Articles

Found 27 Documents
Search

PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS EXCAVATOR PADA PEKERJAAN PASANG/SUSUN BATU GUNUNG UKURAN 5-250 KG DAN 1000-1500 KG Mahmuddin, Mahmuddin; Nurisra, Nurisra
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.651 KB)

Abstract

Abstract: Excavator is one of the construction equipment used to transport and install materials. It is necessary to note the ability of excavators by measuring the value of their productivity. This study aimed to compare the productivity of excavators on the job install / stacking stone the size of 5-250 kg and 1000-1500 kg. A case study for Jetty Construction Project  Ujong Serangga Southwest Aceh district. Observations were done on each cycle of movement of excavators at work. The data collected consists of  loading time, swing, forward, install / stacking, and return  timer. Secondary data which is the supporting data to complement the primary data have been obtained, a map of the situation, drawing plan. From the result is the average cycle time for the job install / stacking stone 5-250 kg size is 53.33 seconds, and for the size of 1000-1500 kg is 48.85 seconds. The average productivity of excavators on the job install / stacking stone  5-250 kg size is 28.58 m³ / h, while the size of 1000-1500 kg is 22.77 m³ / hour. So based on the known productivity job description install / stacking stones  5-250 kg larger than install / stacking stone 1000-1500 kg.Keywords : produktivitas, excavator, install/stacking tu gunungAbstrak: Excavator merupakan salah satu alat konstruksi yang digunakan untuk mengangkut dan menyusun material. Untuk itu perlu diketahui kemampuan kerja excavator dengan mengukur nilai produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas  excavator pada pekerjaan pasang/susun batu gunung ukuran 5-250 kg dan ukuran 1.000-1.500 kg. Studi kasus dilakukan pada Proyek Pembangunan Jetty Ujong Serangga Kabupaten Aceh Barat Daya. Pengamatan dilakukan terhadap pergerakan excavator pada setiap siklus kerja. Data yang dikumpulkan terdiri dari waktu muat, swing, maju, pasang/susun, dan waktu mundur. Data sekunder yang merupakan data pendukung guna melengkapi data primer yang telah diperoleh, berupa peta situasi, gambar rencana. Dari hasil penelitian didapat waktu siklus rata-rata untuk pekerjaan pasang/susun batu gunung ukuran 5-250 kg adalah 53,33 detik, dan untuk ukuran 1000-1500 kg adalah 48,85 detik. Produktivitas rata-rata excavator pada pekerjaan pasang/susun batu gunung ukuran 5-250 kg adalah 28,58 m³/jam, sedangkan ukuran 1000-1500 kg adalah 22,77 m³/jam. Maka berdasarkan uraian tersebut diketahui produktivitas perkerjaan pasang/susun batu 5-250 kg lebih besar daripada pasang/susun batu 1000-1500 kg.Kata kunci      :  produktivitas, excavator, pasang/susun batu gunung
TIME-COST TRADE-OFF MODEL FOR TIE BEAM ACTIVITY Fachrurrazi, Fachrurrazi; Mahmuddin, Mahmuddin; Anas, Cut Yuniati
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.289 KB) | DOI: 10.24815/jts.v7i1.9163

