Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS KETELITIAN DEM ASTER GDEM, SRTM, DAN LIDAR UNTUK IDENTIFIKASI AREA PERTANIAN TEBU BERDASARKAN PARAMETER KELERENGAN (Studi Kasus : Distrik Tubang, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua) Mahmudi, Mahmudi; Subiyanto, Sawitri; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLereng merupakan permukaan bumi yang memiliki kemiringan seragam. Kelerengan merupakan perbandingan antara beda tinggi dengan jarak. Salah satu pemanfaatan informasi kelerengan yaitu dalam bidang perkebunan tebu untuk penentuan area tanam. Proses pemetaan area dengan luas ribuan hektar, tentu tidak efisien apabila menggunakan metode survey pemetaan langsung di permukaan tanah. Salah satu metode alternatif yang sering diterapkan yaitu dengan memanfaatkan elevasi dari data DEM SRTM dan ASTER yang dianggap sebagai tinggi permukaan tanah. Meski demikian, banyak literatur lain yang menjelaskan bahwa elevasi DEM (Digital Elevation Model) sebenarnya merupakan elevasi tutupan lahan di atas permukaan tanah. Dari hal itu, maka hadir metode LIDAR (Light Detection and Ranging) yang dirasa lebih baik, karena berbasis sinar laser yang dapat menjangkau informasi tinggi permukaan tanah. Penelitian ini menganalisis korelasi, dan perbedaan klasifikasi kelerengan data DEM SRTM dan ASTER terhadap klasifikasi kelerengan data LiDAR. Area yang diteliti meliputi perkebunan tebu dengan luas ±7.370 Ha di daerah Tubang, Merauke, Papua.Pembuatan peta kelerengan mengikuti SOP (Standard Operating Procedures) yang dikeluarkan oleh BIG (Badan Informasi Geospasial) pada tahun 2012, tentang pengolahan data untuk pemetaan kemiringan lereng nomor 03.01.11.02. Dimana garis besar tahap pengolahannya meliputi gridding, definisi sistem proyeksi, klasifikasi kelerengan, klustering, penghalusan, dan generalisasi. Sedangkan pembagian jenis klasifikasi kelerengan mengikuti aturan yang dibuat oleh Puslittanak (Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat), hal tersebut mengingat penelitian ini berkaitan dengan kondisi tanah pertanian. Hasil dari penelitian ini berupa tiga buah peta kelerengan, dan tiga buah peta kesesuaian lahan pertanian tebu berdasarkan parameter kelerengan skala 1:30,000 dari data LIDAR, SRTM, dan ASTER.Hasil proses interpolasi grid menunjukkan bahwa data yang paling akurat yaitu LiDAR dengan nilai standar deviasi ±0,3674013m; selanjutnya SRTM sebesar ±8,0916394m; dan terakhir ASTER sebesar ±9,8854329m. Setelah dilakukan uji ketinggian data terhadap titik kontrol BM dan peta RBI, diketahui bahwa data LiDAR memiliki selisih paling baik dengan standar deviasi ±0,078m dan ±1,387m; kemudian SRTM ±0,422m dan ±4,339m; ASTER ±0,297m dan ±7,979m. Meski demikian, dalam perhitungan manual ditunjukkan bahwa ketiga data menghasilkan analisis kemiringan lereng yang sama dengan RBI, selisih dan standar deviasi ketiganya kurang dari ±0,4%. Kemudian hasil uji korelasi dan signifikansi luas hasil klasifikasi kelerengan LiDAR menunjukkan bahwa hubungan terhadap SRTM searah sebesar 49,6% (Cukup), sedangkan terhadap ASTER tidak searah sebesar 57,8% (Kuat). Nilai selisih luas rata-rata antara LiDAR dengan SRTM sebesar 3.382.840 m², sedangkan dengan ASTER sebesar 5.547.200 m². Selisih luas area sesuai tanam tebu SRTM terhadap LiDAR yaitu 4.702.697,081m², sedangkan ASTER terhadap LiDAR yaitu 12.733.548,477m². Persamaan jenis klasifikasi area sesuai tanam ASTER terhadap LiDAR yaitu 34,82%; sedangkan SRTM terhadap LiDAR 29,80%.Kata Kunci : ASTER, Lereng, LiDAR, SRTM , Tebu ABSTRACTSlopes are the earths surface that has a sloping uniform. Slope is the ratio between the height difference and distance. One of information usages of slope is in the field of sugarcane plantations especially for the determination of the planting area. The mapping process of thousands acres of area is certainly not efficient when using directly survey mapping survey method. One of alternative methods that usually applied is by using the elevation data of DEM SRTM and ASTER which are considered