuk LDL tidak terjadi penurunan yang signifikan, sebelum terapi 113.80 mg/dl dan setelah terapi menjadi 93.20, sedangkan untuk perbaikan nilai mRS, memberikan hasil mRS yang meningkat secara  signifikan dari kelompok atorvastatin (p=0.001) dibandingkan pasien yang tidak diterapi dengan atorvastatin (p=0.610). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan dari pemberian Atorvastatin terhadap perbaikan klinis pasien yang diukur dengan mRS (modified rankin scale)