Abstract

Abstract: Crashing  project duration is conducted when the project experience schedule delay. The consequence of this crashing is needed the additional cost to anticipate the delay. Choosing the right activity for the reduction will provide additional cost efficiency. The purpose of this research is to develop time-cost trade-off (TCTO) model for tie beam activity. The model was developed based on the respondent's perception through the questionnaire, and collecting the Budget Plan Report. Respondents in this study are director, estimator, and project manager at contractor who is domiciled in West Aceh District. The results showed that the tie beam can be broken down into sub activities such formwork, rebar and concrete that have different characteristics in tie beam activities based on TCTO model. Based on these conditions, the sub activities activities can be accelerated from the normal duration of the project are 60%, 50% and 60% respectively and the required additional cost is 2.88% per day, 2.93% per day, and 3.88% per day.Keywords : Project Crashing, Crash Duration, Additional cost, Model TCTO, Tie beam, West of Aceh, Formwork, Rebar work, Concrete workAbstrak: Percepatan schedule sering dilakukan ketika kemajuan proyek dinilai mengalami keterlambatan terhadap rencana awal. Konsekuensi dari percepatan schedule tersebut dapat memberikan peningkatan biaya proyek. Pemilihan aktifitas yang tepat akan memberikan efisiensi biaya tambahan. Penelitian mengkaji hanya pada aktifitas sloof sebagai aktifitas yang dipilih untuk di percepat sebagai obyek tinjauan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model Time-cost trade-off (TCTO) aktifitas pekerjaan sloof dalam sebuah proyek. Model tersebut dikembangkan berdasarkan persepsi responden melalui pengisian kuesioner dan data RAB. Responden dalam penelitian ini yaitu direktur, estimator, dan manajer proyek pada badan usaha kontraktor yang berdomisili di Kabupaten Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan sloof dapat dipecah kedalam sub aktifitas seperti sub aktifitas bekisting sloof, pembesian sloof dan beton sloof memiliki karakteristik yang berbeda dalam pekerjaan sloof berdasarkan TCTO model. Berdasarkan kondisi ini, sub-aktifitas pekerjaan sloof tersebut dapat dipecepat dari durasi normal proyek secara berturut-turut adalah 60%, 50% dan 60% dan biaya tambahan yang diperlukan adalah 2.88% per hari, 2.93% per hari, dan 3.88% per hari.Kata kunci : Percepatan schedule, Durasi crash, Biaya tambahan , Model TCTO, Pekerjaan sloof, Aceh Barat, Pekerjaan bekisting, Pekerjaan pembesian, Pekerjaan pengecoran
Pengaruh Metode Latihan Bent Arm Pullover and Press dan Power Otot Lengan Terhadap Hasil Lempar Lembing Mahmuddin, Mahmuddin
Jurnal Fisioterapi Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objectives: The purpose of this study was to detect: (1) difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear towards result throws javelin, (2) interaction between practice method and power arm muscle towards result throws javelin, (3) difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear in sample that has power arm muscle very good towards result throws javelin, (4) difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear in sample that has power arm muscle less towards result throws javelin. Methods: 40 person taken by purposive samples based on power arm muscle very balk and less. This study uses experiment method with factorial block 2x2 design. Instrument in this Study: (1) test has throwed medicine ball that is tool to measures ability power student university arm muscle that tested level reliabilitas as big as (r = 0,90 (2), tests throws javelin to measures result throw javelin, that tested level reliabilitas as big as (r = 0,94 (3), practice programs bent arm pullover and press according to non linear and linear. Analysis technique that used analysis variant two directions (two-way anava) continued with test tukey in standard significant = 0,05. Results: (1) found difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear towards result throws javelin, (2) found interaction between practice method ably power arm muscle towards result throws javelin, (3) found difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear in group power arm muscle very good towards result throws javelin, (4) found difference between practice method bent arm pullover and press according to non linear and linear in group power arm muscle less towards result throws javelin.Keywords: Exercise, Muscle Power, Bent Arm Pullover
FORMALISME AGAMA DALAM PERSFEKTIF GERAKAN SOSIAL: Prospek dan Tantangan di Masa Depan Mahmuddin, Mahmuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Diskursus Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.386 KB)

