Waston Malau
Program Studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

TRADISI PEMBUATAN TANGKAL UNTUK IBU HAMIL PADA SUKU MELAYU DI DESA SEI BEROMBANG KECAMATAN PANAI HILIR KABUPATEN LABUHAN BATU Rosramadhana, Rosramadhana; Malau, Waston; Pasaribu, Payerli
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2013): Penelitian Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.812 KB)

Abstract

Pada masyarakat pesisir yang dinamakan orang Melayu yang tinggal di desa Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhan Batu ada suatu tradisi yang harus dilakukan oleh perempuan yang sedang hamil yaitu membuat “Tangkal”. Tradisi ini masih tetap dipertahankan sampai saat ini, bahkan uniknya untuk membuat tangkal itu ada ritual khusus yang harus dilakukan oleh orang yang dipercaya untuk membuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ritual kepercayaan yang dilakukan khususnya menggambarkan tentang proses pelaksanaan ritual kepercayaan pembuatan dan pemakaian tangkal pada ibu hamil, untuk mengetahui fungsi dan makna tangkal bagi masyarakat Melayu khususnya tangkal ibu yang sedang mengandung. Rancangan penelitian ini akan disusun dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etik dan emik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dianalisis secara kualitatif, Penelitian ini juga akan melakukan audit trail untuk menguji keakuratan data (catatan lapangan, hasil rekaman dokumen, dan foto. Dan dilakukan member check dengan informan. Tangkal juga diletakkan di bagian rumah yang disarankan seperti di atas pintu masuk di sudut ruangan dan di dapur. Menurut ibu Jurmiah Kalimantan (pembuat tangkal) setelah ritual sumpit selesai dilaksanakan dan diberikan kepada ibu hamil langsung dipakai dan tidak boleh dilangkahi. Selanjutnya beberapa macam tangkal seperti (1)kunyit (2) kunyit bungle, (3) jariango,(4) kencur, (5) duri landak,(6) kuku bajang, (7)pinang sundari, (8) buah kemiri, (9) bawang putih tunggal, (10) barang merah tunggal, (11) gambir, (12) kapur, (13) sirih, (14) bambu kuning, (15) Sogar ono/bargot, (15) ijok, (16) lidi gila, (17) sambok daro,  (18) benang 3 warna (hitam,kuning,merah) dimasukkan kedalam sumpit dan tidak boleh ditutup agar setan takut.
BERDIRI DAN BERKEMBANGNYA PERKEBUNAN KARET DOLOK MERANGIR TAHUN 1917 – 2005 Harahap, Hanif; Malau, Waston
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2012): Penelitian Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.556 KB)

Abstract

Banyak perubahan kebudayaan, ekonomi dan sosial terjadi pada masyarakat Simalungun di Nagori Dolok Merangir I dan II. Dimulai dari penggunaan bahasa Simalungun yang sudah langka dikalangan suku Simalungun, berganti kepada penggunaan bahasa Jawa menjadi bahasa pengantar sehari – hari. Berubahnya pandangan orang Simalungun tentang bekerja sebagai karyawan lapangan diperkebuan itu hina menjadi pekerjaan yang sangat dibutuhkan memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Perubahan kebudayaan, ekonomi dan sosial juga terjadi pada suku Jawa di Nagori Dolok Merangir I dan II. Dimulai dari beberapa tradisi yang sudah mulai di tinggalkan seperti wayang orang, Jarang kepang dan ludruk yang berganti dengan kesenian Keyboard. Banyak nilai – nilai kehidupan Jawa asli sudah berganti seperti hemat, sederhana, prioritas pendidikan menjadi konsumtif, kemewahan dan boros. Mengingat mata pencaharian orang Jawa dahulu di pulau Jawa adalah bertani, maka akibat pentrasmigrasian secara paksa oleh pemerintah kolonial ke perkebunan di Sumatera Timur secara signifikan merubah mata pencaharian mereka menjadi buruh perkebunan. Akulturasi budaya Simalungun dan Jawa dalam hal ini terlihat jelas dalam religi. Orang Simalungun sebelum kedatangan orang Jawa ke Nagori Dolok Merangir memeluk kepercayaan nenek moyang Animisme. Setelah berinteraksi dengan orang Jawa, maka orang Simalungun memeluk Islam. Penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar sehari – hari juga menjadi parameter akulturasi kedua budaya.
DAMPAK URBANISASI TERHADAP PEMUKIMAN KUMUH (SLUM AREA) DI DAERAH PERKOTAAN malau, Waston
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 5, No 2 (2013): Penelitian dan artikel ilmiah pendidikan/non kependidikan ilmu sosial dan buday
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.464 KB)