as a high ground area. However, many other literatures explain that the elevation of DEM (Digital Elevation Model) is actually a level of land cover elevation above ground. This condition triggers the present method of LIDAR (Light Detection and Ranging) that is considered better than the previous methods, due to the laser beam based which possibly measures the height of terrain. This study analyzed relationship and differences in the classification slope DEM SRTM and ASTER data with the classification slope LiDAR data. Area examined in this research is the sugarcane plantations area with the vast of ± 7,370 hectares in Tubang, Merauke, Papua.Map making slope is cited from SOP (Standard Operating Procedures) issued by BIG (Badan Informasi Geospasial) in 2012 related to the data processing for mapping slope number 03.01.11.02. Whereas, the outline of the data processing stages are including gridding, definition of projection system, slope classification, clustering, smoothing, and generalization. While, the distribution of slope classification types following the rules made by Puslittanak (Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat), it is due to this study relates to the condition of agricultural land. This study is resulting three slope maps with a scale of 1:30,000 of LiDAR, SRTM and ASTER data.After the testing of height data towards the BM control point and RBI maps, revealed that LiDAR data has the best difference with a standard deviation of ± 1.387 m, then SRTM ± 4.339 m, and ASTER ± 7.979 m. However, the manual calculations indicated that the three data produced the same slope analysis with the RBI, differentiation and standard deviations are less than ± 0.4 m. Then the results of correlation and significance of the slope broad classification show a 49.6% direct relationship between SRTM and LIDAR (considered to be enough), whereas a 57.8% indirect relationship between LIDAR and ASTER (considered to be strong). And the value difference between LiDAR and SRTM is 3,382,840 m²,  while the between LiDAR and ASTER is 5,547,200 m². The result of recapitulating sugarcane planting area which based of DEM/DTM has explained that the more resemble is between LiDAR and SRTM with the value difference is 1,380,356.127 m², while the between LiDAR and ASTER is 9,952,798.232 m². Then the equality of arable area which resemble with the result of LiDAR is ASTER, it has equation a 85.18%, whereas SRTM a 73.76%.Keywords : ASTER, LiDAR, Slope, SRTM, Sugarcane
PUTUSAN HAKIM DI PENGADILAN NEGERI SAMPANG DALAM KASUS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG BERLATAR BELAKANG CAROK Mahmudi, Mahmudi
Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum MAGISTER ILMU HUKUM DAN KENOTARIATAN, 2015
Publisher : Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.9 KB)

Abstract

Abstract This journal discusses the verdict in the criminal case of murder carok background. Decision made judges is a complex and difficult process, requiring training experience, and wisdom. In the process of the imposition of the verdict, a judge must be convinced whether a defendant committed the crime or not, by referring to the evidence. Judges have the freedom to move to get a proper criminal particular between the maximum and minimum limits public. Focus purpose of this study was to analyze the factors that become the basis of considerations judge and assess verdict against criminal acts Carok background in Sampang District Court Carok background in Sampang District Court. This research includes the study of normative law by using the approach of legislation (statue approach) and the approach of the case (Case Aprroach). While the types of materials used law is the primary legal materials, secondary and tertiary. The legal materials collection techniques in this study conducted by classifying systematic way. In addition, the materials analysis techniques this study law by way of description, interprentasi, construction, evaluation, and systematic argumentation. From these