Abstract

  Gejala formalisme agama di Indonesia lebih sering diidentikkan dengan formalisasi syariat. Formalisasi syariat Islam yang dilakukan oleh beberapa kalangan umat Islam tidak hanya dipandang dalam satu sisi yaitu sebagai perwujudan pelaksanaan kewajiban-kewajiban agama. Kemunculan kembali ide penerapan syariat Islam merupakan reaksi terhadap kelemahan yang menimpa umat Islam saat ini. Sebagian kalangan meyakini bahwa jika umat Islam kembali ke ajaran agamanya, maka akan dapat keluar dari masalah yang dihadapi dan kembali menjadi pemimpin dunia. Munculnya berbagai gerakan keagamaan dalam konteks sosial maupun aliran keagamaan, tentu saja bukan disebabkan pemahaman yang keliru terhadap ajaran Islam melulu, tetapi juga sebagian besar karena didorong oleh faktor kemiskinan dan ketidak-berdayaan umat Islam. Peran kaum terdidik dari umat Islam adalah salah satunya memberi pencerahan (al-Tanwir) bukan pemalsuan (al-Tazwir) dengan mengedepankan politik yang santun dan jujur, serta ajaran Islam yang benar dan damai (rahmat lil Alamin), sehingga dapat menciptakan masyarakat muslim yang berkualitas di masa depan.
BUDAYA KEKERASAN DALAM GERAKAN ISLAM : Studi tentang Penegakan Doktrin Amar Makruf Nahi Mungkar pada Ormas Front Pembela Islam (FPI) Kota Makassar Mahmuddin, Mahmuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.067 KB)

Abstract

Studi ini dilakukan dalam rangka menjawab sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan sepak terjang Front Pembela Islam (FPI). Kajian ini difokuskan pada pemahaman kelompok ini tentang Amar Makruf Nahi Mungkar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif (descriptive research), Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang gejala-gejala sosial tertentu atau aspek kehidupan tertentu pada masyarakat yang diteliti. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar adalah istilah yang diperkenalkan dari al Qur’an untuk menjelaskan kewajiban seorang muslim melakukan perbuatan baik dan sekaligus mencegah untuk melakukan perbuatan yang jahat. Front Pembela Islam (FPI) merupakan ormas Islam yang dikenal cukup luas di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tindakan-tindakannya yang mengesankan kekerasan seperti dalam memberantas kemaksiatan atau merasia tempat-tempat hiburan. FPI didirikan sebagai respon terhadap kondisi sosial-politik Indonesia, yang tidak berpihak kepada kepentingan umat Islam. Diterapkannya syariat Islam di Indonesia, baik secara substansial maupun formalistis, merupakan visi yang ingin dicapai FPI. Dari berbagai alternatif cara untuk mewujudkan visi tersebut, maka strategi yang dipilih FPI adalah melalui penegakan amar ma’ruf nahi munkar, yaitu upaya-upaya sistematis untuk mengajak umat Islam agar menjalankan perintah agamanya secara komprehensif, dan mencegah umat Islam agar tidak terjerumus pada kegiatan-kegiatan yang merusak moral dan akidah Islamnya. Tuntutan FPI untuk memberlakukan syariat Islam mendapat tantangan dari berbagai kalangan. Rizieq menga-takan bahwa penentang syariat Islam terbagi dua. Pertama, mereka yang memang fobi terhadap Islam. Dan kedua, mereka yang menolak karena ketidaktahuannya. Dalam rangka menghindari citra negatif terhadap organisasi Front Pembela Islam (FPI) sebagai gerakan atau kelompok radikal perlu memsosialisasikan faham jihad yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam serta melakukan pembacaan terus-menerus terhadap sirah Nabi saw.ABSTRACTThis study aims at answering a series of problems related to the Islamic defenders front (FPI) actions. This paper focuses on group’s understanding of amar makruf nahi mungkar . This is a descriptive research that has goal to giving the deep picture of the particular social phenomenon or the certain aspects of life in the communities studied.  The Amar makruf nahi mungkar is a term that is introduced by al-Qur’an which means the explanation of Muslim’s obligation to conduct good deeds as well as to avoid for doing misconducts. The Islamic defenders front (FPI) is a Muslim community organization which is widely known in Indonesian society. This is due to their impressive acts of violence in combating immorality and sweeping entertainment venues. The establishment of FPI is as a response toward social and political circumstances in Indonesia, which not in line with Muslim’s interests. The implementation of syari’ah in Indonesia, either substantially or even formalistically, is the main goal FPI wants to gain. From various ways in applying the objectives, FPI tends to advocating the amar makruf nahi mungkar way, that is, systematic efforts on asking Muslim in order to obey the religious commends comprehensively, and to prevent Muslim from falling into activities damaging moral and Islamic belief. FPI demands to impose syari’ah has been challenged from many elements in society. Rizieq argues that the challengers of syari’ah may be divided into two typologies. The first is people who is phobia with Islam and secondly, those who reject due to their ignorance of syari’ah. To avoid the negative image, FPI as a radical movement should promote the notion of jihad correctly and in accordance with Islamic thoughts as well as doing the continuous reading of the prophet’s history.
The Existence of Gampong in the Middle of Changing Community Mahmuddin, Mahmuddin; Kolopaking, Laura M; Kinseng, Rilus A; Wasistiono, Sadu; Saharuddin, Saharuddin
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 8, No 1 (2016): Komunitas, March 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v8i1.4967

