Articles

Found 13 Documents
Search

Dua Dimer Resveratrol dari Kulit Batang Shorea parvifolia (dipterocarpaceae) Rosyidah, Kholifatu; Juliawati, Lia Dewi; Syah, Yana Maolana; Hakim, Euis Holishotan; Achmad, Sjamsul Arifin; Makmur, Lukman
Jurnal Natur Indonesia Vol 12, No 02 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.681 KB)

Abstract

Two resveratrol dimers, (-)-ampelopsin F dan (-)-laevifonol were isolated from aceton extract of the stem bark ofShorea parvifolia. The structures of these compounds were determined based on their spectroscopic data includingspectroscopy ultra violet (UV), infra red (IR), nuclear magnetic resonance (1H-NMR, 13C-NMR) and also were comparedto the reported data.
TRIMER RESVERATROL DARI KULIT BATANG SHOREA PARVIFOLIA DYER. Rosyidah, Kholifatu; Juliawati, Lia D.; Syah, Yana M.; Hakim, Euis H.; Achmad, Sjamsul A.; Makmur, Lukman; Din, Laily Bin; Latip, Jalifah; Said, Ikram M.
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shorea atau yang dikenal sebagai meranti merupakan genus utama famili Dipterocarpaceae. Masyarakat banyak menggunakan tumbuhan ini sebagai bahan bangunan. Senyawa oligomer resveratrol banyak ditemukan dalam tumbuhan ini berupa dimer, trimer, dan tetramer resveratrol. Beberapa senyawa oligomer resveratrol yang berhasil diisolasi menunjukkan aktivitas biologi yang penting seperti anti-HIV, sitotoksik, anti-jamur, anti-inflamasi, dan anti-bakteri. Pada penelitian ini telah berhasil diisolasi senyawa trimer resveratrol dari ekstrak aseton kulit batang Shorea parvifolia Dyer. Struktur senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, and 1H-NMR.Kata kunci: trimer resveratrol, Shorea parvifolia Dyer., Dipterocarpaceae.
Ilmu Kimia Tanaman Lauraceae Indonesia: V. Eritrodiol 3-Asetat dari Litsea elliptica Bl. (Lauraceae) Achmad, Sjamsul Arifin; Afrizal, Afrizal; Ghisalberti, Emilio L.; Hakim, Euis Holisotan; Makmur, Lukman
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 24, No 2/3 (1991)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.105 KB)

Abstract

Suatu triterpen, jenis oleanan, yang diperoleh dari kulit akar tanaman Litsea elliptica Bl. (Lauraceae) telah diidentifikasi sebagai olean-12-en-3,28-diol-3-asetat atau eritrodiol 3-asetat (I). Telah ditemukan pula suatu ftalat dan telah diidentifikasi sebagai bis(2-etilheksil) ftalat (III). Struktur kedua senyawa ini telah ditetapkan dengan menggunakan cara spektroskopi. Isolat lain, suatu triterpen yang diberi nama litselligenin, masih terus diteliti. Baik eritrodiol 3-asetat (I) maupun bis(2-etilheksil)ftalat (III) tidak pernah ditemukan sebelumnya pada tanaman Lauraceae, sedangkan senyawa terakhir merupakan senyawa ftalat kedua yang ditemukan pada Luaraceae. An oleanane-type triterpene isolated from the root bark of Litsea elliptica Bl. (Lauraceae) has been identified as olean-12-en-3,28-diol-3-acetate or erythrodiol 3-acetate (I). A phthalate has also been isolated and identified as bis(2-ethylhexyl)phthalate (III). The structure of both compounds have been elucidated based on spectroscopic methods. Work on another isolate, a triterpenoid named litselligenin, is in progress. Neither erythrodiol 3-acetate (l) nor bis(2-ethylhexyl)phthalate (III) have been isolated previously from the Lauraceae, and the latter compound represents a second phthalate to be isolated from Lauraceae.
Artonol B and Sikloartobilosanton dari Artocarpus teysmanii MIQ Makmur, Lukman; Syamsurizal, Syamsurizal; Tukiran, Tukiran; Syamsu, Yoharmus; Achmad, Sjamsul Arifin; Hakim, Euis Holisotan; Mujahidin, Didin; Aimi, Norio; Kitajima, Mariko; Takayama, Hiromitsu
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 31, No 2 (1999)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.616 KB)

