W. Manalu
Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University, Jl. Agatis, Darmaga Campus, Bogor 16680

Published : 22 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuakultur Indonesia

Feeding Broodstock on a Diet Containing Vitamin E and Fish Oil Improve Eggs and Larval Quality of Nile tilapia (Oreochromis niloticus)

Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Jurnal Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.407 KB)

Abstract

The experiment was conducted to determine the effect of dietary vitamin E and n-3 fatty acids on the gonad maturation, egg and larva quality of Nile tilapia. Fish were treated by various combinations of dietary dosage of vitamin E (50, 100, 150, and 200 mg/kg feed) and fish oil (10, 20, 30, and 40 g/kg feed). Three hundreds and twenty pairs of broodstock fish (female at stage of maturity II) were selected and used for this experiment. Fish were fed on the experimental diets three times a day at satiation. The tested of parameters such as gonad somatic index, egg diameter, fecundity, number of spawned fish, hatching rate, and survival rate. Results of the experiment indicated that supplementation of vitamin E and fish oil stimulated gonad development and increased fecundity, hatching rate and survival rate of Nile tilapia larva. Combination of vitamin E 150 mg/kg feed and fish oil 30 g/kg feed significantly improved egg and larva quality of Nile tilapia. Thus, combination of vitamin E in 150 mg/kg diet with fish oil in dose 30 g/kg diet give the best reproduction performance. Keywords: Nile tilapia,  fish oil, vitamin E, reproduction performance   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kadar kombinasi vitamin E dan asam lemak esensial n-3 untuk pematangan gonad, kualitas telur dan larva ikan nila. Adapun dosis dari masing-masing perlakuan terdiri dari 4 taraf. Untuk vitamin E yaitu: 50 mg/kg, 100 mg/kg, 150 mg/kg,  dan 200 mg/kg pakan  sedangkan minyak ikan yaitu: 10 g/kg, 20 g/kg, 30 g/kg dan 40 g/kg pakan. Ikan uji yang digunakan sebanyak 320 ekor induk betina dan 320 ekor induk jantan dan diseleksi.  Setiap hari ikan diberi pakan uji 2 kali sehari (pagi dan sore) secara at satiation. Selama periode pemeliharaan parameter yang diamati meliputi: indeks gonad somatik, diameter telur, fekunditas, jumlah induk yang memijah, derajat tetas telur, dan ketahanan hidup larva. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pakan dengan kombinasi dosis vitamin E 150 mg/kg dan minyak ikan 30 g/kg memberi respons terhadap perkembangan gonad, fekunditas, derajat tetas telur dan ketahanan hidup larva ikan nila.  Kombinasi vitamin E 150 mg/kg dan minyak ikan 30 g/kg pakan memberi pengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas telur dan larva ikan nila. Dengan demikian, kombinasi vitamin E 150 mg/kg dan minyak ikan 30 g/kg pakan adalah memberi hasil terbaik pada performa reproduksi. Kata kunci: ikan nila, minyak ikan, vitamin E, performa reproduksi

Ovarian development of female mud crab, Scylla serrata supplemented with cholesterol and injected with serotonin

Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 9, No 1 (2010): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Jurnal Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.38 KB)