Abstract

The passage of Act No. 18, 2001 on regional autonomy and followed up with the issuance of Qanun No. 4, 2003 on mukim, and Qanun No. 5, 2003 on gampong and reinforced by UUPA No. 11, 2006 on Acehnese government is a history of social identity of Acehnese society, which has been neglected during the conflict. The regional government has made some breakthroughs and one of the breakthroughs was gampong revitalization through a program called “back to gampong”. The study aims to answer the dynamic of revitalization of gampong institution in the middle of special autonomy implementation and the implementation of Qanun gampong in the administration of gampong institution. The study shows that the implementation of program “back to gampong” encourages the strengthening process of gampong institution as well as weakens the institution itself. The development of gampong that focuses on physical aspect has created coordination gap among officials of gampong institution in planning system and financial management.  The tug in the mechanism of financial development and management at gampong has created a space for the involvement and influence from gampong elite in gampong governance. Non-uniform honorary allocation for gampong governmental apparatus is one of indicators of weak role and function of gampong cultural institution because the previous inherent communal values have been calculated economically.
FORMALISME AGAMA DALAM PERSFEKTIF GERAKAN SOSIAL: Prospek dan Tantangan di Masa Depan Mahmuddin, Mahmuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.386 KB)

Abstract

  Gejala formalisme agama di Indonesia lebih sering diidentikkan dengan formalisasi syariat. Formalisasi syariat Islam yang dilakukan oleh beberapa kalangan umat Islam tidak hanya dipandang dalam satu sisi yaitu sebagai perwujudan pelaksanaan kewajiban-kewajiban agama. Kemunculan kembali ide penerapan syariat Islam merupakan reaksi terhadap kelemahan yang menimpa umat Islam saat ini. Sebagian kalangan meyakini bahwa jika umat Islam kembali ke ajaran agamanya, maka akan dapat keluar dari masalah yang dihadapi dan kembali menjadi pemimpin dunia. Munculnya berbagai gerakan keagamaan dalam konteks sosial maupun aliran keagamaan, tentu saja bukan disebabkan pemahaman yang keliru terhadap ajaran Islam melulu, tetapi juga sebagian besar karena didorong oleh faktor kemiskinan dan ketidak-berdayaan umat Islam. Peran kaum terdidik dari umat Islam adalah salah satunya memberi pencerahan (al-Tanwir) bukan pemalsuan (al-Tazwir) dengan mengedepankan politik yang santun dan jujur, serta ajaran Islam yang benar dan damai (rahmat lil Alamin), sehingga dapat menciptakan masyarakat muslim yang berkualitas di masa depan.
KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS PADA PIPA PENUKAR KALOR SELONGSONG ALIRAN SEARAH VERTIKAL Mahmuddin, Mahmuddin
Journal of Chemical Process Engineering Vol 1, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.571 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v1i2.68