results, it shows that the factors on which to base consideration of the judge, there are three kinds of considerations. First, juridical considerations. Second, non juridical considerations. Third, consideration of aggravating and mitigating. TheJudges decisionon criminal acts murderbackgroundscarok Judgesjustto see whatandhow toprove (witness statement) by the Public ProsecutorinCourt andthe motiveof thecriminalconductwhere Judgeobtainingconsiderationandthe assurance. Key words: consideration of the judge, crimina Abstrak Jurnal ini membahas tentang putusan Hakim dalam kasus tindak pidana pembunuhan di Pengadilan Negeri Sampang yang berlatar belakang carok. Putusan yang dilakukan Hakim merupakan suatu proses yang kompleks dan sulit, sehingga memerlukan pelatihan pengalaman, dan kebijaksanaan. Dalam proses penjatuhan putusan tersebut, seorang Hakim harus meyakini apakah seorang terdakwa melakukan tindak pidana ataukah tidak,dengan tetap berpedoman pada pembuktian. Hakim memiliki kebebasan bergerak untuk mendapatkan pidana yang tepat antara batas maksimum khusus dan minimum umum. Fokus tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang menjadi dasar pertimbanagn Hakim dan, mengkaji putusan Hakim terhadap tindak pidana pembunuhan yang berlatarbelakang Carok yang ada di Pengadilan Negeri Sampang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum normatif dengan mengunakan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan kasus (Case Aprroach). Sedangkan jenis bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, skunder dan tersier. Adapun tehnik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengklasifikasi yang sistimatis. Disamping itu, dalam tehnik analisis bahan hukum penelitian ini dengan cara deskripsi, interprentasi, konstruksi, evaluasi, argumentasi dan sistematis. Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan Hakim tersebut, terdapat tiga macam pertimbangan. Pertama, Pertimbangan yuridis. Kedua, pertimbangan yang bersifat non yuridis. Ketiga, pertimbangan yang memberatkan dan yang meringankan. Adapun putusan Hakim terhadap tindak pidana pembunuhan yang berlatar belakang carok Hakim hanya melihat seperti apa dan bagaimana cara membuktikan (keterangan saksi) oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan dan motif melakukan pidananya dari situlah Hakim memperoleh pertimbangan dan kenyakinan. Kata kunci: pertimbangan hakim, pidana
Pemahaman Hadis Tentang Memelihara Jenggot dalam Konteks Kekinian mahmudi, mahmudi
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 3, No 2 (2017): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.368 KB)

Abstract

Jurnal ini menunjukkan bahwa hadis hendaknya tidak selalu dipahami secara tekstual, namun memperhatikan sosio-historis dan konteks hadis tersebut. Kesimpulan ini menjawab pemahaman hadis tentang salah satu identitas Muslim yang membedakan dengan umat lain, yaitu memelihara jenggot. Pemeliharahaan jenggot dalam konteks kekinian tidaklah menjadi satu-satunya identitas Muslim sebagaimana pada masa awal Islam, jenggot telah menjadi trend fashion yang dilakukan oleh siapapun tanpa melihat ada nilai teologis atau tidak. Beberapa ulama hadis berbeda pendapat dalam memahami hadis memelihara jenggot. Pertama ulama yang memahami hadis tersebut secara tekstual, seperti Nasīr al-Dīn al-Albanī, Abū Muḥammad bin Ḥazm, Abd Al-Azīz bin Abd Allāh bin Bāz. Mereka berpendapat memelihara jenggot merupakan perintah Nabi Muhammad saw. yang harus dilaksanakan dan merupakan bagian dari sunnah. Kedua ulama yang memahami hadis tersebut secara kontekstual, seperti al-Syarbasī, al-Qaradāwī, dan Syuhudi Ismail. Mereka berpendapat memelihara jenggot pada hadis tersebut merupakan anjuran dan bukan merupakan perintah. Penulis menggunakan teori pemahaman teks, double movement Fazlur Rahman, dalam memahami hadis memelihara jenggot dalam konteks kekinian. Pendekatan sosio-historis juga penulis gunakan untuk menemukan makna konteks ketika hadis tersebut muncul, kemudian penulis korelasikan dengan konteks kekinian.
