Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARCS PADA MATERI STATISTIKA DI KELAS XI SMA NEGERI 2 RSBI BANDA ACEH Maidiyah, Erni
Jurnal Peluang Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 No.2, April 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.938 KB)

Abstract

Abstrak             Model pembelajaran ARCS (attention, relevance, confidence, satisfaction) merupakan model yang dikembangkan berdasarkan review tentang motivasi dengan tujuan mengaktifkan siswa belajar.Selama proses pembelajaran berlangsung aspek motivasi sangat mempengaruhi hasil belajar. Statistika merupakan salah satu materi pelajaran yang harus dikuasai siswa namun di SMANegeri2 RSBI Banda Aceh hasil belajar siswa rendah. Model pembelajaran ARCS dalam mempelajari materi statistika dapat menjadi alternatif yang dapat diterapkan dengan harapan siswa termotivasi dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa, perhatian (attention), keterkaitan bahan ajar dengan kebutuhan siswa (relevance), percaya diri (confidence), dan kepuasan (satisfaction) siswa pada materi statistika yang diajarkan dengan model pembelajaran ARCS. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini merupakan pre-eksperimental design  jenis one shot case study. Penelitian ini dilakukan di kelas XI SMA Negeri 2 RSBI Banda Aceh dengan KKM materi Statistika 75. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IA 1 sebanyak 24 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, angket motivasi siswa, wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian siswa, keterkaitan bahan ajar dengan kebutuhan siswa, percaya diri siswa, dan kepuasan siswa dikategorikan baik  untuk setiap pertemuan. Respon siswa pada setiap aspek ARCS dikategorikan positif. Namun ketuntasan secara klasikal belum terpenuhi karena persentase siswa yang tuntas belajar  secara individu (KKM = 75) kurang dari 85%. Demikian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ARCS belum efektif.Kata kunci: model pembelajaran ARCS, materi statistika
PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK YANG MENONTONFILM ANIMASI DI TK IDAMAN HATI KECAMATAN SAWANG ACEH UTARA Rinayanti, .; Ahmad, Anizar; Maidiyah, Erni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Perkembangan sosial emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan media-media disekitar anak yaitu televisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak yang menonton televisi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang anak yang berusia 5-6 tahun dan informan dalam penelitian ini adalah orang tua anak dan guru di TK Idaman Hati. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) anak melakukan dua jenis kekerasan yaitu kekerasan fisik dan verbal; 2) tayangan televisi yang sering dilihat anak adalah film animasi kartun yang mengandung unsur kekerasan dan kefulgaran; 3) waktu yang dihabiskan anak dalam menonton yaitu mencapai 2-5 jam perhari pada waktu pagi, siang, sore dan malam; 4) perilaku anak pada saat menonton televisi bermacam-macam, yaitu diam memperhatikan, menirukan adegan secara langsung dan tidak langsung; dan 5) peran orang tua hanya sebatas menonton televisi bersama dan tidak memberikan bimbingan dan tanggapan terhadap tayangan yang dilihat anak. kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan sosial emosional anak masih kurang baik, yaitu perilakunya masih cenderung ke hal-hal yang negatif. Diharapkan  kepada orang tua agar dapat mendidik, mengasuh, dan membimbing anak dengan baik serta melakukan pengontrolan dan pendampingan pada saat anak menonton televisi.
PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA DI PAUD NURUL HIDAYAH, DESA LAMPUUK, KABUPATEN ACEH BESAR Nurhabibah, .; Ahmad, Anizar; Maidiyah, Erni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Bermain dengan lingkungan sekitar (teman sebaya) dapat merangsang aspek-aspek perkembangan anak, khususnya perkembangan sosial emosional. Akan tetapi, sebagian orang tua berpendapat bahwa teman sebaya hanya dapat membawa pengaruh negatif terhadap anak, sehingga melarang anaknya untuk bermain bersama teman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya di PAUD Nurul Hidayah, Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah enam orang anak berusia empat s/d enam tahun, sedangkan informan dalam penelitian ini adalah guru di PAUD Nurul Hidayah, Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Penelitian diketahui bahwa perkembangan sosial emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya di PAUD Nurul Hidayah sudah baik. Adapun perkembangan sosial emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya meliputi; 1) anak berbagi dengan teman sebaya, 2) menaati aturan yang berlaku dalam permainan, 3) anak bermain dengan teman sebaya, 4) menunjukkan sikap tata krama dan sopan santun sesuai dengan nilai sosial budaya setempat. Namun ada anak yang melakukan penyimpangan prilaku seperti memukul, mendorong, mengejek dan menendang. Akan tetapi penyimpangan prilaku yang di lakukan anak di PAUD Nurul Hidayah Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar masih dapat didik ke arah yang lebih baik. Ketika anak melakukan penyimpangan prilaku terhadap teman sebayanya, guru selalu menasehati dan memberi arahan. Diharapkan kepada orang tua, agar tidak melarang anak bermain dengan teman sebaya, karena teman sebaya merupakan salah satu faktor perkembangan sosial emosional. Namun tetap dalam pengawasan orang tua atau guru.
Kemampuan Numerik dan Hubungannya dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Manggeng, ABDYA, Tahun 2016/2017 Rezawatimar, Rezawatimar; Maidiyah, Erni; Suryawati, Suryawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.862 KB)