Abstract

Urbanisasi menyebabkan laju pertumbuhan penduduk yang pesat di daerah perkotaan sehingga menimbulkan beragam permasalahan, salah satu diantaranya adalah semakin banyaknya pemukiman kumuh (slum area)  pada lahan-lahan kosong di daerah perkotaan seperti bantaran sungai, bantaran rel kereta api, taman kota, maupun di bawah jalan layang. Penghuni pemukiman kumuh (daerah slum) adalah sekelompok orang yang datang dari desa menuju kota dengan tujuan ingin mengubah nasib. Mereka umumnya tidak memiliki keahlian dan jenjang pendidikan yang cukup untuk bekerja di sektor industri di perkotaan. Mereka hanya bisa memasuki sektor informal dengan penghasilan yang rendah, sehingga tidak mampu mendiami perumahan yang layak
Dampol tongosan pada Masyarakat Batak Toba di Desa Sigumpar Kecamatan Lintongnihuta Malau, Waston; Hutasoit, Junedi Junior Martabe
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.293 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pengobatan penyakit dengan menggunakan pengobatan tradisional dampol tongosan, mengetahui obat dan bahan yang dipergunakan, mengetahui pandangan atau respon masyarakat terhadap keberadaannya, dan untuk mengetahui dampak positif maupun negatifnya di Desa Sigumpar Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan perihal keberadaan pengobatan tradisional ini dalam konteks sosial masyarakatnya. Pengobatan tradisional Batak Toba ini menggunakan tumbuh-tumbuhan yang diper-cayai masyarakat mengandung khasiat sebagai obat dan bisa menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan masalah tulang. Sistem pengobatan ini bisa dilakukan dari jarak yang berjahuan. Bahan ramuan yang digunakan pandampol untuk mengobati pasien ialah menggunakan dampol tongosan seperti burung Siburuk, sarang burung Siburuk, daun sirih, andulpak, santan kelapa, dan kamput. Alat-alat yang digunakan yaitu pelepah pisang, perban, kapas. Cara pembuatan minyak urut adalah burung Siburuk dan sarang burung Siburuk dimasak dengan menggunakan air secukupnya, dimasak hingga mendidih hingga menghasilkan minyak.
Pengarusutamaan Gender dalam Program Pembangunan Malau, Waston
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.603 KB)

Abstract

Many issues of gender inequality surrounding us still not yet seriously solved by all elements of society. Women have more experience in disadvantages rather than men in the fields of education, health, employment, having and using science and technology. As may be seen with the still frequently occur violence against women, trafficking of women and children, pornography, the employment of women as problems of migrant workers and migrant workers abroad, lower participation of women in politics, and in the field of education, especially at the senior high school and higher education. For solving that, efforts in eradicating gender discrimination and developing potency which can support gender equality must be conducted continuously. Despite Constitution of 1945 ensures equality between men and women in accessing the fields, but in application still faced by many obstacles, for instance culture of patriarchy still remained and perpetuated by most of Indonesian people. Therefore increasing the women’s role in gender-based development as integral part of national development, has important meaning as effort to realize harmonious equal partnership between men and women, which in other word, to realize gender equity and equality in various fields of life and development.
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR DAN GAYA BELAJAR MODEL FLEMING TERHADAP MASA BELAJAR MAHASISWA DI FAKULTAS ILMU SOSIAL Malau, Waston; Setiawan, Deny
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi belajar dan gaya belajar model fleming terhadap masa belajar mahasiswa di fakultasilmu sosial universitas negeri medan. Berdasarkan hasil temuan penelitian, bahwa rata-rata hasil belajar kelompok mahasiswa yang diajar dengan strategipembelajaran trading place memiliki gaya belajar kinestetik lebih tinggi. Hal inidapat dijelaskan karena strategi pembelajaran trading place memberikankebebasan kepada mahasiswa untuk lebih berperan aktif dan dapat berinteraksidengan teman belajar dan dosen. Mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih termotivasi, lebih semangat selama proses pembelajaran, sehingga mahasiswa lebih terampil dalam hal mengemukakan pendapatnya, sedangkan dengan strategi pembelajaran ekspositori yang pada dasarnya pembelajaran berpusat kepada dosen mengakibatkan mahasiswa yang memiliki gaya belajar  kinestetik tidak dapat berinteraksi/kurang bersosial dengan teman dan  mahasiswa kurang termotivasi sehingga cepat merasakan bosan dalam proses pembelajaran. Hal ini memberikan rekomendasi bahwa strategi pembelajaran trading place sangat cocok digunakan kepada mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik daripada strategi pembelajaran ekspositori dan mahasiswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori, dan read/write.
TRADISI PEMBUATAN TANGKAL UNTUK IBU HAMIL PADA SUKU MELAYU DI DESA SEI BEROMBANG KECAMATAN PANAI HILIR KABUPATEN LABUHAN BATU Rosramadhana, Rosramadhana; Malau, Waston; Pasaribu, Payerli
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.812 KB)