Pengaruh keadilan distributif terhadap niat pindah kerja: Pengujian efek mediasi instrumen promosi dan prestasi kerja Riyadi, Mentari Maghfirani; Mahmudi, Mahmudi
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini menguji pengaruh keadilan distributif terhadap niat pindah kerja dengan memasukkan instrumen promosi sebagai variabel mediasi dan prestasi kerja sebagai variabel moderasi dan mediasi. Penelitian ini dimotivasi oleh adanya tingkat perpindahan kerja karyawan yang semakin tinggi, khususnya di industri perbankan. Kami melakukan survey secara on-line terhadap 139 karyawan perusahaan perbankan di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis regresi, penelitian ini menemukan bukti bahwa (1) keadilan distribusi berpengaruh positif signifikan terhadap instrumen promosi, selanjutnya instrumen promosi berpengaruh negatif signifikan terhadap niat pindah kerja, (2) prestasi kerja memoderasi pengaruh instrumen promosi terhadap niat pindah kerja, (3) keadilan distributif berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja, dan (4) prestasi kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap niat pindah kerja. Namun, berdasarkan analisis jalur, pengaruh keadilan distributif terhadap niat pindah kerja cenderung berpengaruh langsung yang tidak dimediasi oleh instrumen promosi maupun prestasi kerja.
PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Saputra, Bambang; Mahmudi, Mahmudi
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol 16, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekoomi dan kesejahteraan masyarakat. Sampel penelitian adalah kabupaten/kota berdasarkan provinsi di Indonesia kecuali DKI Jakarta, dengan menggunakan data sekunder dari Biro Pusat Statistik Indonesia periode 2005 sampai dengan 2008. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis jalur dengan program AMOS. Hasil analisis mengindikasikan bahwa, pertama, desentralisasi fiskal berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kedua, pertumbuhan ekonomi berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Ketiga, desentralisasi fiskal berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.Kata kunci: desentralisasi fiskal, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah.
KORELASI ANTARA KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MI NURUL AMAL (KECAMATAN GEDUNG MENENG KABUPATEN TULANG BAWANG) MAHMUDI, MAHMUDI; AMRIYAH, CHAIRUL
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 2, No 1 (2015): TERAMPIL
Publisher : Institut Agama Islam Negeri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is a process of self-development and personality formation. Discipline is an attitude that a student should have because it is a part of formation of personality. Discipline in the school environment is needed to create a comfotable learning athmosphere for teachers and students. Tha application of discipline is expected to assist the students to reach optimal achievement. Thus. the objection of this research is to find out whether there is a possitive correlation between discipline and students’ learning achievement. This was a quantitative reasearch. It was conducted in MI Nurul Amal. Gedung Meneng. Tulang Bawang. There were 34 students of fifth grade as the population. Data of the research was gained by using questionnaire as the primary technique. Observation was used as the supporting technique. Documentation technique was also used to know teacher’s preparation in conducting teaching-learning process. Based on data analisys. the result was robserved  > rtable. This result proved that there was a possitive correleation between between discipline and students’ learning achievement. It meant that the better students have discipline. the higher achievement they can reach. 