Abstract

Kemampuan numerik merupakan kemampuan dasar dalam menggunakan angka dan proses hitungnya. Sebagai cabang ilmu yang tidak luput dari penggunaan angka, penguasaan numerik ikut menjadi faktor yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) bagaimana kemampuan numerik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggeng, Abdya; (2) apakah ada hubungan signifikan antara kemampuan numerik dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggeng, Abdya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melihat kemampuan numerik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggeng, Abdya serta (2) melihat ada tidaknya hubungan signifikan antara kemampuan numerik dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggeng, Abdya. Hipotesis dari penelitian ini adalah adanya hubungan signifikan antara kemampuan numerik dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggeng, Abdya tahun 2016/2017. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggeng, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Manggeng. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi, dan pengolahan datanya menggunakan koefisien korelasi product moment, sedangkan untuk pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh: (1) hasil kemampuan numerik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggeng, Abdya berada dalam kategori cukup, dengan perolehan rata-rata 65,6 dan Standar Deviasi 11,02; (2) dari hasil analisis, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,646 yang tergolong dalam kategori baik. Simpulan dari penelitian ini adalah kemampuan numerik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggeng, Abdya berada dalam kategori cukup, serta adanya hubungan signifikan antara kemampuan numerik dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggeng, Abdya tahun 2016/2017.  Kata Kunci:     kemampuan numerik, hasil belajar, matematika.
Tingkat Kemampuan Berpikir Siswa berdasarkan Teori van Hiele pada Materi Segiempat Kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aini, Zahratul; Maidiyah, Erni; Hidayat, Mukhlis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.623 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir dalam matematika khususnya geometri masih tergolong rendah, geometri tidak hanya melatih proses berpikir namun sangat mempengaruhi pelajaran lain dalam matematika. Teori mendasar yang digunakan dalam pembelajaran geometri adalah teori Van Hiele. Seseorang saat belajar geometri harus melalui lima tingkatan yang berurutan,  setiap tingkatan tersebut mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam geometri. Permasalahan pada penelitian ini yaitu bagaimanakah tingkat kemampuan berpikir siswa ditinjau dari teori Van Hiele pada materi segiempat di kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir siswa ditinjau dari teori Van Hiele pada materi segiempat di kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya deskriptif.  Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Darussalam sejumlah 21 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes tulis dan wawancara. Tes tulis dilaksanakan kepada 21 siswa  dan wawancara kepada 6 siswa dengan kategori 2 siswa kemampuan berpikir rendah, 2 siswa kemampuan berpikir sedang, dan 2 siswa kemampuan berpikir tinggi. Hasil penelitian terhadap kemampuan berpikir siswa SMP Negeri 1 Darussalam menunjukkan bahwa  2 orang siswa kemampuan rendah berada pada tingkat 0 (Visualisasi), 2 orang siswa kemampuan sedang berada pada tingkat 1 (Analisis), dan 2 orang siswa kemampuan tinggi berada pada tingkat 1 (Analisis) karena belum dapat mencapai semua indikator pada tingkat 2. Dengan demikian. penelitian ini  memberikan informasi tentang profil siswa terhadap kemampuan geometri berpandu pada teori Van Hiele. Kata Kunci:     kemampuan berpikir, teori Van Hiele, geometri.
Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik pada Materi Pecahan di Kelas VII MTsN Model Banda Aceh Tahun Pelajaran 2016/2017 Suryanda, Deni; Suryawati, Suryawati; Maidiyah, Erni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.293 KB)