Abstract

Dua senyawa masing-masing turunan santon lakton, yaitu artonol B (1) dan turunan furanodihidrobenzosanton, yakni Sikloartobilosanton (2), telah ditemukan pada tumbuhan Artocarpus teysmanii Miq. (Moraceae), suatu tumbuhan langka yang endemik untuk Indonesia dan dikenal dengan nama Tipulu. Struktur molekul kedua senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data fisika dan spektroskopi (MS, 1H dan 13C NMR). Artonol B (1) dan sikloartobilosanton (2) memperlihatkan toksisitas yang tinggi terhadap udang Artemia salina, dan senyawa 2 juga memperlihatkan aktivitas antimitotik yang rendah terhadap target cdc2 kinase dan cdc25 fosfatase. Artonol B and Cycloartobiloxanthone from Artocarpus teysmanii MIQTwo compounds, a xanthone lactone derivative, namely artonol B (1) and a furanodihydrobenzoxanthone derivative, namely cycloartobiloxanthone (2) had been isolated from Artocarpus teysmanii Miq. (Moraceae), locally known as Tipulu. The structures of both compounds were elucidated based on physical and spectroscopic data (MS, 1H and 13C NMR). Both artonol B (1) and cycloartobiloxanthone (2) showed strong toxicity against Artemia salina in the shrimp bioassay, and compound 2 also showed weak antimitotic activity against cdc2 kinase and cdc25 phosphatase as the targets. Bagian ke-8 dari seri Ilmu Kimia Tumbuhan Moraceae Indonesia, untuk bagian ke-6 lihat pustaka [10].
Ilmu Kimia Tanaman Lauraceae Indonesia: VI. Kriptokaryon dari Cryptocarya Laevigata BL. (Lauraceae) Achmad, Sjamsul Arifin; Effendi, Effendi; Ghisalberti, Emilio L.; Hakim, Euis Holisotan; Juliawaty, Lia Dewi; Makmur, Lukman; White, Allan H.
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 24, No 2/3 (1991)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.016 KB)

Abstract

Ekstraksi kulit akar dan kulit barang tanaman Cryptocarya laevigata Bl. (Lauraceae) dengan n-heksan menghasilkan suatu calkon yang diidentifikasi sebagai kriptokaryon (I). Struktur senyawa ini ditetapkan berdasarkan data spektroskopi dan analisis Kristal sinar-X. Kesimpulan mengenai struktur kriptokaryon (I) mendukung saran peneliti sebelumnya, yang terlah merevisi struktur (II) yang pertama kali disarankan. C. laevigata adalah spesies kedua anggota suku Lauraceae yang telah ditemukan mengandung kriptokaryon (I). Tambahan pula, kriptokaryon (I) adalah senyawa alam kedua dari jenis flavonoid yang mengandung cincin A yang tereduksi sebagian, yang pernah ditemukan. Extraction of the root and the tree barks of Cryptocarya laevigata Bl. (Lauraceae) with n-hexane yielded a chalcone identified as cryptocaryone (I). The structure of this compound had been elucidated based on spectroscopic measurements and X-ray crystal analysis. Conclusions about the structure of cryprocaryone (I) confirm the previous suggestion, which revised the structure (ll) suggested earlier. C. laevigata is the second species of Lauraceae which contains cryptocaryone (I). Furthermore, cryptocaryone (I) is a second naturally occurring flavonoid containing a reduced A ring system which has so far been isolated.
Artoindonesianin D: a New Bioactive Pyranoflavone Derivative and Chaplashin from Artocarpus Maingayi Holisotan Hakim, Euis; Affrida, Affrida; Eliza, Eliza; Achmad, Sjamsul Arifin; Makmur, Lukman; Mujahidin, Didin; Maolana Syah, Yana; Aimi, Norio; Kitajima, Mariko; Takayama, Hiromitsu
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 32, No 1 (2000)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.021 KB)