Studi Kasus sebagai Strategi Riset untuk Mengembangkan Akuntansi Sektor Publik Mahmudi, Mahmudi
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol 7, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is undoubtedly recognized that research has an important role in developing theories and practices towards a certain discipline. The existence of a science will stagnate or may disappear without any continuous research, basic or applied research. Public sector accounting theory is less developed compared to the business accounting theory. Because the nature and characteristic of public sector accounting are different from commercial accounting, the research method should be fitted according to its nature. Case study as a preferred research strategy seems very fit for the development of public sector accounting theories and practices. This article, firstly explores various philosophical approaches of research methodology and their effects on accounting research. The article also discusses about the development stage of accounting research, and the role and benefit of case study research in the development of public sector accounting.Keywords: Case Study, Research Methods, Grounded Research, and Theory Development.
Suatu Catatan tentang Subgrup Normal dan Ideal Mahmudi, Mahmudi
Journal of Data Analysis Volume 1, Number 2, December 2018
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.1 KB)

Abstract

Grup Bagian Normal (subgrup normal) memainkan peran penting dalam aljabar grup. Grup bagian  di  didefinisikan normal jika dan hanya jika koset kiri  di  sama dengan koset kanan  di  Penelitian ini merupakan kajian literatur dan membahas detail alasan penamaan subgrup normal, terutama terkait dengan pembentukan grup faktor. Lebih lanjut, dibahas juga dasar pendefinisian ideal pada pembentukan ring (gelanggang) faktor. Normal subgroup plays an important role in group algebra. A subgroup  of a group  is called a normal subgroup of  if for all  This research is literature review and discuss the reason for subgroup to be defined a normal. Furthermore, we also discuss the definition of an ideal that used to form a ring factor.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asll Daerah, Dana Alokasi Umum dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Terhadap Pengalokaslan Belanja Modal Mahmudi, Mahmudi; Restiningrum, Dewi
Jurnal Aplikasi Bisnis Volume 7 Nomor 8, Juni 2008
Publisher : Jurnal Aplikasi Bisnis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research tries to identify the effect of economic growth, local government original revenue, general allocation grant,and remaining balance of local government budget for the year t towards the allocation of capital expenditure budget for the year t+1. This research used secondary data drawn from municipal budget realization report for the year 2003-2005 that was published by Central Bureau of Statistic. We used 108 local governments in Java as the sample of research. Based on regression analysis, the research shown the result that all independent variables, i.e. economic growth, local government original revenue, general allocation grant, and remaining balance of local government budget for the year t statistically significant affect the allocation of capital expenditure budget for the year t+1. It means that government officials for some extent consider past year data of economic growth level, local government original revenue, general allocation grant,and the remaining balance of budget to determine the allocation of next year capital expenditure budget.
INTERPOLASI KANDUNGAN FLUORIDA PADA AIR TANAH DI DKI JAKARTA MENGGUNAKAN METODE MEDIAN POLISH KRIGING Nurmaidah, Elly; Mahmudi, Mahmudi
LOGIK@ Vol 8, No 2 (2018): Vol.8 No.2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.224 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai interpolasi kandungan fluorida air tanah di DKI Jakarta menggunakan Median Polish Kriging. Metode ini digunakan karena terdapat nilai pencilan kandungan fluorida di DKI Jakarta. Untuk menginterpolasi fluoride di daerah yang tek-tersampel, DKI Jakarta dibagi menjadi 5 grid dengan ukuran sebagai berikut: 10 × 6, 10 × 3, 5 × 3, 4 × 3, dan 3 × 2. Namun, hasil menunjukkan bahwa hanya grid berukuran 5 × 3 yang berhasil menginterpolasi kadar fluorida pada daerah yang tidak tersampel. Selain itu, hasil interpolasi pun menunjukkan bahwa terdapat 81% daerah di DKI Jakarta yang memiliki kadar kandungan fluorida rendah, 8% memiliki kadar kandungan fluoride sedang, dan sebanyak 11% memiliki kadar yang tinggi. Dua daerah yang mengandung kadar fluorida yang tidak aman dikonsumsi (di atas 1,5 mg/l) yaitu Kelurahan Joglo dan Kelurahan Duri Kosambi yang terletak di Jakarta Barat.