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Pembelajaran matematika yang masih menggunakan pendekatan pembelajaran yang konvensional menyebabkan banyak  siswa bersikap pasif karena kesulitan dalam memahami pelajaran,  dan hasil belajar siswapun cenderung tidak memuaskan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang diamanatkan oleh kurikulum 2013 dan dapat digunakan dalam proses belajar mengajar adalah pendekatan saintifik, pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang lebih menekankan pada keterampilan proses yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa melalui pendekatan saintifik  pada materi pecahan di kelas VII MTsN Model Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimen dengan desain one-shot case study, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTsN Model Banda Aceh, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah salah satu kelas yang dipilih secara random, tepatnya kelas VII-5 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berbentuk uraian yang dilakukan setelah proses pembelajaran pada materi pecahan. Selanjutnya data tes hasil belajar diolah dengan menggunakan uji-t  dan didapat  thitung = 2,29. Hasil  pengujian  hipotesis  pada  taraf  signifikan      dan derajat  kebebasan  dk = 29, didapat  ttabel  = 1,70. Oleh  karena  thitung  > ttabel  atau 2,29 > 1,70. Maka H0 ditolak dan H1 diterima . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mencapai ketuntasan pada materi pecahan melalui pendekatan saintifik di kelas VII MTsN Model Banda Aceh. Kata kunci: Hasil belajar, pendekatan saintifik, materi pecahan.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa melalui Model Problem Based Learning pada Materi Lingkaran dengan Konteks Kepramukaan di SMP Aslamiah, Suaibatul; Johar, Rahmah; Maidiyah, Erni
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 3 No 2 (2019): JEP : Jurnal Eksakta Pendidikan
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jep/vol3-iss2/336

Abstract

Mathematical representation ability is a useful ability for students to develop and optimize their mathematical abilities. The real situation shows that the importance of the ability of mathematical representation has not been matched by student achievement. This condition can be solved by applying problem based learning model to learning in a context that is familiar to students such as scouts. The aim of this research is to explain the ability of students? mathematical representation through the Problem Based Learning model with scouts context on circle material at SMPN 8 Banda Aceh. This research used qualitative approach with a type of research is descriptive. Data obtained through tests of student? mathematical representation abilities and interviews. The ability of students? mathematical representations was analyzed by utilizing the data obtained in student learning in groups through PBL model and data of result test after the application of PBL model. The achievement of this research is the ability of students? mathematical representation during learning with PBL model in groups is accordance with the ability of students? mathematical representation after applying the PBL model. The mathematical representation ability of high ability students is able to complete all of the indicators of the mathematical representation ability, students who are in the medium ability only complete indicators of visual and symbolic representation, and low ability students only able to complete indicator of visual representation, although not perfectly.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN Magfirah, Magfirah; Maidiyah, Erni; Suryawati, Suryawati
Lentera Sriwijaya : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jls.v1i2.9707

Abstract

Siswa umumnya mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika berbentuk cerita, khususnya pada bidang geometri. Hal tersebut disebabkan siswa belum terlatih menyelesaikan soal berbentuk cerita. Newman menyatakan untuk menyelesaikan soal cerita menggunakan 5 langkah: (1) membaca soal, (2) memahami masalah, (3) transformasi, (4) keterampilan proses, (5) penulisan jawaban. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesalahan serta penyebab terjadinya kesalahan siswa dalam menyelesaikan  soal cerita matematika pada materi luas permukaan bangun ruang sisi datar berdasarkan prosedur Newman di MTsN Model Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik purposive sampling digunakan dalam pemilihan subjek, dipilih 7 dari 33 siswa kelas IX-2 yakni  2 kelompok berkemampuan tinggi dan sedang, dan 3 kelompok berkemampuan rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes dan wawancara.  Analisis data dilakukan  dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah siswa telah berusaha mengimplementasikan prosedur Newman, namun terdapat beberapa kesalahan. Kesalahan transformasi yang dilakukan oleh 6 siswa. 1 subjek penelitian melakukan kesalahan keterampilan proses. 1 subjek penelitian melakukan kesalahan penulisan jawaban.