Abstract

Telah melakukan penelitian tentang karakteristik Alat Penukar Kalor (APK) tipe selongsong dan tabung aliran searah vertikal dengan penambahan udara ke dalam aliran air panas. Pipa yang digunakan adalah pipa tembaga dengan panjang 0,75 m dan diameter dalm 0,0153 m. Sedangkan selongsong dari pipa transparan (fiberglass) dengan diameter 0,941 m. Untuk mengetahui karakteristik perpindahan panas dengan cara memvariasikan debit air panas dan debit udara sehingga diperoleh perubahan temperatur masuk dan keluar. Pengukuran temperatur dengan termokopel digital yang dipasang pada sisi masuk dan keluar APK.Data pengukuran menunjukkan bahwa menambahan udara ke dalam aliran air panas mencapai 0,50 kg/s teridentifikasi panas yang dilepaskan APK fluktuatif dan kecenderungan konstan. Tetapi, dengan penambahan debit udara hingga mengakibatkan terbentuk lapisan film pada permukaan pipa dan menambah tahanan termal konduksi. Sehingga laju perpindahan panas ke air pendingin menurun drastis. Fenomena tersebut menunjukkan efektivitas APK menurun.
Analisis Kecenderungan Penelitian Tesis Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Tahun 2012-2013 Mahmuddin, Mahmuddin
AL-Fikr Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : AL-Fikr

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.67 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah; 1) Untuk mengetahui isu-isu penelitian yang paling banyak diteliti oleh mahasiswa program magister pada kurun waktu antara tahun 2012-2013, 2) Untuk mengetahui isu-isu penelitian yang memungkinkan untuk diteliti lebih lanjut oleh mahasiswa program magister pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif. Penelitian ini mengikuti langkah-langkah; 1) mengumpulkan semua data yang dibutuhkan dan terkait dengan penelitian baik yang bersifat primer maupun sekunder; 2) data tersebut kemudian diseleksi kevalidannya; 3) kemudian data tersebut dianalisis; 4) dan selanjutnya data diurai atau diklasifikasi dalam kategori-kategori untuk dijadikan kerangka demi memudahkan dalam membuat sistematika penelitian. Dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa hasil kajian tesis didominasi oleh penelitian yang berkaitan dengan pendidikan dan keguruan. Sementara itu kajian dalam bidang hukum atau syariah menempati urutan kedua. Selanjutnya penelitian tentang tafsir dan hadis dan pemikiran Islam serta ekonomi Islam menempati urutan berikutnya. Sedangkan penelitian dalam bidang dakwah dan sastra Arab masih sangat jarang dilakukan. Implikasi dari penelitian adalah bahwa dengan adanya hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa masih terdapat kajian-kajian yang sangat menarik yang dapat dijadikan obyek penelitian oleh para mahasiswa pasacasarjana UIN Alauddin Makassar.
Fenomena Hydraulic Jump Look Like Dan Onset Of Flooding Dalam Pipa Vetikal MAHMUDDIN, MAHMUDDIN; KAMAL, SAMSUL; INDARTO, INDARTO; PURNOMO, PURNOMO
Jurnal Teknik Industri Vol 12, No 2 (2011): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol12.No2.182-191

Abstract

Experiments have been conducted on countercurrent flow of air and water in pipe of 24 mm diameter. Flow patterns observations, measurement of the pressure gradient and film thickness conducted at water Reynolds numbers (ReL) are varied 322, 465, 630 and 709 combined to injected air with velocity from 1.845 m/s to 6.148 m/s at a distance of 400 mm, 1600 mm and 2200 mm from the water inlet. The data showed that the pressure gradient and film thickness did not increase appreciably until just before the onset of flooding. Otherwise, when flooding conditions wave propagation in surface the film flow from the bottom of air inlet, increasing film thickness gradually and pressure gradient also increase quickly. Increasing film thikcness gradually indicated as phenomenon hydraulic jump look like.