Abstract

Cholesterol is known to play an important role in nutrition of crustacean and function as a precursor for steroids synthesis, while neurohormone of serotonin could induce ovarian maturation in crustacean. Ovarian development of adult females Scylla serrata was induced by adding cholesterol in the diet and serotonin injection. This research was designed to study the effectiveness of cholesterol supplementation and serotonin injection in ovarian development. Broodstocks were stocked in nine experimental units in three fiber tanks. The fiber tank was equipped with sands substrate and flow through seawater system. The experimental crabs were assigned into a completely randomized design with a 3 x 3 factorial arrangement. The first factor was cholesterol supplementation in the diet with 3 levels (0, 0,5 and 1,0%). The second factor was serotonin injection with 3 levels (0, 5 and 10 μg/g BW). Samples of broodstock were taken every four days to evaluate the stages of ovarian maturity and parameters were used to evaluate the ovarian maturation stage are gonad index (GI) and oocyte diameter, concentration of estradiol 17β, yolk protein concentrations, and fecundity. Results showed that female crabs supplemented with 0,5% cholesterol and a combination of cholesterol 0,5% supplementation and injection serotonin with a dose of 10 μg/g BW had better reproduction development. It is concluded that ovarian development of Scylla serrata could be improved by cholesterol supplementation and serotonin injection. Key words: Cholesterol, serotonin, ovarian development, Scylla serrata   ABSTRAK Kolesterol diketahui merupakan nutrien spesifik yang berperan dalam sisntesis hormon steroid dan mengontrol reproduksi, sementara serotonin merupakan salah satu neurohormon yang dilaporkan dapat merangsang pematangan ovari dan pemijahan pada krustase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian kolesterol yang optimal dalam pakan buatan, serta dosis penyuntikan serotonin yang efektif untuk mempercepat proses perkembangan dan pematangan ovarium induk kepiting bakau Scylla serrata. Pemeliharaan induk dilakukan dengan menggunakan tiga buah bak fiber. Bak pemeliharaan dilengkapi dengan substrat pasir dan sistim air laut mengalir. Eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial, dengan 9 satuan percobaan. Faktor pertama, suplemen kolesterol didalam pakan dengan 3 tingkat dosis (0; 0,5; dan 1%) dan faktor kedua, injeksi serotonin dengan 3 tingkat dosis (0, 5, dan 10 μg/g bobot tubuh). Pengamatan terhadap tingkat kematangan ovari dilakukan setiap 4 hari sekali. Paramater pengambilan sampel meliputi  tingkat kematangan ovari, indeks gonad dan diameter oosit, konsentrasi estradiol 17β, konsentrasi protein yolk, dan fekunditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk kepiting yang disuplementasi dengan dosis kolesterol 0,5% dan induk kepiting yang mendapat perlakuan kombinasi, suplementasi kolesterol 0,5% dan injeksi serotonin dosis 10 μg/g bobot tubuh dapat menghasilkan perkembangan ovari yang terbaik. Jadi kolesterol dan serotonin dapat digunakan untuk meningkatkan perkembangan ovari. Kata-kata kunci: Kolesterol, serotonin, perkembangan ovari, Scylla serrata

Feeding Broodstock on a Diet Containing Vitamin E and Fish Oil Improve Eggs and Larval Quality of Nile tilapia (Oreochromis niloticus)

Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.407 KB)

Abstract

The experiment was conducted to determine the effect of dietary vitamin E and n-3 fatty acids on the gonad maturation, egg and larva quality of Nile tilapia. Fish were treated by various combinations of dietary dosage of vitamin E (50, 100, 150, and 200 mg/kg feed) and fish oil (10, 20, 30, and 40 g/kg feed). Three hundreds and twenty pairs of broodstock fish (female at stage of maturity II) were selected and used for this experiment. Fish were fed on the experimental diets three times a day at satiation. The tested of parameters such as gonad somatic index, egg diameter, fecundity, number of spawned fish, hatching rate, and survival rate. Results of the experiment indicated that supplementation of vitamin E and fish oil stimulated gonad development and increased fecundity, hatching rate and survival rate of Nile tilapia larva. Combination of vitamin E 150 mg/kg feed and fish oil 30 g/kg feed significantly improved egg and larva quality of Nile tilapia. Thus, combination of vitamin E in 150 mg/kg diet with fish oil in dose 30 g/kg diet give the best reproduction performance. Keywords: Nile tilapia,  fish oil, vitamin E, reproduction performance   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kadar kombinasi vitamin E dan asam lemak esensial n-3 untuk pematangan gonad, kualitas telur dan larva ikan nila. Adapun dosis dari masing-masing perlakuan terdiri dari 4 taraf. Untuk vitamin E yaitu: 50 mg/kg, 100 mg/kg, 150 mg/kg,  dan 200 mg/kg pakan  sedangkan minyak ikan yaitu: 10 g/kg, 20 g/kg, 30 g/kg dan 40 g/kg pakan. Ikan uji yang digunakan sebanyak 320 ekor induk betina dan 320 ekor induk jantan dan diseleksi.  Setiap hari ikan diberi pakan uji 2 kali sehari (pagi dan sore) secara at satiation. Selama periode pemeliharaan parameter yang diamati meliputi: indeks gonad somatik, diameter telur, fekunditas, jumlah induk yang memijah, derajat tetas telur, dan ketahanan hidup larva. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pakan dengan kombinasi dosis vitamin E 150 mg/kg dan minyak ikan 30 g/kg memberi respons terhadap perkembangan gonad, fekunditas, derajat tetas telur dan ketahanan hidup larva ikan nila.  Kombinasi vitamin E 150 mg/kg dan minyak ikan 30 g/kg pakan memberi pengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas telur dan larva ikan nila. Dengan demikian, kombinasi vitamin E 150 mg/kg dan minyak ikan 30 g/kg pakan adalah memberi hasil terbaik pada performa reproduksi. Kata kunci: ikan nila, minyak ikan, vitamin E, performa reproduksi