Abstract

Sari. Suatu senyawa baru flavonoid terisoprenilasi turunan piranoflavon, yakni 5-hidroksisiklomorusin yang diberi nama artoindonesianin D (1), dan suatu senyawa turunan oksepinoflavon, yakni chaplasin (2), telah ditemukan untuk pertama kalinya, masing-masing pada kulit akar dan kayu akar tumbuhan Artocarpus maingayi King (Moraceae). Tumbuhan langka ini berasal dari Sumatera Barat dan endemik untuk Indonesia, serta dikernal dengan nama daerah Cubadak Utan. Struktur molekul kedua senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data fisika dan spektroskopi (MS, 1H dan 13C NMR). Artoindonesianin D (1) dan chaplasin (2) bersifat toksik terhadap nauplii udang Artemia salina Leach. Artoindonesianin D: a New Bioactive Pyranoflavone Derivative and Chaplashin from Artocarpus MaingayiAbstract. A new isoprenylated flavonoid, a pyranoflavone derivative 5'-hydroxycyclomorusin named artoindonesianin D (1), and an oxepinoflavone derivative chaplashin (2) were isolated for the first time, respectively from the root bark and root trunk of Artocarpus maingayi King. (Moraceae). This plant is locally known as Cubadak Utan, a rare species found in West Sumatera and endemic to Indonesia. The structure of both compounds were elucidated based on physical and spectroscopical data (MS, 1H and 13C NMR). Artoindonesianin D (1) and chaplashin (2) showed toxic effect against shrimp nauplii Artemia salina Leach.
Artelastokromen Suatu Diprenilpiranoflavon dan B-Resorsilaldehid dari Kayu Batang Artocarpus Lanceifolius Mujahidin, Didin; Arifin Achmad, Sjamsul; Maolana Syah, Yana; Hakim, Euis Holisotan; Makmur, Lukman; Aimi, Norio; Kitajima, Mariko; Takayama, Hiromitsu; Tamin, Rusjdi
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 32, No 2 (2000)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.016 KB)

Abstract

Abstrak. Dua senyawa, yaitu artelactokromen (1), suatu diprenil piranoflavon, dan B-resorsilaldehid (2) telah ditemukan untuk pertama kalinya pada kayu batang tumbuhan Artocarpus lanceifolius Roxb. (Moraceae), suatu tumbuhan langka yang endemic untuk Indonesia dan dikenal dengan nama Keledang. Struktur molekul kedua senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data fisika dan spektroskopi (MS, 1H dan 13C NMR). Baik artelastokromen (1) maupun B-resorsilaldehid (2) tidak terlalu toksik terhadap nauplii udang Artemia salina Leach., masing-masing dengan LC50 298,2 dan 79,7 ug/mL. Artelastochromene a Diprenylphyranoflavone and Β-Resorcylaldehyde from the Wood Trunk of Artocarpus LanceifoliusAbstract. Two phenolic constituent, namely artelastochromene (1), a diprenyl pyranoflavone, and β-resorcylaldehyde (2) had been isolated from the wood trunk of Artocarpus lanceifolius Roxb. (Moraceae), an endemic species of Indonesia, locally known as Keledang. The structures of both compounds were elucidated based on physical and spectroscopic data (MS, 1H and 13C NMR). Both artelastochromene (1) and β-resorcylaldehyde (2) showed very slight toxic effect against shrimp nauplii Artemia salina Leach., LC50 298,2 and 79,7 μg/mL, respectively.
Artoindonesianin-E suatu senyawa baru turunan flavanon dari tumbuhan Artocarpus Champeden Hakim, Euis Holisotan; Aripin, Asep; Achmad, Sjamsul Arifin; Aimi, Norio; Kitajima, Mariko; Makmur, Lukman; Mujahidin, Didin; Syah, Yana Maolana; Takayama, Hiromitsu
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 33, No 3 (2001)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.394 KB)