Abstract

Pada masyarakat pesisir yang dinamakan orang Melayu yang tinggal di desa Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhan Batu ada suatu tradisi yang harus dilakukan oleh perempuan yang sedang hamil yaitu membuat “Tangkal”. Tradisi ini masih tetap dipertahankan sampai saat ini, bahkan uniknya untuk membuat tangkal itu ada ritual khusus yang harus dilakukan oleh orang yang dipercaya untuk membuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ritual kepercayaan yang dilakukan khususnya menggambarkan tentang proses pelaksanaan ritual kepercayaan pembuatan dan pemakaian tangkal pada ibu hamil, untuk mengetahui fungsi dan makna tangkal bagi masyarakat Melayu khususnya tangkal ibu yang sedang mengandung. Rancangan penelitian ini akan disusun dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etik dan emik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dianalisis secara kualitatif, Penelitian ini juga akan melakukan audit trail untuk menguji keakuratan data (catatan lapangan, hasil rekaman dokumen, dan foto. Dan dilakukan member check dengan informan. Tangkal juga diletakkan di bagian rumah yang disarankan seperti di atas pintu masuk di sudut ruangan dan di dapur. Menurut ibu Jurmiah Kalimantan (pembuat tangkal) setelah ritual sumpit selesai dilaksanakan dan diberikan kepada ibu hamil langsung dipakai dan tidak boleh dilangkahi. Selanjutnya beberapa macam tangkal seperti (1)kunyit (2) kunyit bungle, (3) jariango,(4) kencur, (5) duri landak,(6) kuku bajang, (7)pinang sundari, (8) buah kemiri, (9) bawang putih tunggal, (10) barang merah tunggal, (11) gambir, (12) kapur, (13) sirih, (14) bambu kuning, (15) Sogar ono/bargot, (15) ijok, (16) lidi gila, (17) sambok daro,  (18) benang 3 warna (hitam,kuning,merah) dimasukkan kedalam sumpit dan tidak boleh ditutup agar setan takut.
Pengarusutamaan Gender dalam Program Pembangunan Malau, Waston
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.603 KB)

Abstract

Many issues of gender inequality surrounding us still not yet seriously solved by all elements of society. Women have more experience in disadvantages rather than men in the fields of education, health, employment, having and using science and technology. As may be seen with the still frequently occur violence against women, trafficking of women and children, pornography, the employment of women as problems of migrant workers and migrant workers abroad, lower participation of women in politics, and in the field of education, especially at the senior high school and higher education. For solving that, efforts in eradicating gender discrimination and developing potency which can support gender equality must be conducted continuously. Despite Constitution of 1945 ensures equality between men and women in accessing the fields, but in application still faced by many obstacles, for instance culture of patriarchy still remained and perpetuated by most of Indonesian people. Therefore increasing the women’s role in gender-based development as integral part of national development, has important meaning as effort to realize harmonious equal partnership between men and women, which in other word, to realize gender equity and equality in various fields of life and development.
Penerapan Strategi Belajar dan Gaya Belajar Model Fleming terhadap Masa Belajar Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Malau, Waston; Setiawan, Deny
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 8, No 2 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.869 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi belajar dan gaya belajar model fleming terhadap masa belajar mahasiswa di fakultas ilmu sosial universitas negeri medan. Berdasarkan hasil temuan penelitian, bahwa rata-rata hasil belajar kelompok mahasiswa yang diajar dengan strategi pembelajaran trading place memiliki gaya belajar kinestetik lebih tinggi hal ini dapat dijelaskan karena strategi pembelajaran trading place memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk lebih berperan aktif dan dapat berinteraksi dengan teman belajar dan dosen. Mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih termotivasi, lebih semangat selama proses pembelajaran, sehingga mahasiswa lebih terampil dalam hal mengemukakan pendapatnya, sedangkan dengan strategi pembelajaran ekspositori yang pada dasarnya pembelajaran berpusat kepada dosen mengakibatkan mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik tidak dapat berinteraksi/kurang bersosial dengan teman dan mahasiswa kurang termotivasi dan sehingga cepat merasakan bosan dalam proses pembelajaran. Hal ini memberikan rekomendasi bahwa strategi pembelajaran trading place sangat cocok digunakan kepada mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik daripada strategi pembelajaran ekspositori dan mahasiswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori, dan read/write.
DAMPAK URBANISASI TERHADAP PEMUKIMAN KUMUH (SLUM AREA) DI DAERAH PERKOTAAN malau, Waston
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 5, No 2 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.464 KB)

Abstract

Urbanisasi menyebabkan laju pertumbuhan penduduk yang pesat di daerah perkotaan sehingga menimbulkan beragam permasalahan, salah satu diantaranya adalah semakin banyaknya pemukiman kumuh (slum area)  pada lahan-lahan kosong di daerah perkotaan seperti bantaran sungai, bantaran rel kereta api, taman kota, maupun di bawah jalan layang. Penghuni pemukiman kumuh (daerah slum) adalah sekelompok orang yang datang dari desa menuju kota dengan tujuan ingin mengubah nasib. Mereka umumnya tidak memiliki keahlian dan jenjang pendidikan yang cukup untuk bekerja di sektor industri di perkotaan. Mereka hanya bisa memasuki sektor informal dengan penghasilan yang rendah, sehingga tidak mampu mendiami perumahan yang layak