Abstract

Sari. Suatu senyawabaru turunan flavanon, yakni 5,7-dihidroksi-2',4',6'-trimetoksiflavanon yang diberi nama artoindonesianin-E(1 ), telah ditemukan untuk pertama kalinya bersama-samad engan artokarpin (2) dan heteroflavanon-A (3) pada ekstrak benzena kulit batang tumbuhan Artocarpus champeden Spreng (Moraceae), suatu tumbuhan yang endemik untuk Indonesia, serta dikenal dengan narna Cempedak. Struktur molekul senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data fisika dan spekroskopi (MS, 1H dan 13C NMR).Artoindonesianin-E a New Flavanone Derivative from Artocarpus ChampedenAbstract. A new flavanone derivative, 5,7-dihydroxy-2',4',6'-trimethoxyflavanone named artoindonesianin-E (1) had been isolated for the first time, together with artocarpin (2) and heteroflavanone-A (3) from benzene extract of the tree bark of Artocarpus champeden Spreng. (Moraceae), a species endemic to Indonesia and locally known as Cempedak. The structure of this compound was elucidated based on physical and spectroscopic data (MS, 1H and 13C NMR).
Suatu Senyawa Stilbene Terprenilasi dari Kayu Akar Tumbuhan Artocarpus Altilis Holisotan Hakim, Euis; Adimurti, Valentina; Makmur, Lukman; Arifin Achmad, Sjamsul; Mujahidin, Didin; Maolana Syah, Yana; Aimi, Norio; Kitajima, Mariko; Takayama, Hiromitsu
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 33, No 3 (2001)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.72 KB)

Abstract

Suatu stilben terprenilasi, trans-4-(3-metil-E-but-l-enil)-3,5,2',4'-tetrahidroksistilben telah ditemukan untuk pertama kalinya dari ekstrak kloroform kayu akar tumbuhan Artocarpus altilis (Moraceae), yang dikenal dengan nama Sukun. Struktur molekul senyawa ini telah ditetapkan berdasarkan data fisika dan spektroskopi UV, IR, MS, 1H dan 13C NMR. Senyawa ini bersifat toksik (LC50 = 45,7 µg/mL) terhadap benur udang Artemia salina Leach. A prenylated stilbene from the root trunk of Artocarpus altilisA prenylated stilbene, trans-4-(3-methyl-E-but-l-enyl)-3,5,2',4'-tetrahydroxystilbene had been isolated for the first time from the chloroform extract of the root trunk of Artocarpus altilis (Moraceae), locally known as Sukun. The structure of this compound was Elucidated based on physical and spectroscopic data UV, IR, MS, 1H and 13C NMR. It showed strong toxicity (LC50 = 45,7 µg/mL) agains Atrtemia salina Leach shrimp.*Bagian ke-25 dari seri "llmu Kimia Tumbuhan Moraceae lndonesia". Untuk Bagian ke-24 lihat pustaka (5)
Senyawa Turunan Piranoflavon dan Furanodihidrobenzoxanton dari Artocarpus Ianceifolius Hakim, Euis Holisotan; Asnizar, Asnizar; Kurniadewi, Fera; Abdul Ghofar, Tedi; Achmad, Sjamsul Arifin; Makmur, Lukman; Mujahidin, Didin; Aimi, Norio; Kitajima, Mariko; Takayama, Hiromitsu; Tamin, Rusjdi
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 31, No 2 (1999)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.942 KB)

Abstract

Sari. Dua senyawa turunan piranoflavon dan furanodihidrobenzosanton, masing-masing artelastin (1) dan sikloartobiloksanton (2), telah ditemukan masing-masing pada kayu dan kulit batang tumbuhan Artocarpus lanceifolius Roxb. (Moraceae), suatu tumbuhan langka yang endemik untuk Indonesia dan dikenal dengan nama Keledang. Struktur molekul kedua senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data fisika dan spektroskopi (MS, 1H dan 13C NMR). Artelastin (1) sangat menghambat transportasi asam amino leusin melalui membran usus ulat sutera Bontbyx mori, sedangkan sikloartobilosanton (2) menunjukkan toksisitas yang tinggi terhadap udang Artemia salina. Pyranoflavone and Furanodihydrobenzoxanthone Derivatives from Artocarpus IanceifoliusAbstract. Two pyranoflavone and furanodihydrobenzoxanthone derivatives, namely artelastin (1) and cycloartobiloxanthone (2), had been isolated respectivelfy from the wood and the tree bark of Artocarpus lanceifolius Roxb. (Moraceae), an endemic species of lndonesia, locally known as Keledang. The structures of both compounds were elucidated based on physical and spectroscopic data (MS, 1H and 13C NMR). Artelastin (1) strongly inhibited leucin amino acid transport in Bombyx mori midgut, while cycloartobiloxanthone (2) showed high toxicity against Artemia salina shrimp. Bagian ke-6 dari seri Ilmu Kimia Tumbuhan Moraceae Indonesia, untuk bagian ke-5 lihat Pustaka (8)